99 Cinta Untukmu

99 Cinta Untukmu
Season 3 - Bagian 06


__ADS_3

Rangga memandangi wajah istrinya yang masih terlelap. Ia tersenyum senang karena semalam merupakan malam yang indah untuk mereka. Untuk pertama kalinya Rangga melihat Cecil begitu bergairah.


Rangga membelai rambut Cecil dan membuat wanita itu mulai membuka mata.


"Mas..." sapa Cecil dengan mata masih mengantuk.


"Sayang... Terima kasih..."


"Hmm?!" Cecil mengerutkan dahinya.


"Semalam kau sangat mempesona. Aku tidak menyangka kau akan..."


"Stop! Jangan lanjutkan! Aku sangat malu..." Cecil menutupi wajahnya dengan tangan.


"Kenapa harus malu? Justru aku sangat senang kau bersemangat seperti semalam..."


"Sudah, Mas. Jangan membahasnya lagi..." Cecil turun dari ranjang dan langsung berlari menuju kamar mandi.


Rangga hanya terkekeh melihat tingkah istrinya yang masih malu-malu meski mereka sudah sering melakukannya.


.


.


.


.


Usai sarapan pagi, Rangga membawaku berkeliling kota New York. Meski jalanan cukup bersalju, namun tak menyurutkan niat Rangga untuk mengajakku menikmati jalanan yang penuh salju.


Kalian tahu kemana Rangga membawaku? Aku pikir dia akan membawaku ke tempat yang sangat romantis. Tapi bukan seperti itu jika itu adalah Rangga.


Rangga membawaku berkeliling kampus kami dulu. Sebuah kampus yang penuh dengan kenangan. Kami berjalan sambil bergandengan tangan.


Kami berjalan menyusuri jalanan setapak yang kini di tutupi salju. Di tempat inilah pertama kali aku bertemu dengannya. Tatapannya yang dingin di balik kaca mata hitamnya masih bisa kurasakan meski ia tutupi.


Kemudian kami menuju ke ruang kelas dimana dulu ia mengajar kelasku. Rangga berdiri di depan seolah-olah ia sedang mengajar. Kebetulan kampus sedang libur musim dingin, jadi kami bisa leluasa menggunakan ruang kelas.


Aku tertawa saat Rangga menjelaskan seperti seorang dosen.


"Hei, kau yang disana! Kenapa kau selalu tertawa selama jam pelajaran saya? Kau harus dihukum!" seru Rangga dengan mengacungkan jari telunjuknya.


Rangga berjalan dengan angkuhnya menuju ke mejaku. Ini seperti adegan di sebuah drama korea yang pernah kutonton.


Seperti dugaanku, Rangga meraih wajahku dan mencium bibirku dengan sangat lembut dan lama. Aku memegangi tangan Rangga yang masih membingkai wajahku.

__ADS_1


Benar-benar adegan romantis seperti dalam drama. Ketika ciuman kami berakhir, Rangga menyatukan keningnya dan keningku. Kami saling tersenyum.


"Aku mencintaimu, Cecilia..."


Aku kembali tersenyum. "Adegan tadi mirip di drama korea yang pernah kutonton. Apa kau menirunya, Mas?"


"Hei, apa yang kau katakan?" Rangga terlihat kesal.


"Jangan marah, Mas. Aku hanya bercanda. Aku hanya heran saja kenapa kau bisa seromantis ini sekarang."


"Benarkah? Apa romantis itu seperti ini?"


Satu tangan Rangga menarik pinggangku lebih dekat kearahnya, lalu satu tangannya meraih tengkukku.


"Dengan sedekat ini, lalu si pria akan melakukan hal ini." Rangga mencium pipiku.


"Lalu ini..." Rangga mencium keningku.


"Dan yang terakhir..." Rangga mendekatkan wajahnya menjadi sangat dekatku, bukan, tapi bibirku.


"Hey! What are you doing here?!" seseorang menginterupsi adegan romantis kami.


"Oh, mister Beard. Do you remember me?" Rangga menghampiri pria baruh baya yang tak lain penjaga kampus ini.


"Yeah, it's me."


"It was so long, Rangga. You came back to New York?"


"No, i'm in honeymoon with my wife."


"Your wife? You've got married, huh?!"


"Yeah." Rangga memanggilku untuk mendekat ke arah mereka berdua.


"This is Cecilia, my wife. She was graduated from here too."


"Oh, I see. So, what are you doing here?"


"We're just memorized our memory here. I fallen in love with her in here."


"Oh, that's so romantic, Rangga... So, enjoy your time here, Rangga, Cecilia."


"Okey, thank you mister Beard..."


Lalu pria paruh baya itu pun pergi meninggalkan kami. Kami melanjutkan perjalanan kami menyusuri jalan setapak kampus.

__ADS_1


"Lihat kan, cara ini merupakan hal romantis. Kembali ke tempat pertama kali kita bertemu akan membangkitkan kenangan masa lalu kita..." ungkap Rangga.


Aku menghentikan langkahku. Rangga pun ikut terhenti.


"Ada apa?" Tanyanya padaku.


"Mas..."


Aku menatap Rangga intens kedalam matanya.


"Kenapa kau memilih tempat ini? Kau sendiri tahu tempat ini tidak hanya menyimpan kenanganku denganmu. Tapi juga kenanganku dengan..."


"Alvian?"


Aku membelalakkan mata. Jadi dia tahu apa yang aku pikirkan sedari tadi.


"Mas..."


"Aku tahu. Amat sulit bagiku karena aku harus bersaing dengan kenangan cinta pertama orang yang kucintai. Maka dari itu... Aku memilih tempat ini agar aku tahu seberapa dalamnya kenangan cinta pertama itu di dalam hatimu..."


"Apa...?"


Rangga memalingkan wajahnya dan berjalan membelakangiku.


Tidak! Apa yang sudah kulakukan? Apa aku sudah menyakitinya? Harusnya aku tak menyebutkan soal Mas Alvian didepan Rangga.


"Mas...!"


Dia tak mendengarku dan terus melangkah meninggalkanku.


Ya Tuhan! Kenapa jadi begini? Apa yang harus kulakukan?


.


.


.


#bersambung


😵😵😵apa yg harus Cecil lakukan gaess??!


jangan lupa tinggalkan jejak kalian 👣👣


thank you 😚😚😚

__ADS_1


__ADS_2