Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 94


__ADS_3

Tak terasa hari sudah mulai petang sedangkan Topan masih berada di kantornya dan tertidur pulas.


Suara ponselnya berdering membangunkan Topan yang masih berbaring di Sofa, Topan langsung membuka matanya yang masih sangat berat untuk di buka.


Dengan terpaksa Topan membuka matanya dan melihat siapa yang sudah menelponnya, Topan terkejut bukan main saat melihat keberadaannya yang masih berada di kantornya.


"Ya ampun aku ketiduran, udah jam 7 malam" ucap Topan sambil menepuk pelan keningnya.


Topan segera mengambil ponselnya dan langsung mengendarai mobilnya menuju rumah karena dia baru sadar kalau saat dia pergi tadi dia sedang bertengkar dengan Nita.


"Aku harap kemarahan Nita segera hilang" gumam Topan.


**


Sedangkan Nita sedang duduk bersama Sarah di kamarnya, Sarah ingin menenangkan Nita karena pertengkarannya tadi.


"Nita maaf" ucap Sarah.


"Maaf untuk apa".


" maaf karena aku dan mas Rama keluarga kalian sampai berantakan begini" ucap Sarah.


Nita menggelengkan kepala.


"Tidak Sarah bukan karena kalian tapi salah aku juga, karena aku terlalu khawatir dengan penyakit Puput" keluh Nita.


"Nita maafkan aku" ucap Sarah.


"Sudahlah Sarah, saat mas Topan pulang nanti aku akan meminta maaf padanya".


" itu bagus Nita jangan buat Topan terlalu lama marah".


"Menurutmu apa aku harus memasukan Puput ke psikiater" tanya Nita.


"Tergantung Nit, kalau kamu memang Puput ingin cepat sembuh kamu harus melakukannya, tapi kalau kau mau terus Puput begitu ya.. Aku gak bisa jamin" ucap Sarah.


"Aku tau Sarah Arka memang tak bisa membantu Puput tapi aku ingin Puput sembuh dengan sendirinya".


"Nita jika memang kita tak bisa, kenapa gak pakai jasa orang lain saja".


" iya baiklah aku akan coba".


"Bagus Nit".


-


Lynda sedang mengasuh Rayhan dia teringat akan Topan yang masih kecil sangat mirip sekali dengan Rayhan yang sangat lucu itu.


"Lihat mas sekarang kita sudah punya cucu bahkan sekarang Nita sedang mengandung lagi, aku senang sekali mas, andai saja kau masih berada di sampingku pasti kebahagiaan ini kamu rasakan juga" batin Lynda sambil memandang foto Arya suaminya.


Lynda memandang Rayhan, dia sangat sayang pada cucunya itu dia berasa kalau Topan masih kecil dan sang suami masih ada di sampingnya.


Namun itu semua sangat mustahil bagi Lynda.


Lynda menggendong Rayhan yang sedang anteng bermain di atas ranjangnya.

__ADS_1


"Sayang kita akan keluar kau belum makan" ucap Lynda pada bayi Rayhan.


Lynda membawa Rayhan kedapur, sedangkan disana sudah ada Nita dan Sarah yang sedang makan malam.


"Mah " ucap Nita.


"Sayang makanlah yang banyak biar bayimu juga sehat, kamu juga Sarah jangan lupa ya" ucap Lynda.


"Baik tante".


" mah biar Rayhan Nita yang asuh, sekarang mamah makan saja" ucap Nita.


"Tidak kau lanjut saja makan biar mamah yang suapi Rayhan" ucap Lynda.


"Tapi mah"


"Sudah Nita kau harus sehat jadi makanlah yang banyak".


" mah maaf karena sering merepotkan" ucap Nita tak enak hati dengan mertuanya itu.


"Tidak sayang mamah senang mengasuh Rayhan dia penurut kok gak merepotkan".


" makasih mah".


Lynda adalah seorang mertua yang baik, dia tak pernah marah pada Nita atas kesalahan Nita, Lynda juga tidak pernah menjelek jelekan Nita di belakangnya.


