99 Cinta Untukmu

99 Cinta Untukmu
99CU(S2): Little Surprise


__ADS_3

"Mel, Han, bagaimana kalau kita buat kejutan kecil untuk Cecil?" Radit mengutarakan idenya pada Amel dan Hana saat sedang berbincang di cafe.


"Kejutan apa? Apa Cecil ulang tahun?" tanya Amel sambil tetap fokus pada layar ponselnya.


"Bukan kejutan ulang tahun, Mel. Tapi kejutan kecil saja, agar dia tidak bersedih."


"Cecil tidak bersedih, Dit. Dia baik-baik saja. Dia bahkan lebih baik daripada saat masih bersama Alvian."


"Iya Mas Radit. Bu Cecil sudah lebih bahagia sekarang." Hana ikut menimpali.


Radit cemberut. Dia ingin marah. "Sebenarnya kalian sahabat Cecilia atau bukan? Kenapa kalian tidak tahu jika Cecil sedang bersedih? Cecil tidak pernah menunjukkan perasaannya yang sebenarnya, dia selalu menutupinya. Termasuk juga sekarang. Dia sedang bersedih, tapi berusaha dia tutupi."


"Tentu saja aku adalah sahabatnya. Aku tahu perasaan Cecil. Kau sendiri? Kau ini siapa? Berani sekali bicara begitu padaku!!" Amel mulai kesal.


"Hah? Apa Cecil tak pernah cerita pada kalian tentangku?"


Amel dan Hana menggeleng bersamaan.


"Untuk apa Cecil cerita tentangmu? Memangnya kau siapa?"


Amel kini fokus pada Radit. Dia mulai kesal karena Radit berlagak mengetahui semuanya.


"Tidak perlu menatapku begitu, Mel! Aku takut! Begini ya, akan kuberi tahu pada kalian. Tapi sebaiknya kalian tidak terkejut mendengarnya."


"Cepat katakan! Kami tidak akan terkejut!" tantang Amel pada Radit.


"Aku adalah mantan kekasih Cecilia."


Amel membelalakkan matanya. Kemudian tertawa.


"Apanya yang lucu? Kenapa kau tertawa?"


"Kau pintar bercanda, Dit. Aku rasa kau sudah kelewatan."


"Aku serius! Aku memang mantan kekasih Cecilia. Kenapa kalian tidak percaya?"


"Aku tidak percaya denganmu. Bagaimana mungkin Cecil bisa jatuh cinta dengan pria sepertimu?!" tawa Amel kembali pecah.

__ADS_1


"Iya, Mas. Maaf bukannya aku tidak percaya, tapi memang sangat sulit untuk dipercaya jika Mas Radit pernah bersama dengan Bu Cecil. Mas terlalu banyak berhalusinasi." ucap Hana.


Radit mulai kesal.


"Aku tidak peduli tentang pikiran kalian. Yang jelas, aku ingin membuat kejutan kecil untuk Cecil. Jika kalian tidak mau bergabung, ya sudah. Aku tidak memaksa." Radit bangkit dari kursinya, dan melangkah pergi. Meninggalkan Amel dan Hana yang masih tertawa terpingkal.


...***...


Hari kejutan akhirnya tiba. Radit, Amel dan Hana bersatu padu menyulap ruang kerja Cecil untuk dihias dengan nuansa ceria. Tak lupa mereka membeli kue tart, layaknya acara ulang tahun.


Karena acara diadakan di kantor, maka Radit dan kawan-kawan butuh dukungan dari Rangga. Danny menyampaikan pesan dari Amel untuk disampaikan pada Rangga.


Dan ternyata Rangga setuju untuk ikut serta dalam pesta kejutan kecil untuk Cecilia.


Amel menutup mata Cecilia. Dan menuntunnya menuju ruangannya. Kantor sudah sepi, karena jam kantor sudah usai.


"Kalian tidak melakukan hal yang aneh, kan?" tanya Cecil curiga.


"Tenang saja! Aku tidak melakukan hal yang tidak kau sukai."


Dan saat tiba di depan ruangan Cecil. Amel memberi aba-aba pada Hana dan kawan-kawan.


"Surprise!!!!"


Cecil menutup mulutnya. Tak percaya jika teman-temannya akan melakukan hal ini untuknya. Ruangan Cecil disulap jadi penuh warna.


"Ini? Siapa yang membuatnya?" Cecil bertanya pada Amel saat berjalan menuju meja kerjanya yang diatasnya tergantung balon dan banyak hiasan bintang berwarna emas.



"Kami semua bekerja sama untuk membuatnya. Supaya kau lebih bersemangat dalam bekerja. Kau suka?"


"Iya, aku sangat menyukai. Terima kasih banyak, Mel." Cecil memeluk Amel.


Suasana mulai riuh. Gelas-gelas berdenting beriringan. Seisi ruangan penuh dengan canda tawa.


Radit mendekati Cecil.

__ADS_1


"Cil, semoga setelah hari ini, kau tidak akan bersedih lagi, dan kau akan selalu bahagia. Jangan lupa, ada aku disisimu. Kau bisa bersandar padaku."


Cecilia tersenyum. "Terima kasih, Dit. Sejak dulu kau selalu jadi teman yang baik."


Danny menyalakan musik seperti yang diputar di klab-klab dansa. Mereka menari dan tertawa. Cecil memandang satu persatu teman-temannya yang sudah menyiapkan pesta kecil untuknya.


"Pak Adam, security yang selalu menyapaku tiap aku berjalan memasuki kantor. Rudi, si office boy yang selalu membuatkan kopi untukku. Danny, asisten bawel tapi selalu perhatian. Hana, dia selalu berkata sopan. Amel, aku bersyukur memilikimu sebagai sahabatku. Radit... Aku beruntung karena bertemu lagi denganmu. Dan... Pak Rangga... Aku rasa, aku sudah salah menilaimu. Terima kasih Tuhan, karena aku memiliki kalian." Cecilia tersenyum penuh haru.


...***...


Dear Cinta,


Aku tidak pernah mengenalmu sampai aku bertemu dengan cinta pertamaku.


Merasakan debaran itu,


Merasakan rindu itu,


Membuatku sangat bahagia.


Meskipun kini, aku terluka karenamu.


Dear Kehidupan,


Aku sudah mengenalmu sejak aku dilahirkan ke dunia ini.


Tapi aku tak pernah mengenalmu dengan baik,


Hingga aku bertemu dengan mereka.


Orang-orang yang mengajarkanku tentangmu.


Aku akan menghargai itu.


Aku janji


Aku akan mencintaimu, Hidupku...

__ADS_1


...*****...


...(bersambung)...


__ADS_2