
Dokter itu masih memperhatikan hasil tespek Nita dengan teliti.
Ternyata hasilnya belum keluar jadi Dokter tak bisa langsung memastikan.
"Tunggu sebentar lagi Bu, hasilnya belum muncul" sahutnya sambil menaruh kembali benda pipih itu kedalam wadah berisi urin.
"Semoga saja hasilnya Positif" batin Topan penuh harap, karena dia sangat menginginkan anak kedua.
Dokter itu mengambil lagi tespek dan melihatnya lagi.
"Hasilnya sudah muncul Bu" sahutnya dengan tersenyum.
"Nona Nita sedang hamil lagi Bu" ucapnya tersenyum menatap wajah mamah Lynda.
"Apa aku hamil" ucap Nita terkejut tak percaya.
Dalam hati Topan sangat senang mendengar kabar ini, apa yang dia inginkan akan dia dapatkan sekarang.
"Alhamdulilah aku jadi nenek lagi" sahut mamah Lynda bahagia sambil memeluk Nita jujur saja ini adalah berita bagus untuknya dan keluarganya.
"Selamat ya Topan kau akan jadi Ayah dari dua anak" sahut mamah Lynda.
"Iya mah".
****
Disisi lain Sarah sedang berjalan mengendap endap untuk pergi dari rumah Rama suaminya.
Besok adalah hari pernikahannya dengan Rafli jadi Sarah harus pikirkan rencana yang sangat bagus untuk besok.
"Syukurlah mas Rama gak bangun" gumam Sarah yang sudah sampai di garasi mobilnya.
Sarah melajukan mobilnya untuk segera sampai di rumah Ayahnya, Sarah sudah janji bertemu dengan Rafli dan Meyra di dekat rumah Ayahnya.
"Semoga saja mereka tak menunggu lama" gumam Sarah lagi.
-
Mobil Sarah terparkir di garasi rumah Ayahnya itu, seperti biasa Sarah akan di bukakan pintu oleh penjaga dirumah itu.
"Nona tuan besar sudah menunggu anda" sahut penjaga itu.
"Biar aku yang menemui Ayah" ucap Sarah ketus.
Sarah masuk kedalam rumah, ternyata rumahnya sudah di dekorasi sangat bagus dan makanan yang sudah tertata rapi di pojokan dekat tempat kursi untuk para tamu.
Sarah merasa terharu karena itu, dia tak menyangka kalau Ayahnya akan membuat pernikahannya sangat luar biasa.
Tess..
Air mata Sarah menetes karena sangat terharu melihat perjuangan Ayahnya yang berusaha membahagiakannya.
Namun secepatnya Sarah mengusap air matanya, karena rasa terharu itu masih kalah dengan rasa benci Sarah yang telah ditelantarkan oleh Ayahnya.
"Akhirnya kau datang juga Sarah" ucap Pak Anjasmara Ayahnya Sarah.
"Aku ke kamar dulu, Aku sangat lelah" ketus Sarah.
Sarah langsung berjalan kearah halaman belakang rumah Ayahnya yang sudah di tentukan untuk janjian dengan Rafli dan pacarnya.
Sarah keluar lewat pintu belakang.
"Untung saja tak ada pelayan disini" gumam Sarah.
Sarah sudah sampai di halaman belakang.
Ternyata benar disana sudah ada Rafli dan Meyra yang menunggu Sarah disana.
__ADS_1
"Maaf aku terlambat" ucap Sarah.
"Gimana rencananya Nona" tanya Meyra yang sudah cemas memikirkan besok.
"Jadi begini Raf, kau pulanglah dan besok datang kesini dengan keluargamu biar Meyra menjadi urusanku" ucap Sarah.
"Kau tak bohongkan Sarah" ucap Rafli penuh selidik takut Sarah berbuat jahat pada Meyra pacarnya.
"Kau meragukanku Rafli, aku akan menjaga pacarmu aku tak akan jahat padanya" ucap Sarah.
Rafli dan Meyra berpelukan.
Sarah yang melihat itu langsung membuang mukanya karena malu.
"Aku pergi ya, jaga pacarku baik baik Sarah" ucap Rafli sambil berjalan pergi.
"Ikutlah ke kamarku Mey aku akan ceritakan rencananya dikamar" sahut Sarah.
Mereka berdua mengendap endap masuk kedalam rumah, Sarah akan membawa Meyra kedalam kamarnya dan akan menjelaskan rencananya.
"Duduklah disana mey, aku akan ambilkan air minum untukmu kau pasti kehausan karena menungguku lama" sahut Sarah sambil mengambil air minum kemasan yang berada di depan kamarnya.
"Minumlah" sahut Sarah sambil menyodorkan botol minum.
Sarah duduk didekat Meyra.
"Apa aku boleh bertanya dulu padamu Mey" tanya Sarah.
"Tanyakan saja Nona, jika aku bisa menjawabnya aku akan jawab" sahut Meyra.
"Dimana orang tuamu?" tanya Sarah.
Meyra berpikir sejenak.
"Nona apa kau percaya padaku,".
