99 Cinta Untukmu

99 Cinta Untukmu
99CU(S2) : Dosa Masa Lalu (lagi)


__ADS_3

...Setiap orang akan mendapat balasan atas apa yang sudah diperbuatnya....


...Entah itu perbuatan baik...


...Ataupun buruk...


...πŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’Ÿ...


"Baiklah... Kalau kau lupa. Aku akan mengingatkanmu pada kejadian lima tahun yang lalu," ucap wanita itu dengan tatapan sinisnya.


Cecilia memberanikan diri untuk menatap balik wanita paruh baya itu. Ia ingin meyakinkan pada dirinya sendiri, kalau apa yang dituduhkan padanya, itu semua tidaklah benar.


.


.


.


"Lima tahun lalu, putriku mengikuti ajang pencarian bakat perancang busana yang di sponsori oleh mantan suamimu, Alvian Arifin. Dari dulu dia suka sekali menggambar. Makanya saat tahu kalau Alvian, artis idolanya mengadakan pencarian bakat ia langsung mendaftarkan diri. Dan ternyata ia berhasil melewati babak demi babak dengan menyisihkan beberapa kontestan.


Ia masuk ke final bersama sahabat desainermu, Jimmy Choo. Harusnya Ivana lah yang memenangkan kontes itu. Tapi karena kelicikan temanmu itu, ia jadi mendapat masalah. Putriku dituduh sebagai pencuri hasil karya Jimmy di babak final.


Karena tuduhan itu, putriku tidak berhasil menjadi pemenang, dan dia tidak diterima di industri manapun sebagai perancang busana.


Padahal fakta yang sebenarnya adalah, bahwa Jimmy lah yang sudah mencuri hasil karya Ivana. Dia mencurinya. Tapi tak ada satupun orang yang percaya, termasuk kau.


Kau malah memojokkan putriku dan mempermalukannya di depan umum. Kau mengusirnya dari kontes itu dengan tidak hormat. Orang-orang mulai bicara hal buruk tentang putriku. Dari situlah awal semua bencana yang ia hadapi.


Hari-hari putriku menjadi kelam. Setiap hari ia hanya mengurung diri di kamar. Ia sangat takut pada dunia luar. Ia takut orang-orang mengolok-oloknya. Dia sudah berusaha membersihkan namanya dan mencoba untuk hidup normal. Tapi ternyata sulit. Ia sudah di cap sebagai plagiat. Dan tak ada satu perusahaanpun yang mau memakai jasanya merancang baju.


Putriku yang malang, ia jadi penyendiri. Ia hanya bisa menatap dinding kamarnya saja. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan meminum racun serangga."


Wanita itu menangis tersedu menceritakan kisah tentang kematian putrinya.


Cecilia hanya terdiam. Sambil sesekali pikirannya melayang ke kejadian lalu tahun yang lalu itu.


"Aku ... turut berduka atas kematian putrimu ... "


"Kalian sudah membunuhnya!!" teriak wanita itu.


Cecilia syok. Tubuhnya semakin meringkuk merapat ke batu nisan Tasya.

__ADS_1


"Kalian akan membayar semua perbuatan kalian!!!"


"Apa buktinya kalau Ivana memang bukan mencuri ide Jimmy?" Cecilia mencoba berani bersuara.


Wanita itu tertawa. "Bukti? Tanyakan saja pada temanmu itu. Selama bertahun-tahun ia pasti masih menyimpan bukti itu. Buku gambar milik Ivana ada padanya. Ivana bercerita padaku kalau malam itu, ia belajar bersama dengan Jimmy untuk menghadapi babak final sampai larut malam. Dan saat pagi hari, ia mendapati bahwa buku gambarnya sudah hilang. Karena hari itu adalah babak final, dengan terpaksa ia harus menyusun ulang kembali rancangan yang sudah dia buat. Lalu setelah itu, kau pasti masih ingat 'kan apa yang terjadi?"


"Eh?" Cecilia mengernyitkan dahi mencoba mengingat apa yang terjadi di babak final malam itu.


"Kau tidak ingat? Baiklah, akan kulanjutkan. Asal kau tahu saja, Temanmu itu penuh tipu muslihat. Ia mencuri buku Ivana dan membuat rancangan yang sama persis dengan rancangan milik Ivana sebagai karyanya di babak final. Namun saat juri mempertanyakan kenapa rancangan mereka berdua sama. Disitu dia menuduh Ivana lah yang mencuri idenya. Kalian tidak bisa menerima penjelasan Ivana di kontes itu dan mendiskualifikasinya dari pemenang. Kau tahu betapa hancurnya hati putriku? Ia sudah dicurangi tapi dia yang dituduh bersalah!"


