99 Cinta Untukmu

99 Cinta Untukmu
Season 3 – Bagian 21


__ADS_3

Halo readers kesayangan mamak, welcome back to season 3 of 99 Cinta


Untukmu. Don’t forget to leave Like and comments. Thank you.


*Happy Reading*


-Rangga PoV-


Aku merasa bersalah pada Cecilia. Aku sudah mengabaikan dia


dan tidak melihat kearahnya. Ya Tuhan, maafkan aku. Aku hanya tidak suka dengan


caranya yang memintaku untuk menikah lagi. Apa itu adalah sebuah solusi? Itu


hanya akan menyakitinya dan juga diriku. Juga Rosida. Apa ada seorang wanita


yang ingin jadi istri kedua?


Mungkin ada. Tapi aku tidak akan tega melakukan itu pada


wanitaku. Aku tahu Cecil pasti menderita selama ini. Bagaimana dia menerima


kenyataan jika dirinya tidak bisa memiliki keturunan dan tidak bisa memberiku


keturunan.


Aku pulang ke rumah dan melihat mobil Cecil sudah berada di


rumah. Aku menghela nafas sebelum memasuki rumah kami. Ada rasa sesak di hatiku


saat melihatnya nanti.


Kuedarkan pandangan ke seluruh bagian rumah. Tidak ada Cecil


disana. Aku menuju kamar kami. Dan benar saja, Cecil sudah terlelap di tempat


tidur kami. Aku menatapnya dalam diam. Ada rasa tidak tega melihatnya tertidur


dengan damai seperti itu.


Aku memilih membersihkan diri terlebih dahulu kemudian ikut


bersama Cecil menuju alam mimpi. Kupandangi wajahnya yang terlelap. Ada raut


kesedihan disana. Aku bisa melihatnya. Aku membelai rambtnya yang ternyata


makin panjang. Aku tidak terlalu memperhatikannya karena ia selalu menutupnya


dengan hijab.


Ya Tuhan, sudah berapa lama aku tidak memperhatikan istriku?


Aku begitu sibuk di kantor. Dan tidak tahu jika dia menyimpan banyak luka


dihatinya. Tak terasa buliran bening mengalir dari sudut mataku. Aku menangis


dalam diam sambil memandangi wajah wanita yang amat kucintai.


Ya, aku selalu berkata jika aku mencintainya. Tapi kenapa


kini aku menyakitinya? Sungguh tidak adil jika hanya dirinya yang disalahkan


dalam semua hal ini. mungkin saja ini adalah kesalahanku juga. Usai lelah


menangis, aku pun ikut larut dan terpejam. Tubuhku sudah amat lelah. Selamat


tidur, sayangku. Cecilia, aku mencintaimu…


Keesokan paginya, aku melihat senyum itu menghiasi wajahnya.


Meski hati ini terasa tersentil melihat senyum itu. tapi aku juga tidak kuasa


untuk membalas senyum itu. maafkan aku, Cecilia.


“Mas, sarapan dulu.” Ucapnya.


“Hmm.” Aku hanya membalas dengan dehaman.

__ADS_1


Dia tetap telaten melayaniku. Dia mengambil makanan dan


menyajikannya di depanku. Raut kesedihan masih tergambar di wajah ayunya. Apa


yang harus kulakukan? Aku takut dia akan membahas soal pernikahan lagi jika aku


bicara sekarang. Untuk saat ini aku harus meninggikan egoku. Hingga aku


mendapatkan satu kepastian.


Siang harinya, aku mengosongkan jadwalku dan pergi ke suatu


tempat. Sejak pagi aku mencari informasi tentang seorang dokter pria di bidang


reproduksi pria. Aku mendapat satu nama. Namanya dokter Oki. Ya, dia pria.


Tidak mungkin juga aku berkonsultasi dengan dokter wanita.


Aku menggoyangkan kakiku untuk mengusir rasa panikku. Baru


pertama kali aku datang ke tempat seperti ini. tentu saja selama ini aku tidak


pernah meragukan keperkasaanku. Nyatanya aku selalu bermain cantik diatas


ranjang. Cecil juga puas dengan permainanku. Tapi, ada satu hal yang harus


kupastikan lebih lanjut.


“Tuan Rangga Adi Putra.” Panggil seorang perawat.


“Iya.” Jawabku.


“Silahkan masuk ke ruang periksa.” Ucap perawat itu lagi.


Aku mengangguk dan mengetuk pintu lebih dulu sebelum masuk.


Dokter Oki menyambutku dengan ramah. Aku duduk berhadapan


dengannya dengan rasa tidak karuan.


