Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 170


__ADS_3

Rencana pertama gagal dan anak buah Clara pun langsung menyiksa karyawan itu sampai babak belur.


"Dasar gak becus" geram anak buah Clara.


"Kita pulang saja biarkan si*lan ini berada di sini" ucap anak buah Clara.


Malam harinya Arka tak bisa pulang dengan Puput karena Arka ada meeting mendadak jadi Puput harus pulang sendiri naik taksi, sedangkan Risa dan kedua anak buah Clara sudah berada di jalanan sepi untuk mencegat mobil Puput.


Mobil taksi itu melintas di jalanan sepi sedangkan Risa dan kedua anak buahnya sudah stand by di sana.


"Ikuti mereka" titah Risa.


"Nyonya apa tak akan membahayakan" tanya anak buah Clara cemas.


"Lakukan saja" titah Risa.


Mobil itu mengikuti mobil yang Puput tumpangi, dengan kecepatan yang sangat cepat mobil itu melaju menyusul Puput sedangkan di dalam mobil Puput menatap pada kaca spion.


"Nona apa anda kenal dengan mobil itu" tanya pak supir.


"Tidak pak mobilnya asing".


" tapi kayanya mobil itu mengikuti kita Nona" ucap pak supir panik.


"Berhenti pak" titah Puput.


Mobil itu berhenti dan mobil anak buahnya Clara langsung menyalip dan berhenti di hadapan taksi itu.


"Turunn" teriak anak buah Clara sambil menodongkan senjata tajam.


"Nona bagaimana ini" tanya pak Supir.


"Tak apa biar aku yang keluar" ucap Puput yang langsung turun dari dalam mobil.


"Jangan Nona" cegah pak supir itu.


Karena tak ingin terjadi apa apa pada penumpang pak supir pun keluar menyusul Puput.


"Siapa kalian jangan ganggu kami" ucap Puput pada kedua anak buah itu.


"Jangan sakiti dia, dia penumpang saya" ucap pak supir berusaha melindungi Puput.


Namun tiba tiba anak buah itu langsung mengikat Puput dan pak supir itu.


Setelah di pastikan selesai di ikat Risa pun keluar dari dalam mobil.

__ADS_1


"Kak Risa tolong kak" teriak Puput pada Risa.


"Tolong" ucap Risa.


"Enak saja aku malah susah payah menggiring kamu kesini" ucap Risa.


Puput terkejut melihat ekspresi Risa yang menjadi jahat itu.


"Kak kau" ucap Puput yang terduduk di jalanan.


"Ya aku yang menyuruh mereka untuk mengikatmu" ucap Risa.


Namun tiba tiba..


Dorrr..


Dorrr


"Serang" teriak seorang laki laki yang bergema di jalanan sepi itu.


Risa dan kedua anak buahnya langsung melihat dimana sumber suara itu dan tanpa aba aba datanglah segerombolan orang orang yang membawa senjata dari arah kanan dan kiri mereka.


"Ada apa ini" tanya Risa.


Puput berlindung di bawah mobil taksi itu sedangkan anak buah Clara ada yang terkena peluru, Puput mencoba melepaskan ikatan pada tangannya dengan menggesekan tali itu pada serpihan kaca botol yang orang orang itu lempar.


Setelah Puput terbebas dia segera membebaskan supir taksi itu sedangkan Risa sekarang sedang berada di tengah tengah orang tawuran itu.


"Non masuk mobil di sini bahaya" ucap pak supir.


"Tidak itu kakak saya ada di sana" ucap Puput kekeuh mau pergi padahal jelas jelas orang orang itu saling melempar batu, botol bahkan ada juga yang menembak.


Puput berjalan kearah kerumunan itu dia tak perduli walau pun badannya sempat terkena batu, Sedangkan Risa sekarang sudah terkapar lemah di jalanan karena terinjak bahkan tertendang oleh orang orang yang sedang di kendalikan amarah.


"Kak ayo bangun kak" ucap Puput membantu Risa bangun.


Risa hanya menatap pada Puput dengan tatapan malu karena dia lah yang membawa Puput kedalam masalah ini bahkan tak sempat dia pikirkan hal itu.


Seharusnya Risa berfikir alasan kenapa jalanan sepi padahal jalanan itu selalu saja ramai namun tak ada yang berani berhenti di sana, dan sekarang Risa pun tau alasan jalanan sepi karena akan ada tawuran jadi sengaja di kosongkan.


Puput memapah Risa menuju mobil taksi tadi, Puput terlihat kesusahan untung saja pak supir itu mau membantu Puput.


Mereka memasukan Risa kedalam mobil.


Namun tiba tiba perut Puput merasa sakit dan bahkan sangat sakit.

__ADS_1


"Aawww perutku" ringis Puput.


"Nona anda baik baik saja" tanya pak supir itu.


"Ya tapi perut aku sakit" ucap Puput memegang perutnya.


"Kita ke dokter sekarang Nona" ucap pak supir itu.


"Tapi bagaimana jalanan sangat ramai pak" ucap Puput.


"Kita tabrak saja mereka" ucap pak supir dengan sangat yakin.


Mobil maju dan orang orang itu langsung sadar untuk segera ke pinggir jalanan.


"Huhhhhuhh Bdeb*h" umpat orang orang itu pada mobil taksi yang Puput tumpangi.


Walau pun mendapat banyak umpatan kasar dari para orang orang itu, akhirnya mobil taksi itu melaju dengan bebas di jalanan bahkan pak supir menambah kecepatan karena Puput semakin kesakitan.


Namun Puput pingsan sebelum sampai di rumah sakit, pak supir langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh karena takut terjadi apa apa.


Sedangkan di sebuah Cafe tempat Arka meeting disana Arka sedang duduk menikmati secangkir kopi bersama Galih anak buahnya, karena meeting baru saja selesai sepuluh menit yang lalu.


"Pukul delapan" gumam Arka sambil menatap pada jam tangannya.


Prakk..


Tangan Arka menyenggol gelas kopi itu sampai gelasnya jatuh ke lantai dan pecah berhamburan di lantai.


Pelayan langsung datang dan membersihkannya tak ada yang berani marah atau meminta ganti rugi karena para pelayan tau kalau Arka bukan orang sembarangan.


"Panggilkan manager mu" titah Arka pada pelayan yang sudah selesai membereskan serpihan dari gelas itu.


Tak lama datanglah manager Cafe itu.


"Tuan maafkan karyawan saya yang sudah ceroboh, saya akan mengganti kopi anda yang terjatuh" ucap manager itu menyalahkan karyawannya padahal yang salah adalah Arka.


"Tidak pak justru saya yang minta maaf karena memecahkan gelas itu saya akan menggantinya" ucap Arka menyodorkan uang pada manager itu dan awalnya manager itu menolak.


"Ambilah anggap saja ini ganti rugi dari saya" ucap Arka yang langsung bangkit dan menyodorkan lima lembar uang pada pelayan itu.


"Ambilah ini uang tips untuk mu karena sudah membereskan pecahan itu" ucap Arka.


Arka memberikan kode pada Galih untuk pergi dari sana.


"Saya permisi pak" ucap Arka.

__ADS_1


__ADS_2