Twins Boy

Twins Boy
Season 2- Ke Surabaya


__ADS_3

Bandar udara Juanda menyambut kedatangan Jupiter dan Mario ke kota pahlawan. Mereka berdua akan melakukan perjalanan bisnis selama satu minggu kedepan. Adanya beberapa kantor cabang di daerah Jawa Timur membuat Jupiter kini berada disini, untuk melakukan sidak rutin setiap tahunnya.


Sebuah mobil mewah menyambut kedatangan mereka berdua, pak Kusno supir pribadi yang bekerja di kantor cabang PT Widjaya Grup tersenyum melihat bosnya datang ke Surabaya.


"Selamat sore pak...selamat datang di kota Surabaya..!!" sambutnya ramah.


Jupiter dan Mario tersenyum menanggapi pria paruh baya tersebut.


"Langsung antarkan kami ke hotel saja pak..!!" pinta Mario.


"Baik silahkan pak..!!" pak Kusno langsung memasukan dua koper milik Jupiter dan Mario kedalam bagasi mobil. Mario duduk di depan di sebelah pak Kusno, sementara Jupiter duduk di kursi belakang.


Satu jam kemudian, mobil yang mereka tumpangi sampai di hotel ChandraKirana salah satu hotel milik pak Chandra Danuatmaja yang berlokasi di Surabaya. Pak Kusno lalu pamit undur diri dan menyerahkan kunci mobil pada Mario. Karena selama di Surabaya mereka akan berkendara dengan salah satu mobil milik perusahaan.


Kamar Hotel sudah di reservasi jauh-jauh hari sebelum mereka berangkat, Jupiter dan Mario mendapat kamar yang bersebelahan.


"Sore ini lo istirahat aja dulu, nanti malam lo temenin gue keliling kota Surabaya."


"Oke siap...!!" ujar Mario menyanggupi. Mereka berdua lalu pergi menuju kamarnya masing-masing.


Jupiter menghempaskan tubuhnya di atas kasur berukuran besar. Dia menatap langit-langit kamar hotelnya sambil memikirkan seseorang yang sangat spesial di hatinya. Meskipun ini bukan pertama kalinya dia ke kota Surabaya, tapi kedatangannya kali ini sedikit berbeda, ada Theolla juga yang tinggal di kota yang sama.


Semenjak pertemuannya di Jakarta tiga minggu yang lalu, Jupiter tidak terlalu sering berkomunikasi dengan Theolla. Karena kesibukannya, membuat Jupiter maupun Theolla fokus dengan kerjaan. Bahkan kepergiannya kali ini ke Surabaya tidak di ketahui oleh Theolla.


Waktu baru menunjukan pukul setengah enam sore, Jupiter buru-buru membersihkan dirinya yang seharian ini sudah beraktifitas. Beruntung sekarang di kantor pusat ada Venus, sehingga selama Jupiter di Surabaya Venus yang akan menghandle semuanya, dibantu oleh Dimas asisten barunya.


Setelah membersihkan diri dan melakukan ibadah shalat maghrib, Jupiter memejamkan matanya sejenak melepas penat menuju alam mimpi.


*****


Jalan protokol Surabaya tidak terlalu ramai malam ini, kendaraan yang berlalu lalang pun tidak sepadat seperti di hari weekend. Mario membawa mobil membelah jalanan ibu kota pulau jawa paling timur. Disampingnya duduk Jupiter yang fokus menatap kedepan jalan.


"Cari tempat yang enak buat makan, gue laper yo...!!"


Seperti biasa Mario hanya menurut apa kata bosnya itu. Mario mulai mengecek di google maps tempat-tempat kuliner yang paling terkenal dikota Surabaya ini. Setelah muter-muter sekitar setengah jam mereka berdua memutuskan untuk berhenti di sebuah warung tenda yang menjual nasi bebek goreng Madura.


"Lo yakin tempatnya higienis?" selidik Jupiter menatap tajam kearah Mario.


Mario hanya mengangguk "udah percaya aja sama gue, lo bilang pengen makan yang enak kan....di sini ini tempatnya..meskipun tempatnya sangat sederhana tapi rasanya gak akan kalah sama restorant bintang lima."


"Kebanyakan ceramah lo...ayo turun...!!" Mario hanya menggelengkan kepala melihat tingkah sahabatnya itu.


Setelah memesan dua porsi menu nasi bebek goreng, mereka mencari tempat yang nyaman untuk makan. Ramainya pengunjung malam ini membuktikan bahwa makanan di sini memang enak.


"Theolla tahu lo ada di Surabaya?" tanya Mario iseng.


Jupiter menggelengkan kepalanya.


"Kenapa?"


"Gue cuma gak mau aja ganggu konsentrasi dia,buat nyiapin pernikahannya."

__ADS_1


"Loh gue malah berpikir lo bakalan menggagalkan pernikahannya?"


