
Disebuah kota yang jauh dari ibu kota Jakarta, Cecilia mulai menata hidupnya disini. Dengan perut yang mulai membesar dan tubuh yang juga ikut membesar. Meski tak didampingi suaminya, Cecil berusaha untuk tetap bahagia menjalani hari-harinya di kota ini.
Dulu sekali ia pernah datang ke tempat ini. Tempat yang penuh kenangan dengan mantan suaminya, Alvian. Ya, Alvian lah yang sudah membantunya selama pergi dari rumah. Tapi hubungan Cecil dan Alvian hanya sebatas pertemanan saja.
Bagaimana pun juga status Cecil masih seorang istri meski Rangga telah lama tidak menafkahinya. Secara agama pastinya sudah dikatakan jatuh talak. Cecil kini pasrah menjalani hari-harinya.
"Cil, ayo masuk! Sudah mau maghrib. Kata orang tua tidak baik masih diluar rumah."
"Iya, Mbak. Ayo Alif, kita masuk!"
Cecil tinggal di panti asuhan milik yayasan keluarga Alvian yang kini diambil alih oleh Arini. Alif, putra Alvian dan Nayla juga tinggal disini karena Alvian sibuk bekerja di ibu kota.
"Perutmu sudah mulai besar, Cil." ucap Arini.
"Iya, Mbak. Sudah masuk bulan ke enam."
"Besok jadwalnya periksa ke dokter, 'kan? Mbak akan mengantarmu. Pasti sudah kelihatan 'kan jenis kelaminnya."
"Semoga saja tidak ngumpet, Mbak."
"Ma, Alif juga mau ikut ke rumah sakit periksa dede bayi." rengek Alif yang akan memasuki usia 3 tahun.
"Iya, sayang. Kita ke rumah sakit sama-sama ya besok." Cecil membelai lembut rambut Alif yang kini sudah ia anggap seperti putranya sendiri
Cecil sendiri tak pernah bertanya bagaimana kabar Nayla dan dimana dia sekarang. Cecil merasa jika semua kesakitan yang ia alami adalah akibat ulah Nayla. Cecil tak mau lagi berurusan dengan Nayla.
"Sudah malam. Alif tidur ya. Jangan lupa cuci kaki dulu sebelum tidur lalu berdoa."
"Iya, Ma."
Alif segera beranjak dari meja makan. Arini mengajak Cecil bicara santai di ruang keluarga.
"Aku senang karena kamu kerasan tinggal disini. Kupikir kamu akan mengingat tempat ini sebagai tempat yang penuh luka untukmu." buka Arini mengawali perbincangan. Selama tinggal disini, Arini tidak pernah mengungkit masa lalu Cecil. Karena itu pasti menyakitkan untuknya.
"Tidak, Mbak. Aku yang harus berterimakasih karena Mbak Arini mau menampungku disini. Aku tidak tahu harus pergi kemana lagi selain kesini."
__ADS_1
"Keluarga kami banyak menorehkan luka padamu, Cil. Aku tidak tahu bagaimana csra menebus semua kesalahan itu."
"Tidak, Mbak. Sungguh aku sudah melupakan itu. Bagiku sekarang, hidup untuk anakku adalah yang terpenting."
"Jadi, kau tidak ingin memberitahu suamimu soal anak ini?"
Cecil terdiam. Sungguh semua tuduhan Rangga padanya masih membekas dihatinya.
"Mungkin suatu saat nanti, Mbak. Aku akan memberitahu Mas Rangga jika waktunya sudah tepat dan aku sudah siap."
"Baiklah. Yang terpenting kau jangan memikirkan apapun selain kondisi bayi dalam kandunganmu."
Cecil mengangguk.
......***......
Keesokan harinya,
Cecilia sudah bersiap dan menuju ke ruang kelasnya. Ya, Cecil bekerja sebagai tenaga pengajar di panti. Meski perutnya membuncit, tak membuatnya kesulitan dalam bercengkerama dengan para muridnya yang masih berusia balita tersebut. Cecil malah menikmati perannya sebagai guru disini.
"Assalamu'alaikum, Cil..."
Sejenak Cecil tertegun melihat kedatangan seseorang yang sudah lama tak dilihatnya.
"Mas Alvian? Wa'alaikumsalam, Mas..."
"Sepertinya kamu sangat cocok menjadi seorang guru."
Cecil tersenyum. "Alhamdulillah, Mas. Oh ya, kenapa Mas Alvian ada disini? Apa sedang tidak ada kesibukan?"
"Iya, aku sedang tidak sibuk. Aku ingin menjenguk Alif juga. Sudah lama aku tidak bertemu dengannya."
"Papa!!!" seorang anak kecil berlari gembira menghampiri Alvian.
Dengan sigap Alvian membawa Alif dalam gendongannya.
__ADS_1
"Anak Papa. Bagaimana kabarnya? Kamu menurut 'kan sama Tante Cecil dan Bude Arini?"
"Iya, Pa. Tapi, jangan panggil Tante ke Mama Cecil. Sekarang Mama Cecil adalah mamaku. Benar 'kan, Ma?"
"Eh?" Cecil dan Alvian saling pandang.
#bersambung...
*Genks, mamak so sorry karena kisah ini harus banyak hiatus dan mengalah dengan anak2 mamak yg laen. buat kaleyan yg selalu kisah ini harap bersabar, karena kisah ini pasti akan kutamatkan Tentunya dengan ending yg happy ya. Entah itu Cecil sama Rangga ataupun balik lagi sama Alvian.
nah, menurut kalian gimana genks?😬😬 Cecili pilih balik ke Alvian atau Rangga? Mamak masih bingung menentukan itu, hehehe
*Yuk mampir juga ke karya mamak yg lain yg masih ongoing ya.
ada Genius Baby Doctor,
Lalu ada Raanjhana, kisah roman-dewasa ya genks
Utk yg sudah tamat ada
Labuhan Cinta Sang Playboy
Dan RaKhania, yg bergenre action-romance
__ADS_1