99 Cinta Untukmu

99 Cinta Untukmu
Season 3 - Bagian 29


__ADS_3

Satu bulan kemudian,


Cecilia masih tetap melayani Rangga dengan baik sebagai seorang istri. Kini Cecil sudah tidak datang ke klinik Ceu Nanah di Bandung. Kejadian sebulan lalu masih membekas dihatinya meski ia berusaha melupakannya.


Cecilia masih beraktifitas seperti biasa. Ia datang ke kafe, tersenyum pada para pelanggannya dan melayani mereka dengan hati


Hari itu, Alvian kembali datang ke kafe. Ia hanya ingin mendengar kabar tentang Cecilia. Ya, sudah sebulan lebih berlalu sejak ia memutuskan melakukan terapi di klinik Ceu Nanah. Ia hanya ingin tahu apakah ada perkembangan tentang kondisi Cecil.


Cecil menyambut Alvian dengan senyum di wajahnya. Saat ini memiliki satu orang untuk menghiburnya, sangatlah menyenangkan.


"Bagaimana kabarmu, Cil?" tanya Alvian.


"Alhamdulillah, aku baik."


"Kau terlihat pucat, Cil. Apa kau sakit?"


"Tidak, Mas. Aku baik-baik saja."


Tiba-tiba tubuh Cecil bereaksi hal lain. Ia merasa mual dan ingin memuntahkan isi perutnya.


Cecil berlari ke kamar mandi dan memuntahkan isi dalam perutnya. Baru saja ia makan siang, tapi sudah kembali keluar.


Alvian panik dan mendekati Cecilia.


"Cil, sebaiknya kau ke dokter." usul Alvian.


Cecilia mengernyitkan dahi. Ia tampak berpikir sejenak.


Bulan ini aku belum mengalami menstruasi. Apa jangan-jangan...


Cecilia menatap Alvian. Tubuhnya mulai lemas.


"Mas, bisa tolong antarkan aku ke tempat Thania?"


"Baiklah, ayo cepat!"


Alvian dan Cecil segera keluar dari kafe dan masuk ke mobil Alvian.


Tanpa mereka sadari, sepasang mata sudah memperhatikan gerak gerik mereka sedari didalam kafe tadi. Pemilik mata itu mengepalkan tangan lalu kemudian mengikuti kemana perginya Alvian dan Cecilia.


Sesampainya di klinik milik Thania, Cecilia mendaftarkan diri dan menunggu giliran diperiksa.


"Cil, apa jangan-jangan kau..." kalimat Alvian terputus.

__ADS_1


"Iya, Mas. Ini hanya firasatku saja. Tapi semoga saja benar." ucap Cecil dengan mata berbinar.


"Kalau begitu kau harus segera menghubungi Rangga."


Seketika wajah Cecilia berubah murung kala mendengar nama Rangga. Hubungannya masih belum membaik.


Ketika nama Cecilia akhirnya dipanggil oleh seorang perawat, Cexil segera berdiri dan memasuki ruang periksa Thania.


Cecil menyapa Thania terlebih dahulu. Meski tampak ragu dengan dugaannya, tapi ia ingin memastikannya sendiri.


Thania mulai memeriksa perut Cecil yang masih rata dengan alat USG. Thania tersenyum kearah Cecil.


Namun Cecil malah mengerutkan dahinya karena tak paham dengan arti senyum Thania.


"Selamat ya, Cil. Kamu memang hamil. Tapi masih belum terlihat jelas. Tapi aku yakin jika ini adalah calon bayimu."


Cecilia menitikkan air mata ketika mendengar penjelasan Thania. Hatinya amat bahagia tak terkira.


Setelah diperiksa, Cecilia keluar ruangan dan menghampiri Alvian. Ia masih menangis haru didepan Alvian.


"Ada apa, Cil? Kenapa kau menangis?"


Cecil menggeleng pelan.


"Aku hamil, Mas..."


Alvian ikut tersenyum bahagia mendengar berita kehamilan Cecil. Namun tidak dengan seseorang yang sedari tadi mengikuti pergerakan Cecil dan Alvian.


Orang itu berhasil mengambil beberapa gambar Cecil dan Alvian melalui ponselnya.


"Jadi ini kelakuan kamu diluaran sana, Mas. Aku tidak akan tinggal diam. Bisa-bisanya kalian berada di klinik dokter kandungan dan hanya berdua. Apa yang sudah kalian lakukan, hah?! Apa kalian berbuat diluar batas? Sungguh menjijikkan!"


Ya, orang yang sedari tadi mengikuti Cecil dan Alvian adalah Nayla. Akhir-akhir ini ia curiga pada Alvian karena sikapnya berubah dan selalu pulang tidak tepat waktu. Meski Alvian beralasan jika dirinya lembur di kantor. Tapi Nayla tak begitu saja mempercayainya. Dan hari ini akhirnya ia mendapat jawaban atas semua kecurigaannya pada Alvian dan juga Cecilia.


Malam harinya, Cecilia menyiapkan makan malam spesial untuknya dan juga Rangga. Ia akan memberitahu Rangga soal kehamilannya.


Cecilia begitu bersemangat. Meski Thania menyuruhnya untuk jangan terlalu lelah, karena kehamilannya cukup beresiko mengingat riwayat kesehatan Cecil yang pernah divonis tidak bisa memiliki keturunan lagi.


Rangga tiba di rumah dan disambu dengan senyum hangat Cecilia.


"Mas, kau sudah pulang? Ayo bersihkan dirimu dulu, lalu kita makan malam bersama. Aku masak makanan kesukaanmu, Mas."


Cecilia yang hendak menyalami tangan suaminya, tiba-tiba...

__ADS_1


PLAAAKK!!!


Rangga menepis tangan Cecil dengan kasar.


"Mas, ada apa?"


"Apa yang kau lakukan selama ini, huh?!"


"Apa maksud, Mas? Mas, ayo kita duduk dulu, atau Mas mau makan malam dulu. Ada hal yang ingin kubicarakan denganmu."


Cecilia masih bersikap manis didepan Rangga.


"Tidak perlu. Aku tidak ingin mendengar apapun darimu."


Cecilia mengelus dadanya. Entah kenapa Rangga masih saja bersikap dingin padanya. Buliran bening yang sedari tadi ia tahan, kini lolos begitu saja melewati pipi mulusnya.


"Mas... Kenapa kamu masih bersikap dingin padaku? Apa kau sudah lupa dengan semua kata-kata cinta yang kau ucapkan padaku?"


Rangga mengusap wajahnya.


"Baiklah, apa yang ingin kau bicarakan denganku?"


"Mas, aku... Aku hamil, Mas... Anak kita. Kita akan segera memiliki momongan." ucap Cecil sambil terisak.


Rangga mengerutkan dahinya tidak percaya.


"Tidak mungkin!!!" Ucap Rangga spontan.


"Ke-kenapa tidak mungkin, Mas? Allah Maha Segalanya, Mas. Dia pasti mendengar do'a kita."


"Tidak! Tidak mungkin!"


Rangga berlalu meninggalkan Cecil yang mematung dengan air mata berderai. Hatinya begitu sakit mendengar Rangga yang tidak percaya dengan kehamilannya.


.


.


#bersambung dulu ya shay...



mampir ke proyek mamak yg lain, bergenre action-romance, yg seru...

__ADS_1



proyek baru mamak, yang menceritakan seorang anak genius yg mencari ayah kandungnya.


__ADS_2