99 Cinta Untukmu

99 Cinta Untukmu
99CU(S2) : The Guardian Angel (3)


__ADS_3

...💟💟💟...


"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar service area. Silahkan tinggalkan pesan setelah nada berikut..."


Berkali-kali Maria menelepon Cecil namun ponsel milik Cecil tidak aktif. Beberapa jam sudah berlalu sejak Cecil pamit padanya untuk pergi sebentar. Maria mulai panik. Ia takut terjadi sesuatu pada putrinya. Tidak biasanya Cecil tak mengangkat panggilan darinya.


Dikala kebingungannya, Maria menghubungi Ismail. Maria sudah pernah meminta tolong pada Ismail untuk menjaga Cecil. Ismail pasti mengetahui keberadaan Cecil.


"Baik, Bu. Aku akan mencarinya. Ibu tenang ya, jangan cemas. Aku pasti menemukan Cecil..." Ismail menutup panggilan telepon.


Kemudian, Ismail mengecek ponselnya untuk mencari tahu keberadaan Cecil. Ismail meletakkan alat pelacak di mobil Cecil. Pasti dari situ Ismail bisa menemukan Cecil.


"Rumah sakit?!" Ismail terbelalak. Alat pelacak di mobil menunjukkan kalau posisi mobil Cecil berada di sebuah rumah sakit. Ismail langsung menuju kesana menggunakan ojek online.


Sesampainya di rumah sakit, Ismail berkeliling mencari keberadaan Cecil. Ia berlarian dari satu lorong ke lorong lain. Ismail mulai panik. Ia takut terjadi sesuatu pada Cecil. Ia bertanya pada setiap orang yang ditemuinya.


"Maaf, apa Anda pernah melihat orang ini?" Tanya Ismail dengan menunjukkan foto Cecil di ponselnya.


Sudah beberapa menit berlalu namun ia belum menemukan sosok Cecil. Dalam hati ia berdoa, semoga Cecil baik-baik saja.


.


.


"Ceciliaaa!!!" Tanpa mempedulikan kalau dirinya ada di rumah sakit, Ismail berteriak memanggil nama Cecil.


Akhirnya aku menemukanmu. Batin Ismail.


Si pemilik nama menoleh kearah Ismail, namun ekspresi wajahnya menunjukkan kebingungan yang dalam.


Ismail berjalan menghampiri Cecil sambil mengatur nafas. Ia terengah setelah berlarian.


"Ismail...? Bagaimana bisa kamu ada disini?" tanya Cecil penuh heran.


"Apa kamu baik-baik saja?" Ismail lega sudah menemukan Cecil.


"Iya, aku baik-baik saja."


"Lalu siapa yang sakit? Kenapa kamu ada di rumah sakit bersama ..." Ismail tak bisa melanjutkan untuk menyebut nama Alvian. Ada sedikit kemarahan di wajahnya.


"Aah, aku menolong Nayla. Dia baru saja melahirkan."


"Cecil ... Nayla mencarimu." Sari keluar kamar dan menyampaikan pesan dari Nayla.


Cecilia masuk menemui Nayla. Ia duduk disamping tempat tidur Nayla.


"Mbak Cecil..." Nayla menggenggam tangan Cecil.


"Terima kasih, terima kasih banyak. Berkat mbak, aku dan anakku bisa selamat. Maafkan atas sikapku selama ini. Aku benar-benar menyesal..." Nayla tak kuasa menahan tangis.


"Tidak, Nayla. Aku hanya melakukan apa yang seharusnya aku lakukan. Jangan meminta maaf. Sekarang sebaiknya kamu istirahat saja."


"Ada sesuatu yang harus kukatakan padamu, Mbak. Ini mengenai ... kecelakaan Tasya..."


"Eh?"

__ADS_1


"Dihari kecelakaan Tasya, dia ... bertanya padaku, apakah Papa dan Mamanya akan berpisah? Maafkan aku karena aku ... aku memberitahunya yang sebenarnya. Dia begitu marah padaku, karena dia tahu jika aku adalah ... istri Papanya juga."


Cecilia mengerjapkan matanya seakan tak percaya. Nayla meraih tangan Cecilia.


"Maafkan aku, Mbak. Maafkan aku." tangis Nayla makin keras.


Cecilia menghapus air matanya. "Aku ... sudah mengikhlaskan semuanya. Aku sudah memaafkanmu. Ini juga kesalahanku. Karena aku tidak pernah memberitahu Tasya yang sebenarnya."


"Terima kasih. Sekali lagi terima kasih banyak, Mbak..."


"Jadilah ibu yang baik untuk putramu. Itulah permohonanku agar kau bisa menebus dosamu terhadap Tasya."


Nayla mengangguk dan melepaskan genggaman tangannya pada Cecil.


Cecil berpamitan pada Arif dan Sari. Arif mengucapkan terima kasih pada Cecil dan juga meminta maaf atas sikapnya selama ini pada Cecil.


Nayla terharu melihat kejadian itu. Dalam hati ia berkata,


"Kamu salah Jimmy. Mbak Cecil dipenuhi banyak cinta, bukan semata-mata karena posisi dan kedudukannya sebagai wanita kelas atas. Dia dicintai banyak orang, karena dia adalah orang baik. Mbak Cecil adalah orang yang baik..."


Dan airmata Naylapun mengalir deras.


Setelah berpamitan pada Alvian dan keluarganya, Cecilia pergi bersama Ismail yang sudah menunggunya.