"aku tak punya orang tua, aku adalah gadis dari panti asuhan aku bekerja disana mengurus anak panti, aku tak tau orang tuaku seperti apa Nona yang aku dengar dari ibu panti dulunya aku dibuang oleh ayahku dan aku tak tau wajahnya, aku tak tau ibuku seperti apa" jelas Meyra sambil meneteskan air mata.
"Maaf jika perkataanku menyinggung perasaanmu Mey" ucap Sarah sambil memegang pundak Meyra.
"Tidak Nona" ucap Meyra.
"Mey apa orang tua Rafli tau tentang kamu" tanya Sarah lagi.
Meyra menggelengkan kepalanya,
"Aku pernah dikenalkan dengan ibunya saja Nona dia merestui hubungan kami namun Papahnya menolak keras dia mau menjodohkan Rafli dengan Anda Nona" ucap Meyra.
"Oh baiklah aku akan menyatukan hubungan kalian" sahut Sarah bersemangat karena akam menyatukan pasangan yang hampir berpisah karena restu.
"Terima kasih Nona, aku akan sangat berterima kasih padamu, aku berhutang budi padamu" sahut Meyra.
"Tidak aku yang berterima kasih Mey, karena kalau tak ada kamu aku akan terjerat oleh pernikahan palsu ini" ucap Sarah.
Mereka berdua tersenyum senang, akhirnya setelah lama Sarah melihat lagi cinta yang pernah dia rasakan dulu.
-
Sarah berjalan kearah kamar Ayahnya yang berada tak jauh dari kamarnya.
Tokk..
Tok..
Sarah mengetuk pintu kamar Ayahnya.
"Sebentar" teriak Ayahnya dari dalam kamar.
__ADS_1
Klek..
Pintu terbuka.
"Sarah kau disini nak" tanyanya.
"Iya Ayah aku mau bicara sebentar" ucap Sarah.
"Masuklah Sarah, bicara di dalam saja" sahut Ayahnya sambil mempersilahkan Sarah masuk.
Sarah masuk kedalam kamarnya, Sarah terkejut melihat wanita wanita bayaran yang berada di kamar Ayahnya.
"Ayah kau masih menyimpan wanita wanita itu" gerutu Sarah.
"Ini hidup Ayah sayang, kamu jangan marah ya, Ayah hanya ingin merasakan belaian dari seorang wanita" sahutnya.
"Jika ingin mendapat belaian dari wanita menikahlah Ayah kau butuh seorang istri" ucap Sarah kesal.
Sarah langsung meninggalkan kamar Ayahnya, karena Sarah sudah kepalang kesal jadi dia lupa tentang apa yang akan dia bicarakan tadi.
"Gak jadi mau bicaranya Sayang" sahut pak Anjasmara dari dalam kamar.
"Ck" decak Sarah kesal sambil masuk kembali ke dalam kamarnya.
Drtt.. Drttt....
Ponsel Sarah berbunyi.
"Maaf Nona tadi saya gak sengaja lihat ponsel Nona yang berbunyi dari tadi" Sahut Meyra yang melihat kedatangan Sarah.
"Iya gak papa Mey" ucap Sarah.
Sarah langsung membawa ponselnya sedikit menjauh dari Meyra,
"Mas Rama sudah aku duga dia pasti kebangun dan mencari aku" gumam Sarah.
["Hallo mas Ada apa?"] tanya Sarah.
["Kamu dimana Sarah malam malam begini keluyuran terus"] ucap Rama Marah.
["Aku di rumah Ayah mas, jangan khawatirkan aku sebaiknya kau kembali tidur besok kau harus kerjakan"] sungut Sarah.
["Ck kau ini pulang Sarah..."] ucap Rama terhenti karena Sarah memutuskan sambungan telponnya sepihak.
-
"Dasar wanita memang siapa dia bisa seenaknya melakukan sesuatu tanpa ijin dariku, awas saja kau Sarah besok akan aku susul kau ke rumah Ayahmu itu biarkan Ayahmu tau kalau kita suami istri" gerutu Rama yang kesal dengan kelakuan istrinya itu.
Rama berjalan kearah ruang tamu disana sudah ada anak buahnya yang sedang tertidur pulas di Sofa.
Brakkk..
"Bagus.. aku membayar kalian untuk kerja bukan untuk tidur" ucap Rama sambil menggebrak meja.
Kedua anak buahnya itu langsung bangun karena kaget.
"Bangun dan cari tau dimana rumah Anjasmara Ayahnya Sarah" titah Rama.
"Maaf tuan kenapa gak tanya langsung pada Nona Sarah" ucap salah satu anak buahnya yang merasa heran karena Rama tak tau rumah mertuanya sendiri.
"Bertanya pada Sarah hah? Kalau Sarah ada di rumah sudah aku tanyakan hal itu padanya, tapi Sarah tak ada di rumah Bod*h dan itu semua karena kesalahan kalian yang lalai saat bekerja" bentak Rama.
Kedua anak buah itu langsung berlari keluar meninggalkan Rama yang masih menahan amarahnya.
bersambung...
***jangan lupa like comen dan vote ya...
__ADS_1
salam manis Author***..