
Di rumah yang minimalis dan terlihat sangat sederhana namun entah mengapa hawa di rumah itu sangat panas, apa lagi mengingat keluarga di dalamnya tak pernah akur bahkan selalu saja ada pertengkaran di dalamnya.
"Arga kalau begini terus lebih baik kalian pisah saja" ucap pak Deri sang kepala desa sekaligus Ayahnya Risa.
"Tapi pak saya sudah sangat sayang pada Sofi" ucap Arga.
"Kau memang orang kaya karena itu lah aku tak mengusir mu dari sini walau pun anakku selalu menangis karena ulah ibumu itu" bentak Deri tepat pada wajah Arga yang sekarang sedang bersujud.
"Sudah pak malu sama tetangga" ucap Muni istrinya Deri dan Ibunya Risa.
"Bu tapi dia seenak jidat memperlakukan kita, bahkan kalau kita bandingkan mungkin kita juga lebih kaya dari dia" ucap Deri dengan nada tinggi.
"Sudah pak lagian Risa yang salah" ucap Muni menenangkan.
Sedangkan di kamarnya Risa sedang memandang ke luar jendela, hari sudah malam namun Risa belum bisa melupakan kejadian siang tadi.
"Kalian bertengkar lagi" tanya Clara adiknya Risa yang tak lain adalah mantan Arka namun saat kakak Arka yaitu Arga menikah dengan Risa Clara mulai melupakan Arka walau pun hatinya sangat ingin Arka.
"Aku benci dengan Puput, bisakan kau bantu aku membunuh wanita si*lan itu" ucap Risa pada adiknya.
"Bisa saja, apa lagi mudah sekali menyakiti wanita Psikopat itu" ucap Clara.
"Psikopat" ucap Risa bingung dengan ucapan adiknya itu.
"Oh ya ampun kau tak tau" ucap Clara menepuk jidatnya.
"Puput itu Psikopat kak yang suka membunuh orang gitu" ucapnya lagi.
"Puput Psikopat lalu kenapa di biarkan hidup tenang kenapa gak di penjara saja" ucap Risa.
"Ck kakak tak akan ada yang berani mengganggu dia kau tau Topan Arya Wijaya" tanya Clara yang hanya di balas anggukan kepala oleh Risa.
"Dia kakak iparnya, bahkan Puput juga berobat ke Psikiater hampir 5 tahun" jelas Clara.
"Oh jadi dia sudah sembuh" tanya Risa.
"Sembuh mungkin, tapi tetap saja Puput itu mantan Psikopat" ucap Clara.
"Dari mana kau tau kalau Puput membunuh orang" tanya Risa menatap Clara dengan intens karena takut adiknya itu akan berbohong.
"Ya ampun aku mendengarnya langsung kak, Puput mencekik seorang temannya di kampung" ucap Clara.
"Mati" tanya Risa.
"Tidak".
"Ck Si*l kalau tak mati itu bukan Psikopat Bod*h" ucap Risa kesal.
"Tapi kakak tenang saja aku akan bantu apa mau kakak, katakan kakak mau lakukan apa dengan Puput" tanya Clara.
"Dia sedang mengandung, aku mau kalau kau membuat kandungannya keguguran" ucap Risa tersenyum licik.
"Bagus juga ide mu kak aku akan suruh anak buahku melakukannya" ucap Clara.
__ADS_1
**
Keesokan harinya Puput tetap masuk kerja karena dia merasa kesepian di rumah apa lagi sekarang Luna juga kerja jadi hanya ada pembantu saja di rumah.
"Kau benar akan kerja Put" tanya Luna.
"Ya mah karena kan di rumah juga mau apa tak ada kegiatan, jadi lebih baik aku kerja" ucap Puput.
"Oh tapi ingat ya jangan telat makan dan jangan kecapean" ucap Luna.
"Ya mah, aku berangkat Kasihan Arka menunggu lama di mobil" ucap Puput.
"Ya hati hati di jalan Put" ucap Luna.
Puput masuk kedalam mobil di sana sudah ada Arka yang tengah duduk sambil memainkan ponselnya.
