Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 32


__ADS_3

"Auww sakit mas" erangan Nita.


Topan dengan ganasnya mencumbui Nita yang sekarang masih masa masanya Nifas.


"Kau yang bilangkan kalau aku berbuat sesuatu dengan Sarah, maka ucapanmu akan berbalik lagi pada dirimu Nita" ucap Topan dengan keadaan tidak sadar.


Saat itu tak ada siapa pun di rumah, bahkan Rayhan pun di ajak main oleh mamah Lynda keluar rumah untuk berbelanja.


Walau pun setelah kejadian Sarah tadi, tapi tetap saja mamah Lynda masih marah dengan Topan, tetapi mau bagaimana lagi perlengkapan dapur sudah habis dan mamah Lynda terpaksa membelinya dengan bi Iyem, dengan membawa Rayhan sekalian karena mamah Lynda tau kalau menantunya itu sedang tidak baik baik saja.


Topan mengakhiri perbuatannya pada Nita, dia berbaring di sebelah Nita.


Dengan sekuat tenaga Nita berdiri dan memakai lagi celananya yang sempat terbuka karena Topan.


Nita berlari ke arah luar kamar,


Namun pintunya di kunci dan kuncinya tak ada, Nita mencari cari kuncinya namun tak menemukannya.


Karena putus asa Nita mendudukan dirinya di lantai, dia merasa sakit di bagian intimnya mungkin karena perbuatan Topan barusan.


Nita menangis sejadi jadinya meratapi nasibnya yang begitu pahit ini.


Nita duduk bersandar pada dinding kamarnya, menenggelamkan kepalanya pada kedua tangannya.


Lama Nita menangis, Akhirnya Topan sadar juga, dia melihat istrinya yang sedang menangis di lantai.


Dengan rasa pusing yang masih terasa di kepalanya, Topan berjalan mendekati Nita.


"Nit" ucapnya.


Topan berjalan sempoyongan ke arah Nita dengan sekuat tenaga dia menghampiri Nita.


"Kamu kenapa Nita" tanya Topan yang masih lemas.


"Kamu tanya aku kenapa? Kamu sendiri yang melakukannya" bentak Nita.


"Aku melakukan apa Nita" tanya Topan berusaha mengingat apa saja yang dia lakukan tadi.


Bukannya ingat malah semakin membuat Kepalanya pusing.


"Pikir saja sendiri mas" ketus Nita.


Topan tak tau apa yang di perbuatnya sehingga Nita menjadi sangat sedih seperti itu.


"Maaf Nita tapi mas gak tau apa yang mas lakukan" sahut Topan bersungguh sungguh.


"Sudahlah lupakan saja" sahut Nita dingin.


"Buka kuncinya mungkin mamah sudah pulang" sahut Nita lagi.


Topan mencari cari kunci yang tadi sempat dia lempar,


"Ketemu" gumam Topan.


Topan membuka pintunya.


Nita langsung berlari keluar kamar meninggalkan Topan yang masih berdiri memegang pintu.


Nita langsung memeluk mamah Lynda dan menangis di pelukannya.

__ADS_1


"Kamu kenapa Nita, cerita sama mamah" sahutnya sambil menenangkan Nita.


"Mah mas Topan" gumamnya.


"Topan" sahut mamah Lynda sambil mencari keberadaan putranya.


Topan turun dari tangga kamarnya, mendekat ke arah Nita dan mamah Lynda.


Plakkk...


Satu tamparan mendarat di pipi Topan.


Topan memegang pipinya yang memanas karena tamparan itu.


Mamah Lynda terlihat sangat marah sekali pada putranya itu, dadanya naik turun menahan emosi.


"Beraninya kau menghianati istrimu sendiri, apa aku mengajarimu untuk melakukan itu" sahut mamah Lynda.


"Maksud mamah apa?" tanya Topan yang tak mengerti apa yang di maksud mamahnya itu.


"Masih belum mengerti hah? Kamu yang menjadikan Nita sebagai istri kontrak kamu dan saat dia punya anak, kamu akan tinggalkan dia dan kembali pada Sarah" bentak mamah Lynda.


"Aku gak ngerti apa yang di maksud mamah" sahut Topan lagi.


"Belum mengerti? Hey apa kau tau tadi Sarah datang kesini dan dia sudah bersikap tak sopan padaku, apa wanita yang seperti itu yang mau kamu jadikan ibu pengasuh untuk Rayhan, dasar bodoh, serakah" sahut Mamah Lynda mencaci anaknya sendiri.


Topan merasa terpojok karena ucapan mamahnya itu, dengan tak mengerti Topan berusaha mengingat ingat kejadian yang dia lakukan di luar sana.


Bayangan Topan yang duduk di disko dan menyaksikan kegilaan kedua temannya baru teringat oleh Topan, dia sekarang mengerti kenapa mamahnya bicara seperti itu.


Topan mengingat lagi apa yang di lakukannya setelah minum itu, namun kepalanya malah sakit jika mengingat hal itu.


Topan mendekat ke arah Nita.


"Maafkan mas Nita mas memang salah tapi mas tak mau kehilangan kamu" sahut Topan sambil meraih tangan Nita.


Dengan sigap Nita menepis tangan Topan.


