
"Mas nama apa yang akan kau berikan pada bayi kita ini" tanya Nita.
"Terserah kamu saja Nita" ucap Topan.
"Tapi mas aku kan mau mendengar nama apa yang kamu mau untuk anak kita ini" ucap Nita.
"Bagaimana kalau Alice" usul Topan.
Nita menggeleng kan kepalanya.
"Jangan mas mananya seperti orang timur" ucap Nita.
"Kalau Anjel" tanya Topan.
"Tidak".
"Triska".
" tidak".
"Finka".
" tidak mas".
"Lalu apa terserah kau saja Nita mas gak tau, dulu kan Rayhan mas yang kasih nama sekarang kamu" ucap Topan sudah terlanjur pusing soal nama anaknya.
"Bagaimana kalau Aziya" ucap Nita.
"Bagus udah nama itu saja" ucap Topan.
"Lalu kepanjangannya apa mas" tanya Nita.
"Aziya Yunita Wijaya bagaimana" usul Topan.
"Wah bagus mas udah itu aja" ucap Nita senang karena sekarang anaknya sudah punya nama.
"Sayang nama kamu sekarang Aziya ya, kamu senang sayang" tanya Nita pada bayinya yang sedang tertidur pulas.
-#-#-#-
Hari demi hari telah berlalu minggu telah berganti minggu sampai lah sekarang dimana Sarah sudah melahirkan seorang putri yang cantik namun wajahnya mirip dengan Rama Ayah kandungnya.
Dengan setia Hilman menemani Sarah yang sudah melahirkan bahkan Hilman juga yang mengadzani anak Sarah dengan khusyu dan benar, malahan sedari tadi Hilman tak henti hentinya menatap wajah anak angkatnya itu.
"Sarah dia cantik namun hanya matanya saja yang mirip denganmu yang lainnya mirip dengan Ayahnya" ucap Hilman.
"Iya Hilman".
" syukurlah karena suamimu dulu meninggalkan kenangannya pada anak ini, jadi kamu gak merasa kehilangan karena bayangannya ada di anak ini" ucap Hilman.
"Hilman apa kau benar akan menikahiku" tanya Sarah secara tiba tiba.
"Maksud kamu" tanya Hilman heran.
"Iya sekarang sudah mulai habis masa iddahku, anakku membutuhkan Ayah sepertimu" ucap Sarah memberanikan diri.
"Sarah apa kau tau, aku merasa sampai sekarang kau tak pernah mencintaiku" ucap Hilman.
"Kau tau dari mana" tanya Sarah kaget.
"Aku tau Sarah, matamu, bibirmu, juga hatimu mengatakan hal yang berbeda" ucap Hilman dengan menarik nafas berat.
__ADS_1
"Matamu menggambarkan kalau kau masih belum bisa mencintaiku, meski pun bibir mu mengatakan kalau kau mau menikah denganku tapi hatimu menolaknya, Sarah aku tak mau memaksamu hanya karena rasa cintaku ini" ucap Hilman panjang lebar.
"Tapi anakku butuh sosok kamu Hilman" ucap Sarah.
"Aku bisa menyanyangi anakmu tanpa ikatan pernikahan Sarah" ucap Hilman.
"Aku gak bisa Hilman" ucap Sarah.
"Lantas kau mau apa" tanya Hilman.
"Maukah kau menikah denganku Hilman aku akan mengajukan kontrak untuk pernikahan ini bagaimana" tanya Sarah.
"Kontrak apa" tanya Hilman.
"Aku akan berusaha mencintaimu dan melayanimu saat aku menikah denganku tapi aku mohon sayangi anakku dan jangan sampai dia merasa kalau dia tak punya seorang Ayah" ucap Sarah.
"Baiklah aku terima tapi bagaimana kalau kau tak cinta padaku" tanya Hilman.
"Aku akan berusaha mencintaimu".
"Hahahaha Sarah aku akan menyayangi anakmu dengan tulus tanpa kontrak kontrak yang kau ajukan itu Sarah" ucap Hilman sambil tertawa terbahak bahak.
"Tapi Hilman aku serius" ucap Sarah.
"Baiklah apa keuntungan yang aku dapat" tanya Hilman.
"Kau itungan Hilman" tanya Sarah sedih karena dia berfikir kalau Hilman minta keuntungan dari pernikahan kontrak yang Sarah ajukan itu.
"Sarah aku juga manusia aku juga butuh keuntungan di balik pengorbanan" ucap Hilman.
"Baik kalau begitu aku akan menyerahkan hidupku untukmu, apa pun yang kau inginkan aku akan turuti" tanya Sarah.
"Hahaha Sarah aku hanya bercanda kau serius sekali, tanpa kau minta pun aku akan turuti Sarah baiklah aku akan menikah denganmu anggap saja aku suami kontrakmu" ucap Hilman.
Setelah menandatangai persyaratan yang Sarah ajukan Hilman akan melamar Sarah pada Ayahnya yang tak lain adalah Anjasmara, Hilman mengikuti keinginan Sarah padahal tanpa di minta pun Hilman akan menyanyangi anak Sarah seperti putrinya sendiri.
Dalam hati Hilman sudah berjanji kalau akan membuat Sarah jatuh cinta padanya walau pun terasa mustahil baginya karena cinta Sarah sudah berlabuh pada Rama yang sekarang sudah tenang berada di alam sana.