"Gue gak sejahat itu..!!"


"Tapi lo sudah berharap banyak sama dia, lo yakin bisa siapin hati lo melihat Theolla sama pria lain?"


"Hati gue pasti kuat..!!"


"Baja kali ah kuat." ledek Mario.


"Sialll...!!" sembur Jupiter.


Obrolan mereka terhenti ketika seorang wanita muda meletakan pesanan makanannya.


"Monggo di nikmati hidangannya...!!"


"Kesuwun ya mbak..!!" ujar Mario dengan tersenyum. Wanita muda itu berlalu dari hadapan Jupiter dan Mario.


Jupiter dan Mario mulai menikmati makanannya, ternyata benar apa kata Mario makanan di sini sangat enak, terbukti Jupiter juga sangat lahap menikmati makannya. Tapi tiba-tiba pandangan Mario tertuju pada seorang wanita dan anak laki-laki yang baru memasuki warung tenda tersebut.


"Theolla..." ucap Mario, sontak Jupiter mengangkat wajahnya.


"Ngomong apa lo barusan?" Lalu Mario menunjuk seseorang yang berdiri tak jauh dari tempat mereka makan, Jupiter langsung membalikkan badannya dan benar saja Theolla sedang berdiri memunggunginya terhalang beberapa meja di depan.


"Theolla.."


"Kalau jodoh memang gak kemana, cepet sana lo samperin."


"Eh nih anak malah diem aja..." lalu Mario beranjak dari duduknya.


"Mau kemana lo?" Jupiter menghentikan langkah Mario.


"Udah lo diem aja di situ...!!"


Mario berjalan menuju tempat Theolla berdiri, sepertinya Theolla sedang memesan makanan untuk di bungkus tidak berniat memakannya di sini.


"Bu Theolla.." sapa Mario. Theolla langsung menoleh ketika ada seseorang yang menyebut namanya.


"Loh pak Mario? ada disini juga? sedang apa?" tanya Theolla antusias.


"Saya sedang makan malam bu di sini."


"Sendirian?"


"Tuh sama Jupiter...!!'' Mario menunjuk arah dimana meja mereka yang menampakan punggung Jupiter yang tengah makan.


"Oh sama dia juga.'' gumam Theolla.


"Ayo bu gabung di meja kita....!!'' ajak Mario.


"Sebentar ya..."

__ADS_1


"Dek...kita makan disini aja ya gak usah dibawa pulang...!!" ujar Theolla pada seorang anak laki-laki yang duduk di samping Theolla.


"Terserah kak Olla aja deh.."


"Pak...nasi bebeknya yang dua makan di sini saja ya, yang tiga tetap di bungkus..!!" ucap Theolla pada penjual bebek goreng.


"Siap mbak di tunggu ya...!!"


"Ayo pak Mario..!!" Mario, Theolla dan Vano pun berjalan menuju meja dimana Jupiter berada. Jupiter nampak terkejut melihat Theolla datang menghampirinya. Jupiter langsung berdiri begitu melihat Theolla datang.


"Haii....!!" sapa Theolla.


"Theolla...gak nyangka kita bisa bertemu disini." Jupiter refleks langsung memeluk Theolla, namun segera di lepasnya begitu Jupiter sadar ada anak laki-laki yang berdiri di belakangnya.


"Haii ..kamu pasti Vano ya?" tanya Jupiter pada anak laki-laki yang bersama Theolla.


"Kok om bisa tahu namaku?" tanya Vano balik


"Om...?" gumam Jupiter, Mario terkikik mendengar Vano menyebutnya Om.


"Sudah-sudah kita duduk saja dulu baru ngobrol..!!" ajak Mario, lalu Theolla dan Vano pun duduk di kursi yang masing kosong.


"Kamu ternyata udah besar ya, dulu kamu masih sangat kecil." Jupiter mengacak-ngacak rambut Vano.


"Jadi beneran om ini udah tahu aku sejak kecil?"


"Dek...panggilnya kakak gak usah om...!!" kata Theolla memperingati, tidak enak juga melihat ekspresi Jupiter. Mario tak bisa berhenti tertawa melihat Jupiter yang di panggil om.


"Gak pa-pa La terserah dia mau manggil apa?"


"Jadi beneran om ini sudah kenal aku lama?"


"Iya donk...waktu kamu masih kecil kita suka maen bareng." jelas Jupiter.


"Masa sih kok aku gak inget ya?"


"Ya gak bakalan inget dek, dulu kamu masih umur 4 tahunan." ujar Theolla.


"Oh...jadi om ini temen lama kakak?" tanya Vano. Theolla hanya mengangguk pelan. Obrolan mereka terhenti ketika makanan pesanan Theolla dan Vano datang.


.


.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote dan koment ya genks makasih🙏😍

__ADS_1


__ADS_2