Wanita itu mengguncang-guncangkan tubuh Cecilia. "Kembalikan putriku!! Kembalikan!!! Kalian sudah membunuhnya!! Kau pembunuh!!!"


"Tidak!! Aku bukan pembunuh!" Cecilia berteriak histeris.


"Bertahun-tahun aku berdoa agar kalian merasakan apa yang aku rasakan. Dan sekarang, kau sudah merasakannya bukan? Kau juga kehilangan putrimu. Dan tragisnya, kau juga kehilangan suamimu. Malang sekali nasibmu, Cecilia... "


"Hentikan!!!"


"Kau harus mendengar semuanya!! Lihat ini!!! Orang yang kau anggap sahabat, dia sudah mengkhianatimu. Dia menusukmu dari belakang!!" wanita itu menunjukkan layar ponselnya.


"Kau benar-benar wanita malang, Cecilia. Ini adalah balasan atas apa yang kau perbuat pada putriku!!"


"TIDAAAAAKKKKK!!!" Cecilia menutup kedua telinganya.


Amel dan Hana sedang menikmati makan siangnya di kafe dekat kantor mereka.


"Beruntung ya Bu, kita pindah kantor kesini. Disini banyak foodcourtnya. Jadi jika ingin makan siang tidak kebingungan lagi. Makanannya juga tidak terlalu mahal." cerita Hana pada Amel yang tetap asyik dengan gadgetnya.


Dari jauh terlihat Radit menghampiri mereka. Ia tidak sendiri. Ia bersama dengan Nadine.


"Hai Mel, Hana," sapa Radit.


"P-pak Radit? Hai juga, Pak," jawab Hana gugup.


"Jangan memanggilku, 'Pak'. Aku masih sama seperti yang dulu. Aku masih teman kalian. Oh ya, ucapkan salam untuk Nadine juga. Dia baru saja kembali."


"Aah, halo Bu Nadine. Senang bertemu Anda lagi."


"Iya, Hana. Terima kasih."


Radit melirik ke arah Amel yang bergeming sedari tadi tak menghiraukan kedatangannya.

__ADS_1


"Silahkan duduk, Pak Radit, Bu Nadine." tambah Hana.


"Apa yang kau lihat di ponselmu? Ada aku disini, bersama dengan Nadine."


"Iya aku tahu." Amel menjawab singkat tanpa memandang Radit.


Radit memanggil pelayan dan meminta buku menu. Saat Radit sedang berdiskusi dengan Nadine tentang makanan apa yang akan di pesan, tiba-tiba ...


BRAAAAKKKK!!!


"Dasar brengsek!!!" Amel memukul meja dan berteriak.


Sontak hal itu membuat Radit dan orang-orang disekitar menjadi kaget.


"Apaan sih, Mel?! Kenapa memukul meja?"


Amel memperlihatkan ponselnya pada Radit. "Coba lihat, si brengsek ini sudah sangat keterlaluan. Dia berani melelang semua barang-barang Cecil tanpa ijin darinya!" Amel sangat marah.


Radit membaca berita online yang beberapa hari ini di rilis dan jadi viral.


Radit tak membaca berita lengkapnya, ia hanya membaca judulnya saja. "Barang-barang milik mantan istri artis, CW ikuti acara lelang amal di butik Jimmy Choo."


"Bayangkan saja, beritanya memakai inisial CW, sudah jelas jika yang dimaksud adalah Cecilia Wijaya. Ini tidak bisa dibiarkan!!!" Amel mengepalkan tangannya.


"Jimmy Choo?? Bukankah kalian berteman dengannya?" Radit mengernyitkan dahi.


"Dari awal aku sudah curiga jika dia memang licik dan tidak bisa dipercaya. Aku harus memberi pelajaran padanya!"


"Tenang dulu, Mel. Kita harus lakukan dengan hati-hati. Jangan sampai salah langkah. Pasti ada sesuatu yang tidak beres disini. Bagaimana caranya dia bisa dapat barang-barang Cecilia?" Nadine ikut berkomentar.


Amel memandang Hana, Radit dan Nadine bergantian. "Benar juga ya. Pasti ada sesuatu. Atau jangan-jangan ... Alvian yang memberikan barang-barang itu?" Tebak Amel.


"Kita harus menyelidikinya terlebih dahulu," ucap Radit dengan mimik serius.


...πŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’Ÿ...


...bersambung...


...i cant talk anymore. speechless...


...How about you?...

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalkan jejak 🐾🐾...


...terima kasih...


__ADS_2