Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 142


__ADS_3

"Arka" pekik Puput.


Arka pun tak kalah terkejutnya saat melihat perubahan Puput yang sangat Derastis, tetapi hatinya merasakan luka yang dahulu pernah Puput berikan padanya.


"Kau kenal dengan tuan Arka" bisik Wini.


"Tentu" bisik Puput.


"Bisa saya lihat berkasnya" ucap Arka dingin dan ketus.


Mau tidak mau Puput pun memberikan berkas yang sudah dia persiapkan sejak kemarin, Detak jantung Puput berdetak sangat kencang apa lagi saat di tatap oleh Arka yang menatapnya entah dengan perasaan apa.


"Apa yang membuatmu sangat percaya diri bisa di terima di sini" tanya Arka masih dengan ekspresi dingin dan ketus.


"Teman saya berprestasi di kampusnya dulu tuan" ucap Wini menyela Puput yang hendak bicara.


"Tapi di sini tertulis jelas kalau temanmu itu pernah telat kuliah setengah tahun, kemana dia setengah tahun itu" tanya Arka.


"Aku melakukan pengobatan" jawab Puput.


"Oh jadi kau pernah sakit" tanya Arka yang seakan akan tak tau masa lalu Puput padahal dia lah yang paling tau semuanya.


Puput seketika merasa emosi karena Arka seolah olah meremehkannya.


"Tuan jika memang kau tak mau menerima ku di sini maka tak apa, aku juga tak butuh pekerjaan yang dimana Bos ku tak percaya padaku" ucap Puput emosi sambil hendak meninggalkan ruangan itu.


"Tunggu" bentak Arka.


Langkah kaki Puput terpaksa berhenti karena Puput baru saja mendengar kalau Arka membentaknya lagi setelah beberapa tahun yang lalu.


"Kau di terima sekarang kau boleh bekerja" ucap Arka.


"Terima kasih tuan, maafkan sikap teman saya yang tadi tuan" ucap Wini sambil menundukan kepalanya.


"Dan tugas kamu ajari dia sopan santun, soal pekerjaan biar aku yang ajari dia" ucap Arka tanpa ekspresi.


"Baik Tuan".


Wini membawa Puput keluar dari ruangan itu karena tak mau Puput semakin keterlaluan dengan tuannya itu apa lagi Wini sudah mengenal Arka yang jika ada yang membantahnya maka Arka tak akan segan segan memecatnya.


"Put ayolah jaga sikap mu" ucap Wini saat mereka sudah berada di luar ruangan Arka.


"Win kenapa tak bilang kalau Ceo nya itu Arka, kalau saja aku tau tak akan aku datang kesini" ucap Puput marah.


"Sudahlah yang penting sekarang kan kamu sudah dapat kerja dan posisimu juga tinggi Put" ucap Wini.


Tetap saja Puput merasa marah pada sikap Arka yang seolah olah tak tau itu.


"Sudah lah selamat bekerja ya, maaf aku harus kembali" ucap Wini sambil meninggalkan Puput sendirian.

__ADS_1


"Aku harus apa sekarang" gumam Puput.


Tak lama seorang wanita datang menemui Puput yang sedang berdiri sendirian di sana.


"Kamu Puput" tanya wanita itu.


"Ya saya Puput".


" kamu di panggil oleh tuan Arka" ucap wanita itu.


"Saya kesana sekarang" ucap Puput sambil berjalan ke rungan Arka.


Tokkk


Tokk.


Puput mengetuk pintu ruangan Arka.


"Masuk" ucap Arka.


Puput masuk kedalam, dia mendapatkan tatapan tajam dari Arka.


"Anda memanggil saya tuan" tanya Puput.


"Kamu pikir apa" ketus Arka.


Puput mengepalkan tangannya sungguh dia tak habis pikir pada sikap Arka yang sekarang menjadi ketus dan menyebalkan itu, membuat Puput tak tahan lama lama di dekatnya.


"Baik tuan" ucap Puput yang langsung mendekat pada Arka untuk mengambil laptop Arka yang ada di hadapannya.


Namun jantung Arka berdetak kencang saat Puput mendekatinya bahkan posisi mereka sangat dekat saat ini, karena tak tahan dengan posisi mereka yang sangat dekat Arka mendorong Puput dengan keras.


