
Di kediaman Lynda.
Anjasmara menyuruh anak buahnya untuk membawa Sarah dan Asih keluar dari rumah tanpa melepaskan dotongan pistol pada kepalanya, semua orang tak bisa melakukan apa apa karena takutnya Anjasmara menyuruh anak buahnya untuk menembak Sarah atau Asih.
"Mau apa kau pak Anjasmara" bentak Topan.
"Aku mau apa? Aku hanya mau ambil cucu ku saja" ucap Anjasmara.
"Kau gak bisa begitu, itu anak Sarah kau tak berhak mengambilnya tanpa persetujuan dari Sarah" ucap Topan.
Dorr..
Satu peluru di lepaskan oleh Anjasmara untung saja tak mengenai orang rumah karena Anjasmara mengarahkan pistolnya ke atas.
Topan, Lynda dan Bi Iyem mundur satu langkah karena takut kalau Anjasmara melakukan hal yang tidak tidak.
"Bawa mereka" titah Anjasmara ada kedua anak buahnya.
Namun saat Anjasmara hendak membawa Sarah pergi datanglah Hilman dan langsung membawa Sarah agar menjauh dari Anjasmara, dengan beraninya Hilman mendekati Anjasmara dan kedua anak buahnya.
"Lepaskan calon istriku, dan silahkan pergi dari sini" ucap Hilman marah.
"Calon istri? Dia putriku dan cucuku Hilman" ucap Anjasmara.
"Dan sekarang mereka tanggung jawabku".
Anjasmara geram dengan perbuatan Hilman yang sudah menghalanginya membawa Sarah dan cucunya, Anjasmara menodongkan pistol pada Hilman dan..
Dorrr..
Hilman terkena peluru dari pistol Anjasmara dan tepat mengenai dadanya, namun karena Hilman sudah merasa terbiasa akibat dahulu dia juga sering terkena peluru.
Sarah dan semua orang ada di sana terkejut melihat peluru yang mengenai tepat di dada Hilman, namun Hilman sangat kuat dia tak merasa sakit sedikit pun.
Hilman tersenyum sinis dengan keadaan dadanya yang berdarah, Hilman langsung memukul anak buah Anjasmara dengan tangannya sendiri bahkan sampai anak buah Anjasmara terkapar lemah di tanah.
" pergi dari sini atau aku buat kau bangkrut tuan Anjasmara" ucap Hilman tegas.
"Beraninya kau Hilman" geram Anjasmara.
"Tak peduli tuan aku tau semua harta kau dan aku mudah untuk mengambilnya darimu" ucap Hilman mengancam.
"Aku tak takut dengan ancamanmu Hilman lihat saja aku tak akan merestui pernikahanmu" ucap Anjasmara sambil pergi dari hadapan keluarga Lynda.
"Ya ampun Hilman kau berdarah" ucap Sarah melihat dada Hilman yang sekarang berdarah.
"Sudahlah hanya luka biasa" ucap Hilman.
"Kita ke rumah sakit sekarang" ucap Sarah cemas.
"Tidak, tidak usah aku bisa mengeluarkan peluru ini sendiri" ucap Hilman.
__ADS_1
"Hilman ini bukan luka biasa aku akan antar kau ke rumah sakit" ucap Topan.
"Jangan Topan tak perlu aku punya alatnya di dalam mobilku" ucap Hilman sambil membawa kotak P3K yang ada di dalam mobilnya.
**
Hari hari berlalu dengan sangat cepat bahkan Hilman sudah menyiapkan semua acara pernikahannya di Hotel Delima miliknya yang berada di kota itu.
Bahkan Hilman juga sudah menyebar undangan kepada semua orang yang kenal dengan Sarah, namun satu hal yang harus Hilman selesaikan yaitu membuat Anjasmara datang kesana dan tak membuat kekacauan.
"Tuan apa kita ancam saja calon mertua anda" ucap anak buah Hilman yang sekarang sedang berada di Hotel bersama Hilman.
"Jangan dia punya banyak anak buah kalau kita ancam otomatis dia akan semakin berontak dan semakin menjadi jadi" jelas Hilman.
"Lalu apa yang harus kita lakukan" tanya anak buahnya.
"Aku punya rencana yang pas untuk hal itu" ucap Hilman.
Dengan cepat Hilman pergi dari sana untuk menghadiri pertemuan dengan klien yang baru karena perusahaan Hilman sedang naik daun jadi banyak sekali perusahaan lain yang minta bergabung dengan Hilman.
Tak di pungkiri Anjasmara juga ikut serta dalam hal itu karena dengan bergabung bersama perusahaan Argantara Group maka keuntungan bagi perusahaan lain juga akan sangat banyak.
Hilman sudah dapat kabar itu dari anak buahnya kalau Anjasmara juga ada disana tapi sayangnya semua orang belum tau kalau sekarang perusahaan itu di pegang oleh Hilman.
