
Setelah mengkremasi jenazah Rama, para perawat mempersiapkan pemakamannya karena Topan sudah membayar mahal untuk kremasi jenazah Rama.
Semua keluarga sudah berada di pemakaman bahkan Anjasmara juga berada di sana, Sarah sedari kemarin masih saja menangis karena mau bagaimana pun Rama adalah suaminya dan satu satunya orang yang bisa mengerti Sarah.
Karena kematian Rama sampai ke media jadi banyak sekali teman teman Rama yang datang kesana bahkan sedari pagi banyak sekali orang orang yang berdatangan kesana.
Mata Bi Iyem memicing saat melihat sosok lakilaki yang pernah menorehkan luka beberapa tahun lalu, dia sedang berbincang dengan Anjasmara Ayah mertuanya Rama.
Lynda yang menyadari hal itu langsung mendekati Bi Iyem yang sedang berdiri tak jauh darinya, Lynda hanya ingin memastikan kalau Bi Iyem bisa bertemu dengan putranya walau pun dari kejauhan.
"Bi Lihat tuan Fransh ada di sini" ucap Lynda setengah berbisik karena tak mau orang lain menyadarinya.
Sedangkan Nita dan Topan sedang berusaha menenangkan Sarah yang terus terusan menangis karena di tinggalkan oleh suaminya yang baru beberapa bulan ini menjaganya.
"Iya Bu aku berniat untuk menemuinya" ucap Bi Iyem.
"Baiklah kalau kamu mau menemuinya aku akan memantau dari sini takutnya dia berbuat jahat padamu" ucap Lynda.
"Iya Bu"
Bi Iyem menunggu waktu yang pas untuk menemui lakilaki itu bahkan jika di perjelas mungkin status mereka masih suami istri meskipun hanya sah secara Agama.
Fransh terlihat mendekati Sarah dan mengucap bela sungkawa pada Sarah bahkan Bi Iyem pun bisa melihat betapa akrabnya Sarah pada Fransh.
"Apa mereka punya hubungan" tanya Bi Iyem dalam hatinya.
-
"Sarah aku tak sangka ternyata kau adalah istrinya Pak Rama" ucap Fransh.
"Iya pak, terima kasih sudah datang kesini" ucap Sarah.
"Iya maaf ya aku baru sekarang kesini padahal aku teman Rama tapi aku gak tau bagaimana Rama kemarin kemarin" ucap Fransh.
"Iya pak aku gak sangka ternyata kau teman mas Rama" ucap Sarah.
"Baiklah Sarah bapak pulang ya kapan kapan bapak akan mampir ke rumah kamu ya" ucap Fransh.
"Iya pak terima kasih".
Fransh berjalan ke parkiran mobil namun belum juga sampai, tangan Fransh di tarik paksa untuk menjauh dari sana.
Di bawah pohon yang rindang dan jauh dari tempat pemakaman tadi Bi Iyem membawa Fransh kesana.
" siapa anda Nyonya" tanya Fransh bingung saat seorang wanita memakai kerudung hingga menutupi sebagian wajahnya menariknya secara paksa.
Bi Iyem menatap Fransh dengan penuh selidik bahkan Fransh tak mengenali wanita yang sekarang berada di hadapannya.
__ADS_1
"Siapa anda" tanya Fransh lagi.
Bi Iyem membuka kerudung yang sempat menutupi wajahnya, Fransh sangat terkejut melihat wanita yang ada di hadapannya itu, bagimana tak terkejut karena dahulu dia bertemu dengannya dalam keadaan Bi Iyem yang masih muda dan sedikit Hitam.
Tapi sekarang setelah berpuluh puluh tahun tinggal dengan Lynda, Bi Iyem mulai di kenalkan dengan perawatan bahkan Bi Iyem juga jarang keluar rumah jadi wajahnya putih dan bersih bahkan Bi Iyem terlihat awet muda sama dengan Lynda.
"Kau? " ucap Fransh terkejut.
"Iya aku, apa kau masih kenal denganku tuan Fransh" ucap Bi Iyem sedikit angkuh karena dulunya dia tak bisa melawan dan pendiam.
"Mau apa kau kesini" tanya Fransh.
"Aku hanya ingin bertanya padamu" ucap Bi Iyem.
"Tanya apa, cepat waktuku tak banyak" ucapnya sombong.
"Dimana anakku" ucap Bi Iyem sambil menekankan kata anak.
"Aku gak tau" bohong Fransh.
"Kau bohong Fransh".
