
Hari ini Cecilia akan pergi terapi ke Bandung. Seperti biasa, ia pergi tanpa sepengetahuan Rangga. Hubungan mereka kini lebih baik. Cecil sangat gembira dengan keadaan rumah tangganya sekarang.
Usai melakukan terapi, ia menghubungi Ismail. Ismail adalah sahabat yang baik yang selalu ada di saat Cecilia sedang terpuruk.
Mereka bertemu di sebuah kafe. Mereka berbincang ringan. Cecilia tertawa lepas didepan Ismail.
Ismail merasa lega karena sahabatnya sudah bisa tersenyum lebar. Saat sedang asyik berbincang, ponsel Ismail berbunyi.
Sebuah pesan dari ibunya yang memintanya untuk datang ke rumah.
"Mama mengundangku makan malam."
"Oh, begitu. Kalau begitu, sebaiknya kau pergi. Aku juga akan kembali ke Jakarta."
"Bagaimana jika kau ikut denganku. Bertemu dengan Mama. Bukankah sudah lama kau tidak bertemu dengan orang tuaku? Mama pasti senang melihatmu."
"Umm, bagaimana ya?"
"Ayolah, Cil. Hanya sebentar. Sore harinya kau bisa kembali ke Jakarta."
"Hmm, baiklah."
Cecilia menerima ajakan Ismail untuk berkunjung ke rumah orang tuanya. Dan benar saja, Cecilia disambut dengan baik oleh kedua orang tua Ismail.
Sejak awal, mereka memang sangat menyukai Cecil dan menginginkan Cecil menjadi menantu mereka. Sayang sekali dulu Cecilia menolak lamaran orang tua Ismail.
Cecilia membantu Mama Ismail menyiapkan makan malam. Mereka juga berbincang ringan selama proses memasak.
Ternyata Mama Ismail sangat cocok dengan Cecilia. Mereka terlihat akrab layaknya ibu dan anak. Ismail sampai merasa iri dengan kedekatan mereka. Bahkan Hana saja tidak sedekat itu dengan Mama Ismail.
Waktu berlalu dengan cepat. Tak sadar jika kini hari telah berganti gelap. Cecilia panik. Ia ingin segera pergi dari rumah orang tua Ismail. Namun ditahan oleh Mama Ismail. Cecil pun akhirnya ikut makan malam bersama.
Ismail menjemput Hana dari rumahnya. Sejak pindah ke Bandung, Ismail memilih memiliki rumah sendiri bersama Hana.
Hana begitu gembira bertemu dengan Cecilia.
"Sudah berapa bulan, Han? Semoga ibu dan bayinya sehat ya." ucap Cecilia sambil mengelus perut buncit Hana.
"Sudah masuk 7 bulan, Mbak. Terima kasih atas doanya."
__ADS_1
Hana memang tidak curiga dengan kedekatan suaminya dan Cecilia. Ia tahu jika Cecilia hanya mencintai Rangga. Dan tidak pernah membalas perasaan Ismail.
Tapi, dalam hati kecilnya ia juga khawatir jika suaminya masih menyimpan ras untuk Cecilia. Perasaan seorang istri sangatlah peka. Namun segera ia tepis bayangan buruk mengenai suaminya dan Cecilia.
Usai makan malam, Cecilia berpamitan pada Hana dan kedua orang tua Ismail.
"Terima kasih atas makan malam istimewanya, ya Om, Tante." ucap Cecilia.
"Jangan lupa mampir lagi ya jika main ke Bandung." ucap Mama Ismail.
"Insha Allah, Tante. Kalau begitu aku pamit dulu ya. Assalamu'alaikum."
Cecilia bermaksud akan masuk ke dalam mobilnya. Namun tiba-tiba sesosok yang dia kenal sudah berdiri di depan mobilnya.
"Mas Rangga?!" mata Cecilia membulat sempurna.
"Jadi, kalian masih berhubungan, huh?" ucap Rangga berdecih.
"Mas... Ini tidak seperti yang Mas pikir. Aku dan Ismail..."
"Cukup! Jadi kau sering datang ke Bandung karena ingin menemuinya? Kau bilang kalian hanya berteman, tapi apa ini?"
