
Pagi ini Sarah sudah bersiap mandi dan memakai singlet putih untuk di makeup oleh tim MUA yang di pesankan Ayahnya.
Gauh putih cantik dengan penutup wajah yang sedikit tebal bisa membuat rencana Sarah berjalan dengan sempurna.
"Nona riasan seperti apa yang kau inginkan" tanya MUA itu.
"Natural saja mbak" jawab Sarah.
Dengan keahliannya para Mua itu merias Sarah layaknya pengantin sungguhan.
"Cantik" ucap Mua itu.
"Nona silahkan ganti baju sekarang, calon mempelai lelakinya sudah dalam perjalanan" sahut Mua lagi.
"Saya akan ganti baju disini, kalian keluarlah dulu jangan masuk jika aku belum mengijinkan kalian masuk" sahut Sarah.
Kedua Mua itu terpaksa keluar karena permintaan sang pengantin.
Sarah langsung mengunci pintu kamarnya supaya tak ada yang masuk.
Sarah membuka kamar mandi dikamarnya karena sedari tadi Meyra bersembunyi didalamnya.
"Keluarlah Mey aku akan bantu merias wajahmu" ucap Sarah.
Meyra hanya menurut apa yang di ucapkan Sarah padanya, Sarah merias wajah mulus Meyra dengan make up yang natural sama dengannya.
Tubuh Meyra yang ramping dan tinggi hampir saja sama dengan tubuh Sarah, hanya saja bentuk wajah keduanya berbeda dan rambutnya pun sangat berbeda Sarah berambut pendek dan lurus sedangkan Meyra berambut panjang dan sedikit ikal.
"Nona apa tak ada yang merasa curiga pada kita" tanya Meyra yang cemas.
"Kamu tenanglah Mey tak ada yang curiga akan aku buat orang lain tak mengenalimu" sahut Sarah.
Sarah memakaikan gaun putih dengan renda renda ke tubuh Meyra, Sarah juga memasangkan penutup wajah yang sama dengan bentuk cadar itu ke wajah Meyra.
"Sempurna Mey, aku yakin orang orang tak akan mengenalimu" ucap Sarah.
"Terima kasih Nona kau sudah berbuat banyak padaku" ucap Meyra matanya sendu karena terharu.
"Sudahlah Mey aku yang harusnya berterima kasih padamu, apa kau tau Mey? Aku pernah gagal dalam percintaan dan aku tak ingin kau dan Rafli gagal juga dalam pernikahan" sahut Sarah.
"Baiklah kau keluarlah dari sini, aku akan bersembunyi di kamar mandi" ucap Sarah.
***
Rama masih kesal dengan istrinya itu sampai pagi ini dia tak pulang bahkan tak menghubunginya dan ponselnya mati seakan Sarah sengaja melakukan ini.
"Jhoni.." teriak Rama dari dalam kamarnya.
Dengan langkah secepat kilat Jhoni berlari menemui majikannya di kamar.
"Ada yang bisa saya bantu tuan" tanya Jhoni.
"Hubungi gerry dan temannya, tanyakan apa dia sudah mendapatkan info tentang rumah Ayah Sarah" titah Rama dengan nada kesal.
Jhoni mengetik ponselnya mencari nama Jerry disana.
Jhoni memanggilnya.
["Ada apa Jhon"] tanya Jerry di sebrang sana.
__ADS_1
["Apa kalian sudah tau dimana rumah pak Anjasmara Bod*h"] terus Rama.
["Iya tuan sudah, rumahnya dijalan xxxx namun jika kita lihat dari kejauhan sepertinya sedang ada acara di rumah itu tuan"] sahut Jerry.
["Cari tau ada acara apa disana"] titah Rama.
["Sudah tuan"] ucap Jerry ragu takut majikannya itu marah.
["Beri tau aku cepat Jerry ada acara apa disana"] bentak Rama yang sudah naik pitam.
["Ehh anu tuan.. Ehkk.. Non Sarah mau Nikah"]ucap Jerry terbata bata.
"apa sudah aku duga kalau Sarah bermain gila dibelakangku, dasar Sarah wanita durjana" gerutu Rama kesal dengan istrinya sendiri.
"Jhoni siapkan mobil kita lihat Siapa calon suami Sarah" ucap Rama sambil tersenyum licik dan kedua tangannya mengepal erat.
****
Sedangkan Sarah yang masih sembunyi di kamar mandi, dia tak bisa kemana mana karena kedua Mua yang meriasnya tadi masih diam dan duduk duduk di kamarnya.
"Kenapa mereka gak pergi aja sih" gumam Sarah.
Saat ini Sarah hanya memakai singlet hitam dan celana leging yang ketat, baju baju Sarah ada didalam lemarinya sedangkan baju Meyra tadi ada di atas ranjang Sarah.
Dengan terpaksa Sarah keluar dari jendela kamar mandinya dengan menggunakan baju seadanya,
Sarah naik ke jendela namun karena dia berada di lantai dua sehingga Sarah kesulitan untuk turun dari sana.
