
Hari ini adalah hari terakhir Jupiter di Bali, setelah selesai dengan pekerjaannya siang ini Jupiter dan Mario mengelilingi daerah wisata terkenal di sekitar Kuta. Tak lupa Clara selalu membuntutinya kemana pun dia pergi. Meskipun Jupiter risih dengan keberadaan Clara tapi dia tidak bisa menghindar selama tiga hari ini.
Berbeda dengan Jupiter, Theolla dan Bella memilih untuk pergi ke pusat perbelanjaan. Mereka berdua akan mencari oleh-oleh untuk keluarga di rumah. Setelah lelah berbelanja, Theolla memilih untuk makan siang di sebuah cafe. Disana banyak tersedia makanan khas Bali.
"Setelah ini kita mau kemana lagi bu?" tanya Bella di sela makan siangnya.
"Terserah kamu mau kemana?emang belum lelah Bel?"
"Sedikit bu....sayang ya pak Jupiter gak gabung sama kita ada penjaganya sih ngikutin mulu." canda Bella.
"Hush...gak boleh ngomong gitu, bagaimana pun juga Clara lagi usaha buat dapetin hati Jupiter."
"Emang ibu gak cemburu??"
Theolla hanya tersenyum mendengar ucapan Bella.
"Diih si ibu malah tersenyum lagi."
"Buat apa cemburu Bella, Jupiter juga berhak bahagia sama wanita lain."
"Emang ibu bahagia sama pak Raka??"
Theolla kali ini terdiam mendengar pertanyaan Bella.
"Nggak kan bu....aku tahu ibu sama pak Jupiter masih saling sayang."
"Untuk saat ini aku memang belum bahagia sama Raka, tapi setelah menikah nanti aku akan belajar menerima dia."
"Semoga berhasil bu.." kekeh Bella.
Theolla mendengus kesal mendengar ucapan Bella "sana nyari cowok...jangan ngurusin orang lain mulu!!"
"Gak ah bu...belum ada yang cocok."
"Mario gimana??dia juga lumayan loh...kayaknya masih sendiri juga."
"Ihhh...apa sih bu!! pak Mario ketuaan buat aku."
"Masa ketuaan...beda enam tahun cocoklah, kamu mau nyari yang gimana? yang masih anak SMA."
"Hehe....iya bu kalau ada yang berondong boleh."
"Dasar kamu ini..!!"
Tiba-tiba ponsel Theolla bergetar ada satu pesan masuk dari Jupiter. Theolla langsung membalasnya dan tersenyum setelah itu.
"Ciieee.....senyam senyum sendiri dapet pesan dari siapa bu?" goda Bella.
"Jangan kepo deh kamu Bel!!"
"Pak Jupiter ya?"
Theolla hanya tersenyum mengiyakan.
__ADS_1
"Jupiter ngajakin aku jalan nanti sore di sekitar pantai."
"Ciieee....yang mau kencan, terus aku gimana bu?"
"Kamu sama Mario aja dulu."
Bibir Bella mengerucut "ogah bu!!"
"Ya sudah kamu ikut sama kita."
"Mending aku bobo syantik di kamar daripada harus jadi kambing conge bu."
"Begitu lebih baik...!!"
Setelah makan siang mereka habis, Theolla dan Bella memilih langsung pulang ke hotel untuk beristirahat.
*****
Semilir angin sore menyejukan siapapun yang tengah berada di tepi pantai saat itu. Sekelompok burung camar terbang jauh melintasi lautan menuju angkasa. Jupiter memandang jauh pasir putih yang terhampar di hadapannya. Memakai tshirt warna navy dan celana chino cokelat muda, Jupiter berdiri memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana.
Setelah berhasil mengelabui Clara, akhirnya Jupiter bisa keluar hotel tanpa harus di buntuti Clara. Awalnya Clara meminta Jupiter untuk menemaninya mencari cendramata, tapi Jupiter beralasan jika sore ini dia sangat lelah.
"Udah nunggu lama?" tiba-tiba suara seseorang yang di nantinya datang juga. Theolla tersenyum berdiri di samping Jupiter.
"Baru kok...ya udah yuk kita jalan-jalan dulu menyusuri pantai." ajak Jupiter. Theolla mengangguk mengiyakan. Setelahnya mereka berdua berjalan beriringan menyusuri pasir putih, sampai akhirnya mereka tiba di dekat bebatuan. Jupiter yang membawa kamera yang di gantung di lehernya sesekali memotret objek yang menarik, termasuk memotret Theolla yang terlihat cantik sore itu.
"Ihhh apa sih...jangan di foto terus nanti kebakar."
"Coba sini aku lihat..!!" Theolla mencondongkan badannya berdekatan dengan Jupiter. Hembusan nafas Jupiter terasa mengegelitik di telinga Theolla, hingga buru-buru Theolla menjauhkan badannya.
