Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 25


__ADS_3

"Maaf bu apa ada yang bernama Nita di sini" tanya Rio pada ibu warung.


Ibu warung terlihat berpikir, "Nita yang sedang hamil" sahutnya.


Rio mengangguk membetulkan ucapan ibu itu.


"Nita sedang beli keresek tadi di toko depan" jawab ibu itu.


Topan yang mendengarnya langsung berjalan ke arah yang ibu itu maksud.


Nita membeli kantong kresek yang di butuhkan bu Asri untuk membungkus nasi,


Setelah selesai Nita kembali lagi ke warung bu Asri, Namun saat sedang dalam perjalanan dia melihat dua lelaki tak asing berada tak jauh dari hadapannya.


"Mas Topan" gumam Nita.


Nita mundur beberapa langkah, dia membalikan badannya dan berlari sekencang yang dia bisa.


"Pak itu non Nita" ucap Rio.


"Kejar Ri jangan sampai dia kabur" teriak Topan yang melihat Nita berlari.


Dengan langkah terpogoh pogoh Nita berlari menjauhi suaminya.


Walau pun perutnya sakit karena guncangan saat lari tapi Nita tetap memaksa untuk berlari karena dia takut pada Topan.


"Berhenti Nita" teriak Topan dari arah belakang yang masih mengejar Nita.


Nita tak memperdulikan perkataan suaminya, dia terus berlari sekuat tenaga.


Karena ketakutannya yang begitu kuat sehingga menjadikannya egois, sehingga tak mau mendengarkan dulu penjelasan Topan dan tak mau bertanya bagaimana awal mula kisahnya.


Nita berlari tanpa melihat kanan kiri jalanan, tanpa dia sadari dia sudah ada di tengah tengah jalan raya yang sangat padat kendaraan.


Suara klakson menghentikan kaki Nita, sehingga Nita berdiri di tengah jalan Raya.


Wajah Nita panik ada kendaraan yang melaju kencang ke arahnya.


Kakinya seperti beku dan tak bisa di gerakkan.


Brughhhh..


Nita terpental karena tertabrak oleh mobil yang melaju kencang ke arahnya.


"Nitaaaa" teriak Topan histeris karena menyaksikan istrinya tertabrak mobil.


Sekuat tenaga Topan berlari ke arah Nita yang sedang berbaring di jalanan.


Topan duduk bersimpuh lututnya terasa tak kuat menopang tubuhnya lagi.


Topan merangkul Tubuh Nita yang berceceran darah kepalanya mengeluarkan Darah hidung nya pun mengeluarkan darah juga.


"Nita bangun sayang" ucap Topan histeris melihat keadaan istrinya yang terbaring lemah di jalanan.


Tangan Topan menepuk nepuk pipi Nita perlahan, Nita masih sadarkan diri wajahnya menahan rasa sakit akibat tabrakan tadi.


"M- mas b- ba- yi kit..." ucapan Nita terpotong karena Nita langsung tak sadarkan diri.


Orang orang hanya melihat mereka dari pinggir jalan, bahkan pengendara mobil motor pun langsung berhenti melihat ada yang kecelakaan.


"Bangun Nita Sadar Sayang kamu harus kuat" ucap Topan yang lemah dia tak bisa melihat istrinya menderita.


Dengan sekuat tenaga Topan mengangkat tubuh Nita memasukannya ke mobil yang terparkir di pinggir jalan.


"Ke rumah sakit sekarang" perintah Topan pada supirnya.


Topan tak henti hentinya mengeluarkan air mata, dia merasa bersalah karena sudah mengejar Nita.


"Bangun Nita" ucap Topan.


Topan mengecek detak jantung Nita di nadi tangannya masih ada namun sangat lemah.


"Supir cepat bawa mobilnya" bentak Topan.


Mobil melaju cukup kencang menuju rumah sakit terdekat.


Topan menciumi pipi Nita yang sudah terkapar pingsan di pangkuannya, Air mata Topan terus menetes tak henti henti.