“Kalau boleh saya tahu, ada keluhan apa bapak berkonsultasi


“Umm, begini, Dok.” Aku menyerahkan selembar kertas hasil


lab milik Cecilia.


Dokter Oki membacanya lalu menganggukkan kepalanya. “Jadi,


istri anda di vonis tidak akan bisa memiliki keturunan.”


“Iya, dok. Yang ingin saya tahu adalah… mungkin saja saya


juga…” Aku tidak bisa melanjutkan kalimatku.


Dokter Oki mengangguk tanda memahami perasaanku. “Jadi, anda


ingin tahu apakah anda juga memiliki kondisi yang sama atau tidak?”


“Iya, dok. Selama ini masyarakat kita selalu memandang jika


wanita tidak bisa memiliki keturunan adalah karena si wanita yang mandul. Tapi sangat


jarang menyalahkan si pria.”


“Tapi dengan hasil tes ini…”


“Itu sudah sepuluh tahun lalu, Dok. Saya takut jika


sebenarnya sayalah yang bermasalah. Jadi, tolong periksa saya, Dok.” Ujarku mengesampingkan


egoku dan rasa maluku.


“Baiklah. Mari ikut saya.”


Usai diperiksa, aku keluar dari klinik itu. Dokter bilang


jika hasilnya bisa didapat sekitar beberapa hari lagi. Aku menghela nafas

__ADS_1


panjang dan menuju mobilku. Sebuah panggilan dari Danny masuk kedalam ponselku.


Aku segera kembali ke kantor. Beberapa rapat penting sudah menungguku.


Beberapa hari kemudian, aku mendapat konfirmasi dari klinik


Dokter Oki. Aku memantapkan diriku jika memang hasilnya buruk. Aku tidak mau


orang-orang menyalahkan Cecil untuk sesuatu yang ternyata karena kondisiku.


Seperti biasa aku menggerakkan kakiku untuk mengusir


ketegangan. Aku menunggu dokter Oki mengambil hasil tesku beberapa hari lalu. Aku


berdo’a semoga hasilnya tidak seperti yang kutakutkan.


Dokter Oki kembali duduk di hadapanku. “Terima kasih sudah


menunggu, Pak Rangga.”


Aku mengangguk. Dokter Oki mulai membuka kertas hasil lab


milikku. Ia mengernyitkan dahi. Lalu menghembuskan nafas perlahan. Ya Tuhan, ada


apa ini?


“Pak Rangga… Saya akan membacakan hasil lab anda. Mohon maaf,


Pak. Setelah melalui beberapa tahap pemeriksaan. Bapak dinyatakan memiliki


tingkat kesuburan yang rendah. Sehingga bapak sulit memiliki keturunan.”


CTAAAARRRRRR!!!!


Aku bagai tersambar petir di siang hari. Jadi memang benar


inilah kenyataannya. Aku mematung. Kakiku terasa amat lemas.


“Tapi bapak tenang saja. Kualitas sprma bisa diperbaiki


dengan beberapa suplemen yang mengandung asam folat dan seng. Pasalnya, nutrisi ini dapat meningkatkan


jumlah sprmayang memiliki tanda tidak subur. Namun, jika asam


folat atau seng dikonsumsi secara terpisah atau tidak dikombinasikan, maka


tidak ada dampak yang signifikan dari produksi sp*rma. Bapak juga harus


menjaga gaya hidup bapak dengan tidak terlalu stress dan menjaga pola makan. Saya


akan tuliskan apa saja makanan yang baik untuk meningkatkan kesuburan bapak. Juga


suplemen yang bisa bapak beli di apotek kami.”


Aku merasa semua kalimat dokter Oki


terasa mengawang di angkasa. Aku berjalan gontai menuju mobilku di parkiran


klinik. Aku duduk di dalam mobil cukup lama. Aku tidak mengindahkan panggilan


dari Danny yang entah sudah berapa kali.


Aku menelungkupkan kepalaku di


kemudi mobil. Apa seorang pria tidak boleh menangis? Tentu saja boleh bukan? Aku


juga manusia. Aku punya tingkat kesabaran yang juga layaknya manusia lain.


Aku menangis meraung-raung meratapi


nasibku. Ternyata semua ini bukan hanya salahmu, Cil. Ini adalah salahku juga. Aku


yang bersalah. Maafkan aku, Cecilia… Maafkan aku, cintaku…


#bersambung


*mamak mewek pas bikin part ini.

__ADS_1


ditemani lagu sedih milik IU tambah mewek, hiks hiks. Sabar yah, Rangga,


Cecilia… pasti akan ada jalan terbaik untuk kalian…


__ADS_2