Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku bab 100


__ADS_3

Pak Ardi sudah siap untuk bertanya pada Rama, sedangkan Lynda, Nita dan Sarah harus menunggu di luar kantor polisi karena tak mau mengganggu percakapan pak Ardi dan Rama.


Walau pun Sarah sempat menolak karena ingin selalu bersama dengan Rama tetapi karena Lynda memaksa dia mau juga menunggu di luar kantor polisi.


"Bagaimana kejadiannya pak Rama" tanya pak Ardi dengan serius dan mencoba mencatat baik baik pengakuan Rama.


"Pak saya tidak bersalah dalam hal ini, Anjasmara yang melakukannya dia yang menembak Jerry pak" jelas Rama.


"Tapi paman ada disana" tanya Topan.


"Iya ada Jerry mencoba menolong saya waktu itu tapi karena Anjasmara licik dia meloloskan tembakannya pada Jerry" jelas Rama.


"Siapa saja saksi yang ada disana selain Sarah" tanya Pak Ardi.


"Saya kurang tau saat itu, tapi aku rasa pembantu kami berhasil lolos keluar karena kematiannya tak terdengar" ucap Rama.


"Dimana dia" tanya Topan heran.


"Aku gak tau, tapi aku bisa tanya anak buahku yang lain untuk info lebih jelasnya" ucap Rama.


"Dimana anak buah pak Rama biar saya dan pak Topan yang akan mencari informasinya" ucap pak Ardi.


"Mereka akan selalu berada di dekat rumah saya yang dulu pak" ucap Rama.


Pak polisi datang dan langsung menemui Rama.


"Maaf pak waktu anda sudah habis untuk menjenguk, silahkan kembali lagi besok" ucap Polisi itu sambil menahan tangan Rama.


"Tapi pak lima menit lagi saja kami belum selesai" ucap Topan.


"Maaf pak tapi ini sudah tata tertib di kantor ini" ucap polisi itu.


"Baiklah aku akan usahakan untuk mengeluarkan paman dari sini" ucap Topan.


Rama di bawa oleh polisi untuk masuk lagi kedalam sel, karena waktu sudah semakin sore jadi Topan harus segera membawa Nita dan Sarah pulang karena pamali jika ibu hamil harus keluar malam malam.


Topan dan pak Ardi keluar dari kantor polisi itu, Sarah yang melihatnya langsung menemui mereka dan bertanya bagaimana Rama.


"Topan dimana Mas Rama" tanya Sarah dengan air mata yang kembali menetes.


"Paman harus masuk lagi ke dalam sel, karena waktu jenguknya sudah habis" jawab Topan.


"Lalu bagaimana nantinya" tanya Sarah lagi.


"Tenang Nona saya akan usahakan kasus ini sampai pak Rama bisa bebas" ucap pak Ardi.


"Terima kasih pak semoga saja mas Rama cepat keluar" ucap Sarah.


"Aminn" serempak.


**

__ADS_1


Di kediaman Lynda House.


Sarah merasa sangat sedih karena Rama harus mendekam di penjara karena ulah Ayahnya sendiri.


"Aku akan balas semua perbuatanmu Anjasmara aku tak terima kau perlakukan aku begini, bisa bisanya kau memenjarakan mas Rama atas apa yang kau perbuat" gumam Sarah yang sedang duduk di pinggir ranjang kamarnya.


Sarah bangkit dari duduknya, Sarah merasa kalau dirinya harus membalas semua perbuatan Anjasmara pada keluarganya itu.


Sarah memakai jaket dan keluar lewat jendela kamarnya karena dia tau kalau lewat pintu utama disana pasti ada orang yang akan melihatnya keluar rumah.


Sarah membuka jendela kamarnya, dia mengambil kursi kayu yang selalu ada di kamarnya, Kaki Sarah naik ke kursi itu karena jendelanya cukup tinggi jadi Sarah kesulitan meraihnya.


"Ck kenapa tinggi sekali" gumam Sarah.


Sarah sudah duduk di jendela tapi dia binggung bagaimana caranya turun, apa lagi dengan keadaan dia sedang mengandung menyusahkan dirinya untuk melompat ke bawah.


"Bagaimana ini" gumam Sarah.


Sarah mencoba untuk lompat karena hanya itu satu satunya jalan untuknya agar bisa keluar,


Blugh


Sarah lompat dengan terjatuh ke tanah, namun tak membuat Sarah kesakitan karena pantat Sarah tepat mengenai tanaman bunga yang bercabang kecil.


