
Mentari pagi perlahan naik meninggalkan peraduannya, memberikan rasa hangat untuk menyinari alam semesta. Suara burung gereja mulai berkicau saling bersahutan, bertengger dari satu dahan kedahan yang lain nya. Para pencari nafkah mulai bersiap mengais rejeki di pagi hari, untuk memenuhi kewajibannya.
Di sebuah apartemen mewah, seorang pemuda tengah bertempur di dapur dengan segala bahan makanan yang ada. Meskipun di kantor dia seorang pimpinan perusahaan, tapi di apartemen dia hanyalah seorang pemuda yang terbiasa hidup mandiri. Jadilah kini dia memasak untuk sarapan pagi ini.
Aroma wangi yang tercium sampai ke kamar tempat Dimas menginap, membuat dia mencari sumbernya yang berasal dari dapur. Dimas begitu terkejut ketika melihat Bos sekaligus sahabatnya itu yang tengah memasak.
Dimas berdiri dengan kedua tangannya bersidekap di dada, memperhatikan Jupiter yang sudah begitu lihai memasak. Bibirnya melengkung sempurna keatas melihat kepiawaian Jupiter di dapur.
"Eheeemm...!!"
Jupiter langsung menoleh begitu melihat Dimas yang berdiri di belakangnya "lo udah bangun Dim?"
"Gue kira bau wangi dari mana, ternyata pak direktur yang lagi masak,"
"Bisa aja lo, bentar ya gue siapin dulu sarapannya." Jupiter lalu mengambil dua piring dari kitchen set dan menuangkannya di masing-masing piring. Dimas pun membantu Jupiter membawa sarapannya ke meja makan.
"Sorry ya sarapan nya cuma ini aja," ucap Jupiter sambil menyuapkan nasi goreng telor ceplok kedalam mulutnya.
"Gak enak gue nginep di sini malah ngerepotin, lo bela-belain masak buat gue."
Jupiter tiba-tiba tertawa mendengar ucapan Dimas "gue masak bukan karena ada lo, tapi memang tiap pagi gue sempetin masak bikin sarapan, namanya hidup sendiri bro jadi apa-apa kita harus mandiri."
"Ternyata lo ada bakat juga jadi seorang chef, nasi goreng buatan lo muantaap banget." ucap Dimas dengan mengacungkan dua jempolnya pada Jupiter.
"Haha...baru tahu lo ya masakan gue enak, ada gunanya juga gue kuliah di luar negeri jadi bisa masak kan."
"Sebenernya lo kuliah di New York tuh jurusan bisnis apa masak sih heran gue." sungut Dimas.
"Bisnis lah, masak itu bisa sendiri timbul dari hati nurani yang paling dalam..!!" kekeh Jupiter.
"Emang lo gak sewa pembantu gitu, secara lo kan kaya bisa kali buat gaji pembantu mah daripada lo cape masak-masak sendiri, makan-makan sendiri, cuci baju sendiri tidur pun sendiri." ucap Dimas dengan menirukan gaya seorang penyanyi dangdut.
Jupiter langsung tergelak melihat tingkah Dimas yang lucu "Lo juga ada bakat jadi penyanyi dangdut."
"Siall.... aliran gue pop rock bukan dangdut ya." kilah Dimas.
"Sebenernya ada asisten rumah tangga yang bertugas bersih-bersihin apartemen ini, nyuciin baju kadang dia juga yang masakin, tapi gue suruh datangnya seminggu tiga kali."
"Oh gitu, gue kira lo apa-apa sendiri makanya cepet cari istri biar ada yang nemenin."
__ADS_1
"Nah lo sendiri...?"
"Gue mah selow...lo duluan aja gih....!!"
Obrolan mereka terhenti ketika ponsel milik Jupiter bunyi, ternyata Mario yang menghubunginya. Dia sudah menunggu di basement untuk menjemput Jupiter dan Dimas.
"Mario udah nunggu di bawah, gue ke kamar dulu ya siap-siap."
"Ya udah gue tunggu ...!!" Dimas yang memang sudah berpakaian rapi dari tadi, hanya duduk diam menghabiskan sarapannya.
*****
Suara derap langkah kaki dari ketukan heels menggema di lobi PT. Wijaya Grup, susana yang cukup tenang menandakan aktifitas kantor yang sudah di mulai satu jam yang lalu. Tepat jam sembilan pagi Theolla dan Bella mendatangi kantor pusat yang dia ajak untuk bekerja sama dengan perusahaan milik papahnya. Rencananya hari ini dia akan melakukan presentasi di depan pimpinan perusahaan.
