99 Cinta Untukmu

99 Cinta Untukmu
99CU(S2) : The Truth of Life


__ADS_3

...πŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’Ÿ...


Keesokan harinya,


"Khumaira! Umi memanggilmu untuk datang ke kamarnya." Ujar Rosida ketus seperti biasa.


"Iya Ros. Aku akan datang. Terima kasih sudah memberitahuku."


Setelah Cecilia melihat kumpulan foto yang ada di kamar Umi Isma, hari ini akhirnya Umi Isma memutuskan untuk menceritakan semua hal yang ingin Cecilia ketahui.


Cecilia memantapkan hatinya untuk menemui Umi Isma. Ia akan meminta maaf terlebih dahulu karena sudah lancang masuk ke kamar Umi tanpa ijin.


Cecil mengetuk pintu kamar Umi.


"Assalamu'laikum, Umi ... " sapa Cecil ketika Umi sudah mempersilahkannya masuk.


"Wa'alaikumussalam, Khumaira. Silahkan duduk." Umi Isma menyambut Cecil dengan senyuman ramah khasnya.


Cecilia duduk berhadapan dengan Umi Isma. Ada sedikit keraguan di hatinya. Ia hanya takut kalau semua akan tambah rumit karena keingintahuannya.


"Khumaira, terima kasih sudah bersedia datang. Maaf kemarin umi pergi tanpa memberitahumu. Umi tahu kamu pasti bingung dengan semua ini. Tapi hari ini, silahkan tanya apa yang ingin kamu tanyakan. Umi akan menjawab semuanya."


"Eh?" Cecil terkejut mendengar pernyataan Umi Isma. "Maaf Umi, kemarin aku masuk ke kamar Umi tanpa ijin. Aku benar-benar minta maaf."


"Tidak apa. Salah Umi karena tidak mengunci kamar karena terburu-buru."


"Maaf Umi, aku tidak bermaksud untuk mencampuri kehidupan pribadi Umi. Kemarin aku tidak sengaja melihat barang milik Umi. Aku minta maaf." Cecilia bicara dengan menundukkan kepala.


"Kenapa terus meminta maaf? Tidak apa, Nak. Harusnya dari awal umi memberitahumu yang sebenarnya. Tapi Umi merasa waktunya belum tepat. Umm... Apakah Rangga pernah bercerita tentang ibu kandungnya?"


"Iya, dia pernah bercerita sedikit. Dia tidak suka jika ada yang membahas tentang ibunya, jadi ... aku tidak berani bertanya lebih banyak. Apa benar kalau Umi adalah ... Ibu kandung Rangga?" tanya Cecil ragu dengan masih menundukkan kepalanya.


Umi Isma mengangguk. "Iya, Umi adalah ibu kandung Rangga ..."

__ADS_1


Sontak Cecil mendongakkan kepalanya menatap wajah Umi Isma.


"Tapi ... setahuku nama ibu kandung Rangga adalah ..."


"Anna? Itu nama asli Umi. Setelah bertemu dengan Abah, Umi memutuskan untuk mengganti nama Umi. Agar tidak ada lagi yang mengenali Umi."


"Dan selama ini Umi tetap mencari tahu tentang Rangga dari berita di surat kabar dan majalah?"


"Iya. Selama dua puluh tahun ini, Umi tidak pernah melewatkan tumbuh kembang Rangga. Umi selalu mencari artikel tentang Rangga di majalah dan sumber manapun. Dan benar saja, dia tumbuh jadi anak yang cemerlang. Umi ikut bahagia melihatnya meski hanya lewat sebuah gambar." Umi Isma bercerita dengan mata berkaca-kaca.


"Maaf Umi, bukannya aku lancang, tapi kenapa dulu Umi tidak membawa Rangga pergi bersama Umi?" tanya Cecil lagi.


