99 Cinta Untukmu

99 Cinta Untukmu
Season 3 – Bagian 14


__ADS_3

Halo readers kesayangan mamak, welcome back to season 3 of 99 Cinta


Untukmu. Don’t forget to leave Like and comments. Thank you.


*Happy Reading*


Cecilia termenung di ruang kerjanya. Setelah apa yang


terjadi tadi pagi di rumah mertuanya, membuatnya semakin sedih namun kini ia


tidak bisa menangis lagi. Satu hal yang kini terlintas dibenaknya adalah bisa


membuat keluarga Rangga memiliki pewaris dari darah daging Rangga sendiri,


meski bukan dirinya yang mengandung benih Rangga. Terasa menyakitkan memang. Tapi


hanya ini cara yang bisa ia temukan untuk saat ini.


Siang itu, seseorang datang ke kafe dan menemui Cecil. Itu adalah


Nadine. Sudah seminggu sejak Cecil mengatakan jika dirinya akan mencarikan


istri muda untuk Rangga. Nadine datang menemui Cecil untuk mengetahui


kelanjutan cerita Cecil itu.


“Hai, Cil…” sapa Nadine masuk ke ruang kerja Cecil.


“Hai, Nad. Kau datang sendiri?”


“Tidak, aku bersama Rafael dan pengasuhnya.”


“Kau ingin minum apa?”


“Tidak, Cil nanti saja. Aku kesini karena…”


Sepertinya Cecil sudah tahu apa yang membuat Nadine datang. “Hmm,


soal itu. Aku sudah menemukan wanita yang cocok, Nad…”


“Cil, kau jangan menyerah dulu. Seperti yang pernah


dikatakan Amel, jika kita harus mencoba segala cara. Mari kita coba konsultasi


ke dokter di luar negeri. Aku bisa membantumu.” Ucap Nadine berusaha meyakinkan


Cecil.


“Tidak, Nad. Untuk apa aku berobat ke luar negeri jika


hasilnya akan tetap sama.”


“Cil, aku mengenal Rangga dengan baik. Dia bahkan tidak


mempermasalahkan masalah anak bukan? Kenapa kau harus melakukan ini?”


“Benar, Rangga memang tidak pernah mengeluh soal anak. Tapi….


Orang-orang disekitarnya yang…” suara cecil tercekat. Air matanya lolos kembali


dari pelupuk matanya.


Nadine segera menghampiri Cecil dan memeluknya. Tangis Cecil

__ADS_1


pecah dibahu Nadine. Nadine mengusap punggung Cecil untuk menguatkannya.


Ya Allah, apakah aku


memang harus kembali merelakan suamiku untuk wanita lain? Apa takdirku begitu


menyedihkan? Tidak! Aku tidak boleh menyalahkan takdir. Ini adalah jalan


hidupku. Aku yang memilih jalan ini untuk hidupku sendiri.


Dan tanpa mereka berdua sadari, sepasang mata tengah


memperhatikan mereka dari luar ruangan Cecilia. Mata itu menatap sendu dengan


tangisan Cecilia. Ada rasa bersalah dalam sorot matanya.


Malam harinya, Cecil menunggu hingga kafe tutup dan semua


karyawannya pulang. Entah kenapa ia tidak ingin pulang cepat hari ini setelah


siang tadi ia menangis tersedu didepan Nadine. Cecil melangkah menuju mobilnya,


dan…


“Cecil…” sebuah suara datang dari balik semak-semak dekat


kafenya.


Cecilia terkejut. “Mas Alvian? Apa yang kau lakukan disini?”


“Aku menunggumu. Ada yang ingin kubicarakan denganmu.”


“Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi, Mas. Ini sudah


Cecil akan membuka pintu mobilnya namun kembali terhenti.


“Aku melihatmu menangis siang tadi. Aku tahu kau pasti


sangat sedih dengan kondisimu. Jika kau butuh seorang teman maka aku….”


“Itu bukan urusanmu, Mas. Lagi pula aku memiliki banyak


teman yang peduli padaku, jadi kau jangan ikut campur masalah ini lagi. Kita sudah


tidak memiliki hubungan apapun. Jadi, sebaiknya kau urus saja Nayla dan Alif


dengan baik. Aku permisi. Assalamu’alaikum.” Tutup Cecil sebelum akhirnya


melajukan mobilnya keluar dari area kafe.


“Wa’alaikumsalam.” Jawab Alvian lirih dengan tatapan


sendunya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Dua minggu kemudian,


Sore itu Cecil sengaja datang ke kantor Rangga dan


menghubungi Rosida.


“Assalamu’alaikum, Ros. Apa pekerjaanmu sudah selesai?”


“Wa’alaikumsalam,


Mbak. Iya, sudah selesai. Kenapa, mbak?”


“Aku sedang ada di depan kantormu, waktu itu kau bilang


ingin berkunjung ke rumahku.”


“Oh iya, mbak. Maaf belum


sempat.”


“Bagaimana kalau hari ini saja? Cepatlah turun, aku sudah di


depan.”


“Hmm baiklah…”


Cecil menyapa Ros yang keluar dari gedung AJ Grup. Mereka saling


bercipika cipiki lalu masuk kedalam mobil. Cecil menuju ke sebuah supermarket


terlebih dahulu untuk membeli barang-barang kebutuhan dapur. Mereka rencananya


akan masak memasak di rumah Cecil.


Sesampainya di rumah, Cecil dan Ros langsung sibuk di dapur.


Mereka memasak beberapa menu makanan untuk makan malam mereka. Sambil menunggu


Rangga pulang, Cecil dan Ros menghabiskan waktu dengan mengobrol bersama. Hingga


akhirnya, Rangga datang dan mereka makan malam bersama.


Suasana makin hangat karena candaan dari Ros dan Rangga yang


memang kompak. Cecil bisa melihat jika mereka cukup dekat. Cecil tersenyum


melihat kehangatan itu tercipta. Karena hari sudah mulai larut, Cecil meminta


Ros untuk menginap di rumahnya. Rangga pun tidak keberatan. Mereka masih


memiliki kamar kosong di rumah mereka.


Cecil memandangi wajah Rangga yang sudah terlelap. Wajah lelah


yang masih terlihat tampan di mata Cecil. Cecil menghela nafas dan bersiap


untuk hari esok. Ia akan mulai menjalankan rencananya.


Ya Allah, kuatkan


hatiku sekali lagi. Aku hanya ingin melihat suamiku bahagia. Kumohon restui


jalanku ini…

__ADS_1


#bersambung…


__ADS_2