"Put kalau jalan itu hati hati aku tak mau anak kita kenapa kenapa" ucap Arka tapi matanya masih melihat pada layar ponsel.
"Ya Arka bawel" ucap Puput.
"Bawel" ucap Arka menatap Puput sekilas.
"Ayo berangkat sudah siang" ucap Puput.
"Ya bentar ada Klien yang akan ke kantor sekarang tapi mereka gak tau lokasi perusahaan kita" ucap Arka.
"Suruh Galih saja yang mengirim lokasinya Arka, kita harus segera pergi karena kita akan terlambat" ucap Puput.
"Ya aku akan kirim pesan pada Galih" ucap Arka.
"Kau harus mau membantu kami" ucap anak buah Clara sambil menarik kerah baju milik karyawan Arka.
"Ampun tuan lepaskan saya".
" aku akan lepaskan tapi bantu aku" bentaknya.
"Bantu apa tapi janji lepaskan saya tuan".
" kau hanya perlu membuat Puput istri tuan besar mu itu untuk keluar dari perusahaan entah kemana yang penting keluar".
"Mau kalian apa kan Nyonya Puput".
" bukan urusanmu kalau kau mau kau akan bebas sekarang juga".
"Saya mau tuan".
" bagus lakukan tugasmu sekarang".
Arka hanya mengantarkan Puput sampai depan Loby saja karena Klien itu mau bertemu di luar tak jadi ke kantor Arka.
"Kau tunggu lah di dalam ruanganku, aku tak mau kau kecapean" ucap Arka.
"Kau hati hatilah" ucap Puput.
__ADS_1
"Ya Mom" ucap Arka.
Cup
Arka mencium kening Puput, semua karyawan kantor yang ada di sana langsung menatap dua sejoli itu karena ini pemandangan langka yang di lakukan oleh Arka biasanya Arka hanya akan marah dan ketus saja pada semua orang.
Puput melihat Arka pergi, sedangkan Wini dan teman karyawannya yang lain mendekati Puput.
"Ciee yang baru di kasih semangat sama ayang" goda Wini.
"Apaan" ucap puput tersenyum malu malu.
"Udah Put kamu itu memang seorang pawang yang sangat handal".
" pawang apa" tanya Puput.
"Pawang tuan Arka" serempak dengan di iringi dengan gelak tawa.
"Sudah kalian kembali kerja aku juga akan kerja" ucap Puput.
"Siap Bos" ucap Wini sambil kembali ke mejanya masing masing.
Sedangkan Puput masuk kedalam ruangan Arka dia mengecek berkas namun tak ada kerjaan karena semua kerjaan sudah di lakukan oleh Galih.
Datanglah karyawan yang pagi tadi di sekap ke ruangan Puput.
"Selamat pagi Nona, saya mau membicarakan masalah penjualan bulan ini penjualan menurun bahkan banyak sekali pembeli yang komplen pagi ini juga mereka datang kesini Nona karena ingin bicara dengan tuan tapi satpam tak mengijinkan mereka masuk" ucap laki laki itu memulai siasatnya.
"Baiklah aku akan turun ke bawah untuk mengeceknya" ucap Puput.
Namun Galih datang ke ruangan itu.
"Kau mau kemana Nona" tanya Galih.
"Ya ampun mati aku" batin Karyawan itu.
"Pak Galih, ini katanya ada pembeli yang komplen di bawah jadi aku mau kesana" ucap Puput.
"Apa kenapa komplen" tanya Galih.
"Ya tuan orangnya masih di bawah tadi" ucap Karyawan itu.
"Ah mana mungkin gak ada orang yang komplen" ucap Galih.
"Benar tuan tadi ada".
" gak ada yasudah kamu kembali ke meja kamu biarkan Nona Puput istirahat" titah Galih.
"Baik tuan" ucap karyawan itu yang langsung pergi.
"Tapi pak katanya" ucap Puput terpotong.
"Jangan di dengarkan Nona, semua masalah akan aku bereskan kau istirahatlah" ucap Galih.
__ADS_1
"Baik terima kasih" ucap Puput.
Risa jahat sama kaya adiknya, sebelas dua belas..