"Tak ada seorang ibu yang ingin jauh dengan putranya. Umi juga ingin membawa Rangga pergi. Tapi ... banyak hal yang harus Umi pikirkan. Terutama tentang masa depan Rangga. Umi tidak bisa membesarkan Rangga seorang diri dengan kondisi Umi yang tak memiliki apa-apa. Dan ternyata perasaan Umi benar. Rangga akan lebih baik jika tinggal bersama Papanya."


"Kenapa Umi tidak pernah menemui Rangga selama dua puluh tahun ini?"


Umi Isma menghela nafas. Ada kesedihan di matanya.


"Maaf Umi kalau aku lancang. Aku tidak bermaksud untuk ... "


"Maaf, Umi."


"Iya, Umi mengerti. Kamu adalah orang terdekat Rangga, jadi wajar jika kamu menanyakan hal ini."


"Sejak kapan Umi tahu jika aku memiliki hubungan dengan Rangga?"


"Bukankah Rangga mengumumkan hubungan kalian di depan publik saat hari jadi AJ Foods? Umi melihatnya di berita online. Umi senang karena Rangga akhirnya menemukan kebahagiaannya."


Cecilia tertunduk malu. "Jadi ... Umi tidak marah?"


"Marah? Kenapa harus marah? Umi senang karena Rangga bertemu wanita baik sepertimu."


"Eh? Tapi... umi tahu 'kan jika aku... sudah pernah menikah dan bercerai. Dan saat aku tiba-tiba memutuskan untuk pergi, apa Umi juga tahu jika ini ada hubungannya dengan Rangga?"

__ADS_1


"Iya, Umi tahu semuanya. Dan Umi memahamimu."


"Maaf Umi. Tapi aku... tidak bisa bersama dengan Rangga."


"Umi paham. Tidak apa. Sekarang kalian harus memulai hidup baru dengan kehidupan kalian masing-masing. Jadi, jangan melihat ke belakang lagi. Jika kalian memang berjodoh, Allah pasti akan mempertemukan kalian kembali." Umi Isma menggenggam tangan Cecilia.


"Dan Umi minta tolong padamu. Tolong rahasiakan semua ini dari siapapun. Soal Rangga, Umi sedang mencari waktu yang tepat untuk menemuinya kembali."


"Iya, Umi. Aku janji. Terima kasih karena Umi mempercayaiku." Cecilia tersenyum lega. "Aku pamit dulu umi, ada kelas mengajar bahasa asing bersama anak-anak santri."


"Iya, pergilah. Semoga ilmu yang kamu berikan bisa berguna untuk anak-anak santri disini."


"Aamiin, terima kasih, Umi. Kalau begitu aku permisi, Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumussalam."


Umi Isma menatap Cecilia yang menghampiri anak-anak santri di taman pondok. Cecilia memindahkan acara belajar mengajar ke tempat terbuka seperti taman. Agar para santri tidak merasa bosan karena terus belajar di ruang kelas.


Senyum Cecilia mengembang. Senyum yang sudah lama dinantikan Umi Isma, kini muncul kembali. Ada perasaan lega di benak Umi Isma.


"Bah, Umi ingin meminta tolong pada Abah. Tolong pastikan jika Khumaira tidak pernah tahu tentang insiden yang menimpa Rangga kemarin. Umi tidak mau jika Khumaira sampai menyalahkan dirinya dan akan terpuruk lagi."


"Iya Umi, jangan khawatir. Abah sudah memastikan pada Rosida agar Khumaira tidak mendengar kabar dari manapun. Entah itu berita online, surat kabar, televisi maupun radio."


"Terima kasih. Umi yakin kalau kepergian Khumaira pasti ada hubungannya dengan Mas Adi. Entah apa yang akan dilakukannya jika tahu keberadaan Khumaira. Kita harus melindungi Khumaira, Bah."


"Umi tenang saja. Abah sudah pastikan tidak akan ada yang tahu soal keberadaan Khumaira."


...πŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’Ÿ...


---------bersambung--------


Terima kasih atas dukungan kalian 😍😍

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak yaπŸ˜‰πŸ˜‰


Β©pinkanmiliar2021


__ADS_2