
Theolla memasukan beberapa keperluannya yang akan di bawa besok ke Bali. Hanya koper kecil berisi beberapa setelan bajunya, perjalanan kali ini hanya membutuhkan waktu tiga hari. Mona yang sedari tadi memperhatikan sang anak yang tengah berbenah, duduk diam di sofa yang ada di kamar Theolla.
"Kamu yakin akan berangkat ke Bali?"
"Hanya tiga hari mah...ini juga untuk urusan pekerjaan tidak untuk yang lain."
"Tapi tetep saja mamah khawatir sayang, pernikahan kamu tinggal dua minggu lagi apa tidak bisa di wakilkan sama asistenmu saja."
"Bella ikut bersamaku juga mah...aku gak sendiri di sana."
"Jupiter juga ada disana?"
Theolla tersenyum "tentu saja mah...ini kan proyeknya dia juga, kita sekarang lagi terlibat dalam sebuah pekerjaan."
"Mamah khawatir sayang...kamu sama Jupiter masih saling cinta kan?mamah bisa lihat dari cara kalian saling menatap.. jelas kalian masih saling sayang iya kan?" Mona mengungkap kehawatirannya selama ini.
Theolla menghentikan aktifitasnya lalu menghampiri Mona "kenapa mamah bisa berpikiran sejauh itu?"
"Kamu sebentar lagi nikah sayang, jelas mamah khawatir Jupiter akan menggoyahkan hati kamu."
"Mah...meskipun aku dan Jupiter masih saling sayang, tapi perlu mamah tahu semua itu hanya masalalu buat kami, sekarang murni kita hanya terlibat dalam sebuah pekerjaan."
"Kamu gak akan ngecewain mamah kan? kamu akan tetap menjalani pernikahan ini meskipun kamu belum cinta sama Raka?"
Theolla mengangguk dan menggenggam erat tangan Mona "Iya mah aku gak mungkin ngecewain mamah dan papah...mamah gak perlu khawatir setelah menikah nanti aku akan belajar mencintai suamiku."
"Makasih sayang....makasih untuk pengorbanan kamu selama ini!!"
Theolla mengangguk dan tersenyum simpul "Iya mah.." Theolla menunduk menyembunyikan air matanya yang hampir keluar.
"Lalu bagaimana dengan perasaanmu pada Jupiter? mamah tahu selama ini kamu masih sayang sama dia?"
"Aku akan mengikis rasa yang ku punya untuk Jupiter, semoga dengan berjalannya waktu perasaan ini akan memudar sendirinya. Meskipun sulit tapi aku akan belajar untuk menerima Raka di hidupku."
Mendengar ucapan Theolla, Mona langsung memeluk putrinya itu dengan erat. Dia tahu apa yang sudah Theolla lakukan itu bukanlah hal yang mudah, bertahun-tahun memendam perasaan untuk Jupiter tapi sekalinya mereka di pertemukan sepertinya takdir tidak berpihak pada mereka berdua.
Sebagai orang tua Mona sadar telah memaksa Theolla menerima perjodohan ini. Tapi nasi sudah menjadi bubur Mona tidak mungkin membatalkan pernikahan yang hanya tinggal menghitung hari. Undangan sudah di cetak, gedung serta persiapan lainnya sudah di depan mata. Rasa balas budi pada kedua orangtua Raka yang membuat mereka tidak bisa menolaknya.
****
Sementara itu di kantor pusat PT.Widjaya grup Jupiter masih berkutat dengan pekerjaannya. Meskipun sore sudah berganti malam tapi Jupiter masih menyelesaikan beberapa pekerjaanya. Mario dengan setia menemani Jupiter untuk lembur malam ini.
"Jam berapa besok pesawatnya Yo??"
"Jam sebelas pak."
__ADS_1
Jupiter melihat jam di pergelangan tangannya, menunjukan pukul setengah tujuh malam "setengah jam lagi kita balik, abis itu kita makan malam terlebih dahulu."
"Baik pak."
Hening
Jupiter dan Mario kembali tenggelam dengan pekerjaannya masing-masing. Sepuluh menit sudah berlalu.
Ceklek
Pintu ruangan Jupiter terbuka, muncul lah sosok wanita cantik tersenyum kearah mereka berdua.
"Hai....!!" sapanya. Lalu wanita itu masuk membawa dua bungkusan plastik di tangannya.
"Clara.." ucap Jupiter heran.