Lynda adalah tipikal mertua yang baik yang sangat di idam idamkan oleh semua menantu.


"Nita dimana Topan" tanya Lynda sambil menyuapi Rayhan.


"Nita gak tau mah tapi mas Topan pergi".


"Biarkan saja mah".


"Papah kamu nakal Rayhan jangan turuti dia" ucap Lynda mengajak ngobrol Rayhan.


Sedangakan orang yang sedang mereka bicarakan dia sekarang sedang berada di jalanan terjebak macet jalanan ibu kota yang sangat ramai.


Titttt...


Titttt...


Tittt..


Klanson dari setiap mobil terus saja berbunyi sampai sampai membuat jalanan malam yang harusnya sunyi itu menjadi bising dengan suara suara orang yang tak sabaran.


Bahkan sudah hampir satu jam Mobil Topan tak maju maju karena banyaknya mobil yang sedang mengantri disana.


"Malasnya aku kalau di hadapkan dengan keadaan begini" keluh Topan.


Topan mencoba menghidupkan radio yang berada di dalam mobilnya, dia berharap ada hal yang aneh yang bisa membuatnya tak terlalu bosan sampai macetnya selesai.


"Selamat malam pemirsa anda masih..."


"Hayooo siapa yang..."

__ADS_1


"Jangan kemana mana tetap..."


Topan memindah mindahkan siaran radionya tetap saja tak ada yang bisa membuatnya senang atau pun membuatnya penasaran.


"Bosannya" gumam Topan.


Topan menatap ke arah sekitar tak ada yang aneh hanya ada mobil yang sangat berjajaran karena macet, namun ada hal yang mampu membuat matanya melongo.


"Arka dengan wanita lain naik motor" gumam Topan.


Topan melihat Arka sedang membonceng Clara naik motor di malam hari, Topan tak bisa keluar dari mobilnya karena pintu mobilnya tak bisa di buka karena ada mobil yang sangat dekat dengannya.


"Eughhh sial gak bisa keluar lagi" umpat Topan.


Topan terus memandang Arka yang masih berusaha menyalip mobil mobil yang berjejeran, karena Arka memakai motor jadi memudahkannya untuk melaju di tengah tengah ramainya kemacetan.


"Siapa wanita itu" ucap Topan bertanya tanya.


Namun Topan tak terlalu menghiraukannya karena mau bagaimana lagi dia sekarang sedang terjebak macet yang cukup membuat mobilnya terhimpit oleh mobil yang lain.


Satu jam kemudian..


Topan akhirnya bisa pulang dengan selamat walau pun harus mengalami kemacetan yang sangat ramai barusan.


Topan memarkirkan mobilnya di bagasi rumah itu, bahkan Topan pun langsung masuk kedalam rumah karena merasa sangat lelah.


Topan langsung masuk kedalam kamarnya tak ada orang lain yang masih bangun di rumah itu, mungkin semua orang sudah tertidur, pikir Topan.


Namun saat Topan masuk kedalam kamarnya dia terkejut karena melihat Nita masih bangun dan sedang duduk di ranjangnya.


"Dari mana kamu" tanya Nita.


"Aku dari..." ucap Topan terpotong.


"Kenapa gak tidur di luar aja mas".


" kok gitu sih Nit".


Nita tak menggubris ucapan Topan, dia langsung berbaring dan tidur di samping Rayhan yang sudah tertidur pulas.


Topan tak kalah diam dia berusaha menjelaskannya pada Nita.


"Nit maaf mas tadi dari kantor mas kejebak macet" ucap Topan membujuk.


"Jangan berisik mas Rayhan tidur" ucap Nita.


"Maafin mas sayang" bisik Topan.


"Iya sudahlah tidur mas sudah malam".


bersambung...


***sisakan mertua yang baik seperti Lynda untuk semua pembaca yang setia membaca karya Author yang ngaler ngidul ini...


aminnn...

__ADS_1


jangan lupa like comen dan votenya ya...


salam manis Author***


__ADS_2