99 Cinta Untukmu

99 Cinta Untukmu
99CU(S2) : Belajar Move On(2)


__ADS_3

...πŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’Ÿ...


-Beberapa Bulan Kemudian-


Kondisi AJ Foods sudah kembali membaik. Perusahaan sudah mengalami kenaikan saham dan pendapatan.


Usaha yang Rangga lakukan selama beberapa bulan ini tidaklah sia-sia. Dengan bantuan Radit, akhirnya AJ Foods membeli gedung baru dan hari ini adalah hari peresmiannya.


Gedung AJ Foods yang lama sudah tidak digunakan lagi. Sekarang kantor AJ Foods berdampingan dengan kantor cabang Hang Construction yang dipimpin Radit.


Untuk pertama kalinya, Radit akhirnya mau melanjutkan bisnis orang tuanya. Semua hal yang dilakukannya, tidak sedikit karena pengaruh Cecilia.


Sejak dulu Cecilia menginginkan agar Radit bisa berdamai dengan Papanya. Dan sekarang, semua benar terwujud. Radit ingin menunjukkan bahwa ia sudah berdamai dengan Papanya.


Dan harapannya, adalah semoga Cecilia tahu hal ini, dimanapun ia berada sekarang.


Rangga bersiap memotong tali pita yang membentang sebagai tanda kalau gedung AJ Foods yang baru resmi dibuka.


"Dengan dipotongnya tali ini, maka gedung AJ Foods dan kantor cabang Hang Construction telah resmi dibuka." ucap Rangga.


Semua karyawan bersorak sorai tepuk tangan dengan meriah. Beberapa wartawan juga hadir untuk meliput acara tersebut. Rangga dan Radit bersalaman. Dan para pencari berita langsung dengan sigap mengambil gambar keduanya.


.


.


.


Beberapa bulan sebelum acara pindah kantor,


"Apa kau sudah tahu mau mengambil langkah apa untuk menaikkan kembali saham AJ Foods yang turun drastis kemarin?" Tanya Radit.


"Sudah. Ini aku sedang menyusun rencana." Jawab Rangga dengan tetap fokus pada laptopnya. "Apa kau punya ide juga?"


"Kalau aku ... aku ingin membuat sesuatu yang berbeda. Coba lihat kesini sebentar!" Radit menunjukkan layar tabletnya pada Rangga.


Setelah Rangga sembuh dari overdosisnya dan semua pemberitaan miring tentangnya sudah diselesaikan, persahabatan diantara mereka berdua kian dekat.


Rangga yang dulu sama sekali tak memiliki teman dekat, tanpa diduga bisa membuka hati untuk berteman dengan Radit.


Menurut Rangga, Radit adalah pria yang unik. Selama ini dia selalu menyembunyikan identitasnya dari dunia luar dan hidup dengan sesuka hatinya. Itu adalah satu hal yang tak bisa Rangga lakukan. Hidup dengan prinsip yang ia pegang sendiri.


"Apa ini?" tanya Rangga setelah melihat gambar yang ditunjukkan Radit.


"Ini adalah gedung yang dibuat mirip dengan menara kembar yang ada di Malaysia. Ini proyek Papa yang terbengkalai alias pembangunannya terhenti di tengah jalan."


"Kenapa bisa berhenti?"


"Kata Bonny, asistenku, pembangunannya terhenti karena investornya bangkrut atau entah ada alasan lain apa. Sayang sekali jika tidak dilanjutkan."


"Lalu, apa hubungannya dengan menaikkan saham AJ Foods?"


"Aku akan melanjutkan pembangunan gedung ini. Memang tidak sebesar menara kembar yang asli. Tapi aku ingin menunjukkan kemampuanku didepan Papa. Akan kutunjukkan jika aku adalah putranya yang hebat."


"Jadi, kau memutuskan untuk melanjutkan perusahaan Om Tony?"

__ADS_1


"Belum bisa dibilang begitu, tapi ada rencana seperti itu. Kau tenang saja! Aku akan tetap membantumu untuk membangun AJ Foods kembali."


"Tapi, kau adalah mahasiswa IT 'kan? Bagaimana bisa kau membangun gedung jika tak memiliki ilmu tentang arsitektur?"


"Inilah yang tidak aku suka darimu. Kau selalu memandang rendah orang lain. Asal kau tahu, aku juga seorang arsitek. Aku mengambil dua jurusan sekaligus karena aku harus menuruti keinginan Papa. Aku suka mengutak-atik komputer karena itu adalah hobiku."


"Benarkah? Aku tidak menyangka jika otakmu jenius juga."


"Dasar kau! Memangnya hanya kau saja yang memiliki otak cerdas?"


"Hahahahah, maafkan aku, Dit."


"Nanti jika gedungnya sudah selesai di renovasi, kita pindahkan gedung AJ Foods kesana. Lalu gedung sebelahnya adalah cabang dari Hang Construction yang akan kupimpin."


Rangga terdiam. "Pindah?"