Yang mereka tau adalah perusahaan itu milik Pak Boy Argantara dan karena pak Boy sudah meninggal yang mereka tau kalau perusahaan itu di pegang oleh anaknya, tapi semua orang tak tau siapa anaknya pak Boy Argantara.
Hilman berjalan ke ruangan Meeting tempat dimana para Ceo perusahaan lain sudah menunggunya karena sudah tak sabar dengan kerja sama itu.
Orang orang sempat berfikir kalau Tristan adalah putra dari Boy Argantara karena penampilan Tristan yang selalu rapih maka orang orang menganggapnya sebagai seorang Ceo.
"Saya akan perkenalkan pada kalian semua Ceo dari perusahaan ini yang akan menentukan siapa saja yang layak ikut bergabung dengan Argantara Group" ucap Tristan.
"Apa bukannya anda Ceo nya" tanya seseorang yang sedang duduk.
"Bukan tuan saya asistennya" jawab Tristan.
Tak banyak orang orang di sana yang merasa terkejut karena yang mereka tau perusahaan itu di pegang oleh anak Boy Argantara yang masih muda dan Tristan juga terlihat sangat muda.
"Dan ini tuan saya, silahkan masuk tuan" ucap Boy menunjuk sopan pada arah pintu.
Pintu pun di buka dan menampakan Hilman yang sedang di dampingi oleh kedua bodyguard yang selalu setiap berada di sampingnya.
Wajah tampan Hilman dan kharismatik yang dia pancarkan membuat semua orang yang ada di ruangan itu langsung terpaku melihat sempurnanya ciptaan tuhan yang sedang mereka lihat itu.
Terkecuali dengan Anjasmara dia merasa benci melihat wajah Hilman yang sekarang sedang berada di hadapannya.
"Apa dia sekarang jadi bodyguard" gumam Anjasmara.
Namun Anjasmara terkejut saat mendengar kalau Tristan memperkenalkan Hilman.
"Perkenalkan dia tuan saya namanya Hilman Argantara dan dialah Ceo di perusahaan ini" ucap Tristan.
__ADS_1
Semua orang terpukau tapi tidak dengan Anjasmara yang merasa terkejut dengan apa yang di ucapkan Tristan itu.
"Yang benar saja tuan" sahut Anjasmara.
Hening..
Semua orang langsung melihat kearah Anjasmara yang sekarang sedang angkat bicara, sedangkan Hilman menarik sudut bibirnya.
"Apa saya salah tuan" tanya Tristan.
Anjasmara yang sedang di tatap oleh orang satu ruangan pun langsung menggelengkan kepalanya.
"Maaf tuan aku salah bicara" ucap Anjasmara.
"Perkenalkan nama saya Hilman saya putra tunggal Boy Argantara dan Delima Argantara, maaf perkenalan tadi kurang sopan, Saya terlambat hampir lima menit maafkan saya" ucap Hilman membuka percakapan.
"Tuan Hilman apa anda sudah menikah" tanya seorang wanita dari perusahaan lain.
"Belum Nyonya, tapi saya akan menikah dan saya mengundang kalian semua untuk datang ke acara pernikahan saya yang di adakan di Hotel Delima" ucap Hilman sambil menyodorkan undangan.
"Wah selamat ya".
" baiklah kita kembali ke inti pertemuan ini, apa saya bisa melihat berkas yang akan kalian ajukan" tanya Hilman.
"Silahkan tuan" serempak.
"Tristan tolong kumpulkan" titah Hilman.
"Semua keuntungan dan yang lainnya sudah Asisten saya sampaikan dan apa kalian masih merasa kurang puas dengan perjanjian ini" tanya Hilman.
"Tuan saya kurang puas dengan hasil yang akan kita dapatkan" ucap seorang lakilaki.
"Kurang puas? Apa keuntungan 30 persen masih kurang cukup" tanya Hilman.
"Kurang tuan".
" baiklah 40 persen keuntungan yang akan kalian dapatkan" ucap Hilman.
Semua orang semakin semangat karena keuntungan mereka akan imbang dengan keuntungan perusahaan Argantara Group begitu juga Anjasmara yang sangat ingin sekali memenangkannya.
"aku akan pastikan Hilman memilihku karena aku adalah calon mertuanya" batin Anjasmara.
"Tapi maafkan saya, hanya ada satu perusahaan yang akan bergabung dengan perusahaan kami" ucap Hilman yang membuat semua orang terdiam.
"Saya mengucapkan terima kasih karena sudah datang jauh jauh kemari untuk bergabung dengan perusahaan kami, saya sangat menghargai hal itu tapi sesuai dengan prosedur perusahaan saya hanya memilih satu di antara kalian" ucap Hilman.
"Baiklah saya harus pergi sekarang jika masih ada yang akan kalian bicarakan, bicarakanlah pada Tristan biar dia yang memberi taukannya pada saya" ucap Hilman.
*Bersambung..
jangan lupa like comen nya ya*..
__ADS_1