"Mas apa kamu tau aku sudah sangat percaya sama kamu bahkan di setiap perhatian kamu aku merasa akulah satu satunya istrimu, tapi aku salah ternyata perhatian itu hanya rekayasa agar aku bisa melahirkan Rayhan dengan kondisi yang sehat" sahut Nita wajahnya dingin menatap lurus kedepan.


"Maaf" gumam Topan sambil menjatuhkan tubuhnya ke lantai.


"Tapi benar Nita, aku sudah tak punya hubungan apa pun dengan Sarah" ucapnya.


"Benarkah? Lantas kenapa Sarah datang kesini dan tau kalau kamu sedang ada di tempat terlarang itu hah" sahut Nita dengan nada sedikit tinggi.


"aku disana cuman dengan kevin dan gilang tidak dengan Sarah" ucapnya membela dirinya yang tak bersalah.


"Lantas wanita yang seksi itu siapa?" tanya Nita semakin membuat dadanya sesak karena mengingat Video di ponsel Sarah tadi.


Topan hanya diam tak bisa menjawab, karena memang benar di disko sana Topan memang bersama Wanita walau pun tak melakukan apa apa namun tetap saja, itu salah.


"Diamkan? Hanya diam? Berarti benar mas kamu melakukan itu" sahutnya sambil tersenyum kecut.


"Jika memang kamu sudah tak mau bersamaku, aku ikhlas mas aku serahkan Rayhan untukmu dan aku akan pergi sejauh mungkin sampai tak akan bertemu lagi denganmu dan dengan Rayhan, jaga anak kita mas tolong jangan biarkan Sarah mengurus Rayhan aku tak rela jika anakku harus di asuh oleh wanita sepertinya" sahut Nita.


Tes


Tes..

__ADS_1


Air mata Nita jatuh, Nita tak bisa lagi menyembunyikan sakit hatinya, Nita kuat kalau harus berpisah dengan Topan tetapi bagaimana Nita kuat kalau harus berpisah dengan anaknya, anak yang selama 9 bulan dia nanti nantikan kehadirannya.


Nita meletakkan Rayhan ke kasur bayi,


Nita mencium Rayhan yang sedang tertidur pulas, air mata Nita tak henti hentinya keluar.


Nita berlari ke dalam kamarnya, dia mengemas semua pakaian yang ada di lemari dan memasukannya pada koper berwarna hitam yang cukup besar itu.


Saat selesai berkemas Nita teringat akan perhatian Topan, bayang bayang kasih sayang Topan terus saja berputar putar di otaknya.


"Apa aku sudah jatuh cinta pada mas Topan sehingga untuk melupakannya pun susah sekali" batin Nita.


*


"Hentikan Nita Topan kau mau kehilangan Nita" sahut mamah Lynda.


Topan tak menjawab ucapan mamahnya, Topan berdiri dan berlari ke arah kamarnya dimana Nita berada.


Topan menemukan Nita yang sedang menangis sambil memeluk Foto pernikahan mereka.


"Nita maafin mas, sumpah Nit mas tak ada hubungan dengan Sarah jika kamu gak percaya mas punya kok buktinya" sahut Topan mencegah Nita untuk tidak pergi.


"Tidak mas perjanjian kontrak kita sudah selesaikan jadi apa lagi yang harus aku pertahankan" sahut Nita ketus menahan air matanya supaya tak jatuh lagi.


Topan mencari cari kertas perjanjian itu, dia mengacak acak berkasnya yang berada di atas meja namun tak menemukan juga, dia membuka lemarinya dan untungnya dia menemukan suratnya.


"Surat inikan yang memaksamu untuk pergi" sahut Topan sambil membuka lembaran pada surat itu.


Nita tak menjawabnya, dia hanya memalingkan wajahnya dari hadapan Topan.


"Baik" sahut Topan.


Topan merobek surat itu hingga menjadi kecil kecil.


Nita langsung terkejut melihat apa yang Topan lakukan.


"Sekarang kamu adalah istri sahku Nita, dan aku menjadi suami sah mu" sahut Topan.


"Tapi mas ..." ucap Nita terhenti karena Topan meletakkan telunjuknya tepat di bibir Nita.


"Sudah diam Nita jangan bicara lagi, aku sangat mencintaimu sekarang aku sudah menjadikanmu istri sahku, lantas apa lagi yang akan kita debatkan lagi" sahut Topan.


Dengan rasa haru Nita langsung memeluk Topan erat, dan Topan membalas pelukan Nita.


"Jangan nangis lagi aku gak mau kamu stres Nita" ucap Topan.


Nita merasa nyaman berada di pelukan Topan, bahkan dia enggan untuk melepaskannya.


"Maafin mas ya Nita, karena mas sudah melarikan masalah ini pada minuman keras, tapi mas janji tak akan mengulanginya lagi dan soal wanita itu mas tak tau Nita mereka wanita bayarannya Kevin dan Gilang" sahut Topan lagi.


Nita mengangguk mengiyakan ucapan suaminya itu.


"Lantas bagaimana dengan Sarah mas" tanya Nita dengan penuh selidik.


"Kamu jangan khawatir jika dia bicara yang tak masuk akal lagi biar mas yang memberikan pelajarannya" sahut Topan.


‌"Ternyata benar kata orang, seorang lelaki akan bucin pada wanita yang sangat dia cintai"


__ADS_1


__ADS_2