"Aku bawa makan malam untuk kamu, aku tahu kamu pasti belum makan karena lembur." seru Clara lalu dia duduk di sofa bersebelahan dengan Jupiter. Bungkusan yang dia bawa dia simpan di atas meja.
"Kamu tahu dari mana aku masih di kantor?"
"Tadi aku telepon sekertaris kamu, katanya kamu masih di kantor lembur...ya udah deh sepulang dari salon aku langsung kesini nyusulin kamu sekalian mau ajakin makan malem."
Mario yang sadar akan posisinya segera bangkit dari duduknya "saya permisi dulu pak.. kerjaannya akan saya lanjutkan di ruangan saya."
"Gak perlu yo kita makan malam bersama!!"
"Dia asistenku...namanya Mario."
"Ah iya....aku ingat dia yang waktu itu sama kamu di pesta kan??"
Mario tersenyum dan mengangguk mengiyakan.
"Ya udah kita makan malam bersama, kebetulan aku bawa lebih." tutur Clara.
"Duduk yo!!" titah Jupiter, dia yang tidak ingin berduaan dengan Clara menyuruh Mario untuk duduk kembali dan menemaninya.
Setelah itu mereka bertiga makan malam di ruangan Jupiter.
"Kamu kenal Kanaya dimana?" tanya Clara melirik kearah Jupiter.
"Hanya kenal saja sewaktu dia kerja di kedai kopi...kebetulan dia dekat dengan sahabatku."
"Oh ya....!!sahabatmu itu mau waktu Kanaya jadi pelayan??
"Namanya juga cinta....gak memandang status seseorang, ntah dia seorang pelayan atau putri raja sekalipun." ucap Jupiter.
__ADS_1
"Emang Kanaya itu malu-maluin, bisa-bisanya dia kerja sebagai pelayan padahal papah udah berharap banyak sama dia."
"Kalian sepertinya tidak akur ya?" selidik Jupiter.
"Ya namanya kita saudara tiri, sesekali sering ada cekcok itu wajar....Kanayanya aja yang gak bisa nerima aku dan ibuku di keluarga dia."
Jupiter manggut-manggut mendengar penuturan Clara, sementara Mario hanya menjadi pendengar yang baik. Setelah makan malam selesai Mario pamit terlebih dahulu untuk kembali keruangannya.
"Kamu anterin aku pulang ya Jupiter!!"
"Emang gak bawa mobil Ra?"
"Mobilku lagi masuk bengkel jadi aku naek taxi waktu kesini."
"Ya sudah tunggu sepuluh menit lagi....aku beresin ini dulu!!"
"Padahal ya aku seneeng banget waktu papah bilang mau jodohin kita." tutur Clara sambil memperhatikan Jupiter yang tengah membereskan dokumennya.
Sejenak Jupiter menghentikan kegiatannya "kita sudah kenal sejak lama Ra...dan aku selalu menganggap kamu sebagai teman... maaf aku gak bisa menerima perjodohan itu."
"Apa tidak ada kesempatan buat aku bisa menjadi orang yang spesial di hatimu?"
"Maaf Ra....sudah ada wanita lain di hatiku."
"Siapa dia?aku ingin tahu siapa wanita beruntung yang sudah mendapatkan hati kamu?"
Jupiter menatap Clara lalu menggenggam tangannya "tolong jangan berharap lagi sama aku...cari pria yang tulus cinta dan sayang sama kamu karena hati kamu akan terluka jika terus-terusan mengharapkan aku Ra...kejar kebahagiaanmu sampai kapan pun hubungan kita tetap menjadi seorang teman."
"Sekalipun Theolla tidak kembali padaku...aku tidak akan mudah membuka hati untuk wanita lain." ucap Jupiter dalam hati.
"Tapi Jupiter beri aku kesempatan...aku akan membuatmu jatuh cinta padaku dan membuatmu melupakan wanita itu."
"Itu tidak akan mudah Ra...dia cinta pertamaku dulu...meskipun sekarang aku tidak bisa memiliki dia."
"Apa wanita itu yang kita ketemu di Bandara? om Andre sudah cerita semuanya kalau kamu belum bisa melupakan mantan pacar kamu."
"Iya dialah wanita itu...kamu sudah pernah bertemu dengannya waktu di Bandara."
"Aku tidak akan berhenti berharap Jupiter...aku akan membuatmu melupakan mantan pacar kamu!!" tekad Clara sudah bulat.
"Dasar pala batu.." ucap Jupiter dalam hati.
💟 Visual Clara
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote dan koment makasihhh🙏😍