" anakmu sudah tiada" ucap Fransh.
"Jangan membodohiku aku tau dia sekarang masih hidup bahkan aku pernah melihatnya, dimana dia sekarang" tanya Bi Iyem lagi.
"Sudah aku bilang dia tak ada, dia sudah meninggal" ucap Fransh.
"Di euh di" ucap Fransh terbata bata.
"Sudah ku duga kau berbohong Fransh"
"Aku tanya sekali lagi dimana anakku Fransh" tanya Bi Iyem lagi.
Plakk.
Fransh menampar Bi Iyem dengan keras sehingga membuat Bi Iyem terjatuh ke tanah tapi Bi Iyem tak mau terlihat lemah untuk ke sekian kalinya.
Lynda yang melihat hal itu langsung terkejut dan tak terima Bi Iyem temannya bahkan sudah dia anggap sebagai saudaranya sendiri di sakiti oleh lakilaki yang dulunya pernah menghancurkan hidupnya.
Lynda berinisiatif untuk mendekati mereka tapi Nita lebih dulu menarik tangannya karena mereka akan pulang sekarang, tapi Lynda merasa kasihan pada Bi Iyem.
"Nita mamah akan ke toilet dulu, kamu tunggulah di mobil ya" ucap Lynda berbohong.
"Jangan lama Mah, kasihan Sarah nanti dia nangis lagi" ucap Nita.
"Iya Nita mamah sebentar kok".
__ADS_1
Lynda langsung berlari kearah dimana Bi Iyem dan Fransh berada, namun saat Lynda kesana Lynda melihat kalau Fransh akan menampar lagi Bi Iyem karena dia sudah mengangkat tangannya ke atas.
Namun dengan secepatnya Lynda memegang tangan Fransh dengan kuat karena takut menyakiti lagi Bi Iyem.
Fransh melihat Lynda dan betapa terkejutnya Fransh melihat keberadaan Lynda yang tak lain adalah mantan pacarnya dahulu, bahkan Lynda adalah wanita yang Fransh tinggalkan karena saat itu Fransh akan di jodohkan dengan istrinya yang sekarang.
"Lynda" ucap Fransh kaget karena perubahan Lynda dan Bi Iyem yang sangat drastis.
"Jangan sakiti Bi Iyem" ucap Lynda dengan menekankan nada bicaranya.
"Ada apa kalian" tanya Fransh bingung karena Bi Iyem bisa bersama dengan Lynda.
"Jangan sentuh Bi Iyem dengan tangan kotormu itu" ucap Lynda.
"Lepaskan aku Lynda" ucap Fransh.
Lynda melepaskan pegangannya pada tangan Fransh, kemudian Lynda mendekati Bi Iyem dan memeluk Bi Iyem layaknya saudara sendiri.
"Kamu gak papa" tanya Lynda khawatir.
"Tidak bu saya baik" ucap Bi Iyem.
"Fransh dimana putra Bi Iyem sekarang, kau jahat Fransh sudah memisahkan seorang ibu dari anaknya" ucap Lynda.
"Apa? Apa Iyem tak menceritakan tentang kontrak kita dulu" ucap Fransh.
"Iya aku tau".
"Kalau kamu tau kenapa mau bertemu dengan anakku, kita sudah tak punya urusan lagi aku sudah menebusmu dulu dan anak itu sebagai balasannya" ucap Fransh.
"Tetap saja Fransh kau tak boleh begitu karena Bi Iyem sangat merindukan anaknya" ucap Lynda.
"Apa urusannya denganku" ucap Fransh.
"Tentu ada kau yang sudah memisahkannya dengan putranya".
" tapi aku tak memisahkannya dia yang menandatangani kontraknya" bantah Fransh.
"Kau jahat kau tak punya hati Fransh" umpat Lynda.
"Terserah".
Setelah mengatakan itu Fransh langsung pergi dari sana meninggalkan Lynda dan Bi Iyem yang masih mematung dengan penuh amarah karena tak dapat jawaban dari Fransh.
" dasar sombong awas saja kau Fransh aku akan persatukan Bi Iyem dan putranya dan kau tak bisa melakukan apa apa nantinya" teriak Lynda saat Fransh sudah akan masuk kedalam mobil.
"mamah" ucap seseorang yang mendengar teriakkan Lynda dari arah belakang Lynda dan Bi Iyem.
__ADS_1
Betapa terkejutnya mereka saat melihat siapa yang sudah memanggilnya.
Bersambung...