
...Halo readers kesayangan mamak, welcome back to season 3 of 99 Cinta...
...Untukmu. Don’t forget to leave Like and comments. Thank you....
...*Happy Reading*...
Cecilia mulai dilema dengan keputusan yang akan ia ambil. Dirinya sudah merencanakan akan mengatakan yang sebenarnya pada Rangga. Tentang kondisi tubuhnya dan juga rencana yang akan ia lakukan mengenai Ros.
Sikap Isma yang tiba-tiba berubah pada Cecil, membuatnya mulai berpikir ulang.
Apakah aku sudah melakukan kesalahan? Bahkan aku belum bicara apapun pada Rangga. Aku harus bagaimana?
Malam itu, dengan mengumpulkan keberanian dalam dirinya, Cecil akan bicara pada Rangga dan juga keluarga Rangga.
Ya, Cecil merasa tidak adil jika keluarga tidak mengetahui yang sebenarnya. Apalagi hal ini akan menyangkut dua keluarga. Cecil tidak bisa menyembunyikan semua ini lebih lama lagi.
Cecil mengundang kedua keluarga untuk makan malam di rumahnya. Adi Jaya, Sandra, dan Sheila datang bersama. Sedangakan Rangga masih dalam perjalanan menjemput Maria di rumahnya.
Pukul tujuh malam, seluruh anggota keluarga telah hadir. Kebahagiaan terasa menyelimuti keluarga tersebut. Terlebih lagi Maria. Ia sudah menduga jika putrinya pasti memiliki kabar baik untuk kedua keluarga.
Sheila juga merasa jika kakak iparnya ingin mengumumkan sesuatu malam ini. Sebuah kabar gembira yang pastinya di tunggu-tunggu oleh kedua keluarga.
Makan malampun terjadi dengan hangat. Cecilia memasakkan banyak makanan untuk semua anggota keluarganya.
Senyum mengembang selalu Rangga sunggingkan. Ia amat bahagia malam ini.
Ya Allah, apa aku sanggup melihat jika sampai senyum itu hilang? Kumohon tetaplah tersenyum seperti itu Rangga. Kumohon...
Usai makan malam, Cecilia meminta semua orang untuk berkumpul di ruang keluarga. Ia memantapkan hatinya untuk memberitahu keluarganya.
"Terima kasih atas kehadiran kalian malam ini. Aku tidak tahu harus bagaimana memulainya..." ucap Cecil.
"Kakak ipar, jangan bertele-tele. Aku yakin kakak ipar punya berita gembira 'kan untuk kami semua. Makanya kakak meminta kami datang malam ini..." sela Sheila.
Cecil hanya tersenyum kecut. "Sebenarnya... bukan seperti itu, Sheila." Cecilia menyerahkan sebuah amplop untuk Rangga.
Rangga mengernyit bingung. Namun ia menerima kertas tersebut.
__ADS_1
"Bukalah! Aku ingin kau mengetahuinya sendiri." ucap Cecilia.
Rangga membuka amplop itu dan membaca satu lembar kertas yang ada didalamnya. Rangga mengerutkan keningnya. "Apa maksudnya ini?" tanya Rangga.
Cecilia menatap Rangga dengan mata berkaca-kaca. "Iya, Mas. Itulah kenyataan yang harus kita terima. Aku... tidak bisa memberikan anak untukmu."
DUAAARRRRR!!!!
Bagaikan mendengar suara bom, semua orang nampak tercengang dan mengangakan mulut mereka.
"Maafkan aku, Mas. Dan juga kalian semua... Aku tidak bisa menjadi menantu yang sempurna untuk kalian..." Cecilia berucap dengan datar. Tak ada lagi air mata yang mengalir dari sudut matanya. Semua kesedihannya sudah habis selama beberapa minggu ini.
Rangga hanya terdiam mendengar pengakuan Cecilia. Maria mendekati Cecilia dan berteriak.
"Ini semua tidak benar kan? Kau berbohong kan? Apa kau sedang mengerjai ibumu?" Maria mengguncang tubuh Cecil.
"Tidak, bu. Aku tidak mungkin berbohong tentang hal seperti ini. Maafkan aku, bu..."
