
Keesokan harinya Puput sudah siap karena sekarang dia akan ikut dengan Luna ke acara empat bulanannya anak Maya.
Walau pun rasanya sangat canggung karena baru kali ini Puput berkumpul dengan keluarga Arka.
"Kamu sudah siap Put" tanya Luna yang melihat Puput ke dalam kamarnya.
"Sudah mah ayo" ucap Puput sambil meraih tas selempangnya yang ada di atas nakas.
"Put ambilkan aku sabun baru, yang ini sudah habis" teriak Arka dari dalam kamar mandi.
Luna yang paham pun langsung tersenyum.
"Mamah tunggu di mobil ya" ucap Luna yang langsung pergi dari sana.
"Semoga saja Puput cepat punya anak biar aku punya cucu, Fyuhh sayang istrinya Arga egois padahal kalau saja dia datang kesini dan membawa anaknya aku juga akan terima walau pun bukan anak kandung Arga" gumam Luna dalam hatinya.
Sedangkan Puput dia mengambilkan sabun mandi yang baru yang baru mereka beli, Puput membuka pintu kamar mandi dan Arka belum juga mandi dia hanya berdiri di hadapan cermin dengan pakaian yang masih lengkap.
"Cepet mandi Arka nanti kesiangan" ucap Puput sambil menyodorkan sabun yang ada di tangannya.
"Terima kasih istriku yang cantik ini" ucap Arka memeluk Puput dari arah belakang.
"Sudah lepas Arka mamah sudah nunggu di mobil" ucap Puput berontak.
"Aku akan cuti kerja dan akan ke rumah Bibi Maya, tapi nanti siang karena pagi ini aku ada pertemuan dengan klien" ucap Arka.
"Oh ya, kenapa harus nyusul kesana kamu kerja saja Arka katanya kerjaan kamu sangat banyak sekarang" ucap Puput.
"Tadinya sih begitu tapi aku takut istriku ini tergoda dengan laki laki yang ada di acara itu apa lagi akan ada banyak laki laki teman kerjanya Angga yang akan datang, aku takut istriku tergoda dengan salah satunya" ucap Arka.
"Dasar, aku pergi dulu ya gak enak mamah lama nunggu" ucap Puput.
"Ya sayang" ucap Arka sambil menunjuk pipinya yang dia dekatkan dengan Puput.
Cup
Puput menciumnya sekilas dan langsung pergi dari sana.
"Jadi begini rasanya punya hubungan dengan teman kuliah sendiri, Put aku sangat mencintaimu" gumam Arka sambil senyum senyum sendiri.
-
Di acara itu banyak sekali orang orang yang berseliweran di halaman rumah Bibi Maya.
Bahkan bisa Puput pastikan kalau orang orang itu adalah pengusaha temannya Angga karena terlihat dari baju mereka yang memakai jas.
Untung saja Puput sudah membawa kado untuk istrinya Angga jadi dia datang tak hanya dengan tangan kosong saja.
"Put mamah kesana dulu ya kau di sini anggap saja sebagai rumah sendiri" ucap Luna yang langsung pergi.
"Ya ampun aku harus apa" gumam Puput karena tak kenal dengan orang orang yang ada di sini.
Puput memberanikan diri untuk memberikan kado itu pada istrinya Angga, walau pun Puput tak kenal tapi bisa Puput pastikan kalau istrinya Angga itu yang sedang duduk di kursi yang sudah di sediakan layaknya pelaminan.
__ADS_1
"Hay, selamat atas kehamilannya" ucap Puput yang bahkan tak kenal dengan wanita itu.
"Terima kasih silahkan di nikmati makanannya" ucap Wanita cantik itu.
Puput mengambil satu minuman di meja perasmanan rasanya sangat canggung apa lagi sekarang dia benar benar sendirian karena entah kemana mertuanya itu pergi.
"Hay sendiri saja" tanya seseorang di belakang Puput.
Puput berbalik dan melihat pria tampan yang gagah sedang berdiri di belakangnya.
"Tidak aku di sini dengan Mamah" ucap Puput.
"Boleh kenalan, nama aku Regi dan nama kamu siapa" tanya laki laki yang bernama Regi itu.
"Puput" ucap Puput singkat sebenarnya dia sangat tak nyaman jika berdua dengan laki laki asing yang bahkan membuat semua mata menatap pada Puput.
"Regi" sahut seseorang yang suaranya tak asing bagi Puput, bahkan mungkin suara itu adalah suara yang pernah menghina Puput dahulu.
Puput berbalik dan betapa terkejutnya Puput saat melihat Clara yang berdiri tak jauh darinya, Clara pun tak kalah terkejutnya dengan Puput karena bahkan sudah sangat lama mereka tak bertemu tapi sekarang mereka bertemu lagi.