"Curang kamu doang yang di foto....sini aku foto kamu!!"
"Ya udah."
"Sini kameranya!!"
"Pakai ponsel kamu lah, biar ada kenang-kenangannya."
Lalu Theolla mengeluarkan ponsel yang berada di saku celananya. Jupiter memposisikan dirinya duduk di atas batu besar, dia lalu bergaya cool sebelum Theolla mengambil gambar dirinya.
Baru beberapa foto yang Theolla ambil, tiba-tiba dia mengeluh karena ponselnya mati kehabisan daya.
"Ya udah ayo kita jalan lagi, sebentar lagi sunsetnya bisa terlihat." ajak Jupiter pada Theolla.
Senja yang memerah di ufuk barat mulai terlihat, Theolla berjalan mendahului Jupiter menikmati indahnya sunset pantai kuta. Rambut panjangnya yang di gerai meliuk-liuk tertiup angin laut. Jupiter terus mengambil gambar Theolla tanpa di sadari oleh Theolla yang terus berjalan menuju bibir pantai. Sampai akhirnya Theolla berbalik tepat disaat Jupiter mengarahkan kameranya.
"Nice..." puji Jupiter mengagumi Theolla yang terlihat natural di sini. Menyadari Jupiter mengambil fotonya diam-diam Theolla lalu menghampiri Jupiter dan memukul lengannya.
"Kau ini seperti paparazi mengambil gambarku diam-diam." keluh Theolla dengan tangan yang berlipat di dada.
__ADS_1
"Hehe...abis sayang La kalau ada objek yang indah tidak di abadikan."
"Jadi menurut kamu aku ini hanya sebuah objek." Theolla cemberut mendengar ucapan Jupiter.
"Gak gitu Theolla....udah lah ayo kita jalan lagi." Jupiter menarik tangan Theolla dan kali ini Jupiter berani menggenggam erat tangannya. Mereka berdua berjalan beriringan, tak terasa mereka sudah terlalu jauh berjalan dari hotel tempat mereka menginap. Keadaan pun tidak terlalu ramai, Jupiter dan Theolla memilih duduk di sebuah kursi di bawah rimbunnya pohon bakau yang berjejer di tepi pantai.
"Cape gak??"
"Lumayan." jawab Theolla.
"Aku mau ngomong sama kamu La." keadaan berubah menjadi serius.
"Ya udah ngomong aja...mumpung gak ada yang ganggu." Theolla menatap sekitar, hanya ada beberapa pengunjung itu pun jaraknya berjauhan. Mereka sudah terlalu jauh berjalan meninggalkan pusat keramaian.
"Aku pengen perjuangin kamu La...perjuangin cinta kita juga, aku akan ngomong sama orangtua kamu kalau kita masih saling cinta."
Theolla tertegun mendengar ucapan Jupiter, dia lalu menggeleng lemah.
"Aku sudah bilang berulang kali sama kamu, tolong jangan lakuin hal itu Jupiter, kau tahu jika Ayahku sampai mendengar ini penyakitnya bisa kambuh dan aku gak mau hal itu terjadi."
Jupiter menggenggam erat tangan Theolla "tapi aku gak mau kehilangan kamu untuk yang kedua kalinya La."
"Kita masih bisa bertemu meskipun kita tidak bersama sebagai pasangan...coba buka hati kamu untuk wanita lain sepertinya Clara sungguh-sungguh mencintai kamu, mulai dari sekarang kamu harus belajar melupakan aku karena sebentar lagi aku akan menikah."
"Aku akan mundur jika kamu bahagia dengan pernikahanmu, tapi jika tidak aku akan rebut kamu kembali!!"
Theolla mendesah menghela nafas panjang "tentu aku pasti bahagia." Theolla menunduk menyembunyikan air mata yang keluar dari sudut matanya. Buru-buru Theolla mengusap dengan sebelah tangannya.
Jupiter menangkup kedua pipi Theolla membuat mereka saling bertatapan "Jadi tak ada harapan lagi untuk kita bersama?"
Theolla mengangguk lemah "maaf."
"Boleh aku tanya satu hal sama kamu? mungkin setelah ini aku akan menganggap kisah kita telah usai."
Sekali lagi Theolla hanya mengangguk mengijinkan Jupiter berbicara terlebih dahulu.
"Tolong kamu jujur sama aku apa sampai saat ini kamu masih mencintai aku? aku hanya ingin mendengarnya untuk yang terakhir kali."
Theolla tatap kedua bola mata Jupiter "Iya sampai sekarang aku masih mencintai kamu Jupiter."
Setelah mengucapkan itu Theolla merasa tengkuknya di tarik cepat, sebuah benda lembut mendarat mulus di bibir mungil Theolla.
.
.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak🙏😍
__ADS_1