Maria terduduk lemas mendengar satu lagi pernyataan putrinya.
Sandra menghampiri Cecil dan memeluknya. Ia sudah tahu semuanya dari Isma. Juga tentang keinginan Cecil yang meminta Ros menikah dengan Rangga.
Cecil mengangguk.
"Ibu tidak mengerti jalan pikiranmu. Kau bahkan tidak pernah menceritakan semua ini pada ibu dan malah memberikan ibumu harapan palsu. Apa kau memang sengaja menyakiti ibumu, hah?!" Maria bicara dengan nada dingin.
"Cecilia juga baru mengetahuinya, Besan. Tolong jangan menyalahkan putrimu seperti ini. Dia sangat butuh dukungan dari kita semua." sahut Sandra.
"Kau bahkan sudah tahu apa yang terjadi pada putriku. Apa aku sebagai ibunya tidak dianggap ada dan putriku malah bercerita pada ibu mertuanya." Maria tidak terima dengan pembelaan Sandra.
"Tolong jangan bicara begitu, besan. Kau tahu ini pasti berat untuk Cecil. Kau jangan memojokkan putrimu." Sandra terus membela Cecil.
"Sudahlah. Percuma saja aku ada disini. Rupanya putriku lebih menganggapmu ada daripada aku. Aku permisi." Maria pun pergi meninggalkan rumah Cecilia.
Cecilia mengejar Maria, namun Maria tidak menggubris panggilan Cecil.
"Ibu!!! Kumohon dengarkan aku dulu! Ibu!!! Jangan pergi seperti ini!! Ibu!!!"
__ADS_1
Maria memanggil taksi dan langsung masuk. Taksipun langsung melaju. Cecilia hanya menatap kepergian ibunya dengan nanar.
"Ibu.... Maafkan aku..."
Sandra memeluk Cecil dan memintanya masuk kedalam rumah.
Suasana masih sunyi dengan tidak ada yang membuka suara. Bahkan Adi Jaya juga hanya terdiam. Ia tidak mau menambah runyam suasana hati putra dan menantunya.
"Mas..." Cecil menghampiri Rangga yang masih diam.
"Maaf jika aku harus memberitahukan hal ini. Tapi... Aku punya solusi dari masalah ini..."
Rangga melirik kearah Cecil. "Apa?" Akhirnya Rangga membuka suaranya.
"Menikahlah dengan wanita lain. Kau bisa punya anak dari wanita lain..."
Kalimat Cecil berhasil membuat Rangga menatap tajam kearah Cecil. Tatapan dingin itu telah kembali.
"Apa katamu? Menikah? Wanita lain?" Rangga berdecih.
"Iya, Mas. Ini demi keluarga kita. Mas harus memiliki keturunan. Rosida... Dia adalah wanita yang tepat untuk Mas."
"Apa?!" Rangga makin menatap dingin pada Cecil.
Adi Jaya dan Sheila pun cukup terkejut dengan pernyataan Cecilia. Mereka tidak habis pikir dengan apa yang ada dikatakan oleh Cecil. Dia bahkan mengatakan semuanya dengan amat tenang dan tanpa air mata.
Adi Jaya memutuskan untuk berpamitan dan meninggalkan pasangan suami istri itu untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri. Sandra kembali membesarkan hati Cecil dengan mengusap lengannya lembut. Sungguh ia tahu jika ini adalah keputusan yang sulit untuk menantunya itu.
Cecil kembali menemui Rangga usai mengantarkan mertuanya dan adik iparnya keluar rumah. Ia melihat Rangga yang masih dalam posisinya semula.
"Mas..." panggil Cecil. "Sudah malam, sebaiknya Mas istirahat."
Tanpa menjawab Rangga beranjak dari duduknya dan kembali ke kamar. Mulai hari esok, nampaknya Cecil akan mendapat tatapan dingin itu kembali.
#bersambung...
"Kau tidak sadar jika kau sedang menyakiti hatimu sendiri.
__ADS_1
namun yang lebih menyakitkan adalah, kau membawaku dalam kesakitan itu..."