
"Mari kita bercerai, Nayla."
Alvian menatap tajam kearah Nayla. Nayla terperangah mendengar kalimat Alvian.
"Apa maksud kamu, Mas?"
"Aku sudah tidak bisa hidup bersama denganmu. Aku sudah tahu semua yang kamu lakukan terhadap Cecilia."
"Kamu itu bicara apa Mas? Aku benar-benar tidak mengerti."
"Jangan berpura-pura lagi! Kita sudahi pernikahan kita sampai disini."
"Jadi ini semua karena Mbak Cecil?"
"Aku sudah tidak tahan dengan sikapmu. Aku tahu kamu yang mengirimkan foto-foto itu kepada Rangga." sungut Alvian.
"Jadi Mas menuduhku?"
"Hanya kamu yang mampu melakukan itu, Nayla. Untuk yang kesekian kalinya kamu menyakiti Cecilia."
"Kenapa kamu tega melakukan ini, Nayla? Apa salah Cecil padamu?" suara Alvian makin meninggi.
"Jangan begini Mas nanti didengar Alif. Dia masih kecil."
"Kamu tenang saja. Alif tidak akan mendengar pertengkaran kita. aku sudah membawanya pergi dari sini."
"Tega sekali kamu, Mas."
"harusnya aku yang bicara begitu padamu. Kamu yang sudah tega menyakiti Cecilia berulang kali."
"Apa kau masih ingat apa saja yang sudah kau lakukan pada Cecilia?"
"kau membuatnya kehilangan keluarganya tapi dia tidak membencimu. lalu kau sudah membuatnya kehilangan putrinya karena keteledoranmu. tapi Cecilia malah memaafkanmu dan tidak memenjarakanmu."
"dan kau dengan teganya melelang barang barang milik Cecilia bersama Jimmy tapi dia mau memaafkanmu dan yang terakhir..."
"dia sudah menolongmu dan membawamu ke rumah sakit agar kau dan bayimu selamat."
"apa semua itu masih kurang, Nayla? kau selalu membencinya!"
"sekarang Aku benar-benar sudah tidak tahan."
"aku akan mengurus perceraian kita dan hak asuh Alif akan jatuh ke tangan ku."
Setelah mengatakan semua itu kepada Nayla, Alvian membereskan barang-barangnya lalu keluar dari kamar asrama itu.
Sepeninggal Alvian, Nayla bergeming. Ia benar-benar sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Alvian.
air mata Nayla mulai Luruh ke pipinya. Ia mulai menyesali semua yang terjadi.
Namun semua sudah terlambat dia sudah merenggut kebahagiaan Cecilia dan sekarang kebahagiaannya juga akan direnggut.
.
.
.
Keesokan harinya Alfian datang menemui Bima di kantornya.
__ADS_1
Bima mengernyitkan dahi heran dengan kedatangan Alvian ke kantornya.
Bima pun bertanya pada Alvian ada keperluan apa kau datang kemari?
"aku akan berpisah dengan Nayla. tolong kau urus perceraianku dengan Nayla."
"apa?!"
Bima terkejut
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Bima.
"aku sudah tidak bisa bersama dengan Nayla. dia sudah banyak menyakiti Cecilia."
"Jadi ini semua karena Cecilia?" selidik Bima.
"tidak sepenuhnya karena dia."
Bima memijat pelipisnya pelan.
"dulu Cecilia meminta berpisah denganmu karena Nayla. sekarang kau ingin berpisah dengan Nayla karena Cecilia." Bima menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"kau tidak akan mengerti Bim, karena kau belum menikah."
Bima memutar bola matanya malas
"Jadi sebenarnya apa yang terjadi dengan Cecilia? Kenapa kau sampai menggugat cerai Nayla?"
"Tidak ada. Cecilia baik-baik saja."
"Kau tidak pandai berbohong Alfian. sebaiknya Ceritakan padaku ada apa."
"Cecilia sudah pergi dari kota ini."
"apa?! Bagaimana bisa?"
Bima tercengang mendengar pernyataan Alvian.
"aku tidak bisa menceritakannya secara detil, tapi yang jelas karena ulah Nayla rumah tangga Rangga dan Cecilia bermasalah."
"lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?"
"kau jangan khawatir. Cecilia berada di tempat yang aman. dia dan bayinya akan bahagia di sana."
"apa? bayi? jadi Cecilia hamil?"
"Iya, Bim,Cecil sedang hamil."
"jangan bilang jika Rangga ragu tentang bayi yang dikandung Cecilia." terka Bima.
"Kau sangat menyebalkan, Bim. apa pengacara bisa sehebat itu? kau bisa langsung menebak permasalahannya."
"Jadi benar Rangga meragukan bayi Cecilia?"
"sudahlah yang terpenting aku minta bantuanmu untuk mengurus ini segera dan aku mau Hak asuh Alif jatuh ke tangan ku. ibunya bukan ibu yang baik. aku tidak bisa menyerahkan Alif pada Nayla."
.
.
__ADS_1
.
-Enam Bulan Kemudian-
Alvian kini menjalankan usahanya sendiri. Dia memiliki rumah produksi yang digarapnya bersama Sasha, manajernya dulu.
Ia membawahi beberapa artis berbakat dan baru. profesinya sekarang sebagai manajer artis.
Alvian memulai karirnya kembali di dunia entertainment, namun dia bukan lagi seorang artis tapi sebagai pemilik rumah produksi.
Dia sudah bercerai dengan Nayla dan Hak asuh Alif jatuh ke tangannya seperti yang diharapkannya. sekarang dia tidak tahu di mana keberadaan Nayla.
Alvian menganggap jika ini adalah hukuman untuk Nayla karena sudah banyak melakukan kejahatan.
Di sisi lain, Rangga mencari keberadaan Cecilia. Ia mulai kehilangan sosok istrinya itu.
Rangga menyuruh anak buahnya untuk mencari keberadaan Cecilia namun hasilnya nihil. bertanya kepada Ibu mertuanya pun rasanya tidak mungkin.
Keluarga besar Rangga amat marah mengetahui kenyataan tentang rumah tangga Rangga dan Cecilia.
Isma bersikukuh jika Cecilia tidak mungkin berselingkuh dari putranya.
Sandra juga yakin jika Cecilia tidak bersalah.
Semua orang mulai memojokan Rangga, Ia benar-benar menyesali perbuatannya. tapi nasi sudah menjadi bubur.
Rangga tidak bisa mengubah keadaan yang telah terjadi.
Tanpa memiliki pilihan lain Rangga mendatangi Alvian di kantornya.
Hari itu adalah hari yang cukup mengejutkan untuk Alvian karena Rangga tiba-tiba datang ke kantornya.
Alvian menatap Rangga dengan tajam. sorot matanya menunjukkan kemarahan .
"Untuk apa kau datang kemari?" tanya Alfian dingin
"Alvian, kumohon tolong aku! apa kau tahu dimana Cecilia?"
Alvian tersenyum menyeringai.
"apa sekarang kau menyadarinya?"
"iya. aku mulai menyadari kesalahanku." Rangga terlihat amat frustasi.
ada sorot kejujuran dalam matanya namun Alvian tidak serta merta percaya begitu saja.
Rangga sudah banyak menyakiti Cecilia
"Maaf Rangga, sebaiknya kau jangan mengganggu kehidupan Cecilia lagi. dia sudah banyak menderita karenamu. Aku ingin melihatnya bahagia."
"kumohon beritahu kepadaku dimana Cecilia. Aku ingin meminta maaf padanya."
"Sudahlah Rangga, biarkan Cecilia hidup bahagia."
.
.
#bersambung...
__ADS_1