__ADS_1


Topan tak memperdulikan darah Nita yang berceceran di mana mana, sampai baju Topan pun penuh dengan darah.


Bau anyir mendominasi mobil mereka tapi Topan tak memperdulikannya, yang dia pikirkan sekarang adalah keselamatan Nita dan bayinya.


"Rumah sakitnya sudah dekat pak" ucap Rio yang membuat Topan langsung memeluk erat istrinya itu.


"Maaf pak tempat parkirnya penuh" ucap Sopir itu.


"Sial" umpat Topan.


Topan menggendong tubuh Nita membawanya keluar dari mobil.


Topan berjalan sedikit cepat walau pun tubuh Nita berat tapi Topan tak menghiraukannya.


"Dokter... Dokter... Tolong" ucap Rio berteriak memanggil dokter.


Perawat yang menjaga disana langsung bergegas membawa blangkar untuk Nita.


Topan membaringkan tubuh Nita di blangkar itu.


Perawat mendorong blangkar memasuki ruangan bertuliskan UGD.


"Maaf pak anda tak boleh masuk" ucap suster yang menghentikan Topan yang hendak masuk dengan Nita.


"Tapi istri saya ada di dalam" ucap Topan lemah.


"Bapak silahkan tunggu di sini biar saya yang menangani istri anda" ucap Dokter yang menutup pintu hingga tertutup rapat.


Tubuh Topan luruh ke lantai, sekarang dia tak bisa berbuat apa apa lagi, nyawa Nita sedang di pertaruhkan.


Topan menyerahkan keselamatan Nita pada Tuhan dan Dokter.


Topan tak henti hentinya menangis bahkan dia tak memperdulikan orang orang yang melihatnya sedang duduk di lantai dan bajunya yang penuh dengan darah.


Rio yang tak bisa menenangkan bosnya itu langsung menelpon mamah Lynda mamahnya Topan.


[Hallo bu apa saya mengganggu ] ucap Rio saat panggilan sudah terhubung.


[Tidak Rio memangnya kenapa] timpal bu Lynda.


[ non Nita kecelakaan bu] ucapnya.


Mamah Lynda langsung mematikan panggilannya, dia merasa kaget dengan kabar tentang menantunya itu.


Dia langsung meraih tas yang berada di atas meja kerjanya, dia langsung naik mobil dan menuju rumah sakit.


Rio yang melihat kemeja bosnya yang penuh dengan darah, dia langsung keluar dan membeli kemeja untuk mengganti pakaian bosnya.


"Pakai ini Bos baju anda kotor" ucap Rio yang membawa kemeja merah dan celana jeans warna hitam.


"Terima kasih Rio" ucap Topan yang langsung mengambil bajunya dan menuju kamar mandi.


Rio duduk menunggu bosnya selesai berganti baju, dia ikut bersedih dengan kejadian yang di alami oleh bosnya itu.


Apa lagi dia sudah menganggap Topan sebagai keluarganya sendiri begitu pula dengan Topan, bahkan mamah Topan pun sudah menganggap Rio sebagai anaknya sendiri.


**


Seorang wanita setengah baya sedang berjalan menelusuri lorong rumah sakit dia merasa khawatir dengan kondisi menantunya.


"Rio dimana Topan" tanyanya yang sudah sampai di ruangan yang dia tuju.


"Ibu.. Topan sedang ganti baju, syukurlah ibu kesini pak Topan sangat sedih saya tak bisa menenangkannya sendirian" jawab Rio pada mamah Lynda.


Topan berjalan dengan langkah yang lambat, kejadian tadi seolah memenuhi pikirannya.


"Topan" sahut mamah Lynda yang melihat Topan dengan kondisi yang memprihatinkan.


"Mah" ucapnya pelan.


Mamah Lynda langsung memeluk putranya itu, sebagai seorang ibu mamah Lynda sangat mengerti bagaimana perasaan anaknya sekarang.


"Mah Nita apa akan selamat" racaunya.


"Iya nak Nita pasti selamat " ucap mamah Lynda menenangkan putra semata wayangnya itu.


