99 Cinta Untukmu

99 Cinta Untukmu
Season 3 - Bagian 01


__ADS_3

Satu tahun kemudian,


Aku dan Rangga memutuskan untuk memiliki rumah kami sendiri. Bukan karena aku tak suka tinggal bersama mertuaku, tapi lebih kepada aku ingin memiliki privasiku sendiri bersama Rangga.


Dan sebenarnya, ada hal yang mengganjal dalam hatiku. Apa yang kalian takutkan setelah menikah?


Benar. Pertanyaan akan kapan hadirnya seorang anak seakan menghantuiku. Aku sudah bosan selama setahun ini ditanya tentang hal itu.


Aku dan Rangga tidak menunda memiliki momongan. Bahkan kami sering melakukannya. Kesibukanku mengurus kafe juga sudah aku kurangi.


Karena memang aku ingin fokus agar bisa secepatnya hamil. Tentunya Rangga sudah menginginkan seorang anak dariku.


Meski dia tak pernah mengatakannya padaku. Tapi aku bisa melihat sorot matanya. Ia ingin menggendong anak seperti Radit saat menggendong Rafael, putranya.


Lalu melihat Mas Wendy dengan Alila di pangkuannya. Aku hanya bisa menghela nafas jika berkumpul dengan mereka.


Pernikahan kami baru berjalan hampir dua tahun, tak ada salahnya jika memang Allah belum mengijinkan kami memiliki momongan. Kami akan bersabar dan terus berdoa.


Hari ini, Amel memintaku menjemputnya di kantor Mas Wendy. Amel sudah tak bekerja di AJ Foods dan kini membantu bisnis suaminya.


Hari ini memang rencananya kami membuat janji untuk makan siang bersama. Tapi tak di tambah Nadine. Kudengar ia sedang berada di Jogja, di rumah orang tuanya.


Sesampainya di perusahaan milik Mas Wendy, aku menunggu di ruang tunggu lobi. Aku mengirimkan pesan pada Amel jika aku telah sampai.


Mataku mengedar melihat-lihat betapa megahnya perusahaan milik suami Amel ini. Tapi AJ Grup milik Rangga juga tak kalah megah, hehe. Tetap saja kita harus memuji suami kita sendiri.


Entah kenapa tiba-tiba netraku tertuju pada seorang pria berkacamata yang seakan tak asing.


Hatiku berkecamuk tak karuan. Bagaimana bisa bertemu dengannya setelah hampir tiga tahun ini tak melihatnya?


Aku menundukkan kepala berharap dia tidak melihatku. Dan benar saja, ternyata dia tak melihatku. Aku pun bisa bernafas lega.


Dan akhirnya Amel datang membuyarkan lamunanku.


"Cil, kamu kenapa?"


"Eh? Tidak, Mel. Ayo! Aku sudah lapar!" ucapku dengan meraih tangan Amel.


Kami makan siang di resto langganan kami. Aku banyak bercerita dengan Amel tentang keseharian kami.


Kami sudah sibuk dengan urusan masing-masing dan tak bisa selalu bertemu seperti dulu.


Usai menyantap makan siang, tiba-tiba aku ingin bertanya tentang pria yang kulihat lagi. Aku berharap semoga aku salah lihat.

__ADS_1


"Umm, Mel... Aku tadi seperti melihat..."


"Melihat apa?" Amel mengerutkan dahi menatapku.


"Mas Alvian... Apa dia sekarang bekerja di perusahaan Mas Wendy?"


Pertanyaanku sepertinya sudah bisa di tebak oleh Amel.


"Cil, maaf ya. Aku tidak memberitahumu karena..."


"Tidak apa, dia kan bukan siapa-siapa aku lagi. Jadi, dia sekarang sudah ada di kota ini?"


"Hmm, begitulah. Dia kembali sekitar enam bulan lalu. Dia mendatangi suamiku dan meminta bantuannya. Kau tahu kan, mereka sejak dulu memang cukup dekat. Dan suamiku tidak tega melihat Alvian memohon. Jadi ya... begitu lah."