"Wanita Psiko" ucap Clara sambil mendekat pada laki laki yang bernama Regi tadi
"Yang sedang apa kau di sini dengan wanita Psikopat ini, apa kau tau Yang dia pembunuh" ucap Clara.
"What" ucap Regi terkejut.
"Sedang apa kau disini hah? Wanita sepertimu tak pantas berada di wilayah orang kaya" ucap Clara.
Puput tak menggubris ucapan Clara dia lebih memilih untuk pergi dari sana karena takutnya dia emosi dan meladeni manusia seperti Clara.
"Apa wanita secantik itu Psikopat".
" mana ada pembunuh berkeliaran bebas di rumah tuan Angga".
"Jangan dekati dia kayanya benar dia Psikopat".
Begitulah kira kira bisikan orang lain yang terdengar oleh Puput, jujur saja Puput sangat emosi bahkan Clara menuduhnya tanpa bukti.
Puput berbalik dan mendekat pada Clara.
" kau tak perlu cemas aku tak akan membunuh orang lain, karena tak aku bunuh pun semua manusia akan mati" ucap Puput tepat pada wajah Clara.
"Si*l" umpat Clara dan langsung menjambak rambut Puput dan membuat Puput meringis kesakitan karena Clara menarik rambutnya dengan kasar.
Tiba tiba satu tangan mencekal kuat tangan Clara dan menepis tangan Clara agar menjauh dari Rambut Puput.
"Arka" gumam Clara yang kaget karena melihat lagi sosok laki laki yang sangat dia cintai bahkan sampai sekarang pun masih sama.
"Arka" ucap Puput dengan air mata yang sudah membasahi Pipinya.
Arka kemudian membawa Puput kedalam pelukannya dan sekarang mereka menjadi tontonan orang orang yang ada di sana.
Bahkan tak banyak mereka membicarakan keduanya.
__ADS_1
Arka mengusap usap rambut Puput.
"Tenanglah, aku ada di sini" ucap Arka.
"Beraninya kau menganggu istriku" ucap Arka pada Clara.
"Istri" gumam Clara tak percaya kalau Arka dan Puput sudah menikah.
"Kalau aku lihat kau menyentuh istriku lagi maka tak akan segan segan aku untuk memasukanmu ke penjara" ucap Arka mengancam Clara.
"Hahaha Arka apa kau tau tadi istrimu itu mencoba menggoda pacarku, dan untung saja aku cepat datang kalau tidak mungkin pacarku ini sudah masuk dalam perangkap istri Prikopat mu itu" ucap Clara.
Arka tak menggubris ucapan Clara, dia pergi dengan membawa Puput masuk kedalam rumah Maya.
"Put kau kenapa" tanya Luna yang melihat kalau menantunya itu menangis.
"Tak apa mah hanya ada masalah sedikit di luar" ucap Arka menjawab pertanyaan mamahnya.
"Bi boleh aku ikut ke kamar mandi" tanya arka.
"Boleh anggap saja rumah kamu sendiri" ucap Maya.
Arka membawa Puput ke kamar mandi untuk membersihkan air matanya.
"Put kenapa kau tak lawan saja dia, geram aku melihat wanita itu" ucap Arka.
"Aku gak tau kalau dia ada di sini Arka, bahkan dia juga menyebut aku wanita Psikopat hiks" ucap Puput sambil menangis.
Karena bagi Puput kata itulah yang sangat dia benci, karena Puput bukan wanita Psikopat Puput juga bukan seorang pembunuh.
"Sudah jangan nangis" ucap Arka memeluk Puput lagi.
"Tapi Put soal tadi yang di ucapkan dengan Clara kalau kau menggoda pacarnya apa itu betul" tanya Arka.
Puput semakin merasa sakit hati karena Arka ternyata tak mempercayainya padahal Puput sangat berharap kalau Arka bisa mempercayainya.
"Kau tak percaya padaku Arka, tega kau bicara begitu padaku" ucap Puput semakin menangis.
"Bukan begitu put aku hanya bertanya saja" ucap Arka.
Puput pergi dari sana karena rasanya muak sekali berada di dekat Arka, apa lagi Arka sudah tak percaya padanya lagi.
Puput hendak pulang dari sana dan sekarang Puput sudah ada di jalan raya.
"Put dengarkan aku" teriak Arka dari belakang sambil mengejar Puput.
" ya ampun salah aku apa" gumam Arka sambil terus mengikuti Puput.
Namun tiba tiba langkah Puput terhenti kepalanya terasa sangat pusing bahkan pandangannya pun menjadi gelap dan kabur dengan sekuat tenaga Puput menopang tubuhnya tapi rasanya kedua kakinya lemas dan...
Brughh..
***Kira kira Puput kenapa ya?
__ADS_1
Lihat jawabannya di eps selanjutnya ya..
Jangan lupa like dan komennya ya***