Seorang dokter keluar dari ruangan Nita.

__ADS_1


"Maaf apa anda keluarga pasien" tanya dokter itu.


"Iya dok saya ibunya" jawab Mamah Lynda yang langsung mendekat ke arah dokter itu.


Dokter itu menarik napas dalam dalam.


"Jadi begini bu, kondisi pasien semakin lemah dan bayinya tak bisa di temukan detak jantungnya, kemungkinan bayinya meninggal dalam perut pasien dan dengan ijin ibu bapak saya akan mensesar bayinya dan mengoprasi pasien karena ada luka di kepalanya" jelas dokter itu.


Bagai panah yang di tusuk ke jantung Topan, dia mendengar ucapan Dokter dengan tubuh yang bergemetaran.


Dia tak bisa membayangkan jika Nita mendengar kalau bayinya meninggal.


Tangis Topan pecah seketika, dia sangat menginginkan bayi itu namun sebelum bertemu dia malah akan pergi.


"Baik pak saya akan menandatangani suratnya" ucap mamah Lynda.


Dengan sigap dokter itu langsung masuk dan mensesar Nita untuk mengeluarkan bayinya.


Topan menunduk lemah dia tak menyangka kalau akan seperti ini.


"Sabar Nak ini ujian iklaskan nak" ucap mamah Lynda menenangkan putranya.


"Mamah anakku dia.. " ucapan Topan menggantung dia tak mampu melanjutkannya, sungguh saat ini dia merasa kalau dirinya lemah tak berdaya.


"Sabar nak sabar" ucap mamah Lynda dengan air mata yang membasahi pipinya.


Tubuh Topan terjatuh kelantai dia tak kuat menghadapi kenyataan pahit ini.


"Apa kau akan meninggalkan ayah nak" gumamnya.


Topan duduk bersandar di dinding, wajahnya dia tenggelamkan dalam tangannya.


Mamah Lynda membiarkan putranya untuk sendiri dulu.


**


Dokter memulai oprasinya dengan sangat teliti, dia mensesar perut Nita dan akan mengeluarkan bayinya.


Namun dokter di kejutkan dengan keadaan bayi yang masih bergerak di dalam perut Nita.


"Dokter bayinya masih bergerak" ucap salah satu suster yang membantu dokter memulai oprasinya.


Dokter mengeluarkan bayi Nita dengan teliti ternyata benar bayinya masih hidup dan sehat.


Oekk... Ooeekk..


Tangis bayi memecah heningnya ruangan itu, semua orang yang berada di ruangan itu tersenyum haru karena bayi itu bisa selamat.


Topan yang masih duduk langsung berdiri karena mendengar suara tangisan bayi.


Topan mendekat ke arah pintu ruangan itu.


Salah satu suster datang dan memberikan kabar baik itu pada Topan.


"Pak bayi bapak lahir dengan selamat, silahkan bapak masuk untuk melihat keadaan bayinya" ucap suster mempersilahkan Topan masuk.


"Mah" ucap Topan haru sambil melirik mamahnya itu.


Mamah Lynda tersenyum dan menganggukan kepalanya memberi kode agar Topan segera masuk.


Topan masuk dengan bahagia dan terharu.


"Selamat pak bayinya laki laki dan lahir dengan selamat" ucap dokter menjabat tangan Topan.


"Maaf pak atas kabar saya tadi, tapi ini keajaiban dari tuhan, saya baru menangani pasien yang seperti ini " ucap Dokter yang tadi memberikan kabar pada Topan.


Topan terlihat bahagia dia tak henti hentinya memperlihatkan senyumannya.


"Ini pak bayinya tampan " puji suster yang langsung memberikannya pada Topan.


Topan melihat bayinya dengan haru, bayinya sungguh mirip seperti dirinya benar benar mirip.


Topan mencium bayinya dengan bahagia, Topan mengadzankan bayinya.


Author nangis pas nulis cerita part ini😭😭


tunggu kelanjutannya ya, terima kasih yang sudah mampir🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2