Theolla dan Bella pun menghampiri meja resepsionist terlebih dahulu.
"Selamat pagi ada yang bisa saya bantu?" sapa resepsionist itu dengan ramah.
"Kita dari PT Galaxy Bimasakti hari ini ada meeting dengan pimpinan perusahaan ini." ucap Bella menjelaskan.
"Oh silahkan sudah di tunggu di lantai 32 ya bu...!!"
"Perusahaannya ternyata guedeee banget ya bu," ucap Bella tiba-tiba.
"Iya Bel beda jauh sama perusahaan kita yang di Surabaya, aku jadi pesimis nih bisa apa nggak ya nanti.kita dapetin kontrak kerjanya."
"Harus optimis donk bu, saya yakin ibu bisa melakukan presentasi dengan baik."
Tingg...!!!
Pintu lift pun terbuka, mereka berdua langsung masuk kedalam lift menuju lantai tertinggi. Setelah keluar dari lift Theolla dan Bella berjalan beriringan, di sana dia melihat ada meja yang bertuliskan sekertaris direktur.
"Selamat pagi bu, dari PT Galaxy Bimasakti ya?" tanya Sandra yang memang sudah tahu akan kedatangan tamu yang melakukan presentasi hari ini.
"Iya benar..."
"Silahkan sudah di tunggu di ruang meeting, mari saya antar." Sandra pun berjalan terlebih dahulu di ikuti Theolla dan Bella dari arah belakang.
Setelah sampai di ruangan yang ada tulisan room meeting, Sandra lalu mempersilahkan Theolla dan Bella untuk ikut masuk ke dalam ruangan tersebut.
__ADS_1
Sesampainya di dalam, Theolla mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan. Disana ada sepuluh orang lebih yang sudah duduk berhadapan terhalang sebuah meja panjang, yang kemungkinan besar mereka adalah orang-orang penting di perusahaan ini.
"Perkenalkan ini dengan ibu Theolla wakil direktur dari perusahaan PT Galaxy Bimasakti, yang nanti akan melakukan presentasi, dan yang berdiri disebelahnya adalah asistennya ibu Bella." ucap Sandra menjelaskan, sebelumnya Sandra sudah terlebih dulu berkenalan dengan Theolla dan Bella saat menuju ruang meeting.
Semua orang pun langsung tersenyum dan mengangguk kearah Theolla dan Bella, dan langsung di balas olehnya.
"Silahkan menempati tempat duduk ibu terlebih dahulu, kita masih menunggu atasan kami untuk memulai presentasinya." ucap Sandra mempersilahkan. Theolla dan Bella pun duduk bersebelahan sementara Sandra berdiri di depan pintu menunggu kedatangn Jupiter dan Mario yang masih dalam perjalanan.
Setelah menunggu lima menit, akhirnya yang di tunggu pun datang juga Sandra langsung tersenyum dan mengangguk menyambut kedatangan atasannya.
"Silahkan pak, sudah di tunggu di dalam."
"Hemm..."
Jupiter pun melangkah memasuki ruangan meeting di ikuti Mario dan Sandra dari belakang, semua orang langsung berdiri dan menunduk hormat begitu Jupiter memasuki ruangan. Theolla dan Bella pun melakukan hal yang sama, tapi sedikitpun Theolla tidak memperhatikan wajah orang-orang yang baru masuk keruangan itu.
"Silahkan untuk duduk kembali...!!" seru Mario pada peserta meeting sesaat setelah Jupiter duduk di kursi yang berada di tengah-tengah, tepat di samping sebelah kiri ada Theolla dan Bella yang duduk di sana.
"Pak, ini bu Theolla kepala arsitek sekaligus wakil direktur PT Galaxy Bimasakti yang akan melakukan presentasi hari ini." ucap Sandra menjelaskan dengan tangan yang menunjuk kearah Theolla.
Mendengar namanya di sebut, Theolla langsung mengangkat wajahnya dan berdiri hendak menjabat tangan pemimpin perusahaan ini, namun yang terjadi selanjutnya, Theolla tertegun melihat pria yang berdiri tak jauh dari hadapannya sedang menatap dirinya dengan tatapan yang sulit di mengerti.
DEG !!!
Jupiter...
Theolla...
.
.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote dan koment makasih genks๐๐
__ADS_1