Ajari Aku Mencintaimu

Ajari Aku Mencintaimu
Bonchap 22


__ADS_3

"Ayo tiup lilin dulu baru potong kue," Khalisa menuntun kedua putri kembarnya setelah Nefa sang keponakan selesai berganti pakaian. Jangan berpikir untuk mengabaikan gadis kecil itu kalau tidak ingin mendengar aumannya yang menggelegar.


"Bubun, Nefa juga mau tiup lilin." Putri Tomi itu menggeser Celena yang sudah siap menghadapi kue.


"Kembalikan kue Cece!!" Teriak Celena sambil menangis keras.


"Enggak, ini punya Nefa. Bubun bikinkan buat Nefa!!" Serunya tidak mau kalah, dua bocah kecil itu saling tarik menarik.


"Gak boleh rebutan Sayang, nanti kuenya kita bagi-bagi." Bujuk Khalisa, namun tidak ada yang mau mengalah.


"Astaga, kalian kenapa cuma bikin dua!!" Guntur berdecak, kapan mulainya kalau dua anak kecil itu terus bertengkar. Tadi rebutan Arraz, sekarang rebutan kue.


Semua saling pandang dan berakhir pada Anindi yang mendapatkan tatapan intimidasi.


"Kenapa kalian menatapku seperti itu, Kha cuma minta buatkan dua." Seru Anindi tidak terima disalahkan.


"Tapi itu anakmu, emaknya punya toko kue dimana-mana masa anaknya rebut punya orang!" Sarkas Guntur.


Ghani dan Tomi meringis, kenapa anak mereka jadi tidak akur seperti ini.


"Cece tiup lilin punya Lili aja," Celin bergeser membiarkan adik kembarnya yang meniup lilin.


"Pintar, nanti Om kasih Lili tambahan kado." Guntur mencium pipi Celin yang paling anteng. Putri Ghani yang satu itu tidak suka keributan, dia lebih suka mengalah. Semoga saja terus seperti itu sampai besar nanti.


Akhirnya acara tiup lilin dan potong kue bisa terlaksana dengan mengalahnya Celin. Setelah selesai Ghani memangku kedua putrinya.


"Terima kasih Sayang," Ghani tersenyum bangga pada Celin. Walau tergolong anteng tapi putri Ghani yang satu itu tetap manja kalau bersamanya.


"Dan Cece, gak boleh berantem terus sama Kak Nefa." Ucap Ghani lalu memeluk kedua putrinya. Sekarang tidak ada lagi tempat untuk Khalisa bermanja-manja.


"Ayo sekarang kita buka kado!" Seru Guntur.


Ghani sengaja membuat tumpukan kado untuk kedua putrinya. Padahal tidak ada tamu dari luar selain keluarga mereka sendiri.


Tentu saja yang lebih dulu beranjak putri Tomi. Di rumah ini Nefa yang paling tidak bisa dikalahkan. Kalau bisa hanya dia cucu perempuan satu-satunya dikeluarga ini.


"OMG, sebentar lagi perang dunia akan berlanjut!" Ghina akhirnya sebal juga melihat tingkah keponakannya yang satu itu.


"Anakmu turun siapa sih Tom?" Ghani tertawa gelak.

__ADS_1


"Siapa lagi kalau bukan Kha," kesal Tomi.


Salah apa dia sampai putrinya persis seperti adik iparnya. Tidak hanya itu, wajahnya pun sangat mirip. Sampai orang mengira Nefa putri Ghani dan Khalisa.


"Kenapa jadi aku yang salah. Yang bikin kalian, aku gak nyumbang apapun!" Ucap Khalisa judes.


"Salahmu suka bikin orang kesal!" Sahut Guntur yang sudah asik membuka tumpukan kado bersama anak-anak.


"Gak sadar diri, situ lebih ngeselin!!" Sarkas Khalisa.


"Berantemnya sudah selesai!!"


Serentak semua tutup mulut mendengar teriakan Mama Mira. Namun tidak bagi putri Tomi dan bungsu Ghani.


"Ini punya Nefa!!" Nefa merebut kado yang berisi boneka teddy bear besar dari tangan Celena. Parahnya Ghani hanya menyiapkan dua boneka, dia lupa dengan keponakannya satu itu.