"Aku mengerti."


"Dia juga pindah bersama Nayla dan anak mereka. Ya walaupun aku sempat tidak suka pada Nayla, tapi... kurasa dia sudah banyak berubah."


"Aku pernah bertemu dengannya saat dia meminta maaf atas nama ayahnya. Lalu, mereka tinggal dimana?" entah kenapa rasa penasaranku kian besar.


"Mereka tinggal di asrama milik perusahaan. Kondisi mereka cukup memprihatinkan. Jadi, aku juga ikut kasihan dengan mereka. Huft! Kau tahu kan betapa aku meledak-ledak membenci Alvian atas apa yang sudah banyak menimpamu. Tapi melihatnya terpuruk seperti itu, hatiku rasanya tidak tega. Aku punya naluri seorang ibu sekarang. Kau tahu itu kan?"


Aku tertawa kecil mendengar penuturan Amel. Setelah berbincang cukup lama, kami pun berpisah. Amel memutuskan untuk pulang sendiri. Dan aku kembali ke rumah.


Malam harinya, aku menyiapkan makan malam untuk Rangga. Setelah kutata di meja makan, aku pun duduk sambil menunggu Rangga pulang.


"Nyonya, apa ada lagi yang nyonya butuhkan?" tanya Bi Idah padaku.


"Tidak ada, bi. Bibi bisa kembali ke kamar."


"Baik, nyonya."


Memang benar, kehadiran seorang anak akan menambah suasana hangat didalam rumah. Dan harusnya akan mengalihkan perhatianku sehingga aku tak memikirkan hal lain.


Ditengah kesunyian ini, aku malah memikirkan tentang Mas Alvian yang tadi kulihat.


"Astaghfirullah..." Aku beristighfar.


Tidak seharusnya aku memikirkan pria lain disaat seperti ini.


"Sayang... Apa yang sedang kau lakukan?"


Suara Rangga membuyarkan semua lamunanku.

__ADS_1


"Mas? Kau sudah datang?"


"Aku mengucap salam berulang kali, tapi kau tidak dengar."


"Benarkah? Maafkan aku. Kau pasti lelah. Mandilah dulu, setelah itu kita makan bersama."


Aku menggamit lengan Rangga dan Membawany ke kamar kami.


Rangga masuk ke kamar mandi dan aku menyiapkan baju ganti untuknya.


Tak berapa lama, ia keluar dan segera mengganti bajunya.


"Aku tunggu di meja makan ya." ucapku.


Aku menyiapkan lagi makanan yang sudah tertata ke dalam piring.


Rangga memelukku. Dia selalu melakukan itu.


"Terima kasih sudah menyiapkan semuanya." ucapnya sambil mencium puncak kepalaku.


"Itu sudah jadi kewajibanku, Mas..."


Kami pun makan malam dalam diam. Hanya suara dentingan sendok dan piring yang beradu yang memenuhi ruangan ini.


Aku bahagia melihat Rangga menyukai masakanku. Aku terus menatapnya tanpa berkedip.


"Kenapa sayang? Aku tahu aku sangat tampan." Rangga mengedipkan matanya padaku.


Aku hanya menunduk malu. Dia tahu jika aku memperhatikannya.


"Aku mencintaimu, Cecilia..."


Kalimat itu selalu ia ucapkan di setiap kebersamaan kami. Bahkan tanpa mengucapnya pun, aku tahu jika kau mencintaiku.


Tapi... mendengarnya selama hamoir dua tahun itu... Terasa ada sesuatu yang tersembunyi dibalik kalimat itu...


#Bersambung...


Hai hai hai, Mamak akhirnya bikin season 3 nya Cecilia sama Rangga 😚😚😚


masih bab2 awal, semoga kalian suka dengan pembukaannya. Kira2 konflik apa yang akan mendera rumah tangga mereka?


Kuharap kalian akan kembali baper seperti saat season 1 dan 2, hehehehe

__ADS_1


salam sehat selalu untuk kalian semua ya 💪💪💪


Jangan lupa tinggalkan jejaknya 👣👣👣


__ADS_2