Arif dan Sari saling lempar pandang melihat kedekatan Cecil dan Ismail.


"Sepertinya pernah melihat laki-laki itu, dimana ya?" gumam Arif.


"Dia polisi yang menangani kasus kecelakaan Tasya," jawab Alvian.


"Ah benar. Itu memang dia. Jadi... Sekarang Cecil punya hubungan dengan polisi itu? Sejak kapan mereka berhubungan? Jangan-jangan setelah kasus Tasya mereka jadi dekat. Cih, cepat sekali dia berpaling pada beberapa lelaki." Baru saja meminta maaf, Arif tetap berkata dingin tentang Cecil.


Dan Arifpun hanya terdiam.


...***...


"Biar aku saja yang menyetir. Kamu pasti lelah," ucap Ismail meminta kunci mobil Cecil.


"Hu'um, baiklah."


Ismail mulai melajukan mobil Cecil keluar dari rumah sakit.


"Ini sudah malam, kamu pasti belum makan malam. Apa kita mau ke tempat makan dulu?"


"Tidak perlu. Aku sudah makan tadi. Mas Alvian tadi membelikannya untukku."


"Ooh." respon Ismail datar.


"Tapi, bagaimana kamu tahu jika aku ada di rumah sakit itu?"


"Emm, sebelumnya aku minta maaf, Cil. Aku... Memasang alat pelacak di mobilmu."


"Hah? Apa? Alat pelacak?" Cecil terkejut.


"Ibumu sangat khawatir denganmu. Beberapa hari yang lalu, dia meminta tolong padaku."

__ADS_1


"Aah ibu..." Cecilia memijat keningnya.


"Jangan menyalahkan ibu. Ia hanya mengkhawatirkanmu. Lalu, kenapa kamu bisa bersama Nayla? Ibu bilang kamu pamit untuk bertemu seseorang. Apakah itu Nayla?"


Cecilia tertegun. "Umm, begini..."


Cecilia menceritakan kisahnya bertemu Nayla hari ini, sampai akhirnya dia menolong Nayla menuju rumah sakit.


Karena terlalu lelah setelah berjam-jam di rumah sakit, Cecilia tertidur di dalam mobil. Sesampainya di rumah, Ismail membangunkan Cecil. Cecil menggeliat dan berkata,


"Sudah sampai rumah ya? Aku pasti ketiduran. Maaf ya, Ismail."


Ismail hanya tersenyum. Mereka berduapun turun dari mobil dan disambut oleh Maria dan dua orang tamunya, yang ternyata adalah orang tua Ismail.


"Mama? Papa? Kalian... kenapa bisa ada disini?" Ismail terkejut melihat kedua orangtuanya ada di rumah Maria.


Cecilia menyalami kedua orang tua Ismail. Ismail terlihat malu karena tiba-tiba orang tuanya datang.


Karena tidak ingin situasinya makin canggung, Ismail mengajak kedua orangtuanya masuk kedalam rumah kontrakannya.


Cecilpun melangkah masuk ke dalam rumahnya mengikuti Maria yang lebih dulu masuk.


...***...


"Dari mana saja kau? Kau bilang hanya pergi sebentar, tapi apa? Ini sudah malam, Cecil! Apa kau tidak memikirkan perasaan ibumu ini?" Maria memukul-mukul dadanya.


"Maaf, bu... " Cecilia tertunduk.


"Ismail bilang kau ada dirumah sakit. Ada urusan apa disana? Apa kau sakit?"


"Bukan aku yang sakit. Aku... Hanya menolong Nayla..."


"Apa? Jadi orang yang kau temui itu si Nayla? Si pelakor itu?" Maria mulai naik pitam.


"Maaf, bu. Aku tidak mau membuat ibu cemas, makanya aku tidak memberitahu ibu yang sebenarnya."


"Kau pikir ibu tidak tahu, huh? Nayla dan teman desainermu itu, sudah mengkhianatimu 'kan? Mereka menusukmu dari belakang. Lalu bagaimana bisa kau menolong Nayla setelah apa yang sudah dia lakukan padamu?"


"Aku tidak bisa membiarkan Nayla kesakitan seperti itu, bu. Dia akan melahirkan."


"Ya Tuhan... Kepala ibu rasanya sakit sekali. Ibu tidak mengerti jalan pikiranmu. Pertama, kau tidak pernah cerita soal gadis yang bunuh diri limq tahun lalu, kemudian soal temanmu Jimmy, dan sekarang Nayla. Apa kau tidak menganggap aku ini ibumu, huh?" Maria terduduk lemas.


"Ibu... Maafkan aku. Aku hanya tidak mau membuat ibu cemas. Sebaiknya ibu istirahat saja." Cecilia memapah ibunya masuk ke dalam kamar dan membaringkannya di tempat tidur.


Maafkan aku, ibu... Aku bukan ingin menyakiti hatimu. Aku hanya melakukan apa yang menurutku benar.


Ayah... Seandainya ayah ada disini. Apa ayah akan mendukungku? Ayah pasti mendukungku 'kan?


...💟💟💟...


...bersambung,,,,...


...reaksi seperti apa yg akan didapat dari part ini?...


...tapi yg jelas,,,, beginilah jalan pikiran Cecilia 😬😬😬...

__ADS_1


...***Next, coming UP \=>>...


..."Lamaran Ismail"...


__ADS_2