"Punya Cece! Ayah belikan buat Cece!"


Pertengkaran tak bisa dihindari. Guntur yang berada di hadapan kedua anak itu bertopang dagu menyaksikan layaknya seorang wasit.


Sedang Celin sudah anteng mendekati sang kakek, membawa boneka pink miliknya.


...🌹🌹🌹 ...


"Sayang," ayah beranak tiga itu mengganggu istrinya yang sedang sibuk mengetik naskah.


"Dikit lagi, Kha selesaikan ini dulu Abang." Sahut Khalisa tanpa menoleh pada sang suami. Ia sangat paham dengan apa yang Ghani inginkan.


"Masih ada hari esok Sayang, ini sudah malam." Ghani memeluk istrinya dari belakang.


"Abang ih lupa umur, sudah tua juga. Kha capek Abang!!"


"Nolak dosa loh," goda Ghani dengan genit.


"Bikin istri kecapean juga dosa Abang," sahut Khalisa asal. Menyingkirkan tangan Ghani yang mengganggu konsentrasinya.


"Bikin satu lagi yuk," Ghani memainkan alis semakin menggoda.


"Abang aja bikin sendiri, pelihara sendiri dan keluarkan sendiri!" Sarkas Khalisa kesal, mereka punya anak tiga saja serasa punya anak empat. Nefa satunya, karena dimana ada Arraz disitu ada Nefa.

__ADS_1


"Kalau Abang bikinnya sama istri baru jangan nyesel loh ya."


Khalisa langsung mendelik menatap sang suami nyalang. "Bikin aja sekalian sama Clara!!" Sarkasnya menutup laptop dengan kasar lalu keluar kamar sambil menghentak-hentakkan kaki.


"Kha, cuma bercanda Sayang." Panggil Ghani, namun istrinya itu sudah masuk ke kamar twin C.


"Bunda belum tidur?" Tanya Celin, saat sang bunda masuk ke kamar. Adiknya sudah terlelap lebih dulu.


"Lili kenapa belum tidur Sayang," Khalisa malah balik bertanya mendekati putrinya.


"Belum ngantuk," jawabnya singkat.


"Bunda temani tidur," Khalisa naik ke ranjang sang putri lalu memeluknya.


"Nanti ayah nyariin Bunda," ujar Celin seperti yang sudah-sudah. Ayahnya mana mau berpisah dengan sang bunda. Baru selesai mengucapkan sosok yang dibicarakan sudah berada di tengah pintu. Ibu dan anak itu sepakat untuk berpura-pura tidur.


Ghani tersenyum masam melihat istrinya yang pura-pura tidur. Bibirnya menyeringai tipis melepaskan tangan Khalisa yang melingkar di perut Celin dan mengangkatnya.


Khalisa bukannya berteriak malah mengalungkan tangannya dengan manja ke leher sang suami.


"Selamat tidur Sayang," ucap Khalisa sebelum keluar dari kamar sang putri.


Setelah sampai di kamar Khalisa melompat dari pelukan sang suami. "Oh tidak semudah itu membujukku," gumamnya menyeringai tipis.


"Tidur diluar!!" Ketus Khalisa menarik selimut dan memejamkan mata.


"Kha, kenapa masih ngambek Sayang." Ucap Ghani frustasi. Mana mau dia tidur diluar, apalagi sampai ketahuan anak-anak. Duh, tidak akan. Lebih baik dia membujuk istrinya ini semalaman.


"Jangan cari Kha lagi, tidur aja sama istri baru sana!!"


"Gak ada Sayang, cuma bercanda. Istri Abang cuma Kha," ringis Ghani.


"Sudah tua juga masih aja cemburuan." Batin Ghani, Khalisa memejamkan mata nyaman tanpa mempedulikan sang suami yang membujuknya.


"Rasakan!! Sudah tua masih sok kegantengan!!" Sarkas Khalisa dalam hati sebelum benar-benar terlelap.


...🐾🐾🐾...


Kangen Nefa dan Twin C juga Dou A.

__ADS_1


__ADS_2