Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 111


__ADS_3

Anjasmara terus saja memberontak tapi para polisi memborgol tangannya supaya tak melawan, hingga cukup lama Anjasmara di bawa ke dalam sel.


Sarah yang melihat itu langsung menemui Anjasmara yang sudah berada di dalam sel kantor polisi, Sarah ingin mengingatkan Anjasmara untuk bertaubat karena dia pasti akan di penjara seumur hidup.


"Siang tuan Anjasmara" ucap Sarah.


Anjasmara yang sedang duduk bersandar pada tempok pun langsung bangkit dan mendekati Sarah.


"Ini semua gara gara Rama awas saja aku tak akan pernah memaafkan Suamimu itu" geram Anjasmara.


"Ayah seharusnya kau tobat lihat dirimu bahkan kau sudah masuk penjara dan apa kamu tau berapa taun hukuman atas kasus yang sudah kau perbuat itu hampir seumur hidup dan aku yakin kalau usiamu tak akan sampai" ucap Sarah.


"Beraninya kau, dasar anak durhaka".


"Aku hanya mengingatkan Ayah".


"Simpan saja peringatan mu itu aku tak mau mendengarnya, pergilah dari sini" geram Anjasmara.


"Ingat Ayah usiamu tak akan sampai dengan hukuman itu" ucap Sarah lagi.


"Aku tak bersalah bahkan keputusannya pun belum keluar".


Sarah langsung pergi dari tempat itu tak ingin berlama lama dengan Anjasmara yang sudah salah tapi merasa paling benar, Sarah ingin sekali menemui ibunya Dodit untuk meminta maaf padanya karena sudah salah paham.


Sarah menemui Nita dan Lynda di parkiran kantor polisi, mata Sarah terus saja mencari cari keberadaan ibunya Dodit tapi dia tak menemukannya.


Sedangkan Nita yang melihat Sarah celingak celinguk mencari cari sesuatu langsung bertanya.


"Ada apa Sarah kamu cari siapa" tanya Nita.


"Aku mencari ibunya Dodit Nita apa kau melihatnya" tanya Sarah.


"Aku melihatnya di toilet tadi" ucap Nita.


Sarah langsung berlari kearah toilet seperti yang sudah di beritaukan oleh Nita, Sarah ingin sekali meminta maaf karena sudah bersalah dengan memfitnahnya begitu padahal ibunya Dodit sudah menolongnya.


Benar saja ternyata ibunya Dodit masih berada di toilet dan sedang merapihkan bajunya, Tak menunggu lama lagi Sarah langsung mendekati kearah Ibunya Dodit.


"Ibu tunggu sebentar saya mau ngomong" sahut Sarah.


Ibu Dodit menatap Sarah yang sedang berjalan kearahnya.


"Maafkan saya bu karena sudah berpikir macam macam tentang ibu bahkan tadi saya sempat bicara yang kurang mengenakkan di hati ibu" ucap Sarah.

__ADS_1


"Jangan begitu Non, Nona orang baik semoga saja di pertemukan dengan orang baik lagi" ucap Ibu Dodit.


"Amin terima kasih bu".


" Baiklah ibu pulang dulu ya jaga diri baik baik".


Sarah menatap kepergian ibunya Dodit, Sarah merasa bersalah sekali dengan ucapannya saat tadi yang sampai terkesan menghina ibunya Dodit.


"Aku sudah lancang sekarang, seharusnya aku berpikir dulu sebelum bicara" gumam Sarah menyesali kesalahannya.


Rama masih berada di penjara sedangkan keputusannya akan di tentukan minggu depan, kali ini Sarah bisa merasa lega karena Anjasmara juga sama sama di penjara walau pun hasilnya belum keluar tapi besar harapan Sarah kalau Ayahnya itu harus di penjara.


Sarah pulang bersama keluarga Lynda ke kediaman Lynda yang sudah mau menampung Sarah yang bahkan bukan siapa siapa di keluarga itu.


Mobil Topan masuk kedalam halaman rumah Lynda namun mata Lynda menyipit saat melihat ada mobil yang cukup Asing sedang terparkir di halamannya.