"Aku janji Sarah akan membuatmu jatuh cinta walau pun itu sangat susah bagiku" gumam Hilman.
Tak lama setelah itu datanglah keluarga Lynda kesana untuk menjenguk Sarah yang katanya sudah melahirkan, padahal dari pagi Sarah baik saja saat Hilman mengajaknya makan di cafe.
Tetapi tiba tiba perut Sarah mulas dan berkontraksi hingga dengan cepat Hilman membawa Sarah ke rumah sakit tanpa menunggu keluarga Lynda terlebih dahulu dan Hilman lupa memberi tau Lynda kalau Sarah sudah melahirkan.
"Hilman kau tak mengabari aku kalau Sarah akan melahirkan" ucap Lynda kesal.
"Maaf tante aku lupa karena aku gugup saat itu" ucap Hilman.
"Baiklah aku maafkan, dimana Sarah dan bayinya" tanya Lynda.
"Ada di dalam tante, silahkan masuk saja".
" dan kau mau kemana Hilman" tanya Nita.
"Aku akan menemui Ayahnya Sarah" ucap Hilman.
Nita menautkan alisnya tak mengerti dengan apa yang di ucapkan Hilman barusan, tapi Nita tak terlalu memikirkannya karena dia sangat ingin bertemu dengan bayi Sarah yang baru saja lahir.
"Sarah selamat ya, maaf aku tak menemani kamu lahiran" ucap Nita langsung memeluk Sarah yang masih duduk di ranjang.
"Maaf Nita aku lupa mengabarimu dan Hilman juga lupa karena dia merasa gugup" ucap Sarah.
__ADS_1
"Iya tak apa, tapi aku dengar kalau Hilman akan bertemu Ayahmu mau apa dia? Apa dia akan memberi tau kabar ini pada Ayahmu? Tapi kenapa tak di telpon saja" tanya Nita bertubi tubi.
"Aku gak tau" ucap Sarah, tapi dalam hatinya Sarah menggerutu pada Hilman karena laki laki itu sangat nekad.
"Kenapa gak besok aja sih Hilman, kau membuat aku malu" batin Sarah.
"Baiklah dimana keponakan ku yang baru lahir itu" tanya Nita mencari cari bayi Sarah.
"Dia di sana Aunty" ucap Sarah sambil menunjuk troli yang berada tak jauh dari tempat Sarah.
"Aku tak lihat" ucap Nita.
Nita melihat bayi Sarah dengan senang, bahkan Sarah sangat senang saat tau kalau anak Sarah perempuan jadi anaknya ada teman main nantinya.
"Anakmu cantik Sarah sama sepertimu" ucap Nita.
"Nita bayi kalian berdua cantik, mamah yakin kalau sudah besar nanti mereka bisa berteman dengan baik" ucap Lynda.
"Amin" serempak.
"Sarah kapan kamu akan pulang" tanya Lynda.
"Aku belum tau tante tapi kayanya Dokter sudah beri ijin kok" ucap Sarah.
"Sekarang saja kita pulang dan jangan lupa kabari Hilman takut dia mencari kamu ke sini" ucap Lynda sedikit meledek Sarah.
"Ehemm ada yang mau nikah kayanya" ledek Nita.
"Apaan sih" ucap Sarah malu.
-
Di kediaman Anjasmara.
Hilman sudah memberi tau kalau dia akan menikahi Sarah dalam waktu dekat pada Anjasmara sekalian juga Hilman meminta restu pada Anjasmara tapi lagi lagi Hilman harus mendapatkan hinaan dari mantan majikannya itu.
"Apa tujuanmu menikahi Sarah" tanya Anjasmara ketus.
"Aku sangat mencintai Sarah".
" aku harap kau tak lupa di mana posisimu Hilman".
"Aku tak lupa dan aku sadar jelas".
" syukurlah kalau kamu tau batasanmu Hilman karena aku yakin masih banyak laki laki kaya yang akan mau menerima Sarah sebagai istrinya" ucap Anjasmara.
"Tapi bukan aku yang mengajak Sarah menikah tapi putrimu itulah yang mengajak aku menikah" ucap Hilman karena sudah habis kesabarannya jika bicara dengan Anjasmara.
"Wow kamu hebat memutar balikan Fakta Hilman, sampai kapan pun aku tak akan merestui hubungan mu ini".
" ada atau tidaknya restumu itu tergantung dirimu yang terpenting aku akan menikah dengan Sarah" kekeuh Hilman.
"Jika Sarah menikah denganmu apa jadinya putriku itu, menikah dengan Pria dingin dan kaku bahkan aku sangat sedih jika membayangkan cucuku nantinya akan mendapatkan Ayah sambung yang dingin kaku dan miskin" ucap Anjasmara merendahkan Hilman.
Hilman hendak pergi dari rumah itu.
"Tinggalkan Sarah aku tak mau dia mengalami susahnya hidup hanya karena menikah dengan Pria miskin yang tak bisa kerja" ucap Anjasmara merendahkan lagi Hilman.
"Kita buktikan saja Tuan, ucapan mu yang benar atau perlakuanku yang benar" ketus Hilman.
"Breng*sek" umpat Anjasmara.
__ADS_1
mohon maaf di part ini Author banyakin skip..
Supaya ceritanya gak ngebosenin..