
"Cepat bersiap kita akan beli baju sekarang" sahut paman Rama yang sudah berdiri rapih memakai jas hitam.
Pria yang di taksir berusia 40 tahunan itu sekarang sudah resmi menjadi suami dari Sarah yang di taksir berusia 23 tahunan dengan usia yang terpaut jauh mereka seperti ayah dan anak.
Namun karena perawakan paman Rama yang gagah dan awet muda jadi membuatnya seperti pria yang berkarismatik dan berwibawa.
"Aku gak punya baju paman" rengek Sarah.
"Di dalam lemari ada paper bag warna ping di dalamnya ada baju pakailah baju itu" sahutnya.
Sarah mengambil baju yang di perintahkan paman Rama, Sarah membuka paper bag itu dan isinya sebuah dress selutut berwarna navy blue.
"Ini beneran buat aku paman" tanya Sarah.
"Iya aku sengaja membelikannya untukmu" sahut paman Rama yang sedang duduk di sofa dan pandangannya menatap ke arah laptop.
"Baiklah aku sudah siap ayo kita berangkat paman" sahut Sarah.
"Panggil aku mas Sarah jangan paman lagi" sahut Paman Rama yang merasa Risih mendengar panggilan paman.
"Mas" gumam Sarah.
"Baiklah ayo kita berangkat" sahut Rama.
Sarah mengikuti suaminya yang masuk kedalam mobil.
"Toko mana yang akan kamu singgahi" tanya Rama.
"Aku mau ke mall saja paman" jawab Sarah matanya berbinar karena sudah hampir satu bulan dia tak pernah belanja ke mall.
"Mas bukan paman" ketus Rama.
"Maaf" gumam Sarah.
Sepertinya Sarah sudah mulai luluh dengan Rama, entah dia cinta atau hanya karna dimanjakan oleh hartanya Rama, dia jadi bersikap sedikit manis pada Rama suami barunya itu.
"Ayo turun biar aku temani kedalam" sahut Rama saat mobil sudah terparkir di depan Mall.
Mereka berdua masuk kedalam Mall dengan bergandengan tangan Sarah langsung menuju ke toko yang berjajaran Dress bagus disana.
Rama memilih baju lingrie untuk Sarah, dia memilih lingrie warna merah maroon untuk istrinya itu.
Otak Rama membayangkan Sarah memakainya dan dia melayaninya dengan adegan yang panas.
"Mas lihat ini bagus gak" tanya Sarah pada Rama yang sedang membayangkan pikiran kotor.
"Bagus ambil saja" ketusnya karena Sarah telah membuyarkan lamunan tentang adegan yang terus berputar di otaknya.
__ADS_1
Drttt Drttt..
Rama meraih ponsel yang sedari tadi berdering dalam saku celananya.
[Hallo dengan pak Rama] sahut seseorang di sebrang sana.
[Iya saya sendiri] timbalnya.
[Apa bapak bisa datang ke perusahaan Darma Sudrajat untuk melakukan presentasi] ujarnya.
[Baik saya akan kesana dengan segera] sahutnya. Yang langsung mematikan sambungan telpon di ponselnya.
Rama berjalan mendekati Sarah yang masih memilih Dress.
"Sudah" tanyanya.
"Belum mas aku masih melihat lihat" jawabnya.
"Baiklah mas harus pergi sekarang, ini Atm dan dompet mas kamu pegang saja, silahkan kamu beli sesuka hatimu" sahut Rama sambil menyodorkan dompet coklat yang tebal dengan uang.
"Makasih" sahut Sarah.
"Kamu bisa kan pulang sendiri naik taksi" ucap Rama.
"Bisa kok".
***
Jadi Topan tidak mau menyia nyiakan waktu kebersamaan ini.
" bagaimana bi sudah siap" sahut mamah Lynda yang sedang menyiapkan penyambutan untuk keluarga besannya.
"Sudah nyonya makanannya sudah siap semua" jawab Bi Iyem.
"Bagus".
Mamah Lynda berjalan ke kamar Menantunya itu dia ingin melihat apa cucunya sudah mandi atau belum.
"Nita apa Rayhan sudah siap" tanya Mamah Lynda sambil masuk kedalam kamar menantunya.
"Sudah mah" jawab Nita.
"Kamu juga bersiap ya biar Rayhan mamah yang Asuh".
" iya Mah".
Mamah Lynda menggendong cucunya dan turun ke bawah.
__ADS_1
Rayhan sangat anteng jika di gendong oleh mamah Lynda karena mungkin mamah Lynda yang sangat menginginkan cucu jadi dia sangat telaten saat mengurusi cucunya itu.
Sebuah mobil bak terbuka terparkir di halaman rumah Topan.
Mamah Lynda yang menyadari itu langsung keluar rumah dan mempersilahkan keluarga besannya untuk masuk kedalam rumahnya.
"Selamat datang pak bu" sahut mamah Lynda yang melihat keluarga Nita turun dari mobil.
"Terima kasih bu sudah menyambut kami" ucap pak Robi bapaknya Nita.
"Silahkan masuk bu pak" sahut Mamah Lynda sambil mempersilahkan mereka untuk masuk kedalam rumah.
Keluarga Nita yang berkunjung berjumlah 6 orang, ada ibu bapak Nita, adik Nita dan paman bibinya dan satu lagi supirnya.
"Silahkan di nikmati hidangannya pak bu" ucap mamah Lynda.
"Apa boleh saya menggendong cucu saya Nyonya" tanya ibu Nita yang sedikit memohon.
"Silahkan saja bu, Rayhan juga kan cucu ibu juga jadi ibu berhak atasnya" jawab mamah Lynda.
Topan dan Nita pun turun dari kamarnya menuju ruang tamu yang sudah ramai oleh keluarga Nita.
Nita langsung berlari berhambur kepelukan ibunya, saking rindunya Nita dia sampai lupa kalau ibunya itu sedang menggendong Rayhan.
Topan yang melihat adegan itu hanya tersenyum kecil saja, Topan bahagia karena melihat sang istri seperti baru menemukan kembali kehidupan yang sudah lama hilang.
"Ibu sehat" tanya Nita.
"Sehat Nduk kami semua sehat" jawab bapak Robi.
Nita melihat Puput adiknya yang sekarang sudah sangat besar,
Nita langsung memeluk Puput sambil meneteskan air mata.
"Bagaimana sekolah kamu dek" tanya Nita sambil melepas pelukannya.
"Baik kak, aku sudah lulus Smp kak" jawabnya.
Nita merasa bahagia karena bisa menemui keluarganya lagi.
Sebaik apa pun keluarga suaminya tetap saja seorang perempuan akan merasa rindu pada keluarga yang menemaninya dari kecilnya, yang mengurusnya hingga dia tumbuh dewasa.
bersambung...
bagaimana kelanjutan cerita Sarah dan Rama, apa mereka akan saling jatuh cinta? dan bagaimana pula kelanjutan Nita yang sedang bahagia karena bertemu dengan keluarganya?
tunggu jawabannya di episode selanjutnya ya..
__ADS_1
***jangan lupa like comen dan vote ya..
salam sayang Author***..