"Siapa dia" tanya Lynda sambil menunjuk lakilaki yang sedang berdiri di dekat mobilnya.


Sarah dan Nita langsung melihat kemana arah tangan Lynda menunjuk.


"Sarah bukankah itu lakilaki yang dulu selalu bersama dengan Ayahmu" ucap Nita.


"Hah, iya Nita itu Hilman kepercayaan Ayah, mau apa dia kesini" ucap Sarah bertanya tanya.


"Temui saja dulu Sarah, siapa tau ada yang penting" ucap Lynda.


Sarah turun dan langsung menemui Hilman yang masih berdiri disana, Sarah merasa malas jika harus menemui anak buah Ayahnya pasalnya mereka semua mampu membunuh orang lain tanpa memikirkan bagaimana nasib keluarganya, sebab itulah Sarah merasa tak suka pada Anak buah Ayahnya.


"Ada apa kau kesini" tanya Sarah ketus.


"aku hanya ingin kau menandatangani surat ini" ucap Hilman dingin.


"Surat apa".


"Surat hak atas kepemilikan perusahaan Rama Wijaya yang dulunya bernama pt Ridho Group".


"Lalu apa urusannya denganku".


"Tuan Anjasmara menghadiahkan ini untukmu, percayalah Ayahmu baik Nona Sarah".


"Buka matamu lebar lebar Man, Ayah itu jahat dia menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu".


"Itu menurut pandanganmu bukan pandanganku".

__ADS_1


" Terserahlah aku malas membahas ini denganmu".


"Tanda tangan dulu setelah itu kau boleh pergi dan aku juga akan pergi".


Sarah mengambil map yang di dalamnya itu ada surat atas kepemilikan perusahaan Rama, Sarah menandatanganinya dan menyerahkan kembali pada Hilman.


" Apa kau tau hadiah itu apa? Ini bukan hadiah namanya karena dulu juga perusahaan itu memang milik mas Rama".


"Milikmu Nona milikmu".


"Pergilah, apa kau tak akan menjenguk tuanmu itu di penjara".


"What".


" Tuan yang kamu banggakan itu sedang berada di penjara dan kau Anj* kesayangannya tak tau" ledek Sarah.


Tanpa aba aba Hilman langsung mengendarai mobilnya dan akan melihat apa benar Anjasmara berada di penjara seperti apa yang Sarah ucapkan barusan.


"Aku harap anak buah Ayah juga segera taubat" gumam Sarah.


-.


Hilman sudah berada di kantor polisi dia mencari cari Anjasmara dan benar saja Anjasmara berada di dalam sel penjara namun naasnya lagi wajah Anjasmara lebam karena di pukuli oleh teman satu selnya.


"Tuan apa yang terjadi padamu" tanya Hilman khawatir.


"Wanita tua itu sudah menghianatiku Hilman".


" kenapa bisa begitu bukannya uang yang tuan berikan sudah banyak".


"Dia lebih memilih menolong Sarah dari pada aku yang sudah memberikan uang setengahnya dari hartaku".


" tenang tuan aku akan membantu mengeluarkanmu".


Rama yang selnya berdekatan dengan Anjasmara pun langsung memandang aneh kearah mertuanya itu, Rama berpikir bagaimana kalau Anjasmara lama di penjara dia pasti akan di siksa setiap hari oleh napi yang lain.


"Walau pun aku juga benci padanya tapi aku tak tega membiarkannya di pukuli" gumam Rama kasihan pada mertuanya.


Hilman mencoba menghubungi pengacara pribadi Anjasmara tapi tak ada jawaban dari pengacara itu, Hilman tak putus asa dia terus mencoba menghubungi pengacara itu.


"Tuan tak ada jawaban".


" Carikan sampai dapat Hilman aku tak mau lama lama mendekam di sini".

__ADS_1


"Baik tuan" Hilman langsung pergi dan mencari pengacara yang hebat untuk masalah Anjasmara ini.


bersambung..


__ADS_2