Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 54


__ADS_3

Rama pulang dengan keadaan kacau, tadinya dia ingin sekali menemui Anjasmara yang sudah berbuat kejam padanya.


Tetapi tak ada gunanya juga Anjasmara pasti tak ada di rumahnya.


Drttt Drtt...


Ponsel Rama berbunyi.


["Hallo"] sahut Rama pada penelpon.


["Gimana Rama masih mau mendekati putriku"] ucap Anjasmara di sebrang sana.


["Hey Anjasmara kau curang dengan melakukan ini padaku"] ucap Rama marah namun berusaha untuk tenang di hadapan Anjasmara.


["Jauhi putriku atau bisnismu akan lebih parah dari ini"] ancam Anjasmara.


["Lakukan apa yang kamu mau, aku tak peduli"] ketus Rama.


Anjasmara mematikan sambungan telponnya sepihak,


"Lihat saja Anjasmara akan aku balas perbuatanmu dengan membuat Sarah menderita, dan tentu saja aku tak akan memberi tau Sarah tentang rencanaku ini" gumam Rama tersenyum menyeringai.


Rama tak sejahat itu, hanya saja dia sedang di landa emosi karena perbuatan Anjasmara yang sudah berani menggagalkan bisnisnya.


Rama masuk kedalam rumah dengan raut wajah tenang seperti tak terjadi apa apa padanya dan pada perusahaannya, dalam hati Rama merasa tak tega jika harus menyakiti Sarah namun hanya ini lah satu satunya cara agar Anjasmara merasakan apa yang Rama rasakan.


"Tumben jam segini sudah pulang mas" tanya Sarah yang sedang asik membaca buku.


"Iya Sayang aku mau ambil cuti untuk beberapa hari ini, aku ingin menghabiskan waktu bersamamu" jawab Rama sambil membuka jas yang sedari tadi melekat pada tubuhnya.


"Benarkah, bukannya kau sedang banyak pekerjaan" sahut Sarah senang karena bisa menghabiskan waktu bersama dengan suaminya itu.


"Hanya demi kamu aku rela ambil cuti Sayang" ucap Rama berbohong.


"Terima kasih mas" sahut Sarah sambil memeluk tubuh kekar Rama.


Tangan Rama mengusap usap lembut rambut Sarah yang terurai, sedangkan tangan Sarah masih mendekap erat tubuh Rama yang sangat Sarah sukai itu.


"Baiklah kau mau apa sekarang?" tanya Rama pada Sarah yang sedang dilanda bahagia.


"Aku mau makan cake bersamamu" sahut Sarah dengan wajah memelas.

__ADS_1


"Baiklah segera bersiap kita akan pergi sekarang" ucap Rama.


-


Sarah dan Rama sudah berada di toko Cake yang Sarah sukai, mereka memakan Cake coklat bersama, mereka tampak seperti keluarga bahagia.


Padahal dalam hati Rama dia ingin langsung menyakiti Sarah agar Anjasmara merasakan apa yang Rama rasakan.


"Makasih mas sudah mengajak aku kesini" sahut Sarah tersenyum.


"Kamu senang" tanya Rama.


"Tentu senang mas" jawab Sarah.


Karena di toko itu tak banyak pengunjung jadi Sarah dan Rama merasa bebas untuk memilih posisi duduk.


Sarah duduk di pojokan dengan Rama.


Rama mendekat kearah Sarah, Rama memeluk Sarah erat.


Dalam hatinya dia sangat merasa menyesal kalau harus membawa Sarah pada masalahnya saat ini.


Namun hanya Sarahlah yang akan membantunya melawan Ayahnya sendiri.


"Maaf untuk apa mas" tanya Sarah yang masih nyaman dalam dekapan Rama.


"Maaf untuk semua kesalahanku Sarah, maaf karena aku belum bisa membahagiakanmu" jawab Rama sambil meneteskan Air mata.


Sejak dulu Rama memang sudah jatuh cinta pada Sarah namun dia tak pernah mengungkapkan perasaannya itu karena Rama sadar kalau Sarah belum jatuh cinta padanya.


Rama mengambil kotak kecil berwarna merah dari dalam sakunya, Rama membuka kotak itu dan langsung menyodorkannya pada Sarah.


Sarah merasa senang atas hadiah pemberian dari Rama, isinya adalah cincin berlian yang sangat bagus dan cocok jika berada di jari Sarah yang memiliki kulit putih.


"Mas ini buat aku" ucap Sarah matanya berembun karena terharu melihat ketulusan Rama saat memberikan Cincin itu.


"Hadiah buat kamu, maaf aku baru kasih hadiah sekarang" ucap Rama.


Sarah sangat terharu pada sikap Rama yang manis itu, Sarah merasa kalau Rama pun sudah mulai jatuh cinta padanya.


****

__ADS_1


Di kediaman Lynda House.


Puput sedang memikirkan rencana untuk membuat Nita merasa sedih.


"Semoga saja rencanaku ini berhasil" gumam Puput.


Setiap hari Puput selalu pulang ke rumah kakaknya itu Puput hanya ingin merasakan kemewahan dari rumah kakaknya itu, Puput di layani dengan sangat baik oleh keluarga kakaknya itu.


Karena respon baik itu Puput merasa bahwa dirinya memang pantas untuk mendapatkan hak itu karena Puput tak mendapatkan kemewahan itu saat Puput tinggal dengan orang tuanya di kampung.


Puput keluar dari kamarnya dia berjalan kearah dapur yang sedang tak banyak orang disana hanya ada bi Iyem dan supir pribadi Topan.


Puput mengambil gelas dan menyeduh teh hangat dengan memberinya sedikit gula untuk memaniskan Tehnya itu.


Puput menyeruput sedikit demi sedikit teh yang ada di gelas itu.


"Hidup seperti inilah yang sangat aku inginkan aku harus tinggal selamanya disini" batin Puput.


Nita berjalan kearah dapur sambil menggendong Rayhan yang sedang anteng berada di dalam gendongannya.


"Aduh Non jangan ngangkat yang berat berat nanti Non kenapa kenapa" sahut Bi Iyem sambil mengambil alih menggendong Rayhan.


"Bibi aku gak kenapa kenapa kok cuman gendong Rayhan doang" sahut Nita.


"Kalau lagi hamil gak boleh angkat yang berat berat Non" ucap Bi Iyem.


Puput seketika tersentak kaget karena mendengar ucapan Bi Iyem barusan.


"Apa kakak sedang hamil lagi" tanya Puput penasaran pada ucapan bi Iyem barusan.


"Iya Put kakak sedang hamil lagi" jawab Nita.


Tersirat di kepala Puput untuk membuat rencananya berhasil dengan sangat mulus dan tak akan ada orang yang sadar kalau itu semua adalah perbuatan Puput.


"Wah selamat ya kak, akhirnya Rayhan akan punya adik di usia yang masih sangat kecil dan aku akan punya ponakan lagi" ucap Puput senang karena bisa melancarkan rencananya.


bersambung....


***maaf ya ceritanya rada ngaler ngidul Authornya lagi sakit jadi gak bisa Fokus nulis..


jangan lupa like comen dan votenya ya biar Author semangat lagi nulisnya..

__ADS_1


salam manis Author***...


__ADS_2