Sarah hanya terluka kecil akibat cabang cabang bunga yang di tindihnya, Sarah tak menghiraukan lukanya itu dia langsung bangkit dan berjalan kearah gerbang rumah Lynda.


Namun disana ada satpam yang sedang menjaga di depan pintu gerbang.


Sarah terpikir untuk mengelabui pak satpam itu, Sarah melemparkan batu yang cukup sedang ke arah halaman belakang rumah Lynda.


Flukkk..


Satu batu sudah Sarah lemparkan tapi tak ada suara apa apa karena batunya mungkin sangat kecil, tak putus asa Sarah mengambil batu cukup besar dan melemparkannya ke jendela rumah Lynda.


Sarah sudah duga kalau jendela itu adalah jendela kamar gudang yang sudah tak terpakai karena terlihat jika lampu di dalamnya padam.


Prakkk..


Sarah melemparkan batunya pada jendela itu dan hasilnya kaca jendelanya pecah berhamburan dan menimbulkan suara yang cukup keras.


Pak satpam yang menyadari hal itu langsung berlari kearah belakang, dan itu kesempatan bagi Sarah untuk lari keluar dari rumah itu untuk menemui Anjasmara.


Sarah membuka pintu gerbang dan menutupnya kembali seperti semula, Sarah menghentikan taksi yang kebetulan lewat disana.


"Pak ke jalan Xxxx" ucap Sarah pada supir taksi itu.


-


Sedangkan di rumah Lynda semua keluarga sedang berada di kamar gudang yang baru saja jendelanya di pecahkan oleh Sarah.


"Kenapa bisa pecah begini apa ada maling" tanya Lynda heran karena jendelanya sengaja di lempar oleh batu.

__ADS_1


"Apa ada maling ya mah" tanya Nita.


"Tidak Non saya dari tadi berada di gerbang tidak ada orang yang masuk" ucap Pak satpam.


"Sudahlah mungkin karena angin atau karena orang iseng kan, jangan berpikir negatif dulu" ucap Topan yang merasa sangat was was namun tak mau keluarganya merasa cemas karena kejadian itu.


"Tapi Topan lihat ada batu besar disini" ucap Lynda.


"Mah sudah, biar pak satpam yang jaga di sini, ya kan pak".


"Baik Den" ucap pak Satpam.


"Ayo kita ke kamar lagi, gak akan terjadi apa apa kok tidak ada yang akan mencelakai kita" ucap Topan berusaha baik baik saja.


Semua orang yang berada disana langsung kembali ke ruang tamu, mereka belum sadar kalau Sarah tidak ada disana, bahkan mereka hanya menganggap Sarah sedang berada di kamarnya.


"Baiklah mamah, aku dan Nita akan tidur duluan aku sudah cape banget" ucap Topan yang langsung berjalan menarik Nita.


"Baiklah mamah akan lihat dulu Sarah, mamah takut dia merasa sedih" ucap Lynda.


Nita menganggukan kepalanya dia menyetujui usulan dari mertuanya itu, lagian Nita juga sudah sangat ngantuk dan cape karena seharian tak istirahat dengan benar.


Nita dan Topan sudah masuk kedalam kamarnya, Topan langsung merebahkan tubuhnya di ranjang yang empuk.


Topan merasa dia harus semangat karena besok dia akan mencari bukti untuk kasus Rama.


Sedangkan Lynda yang sedari tadi sudah mengetuk pintu kamar Sarah, namun tetap saja tak ada jawaban dari Sarah, Lynda merasa cemas karena tak dapat jawaban dari Sarah, Lynda takut jika Sarah kenapa napa.


Tokkk


Tokkk


"Sarah buka Sarah" teriak Lynda dari luar.


Tokk


"Sarah" teriak Lynda lagi.


Tetap saja tak ada jawaban dari Sarah Lynda merasa sangat cemas dan bingung sekali, Lynda takut kalau Sarah melakukan hal hal aneh yang tak terpikir oleh Lynda.


"Topan.... Nita..... " teriak Lynda.


bersambung..


***alhamdulilah sudah episode ke 100, terima kasih yang sudah setia membaca karya saya.


saya sangat berterima kasih pada kalian yang sudah mendukung karya pertama Author ini.


jangan lupa like comen dan votenya ya biar Author semangat up nya.


salam manis Author***

__ADS_1


__ADS_2