Twins Boy

Twins Boy
Season 2 - Asmara Dua Sejoli


__ADS_3

Siang sudah berganti malam, langit mendung di ibu kota kini sudah berubah menjadi guyuran hujan deras di sertai gemuruh petir yang saling bersahutan. Kedua insan yang baru kembali mereguk manisnya cinta, duduk berhadapan di sebuah meja makan untuk santap malam.


Seharian Jupiter dan Theolla hanya berdiam diri di apartemen, menyalurkan kerinduan yang tak terbatas, saling bersenda gurau, memasak bersama untuk makan siang dan malam, di tutup dengan cerita Theolla mengenai pernikahannya yang batal.


"Hujan yank...kamu gak takut malem-malem pulang?" tanya Jupiter di sela makan malamnya.


"Salah kamu yang nahan aku terus di sini, jadinya sekarang ujan gede kan."


"Hehe....kan masih kangen yank, malam ini aja ya nginep di sini aku janji gak bakal macem-macem kamu boleh tidur di kamarku yang diatas biar aku tidur di kamar bawah."


Theolla memutar kedua bola matanya jengah "emang dasar kamu tuh !! sengaja kan nahan aku di sini, jadinya pas ujan gede kamu ada kesempatan buat nyuruh aku nginep."


"Kali-kali yank...toh nanti juga kita bakalan nikah, aku janji saat kamu pulang ke Surabaya aku akan langsung melamar kamu." Jupiter meraih tangan Theolla dan menggenggam erat tangannya.


"Ya udah tapi cuma malam ini ya...besok anterin aku kerumah Amanda."


"Siap sayang....tapi sebelum pulang kita kerumah Ayah sama Bunda dulu ya, aku mau kenalin calon istri aku ke mereka."


"Aku kan udah kenal sama bunda Rianti."


"Tapi udah lama gak ketemu kan yank, terakhir ketemu waktu kamu baru lulus SMA...apalagi sama Ayah aku belum pernah kenalin kamu sama beliau."


"Iya deh....emang besok gak ngantor lagi?"


"Ya ke kantor tapi cuma sebentar...kamu ikut ya, sekalian ada yang mau aku omongin soal proyek kita."


"Aku masih cuti ya...jika mau ngomongin soal kerjaan hubungi aja asistenku." ucap Theolla santai.


"Cuti apaan? nikahnya kan gak jadi...berarti cutinya gak berlaku donk." sindir Jupiter.


"Enak aja...meskipun nikahnya batal, cutinya tetap berlaku, aku yang jadi bosnya jadi kamu gak berhak ngatur." ucap Theolla kesal, dia lalu beranjak dari duduknya membereskan piring yang kotor. Lalu di bawanya ketempat cucian piring, dan Theolla langsung mencuci piring bekas mereka berdua makan.


Tiba-tiba ada sepasang tangan yang melingkar di perutnya, menyimpan dagunya di bahu Theolla. Mengendus aroma parfum yang menempel di leher Theolla.


"Gitu aja ngambek...maaf deh." bisik Jupiter.


"Lepas kamu jangan macem-macem !! aku lagi cuci piring."

__ADS_1


"Biarin gak usah di cuci, besok ada orang yang akan membereskan apartemenku."


Jupiter langsung membalikan badan Theolla agar menghadap kearahnya, menatap wajah cantiknya yang tidak pernah bosan untuk dia pandangi.


"Senyum dong...!!" titah Jupiter. Theolla melengkungkan bibirnya keatas membentuk sebuah senyuman, meskipun sedikit terpaksa.


"Nah gitu dong kalau senyum jadi kelihatan semakin cantik." Jupiter mengecup kening Theolla begitu dalam penuh perasaan. Tanpa sadar Theolla melingkarkan tangannya pada perut Jupiter. Meresapi setiap ungkapan cinta yang di lontarkan Jupiter.


*****


Setelah santap malam mereka selesai, Theolla dan Jupiter kini melanjutkan obrolan mereka di ruang keluarga. Jupiter merebahkan tubuhnya di sofa berbantal kedua paha Theolla. Di tatapnya kembali wajah cantik Theolla, masih belum percaya seakan semua ini hanyalah mimpi baginya.


"Kenapa sih senyum-senyum terus dari tadi?"


"Gak papa sayang... ku pikir semua ini hanya mimpi tapi ternyata nyata, aku jadi gak sabar buat milikin kamu secara halal."