"Menurutku kau butuh suasana baru. Pindah ke tempat baru pasti akan mendapat semangat yang baru. Itu jika kau menyetujuinya."


Rangga berpikir sejenak. Yap, dia butuh hal yang baru. Dia harus menutup masa lalunya yang kelam kemarin dengan sesuatu yang baru. Dia juga harus melupakan Cecilia. Di tempat baru, mungkin akan lebih memudahkannya untuk move on.


"Tidak ada salahnya dicoba. Aku akan bicara dengan Papa tentang pindah kantor AJ Foods."


.


.


.


Dan disinilah Rangga berada. Di tempat yang baru dengan suasana yang baru.


Rangga melihat-lihat ruang kerjanya yang baru. Kenangannya bersama Cecilia sudah tak ada lagi disana. Semua telah berbeda.


"Bagaimana?Kau suka ruang kerjamu yang baru?" tanya Radit.


"Aku menyukainya. Terima kasih."


"Aku sendiri yang mendesainnya. Kau harus banyak berterimakasih padaku."


"Iya-iya. Apa maumu? Aku akan mentraktirmu makan siang. Bagaimana?"


"Tidak-tidak. Orang-orang akan bergosip tentang kita. Mereka pasti mengira ... "


PLAAAAKKKK


Rangga memukul Radit dengan tumpukan map yang ada didepannya.


"Aku pria normal! Mungkin saja kau yang diragukan kenormalannya." Rangga memicingkan mata ke arah Radit.


"Enak saja! Aku juga pria normal!" Ucap Radit tak terima.


Kemudian mereka berdua tertawa terbahak.


...***...


-Alvian PoV-

__ADS_1


Sudah beberapa bulan berlalu sejak aku resmi berpisah dengan Cecilia. Kadang aku masih merindukannya. Aku tahu ini gila.


Mungkin saja aku memang sudah tidak waras. Aku yang sudah membuatnya jauh dariku, namun aku juga sangat kehilangan akan sosoknya.


Dia memang bukan cinta pertamaku. Tapi dia yang sudah membangkitkan rasa dihatiku setelah aku merasakan patah hati.


Dan kini dia menghilang, dia pergi. Entah kemana. Cecilia ... Dimanapun kau berada, aku berharap kau selalu baik-baik saja.


Maafkan aku karena pernah menyakitimu.


Aku sudah berubah. Tidak. Aku mulai berubah. Nayla tahu itu. Sejak kepergian Cecil, aku jadi sering mendiamkannya. Diapun tak banyak bicara padaku.


Cintaku pada Nayla sudah habis. Entah apakah aku masih marah padanya dan kakakku, atau aku memang sudah melupakannya.


Karirku yang sudah mulai redup, sedang mulai kutata kembali. Namun aku tak bersemangat. Biarkan saja aku tak dikenal sebagai siapa-siapa. Aku lebih suka jadi orang biasa. Karir politikku juga sudah berhenti.


Mungkin ini balasan untukku. Karena aku sudah menyakitimu, Cecilia.


.


.


.


"Apa kau sudah gila? Kenapa tiba-tiba membatalkan jadwal syuting untuk besok? Karirmu mulai membaik setelah beberapa bulan tak ada panggilan syuting untukmu. Aku mohon kau fokus untuk menata karirmu kembali. Berhentilah memikirkan Cecilia! Kau harus sadar, istrimu sekarang adalah Nayla, bukan Cecilia."


"Sorry, Sha. Mungkin ini adalah balasan untukku."


"Oke, fine. Mungkin ini memang balasan untukmu. Tapi Al, hidup harus terus berjalan dan kau harus ingat, sebentar lagi Nayla melahirkan, kau harus memikirkan istri dan anakmu."


"Iya, Sha. Maaf. Aku akan lebih fokus lagi. Tapi Sha, apa kau bisa menyewa orang untuk mencari Cecil? Aku hanya ingin mendengar kabarnya saja, tidak lebih."


"Apa? Sewa orang? Jangan gila Al!!! Semua orang juga tahu jika kau hanyalah mantan suaminya. Jangan bertindak diluar nalar! Belajarlah untuk moveon dari Cecilia!" Shasha mulai geram dengan sikap Alvian.


"Aku hanya ingin tahu apakah dia baik-baik saja atau tidak!"


"Dia baik-baik aja, Al. Percayalah padaku." Shasha coba bersabar menghadapi Alvian.


"Mas Alvian, sudah waktunya untuk pengambilan gambar!" ucap salah satu kru syuting.


"Oke, sebentar lagi aku kesana."


"Al ... aku mohon kau harus menata hidupmu kembali. Lupakanlah masa lalu dan kau harus hidup untuk masa depan. Apa kau mengerti?"


"Baiklah, Sha. Akan aku coba."


...πŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’Ÿ...


------------bersambung---------


*Harap bersabar untuk menanti UP dari author ya!


Dan dari sini akan diisi oleh cerita yang agak berliku, hehehehe.


Terima kasih atas dukungannya. Jangan lupa tinggalkan jejak😘

__ADS_1


Β©pinkanmiliar2021


__ADS_2