Brugghh..


"Awws" Puput merintih kesakitan karena terjatuh ke lantai dengan cukup keras.


"Ck kau sangat lemah Puput" ucap Arka berdecak kesal.


Arka membantu Puput untuk berdiri, Arka mendudukan Puput di kursi kebesarannya yang bahkan belum pernah di duduki oleh siapa pun selain Arka.


"Mana yang sakit" tanya Arka.


"Gak usah so peduli, kalau kau emang gak suka kenapa kamu terima aku di sini" protes Puput sambil meringis kesakitan karena pantatnya terbentur ke lantai.


"Jangan terlalu percaya diri, bukannya kita gak saling mengenal" ucap Arka.


"Lupakan saja" ucap Puput.


"Selesaikan pekerjaan mu aku akan pulang dulu mengambil berkas yang tertinggal di rumah" ucap Arka ketus dan langsung pergi dari sana.

__ADS_1


Di dalam lif Arka menyesali perbuatannya karena sudah mendorong Puput, apa lagi tadi dia menyakiti wanita yang sangat dia tunggu tunggu kehadirannya.


"Kenapa takdir mempertemukan aku dengan Puput, padahal kita sudah beberapa tahun yang lalu tak ketemu dan kenapa dia harus melamar pekerjaan di sini, Fyuhhh aku akui memang nilai nya sangat bagus tapi kenapa harus bekerja di sini" gerutu Arka.


Sedangkan Puput dia menyelesaikan pekerjaanya dengan teliti karena tak mau kalau Arka akan menyakitinya lagi, apa lagi dengan sikap Arka yang sekarang menjadi dingin dan ketus padanya.


"Kau sangat kasar Arka, awas saja aku akan membuatmu minta maaf padaku karena kesalahan mu ini" ucap Puput.


Setelah pekerjaan nya selesai Puput mengambil ponselnya untuk menghubungi Nita mengabarkan kalau dia sudah keterima kerja di sebuah perusahaan yang cukup besar di kota itu.


[Hallo kak, coba tebak aku punya kabar bahagia apa sekarang] ucap Puput saat sambungan telponnya sudah tersambung.


[Apa beri tau kakak] ucap Nita.


[Aku keterima kerja kak, di perusahaan yang kemarin aku beri tau pada kakak].


[Wah selamat ya].


[Ya kak, oh ya aku mau kerja lagi sekarang].


[Ya kerja yang bener ya]


[Ya kak].


Setelah mematikan sambungan telponya, Puput duduk di Sofa yang ada di ruangan itu sambil menunggu kedatangan Arka yang sudah sangat lama pergi dari sana.


Tak terasa selama Puput menunggu Puput tertidur di atas Sofa itu hingga datanglah Arka kesana dan melihat Puput sedang tidur pulas di jam kerjanya.


Mata Arka menatap pada wajah Puput yang sedang tertidur pulas entah kenapa rasanya damai jika melihat Puput yang sedang tidur pulas, apa lagi wajah Puput yang sekarang sangat berubah derastis.


Namun mata Puput terbuka dan menangkap wajah tampan Arka yang tak jauh dari wajahnya, Puput terkejut melihat hal itu.


"Aaaa.. Kau mau apa jangan dekati aku Arka" ucap Puput berteriak takut.


"Diam, kau mengganggu telinga ku" ucap Arka meninggalkan Puput dan langsung duduk kembali di kursi kebesarannya.


"Maafkan aku karena tertidur" ucap Puput.


"Hanya kali ini saja besok besok jangan".


" siap tuan".


"Buatkan aku kopi, ingat jangan terlalu manis dan jangan terlalu pait" titah Arka.


"Tuan bukannya ini tugas ob di sini" protes Puput.


"Kamu asisten saya Puput, terserah saya mau kasih kamu pekerjaan apa" ketus Arka.


"Maaf tuan, saya buatkan sekarang" ucap Puput.

__ADS_1


Mau tak mau Puput pun membuatkan kopi untuk Arka walau pun Puput tak tau selera Arka seperti apa karena dahulu Arka tak mengonsumsi kopi.


__ADS_2