"Rangga, Cecilia hanya berkunjung kemari. Kau salah sangka!" jelas Ismail.
Memang percuma bicara dengan orang yang sudah ditutupi amarah. Rangga menarik kasar tangan Cecilia menuju mobilnya. Ia tidak peduli lagi mobil Cecil yang tertinggal di rumah Ismail.
Rangga mengemudikan mobil dengan kecepatan penuh.
"Mas... Istighfar. Mas jangan marah seperti ini. Apa Mas tidak bisa mendengarkan penjelasanku dulu?"
Rangga tidak menjawab dan terus menginjak pedal gas.
"Astaghfirullah! Mas! Sadar, Mas! Kita bisa celaka jika begini!" Cecilia berusaha membujuk Rangga, namun sia-sia saja.
Selama ini Rangga mengawasi gerak gerik Cecilia sejak Cecil meminta Rangga untuk menikah lagi. Namun Rangga masih menepis semua keraguannya pada Cecil karena ia percaya dengan istrinya itu.
Tapi hari ini, ia tidak bisa lagi membendung kekesalan dihatinya. Cecil sudah menguji kesabarannya. Ia tak bisa menerima alasan apapun lagi.
Memang ini adalah salah Cecil yang tidak jujur pada suaminya. Pasangan suami istri seharusnya saling terbuka dan saling percaya.
__ADS_1
Satu jam lebih perjalanan, akhirnya mereka tiba di rumah. Rangga kembali menarik tangan Cecil dengan kasar.
"Mas, lepaskan! Sakit!" Rintih Cecip karena cengkeraman tangan Rangga mulai menyakitinya.
Rangga membawa Cecil kedalam kamar mereka. Rangga membanting tubuh Cecil keatas tempat tidur.
"Mas!!!" pekik Cecil kala Rangga menarik kasar hijab yang dipakainya. Air matanya sudah mengalir deras sejak tadi.
Baru pertama kali Cecil melihat Rangga semarah ini. Sejak dulu Cecil tahu jika Rangga memang amat posesif dan cemburuan. Tapi ia tak menyangka jika Rangga akan bersikap kasar padanya.
Rangga yang sudah diliputi api amarah, membungkam dengan kasar bibir Cecilia. Cecilia berusaha menghindari Rangga. Ia tak mau Rangga melakukan semua ini dengan berdasar amarah.
"Kemarin Archan, sekarang Ismail. Besok siapa lagi pria-pria yang akan kau temui, hah?!" bentak Rangga.
"Astaghfirullah, Mas. Aku tidak serendah itu. Aku tidak ada hub..."
Lagi-lagi suara Cecil tercekat karena Rangga kembali membekap bibirnya. Rangga benar-benar sudah diselimuti gairah dan amarah.
Tenaga Cecil tak akan bisa mengimbangi Rangga yang mengungkungnya dengan kuat. Dan akhirnya, Cecil hanya pasrah dan menangis saat Rangga menuntaskan hasrat kepadanya.
Tubuhnya mungkin terluka, karena Rangga bermain kasar dan terus membuatnya berteriak sakit. Namun hatinya lebih terluka. Bagaimana bisa seorang suami seperti memperkosa istrinya seperti ini? Air mata Cecil terus mengalir. Rangga bahkan tidak peduli. Ia terus mengguncang tubuh Cecil dengan cepat hingga semua hasrat dalam dirinya usai dan terpuaskan.
.
.
#Bersambung...
*Mohon maap sekali pada reader kesayangan mamak yg selalu mendukung Cecilia 🙏
cerita ini kutandai dengan tanda End, tapi sebenarnya cerita ini masih belum end. karena memang UP nya lama dan tidak menentu makanya kutandai end dulu.
Mamak sedang mengerjakan proyek baru utk ikut event di app tercinta kita ini.
silahkan intip proyek baru mama yg berjudul Anak Genius : My Posessive Boy,
ceritanya bergenre agak misteri dan sedikit thriller,
semoga kalian suka
__ADS_1
sekali lagi, mamak minta maaf dan terima kasih 🙏