"Sabar dong...kamu lupa aku dan orangtua ku masih menanggung malu atas kegagalan pernikahan kemarin, kita tunggu sampai semuanya mereda baru kita pikirin pernikahan kita."


Jupiter bangun dari tidurnya dia tatap wajah Theolla dalam "aku gak bisa menunggu terlalu lama sayang, setelah semua yang terjadi antara kita aku gak ingin kehilangan kamu untuk yang kedua kalinya, kalau kamu mau kita bisa menikah di Jakarta....gosip tentang kegagalan pernikahan kamu pasti akan menghilang sendirinya."


"Ya tapi kita butuh persiapan...kamu harus melamar aku dulu secara resmi."


"Kamu emang udah ngebet banget ya pengen nikah?" goda Theolla.


"Iya dan itu maunya sama kamu bukan sama yang lain." Jupiter elus pipi Theolla menatap dalam kearah dua bola mata Theolla. Keduanya sejenak saling bertatapan, menyalurkan perasaan masing-masing yang begitu dalam.


Jupiter mendekatkan wajahnya di raihnya bibir Theolla yang kini sudah menjadi candu baginya. Theolla refleks memejamkan matanya menikmati permainan Jupiter diatas bibirnya. Menyesapnya, mengul*um dan melum*atnya secara perlahan. Theolla mulai membalas setiap sentuhan Jupiter, ciuman yang tadinya lembut kini berubah menjadi panas. Tanpa sadar keduanya sudah berbaring di atas sofa dengan Theolla berada di bawahnya.


Ciuman Jupiter perlahan turun kebawah, menikmati leher jenjang Theolla. Memberinya sedikit gigitan kecil di sana, seakan tersadar Theolla langsung mendorong tubuh Jupiter, berdiri gugup, merapihkan bajunya dan mengikat rambutnya asal membentuk ekor kuda. Buru-buru Theolla berlari kelantai atas sebelum Jupiter melihat mukanya yang memerah menahan malu.


"Yank....kok udahan sih nanggung nih !!" teriak Jupiter menggoda Theolla.


Theolla sempat melirik sebentar kearah Jupiter kemudian melanjutkan kembali langkahnya. Jupiter tergelak kencang melihat Theolla yang salah tingkah. Setelah Theolla pergi kelantai atas, Jupiter raih remote tv di nyalakannya sebentar mencari-cari saluran yang bagus. Tapi acaranya terlalu membosankan, hingga Jupiter memutuskan untuk tiduran di sofa.


Berkali-kali di pejamkan matanya, tapi sial dia tidak bisa tidur. Pikirannya terus teringat pada Theolla yang berada di kamar atas. Sampai akhirnya dia nekat untuk menghampiri Theolla.


Tok tok tok !!

__ADS_1


"Sayang buka pintunya...!!"


Satu menit dua menit pintu baru terbuka. Theolla sudah memakai piyama tidurnya, nampak wajahnya yang menahan kantuk.


"Kenapa lagi??"


"Aku gak bisa tidur sayang."


"Ya terus?"


"Kita tidur bareng ya?"


Theolla membulatkan matanya "APAAA??"


"Jangan salah paham dulu, hanya tidur biasa aku janji gak akan macem-macem." Jupiter mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V.


"Siapa yang akan menjamin kamu gak akan macem-macem? bagaimana jika besok pagi aku sudah tidak berpakaian?"


"Pikiran kamu kejauhan.. " Jupiter menerobos masuk menuju tempat tidur kesayangannya. Di rebahkan tubuhnya di atas sana dengan kepala yang bertumpu pada kedua tangannya.


"Heii apa yang kamu lakukan? aku tidur di kasur kamu tidur di sofa sana..!!" teriak Theolla kesal.


"Ogah...tidur di sofa dingin apalagi di luar lagi hujan..kita berbagi tempat tidur ya." Jupiter menggoda Theolla dengan menaik turunkan alisnya.


Theolla memberenggut kesal, di raihnya bantal guling untuk membatasi dia dan Jupiter.


"Awas jangan sampai melewati batas ini..!!" ancam Theolla. Karena sudah mengantuk Theolla akhirnya merebahkan tubuhnya membelakangi Jupiter. Namun baru beberapa menit matanya terpejam terdengar suara petir menggelegar membuat Theolla kaget dan secara refleks memeluk Jupiter.


"Hahaha...." Jupiter tersenyum penuh kemenangan dengan sigap membawa tubuh Theolla kedalam dekapannya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote dan koment makasih🙏😍


__ADS_2