Kaki Sarah merayap di atas genting rumah Ayahnya, hingga saat kaki Sarah menginjak satu genting yang sudah hancur.
Slettt...
Brughhh....
Sarah terluka di bagian kepalanya karena terkena batu.
Tapi hal itu tak membuat Sarah menyerah, dia harus memperjuangkan cinta Rafli dan Meyra kasihan mereka jika Sarah tak ada pasti mereka akan disangka yang tidak tidak oleh orang orang disana.
"Akhirnya Rafli datang juga" gumam Sarah.
Kepala Sarah terus saja mengeluarkan darah, akibat benturan tadi untung saja Sarah tak mengalami hal yang lebih parah.
Darah Sarah hampir saja menutupi sebelah wajahnya, namun Sarah seakan sudah kebal dia tak menghiraukannya tetapi rasa pusingnya sangat mengganggu penglihatan Sarah.
Sarah mengintip acara itu dari jendela belakang rumahnya,
Namun belum juga Rafli mengucapkan ijab kabulnya sudah ada keributan didalam sana.
Brakkkk..
Bughhhh..
Bughhh..
Anak buah Rama menggebrak meja tamu, dan Rama melayangkan bogem mentahnya tepat di pipi kanan dan kiri Rafli.
"Kenapa dia ada disini" gumam Sarah.
Sarah berjalan masuk dan menyelunduk para tamu yang menghalangi jalannya karena melihat aksi Bogem Rama.
__ADS_1
"Beraninya kau menikahi Sarah" teriak Rama sambil memegang kuat kerah baju Rafli.
"Dan kau beraninya kau menikahkan putrimu sendiri, sedangkan putrimu sudah menikah denganku" teriak Rama sambil menunjuk pak Anjasmara.
"Tangkap dia penjaga" teriak pak Anjasmara dengan geram.
"Tungguuuuuu..." teriak Sarah dari kerumunan para tamu.
Karena merasa si empunya suara ada di bekalang para tamu pun langsung menengok kebelakang dan memberi jalan untuk Sarah masuk.
"Sarah" gumam Rama sambil melepaskan pegangan tangannya pada kerah Rafli.
"Kenpa kau berdarah Sarah? dan kalau kamu disini lalu yang duduk dengan Rafli siapa" sahut pak Anjasmara.
Dengan Rasa Amarah yang sudah memuncak Papah Rafli membuka cadar yang menutupi wajah Meyra.
Brettttt..
Cadar ditarik paksa oleh Papah Rafli sehingga memperlihatkan wajah canti Meyra yang dirias dengan make up Natural.
"Siapa dia pak Anjasmara? Siapa gadis itu? Jangan permainkan keluarga kami pak Anjasmara" geram papah Rafli.
"Saya tidak tau pak" bantah Anjasmara.
"Biar saya yang jelaskan Tuan" sahut Sarah,
Semua orang memperlihatkan Sarah yang baru saja membuka suara dan mau menjelaskan apa yang terjadi.
"Jelaskan semuanya Sayang" sahut Pak Anjasmara.
"Begini Ayah Rafli dan Meyra saling mencintai satu sama lain, aku gak bisa menikahi Rafli Yah, aku juga ingin hidup dengan kemauan aku sendiri tanpa kekangan dari Ayah" jelas Sarah.
"Lanjutkan pernikahan ini tuan, putra anda sangat mencintai Meyra dia gadis baik tuan jika kau tak percaya padaku tanyakan saja pada orangnya langsung" sahut Sarah lagi.
"Maaf pak Anjasmara kami harus pulang" ucap papah Rafli dingin dan membuang pandangannya sejak tadi.
"Maafkan atas kekacauan ini tuan" ucap pak Anjasmara menangkukan kedua tangannya untuk meminta maaf.
Semua orang pulang dengan rasa penasaran, para tamu bahkan tak banyak bicara karena tau tentang masalah yang ada di rumah itu.
"Siapa lelaki itu Sarah" tanya Anjasmara geram pada Rama yang telah menunjuknya tadi.
Namun kepala Sarah merasa sangat pusing bahkan pandangannya pun sudah buram dan terasa berputar.
Brughhh...
Sarah pingsan dan hampir berbaring di lantai,
Dengan sigap Rama menahan Sarah agar tak terjatuh mengenai lantai, Rama menepuk pipi Sarah pelan seraya membangunkan Sarah yang sedang pingsan itu.
"Bangun Sarah" gumam Rama, Rama menggendong tubuh Sarah membawanya kedalam mobilnya dan membawa Sarah kerumah sakit.
"Hey, bedebah mau dibawa kemana Anakku itu hah, dasar tua bangka" umpat kesal dari mulut Anjasmara.
Karena khawatir dengan kondisi putrinya, Anjasmara langsung berlari masuk kedalam mobilnya dan melajukannya membuntuti mobil yang membawa Sarah.
bersambung...
***kasihan sekali Sarah harus jadi korban karena mempersatukan Rafli dan Meyra.
__ADS_1
jangan lupa like comen dan vote..
salam manis Author***....