
Di rumah sakit Bi Iyem sudah mendapatkan perawatan tapi tetap saja Bi Iyem belum sadarkan diri, Putra dan Hani masih menunggu di sana karena Putra ingin sekali meminta jawaban dari wanita yang sekarang masih terbaring lemah.
Sedangkan di acara weeding Sarah, Lynda sedang mencari Bi Iyem di sekitar Hotel itu tapi tetap saja Lynda tak menemukannya, Bi Iyem sudah lama belum kembali juga padahal tadi Bi Iyem hendak makan saja tapi sudah hampir satu jam lebih Bi Iyem belum juga kembali.
"Kemana Bi Iyem lama gak balik lagi" gumam Lynda.
"Asih kamu lihat Bi Iyem gak" tanya Lynda pada Asih yang sedang duduk di kursi tamu.
"Tidak Nyonya" jawab Asih.
"Jaga Zia sama Rayhan aku akan cari Bi Iyem siapa tau saja dia ada di tempat lain" ucap Lynda.
"Baik Nyonya".
Lynda berjalan kearah tempat makanan berada tapi tak ada sosok Bi Iyem disana, bahkan Lynda juga sudah naik kepelaminan yang agak tinggi hanya untuk melihat keberadaan Bi Iyem.
" tante cari apa" tanya Sarah yang melihat Lynda sedari tadi melihat ke seluruh penjuru ruangan itu.
"Tante cari Bi Iyem Sarah tapi sejak tadi tak ada" jawab Lynda.
"Tante Bi Iyem itu sudah gede nanti juga balik lagi, mungkin dia sedang menikmati acara ini" ucap Hilman.
"Iya tapi aku takut Bi Iyem nyasar" ucap Lynda.
"Anak buahku akan mencarinya tante tenang saja" ucap Hilman.
"Janganlah tak apa biar tante coba hubungi Bi Iyem" ucap Lynda menjauh dari sana.
Lynda berada di tempat agak sepi karena disana sangat berisik dengan alunan musik jadi sangat susah untuk Lynda menghubungi Bi Iyem.
"angkat bi" gumam Lynda karena tak dapat jawaban dari Bi Iyem.
"Ehemmk" seseorang mengagetkan Lynda dengan berdehem, Lynda dengan cepat membalikan badannya dan melihat siapa yang mengagetkannya itu.
"Kau" ucap Lynda.
"Sedang apa di sini mencari pembantumu itu" ucap Fransh yang melihat Lynda mundar mandir tak jelas sambil menelpon seseorang.
"Dari mana kau tau" tanya Lynda.
"Aku? Tentu aku tau, hahaha mungkin saja dia sedang menikmati masa menjadi seorang ibu" ucap Fransh.
"Apa maksud kamu Fransh" tanya Lynda.
Namun Fransh tak menjawab dia berlalu meninggalkan Lynda yang sedang kebingungan karena ucapan dari Fransh tadi.
Tak putus asa Lynda terus saja menghubunginya.
Setelah lama sambungan tak terjawab akhirnya panggilan telponnya tersambung juga.
"Bi kamu dimana? Aku cari di sini kamu gak ada? Sedang di mana kamu biar aku kesana" cecar Lynda saat sambungan telponnya sudah tersambung.
"Maaf ini dengan siapa" tanya seseorang yang mengangkat panggilan telpon di ponsel Bi Iyem dan tak lain adalah Putra anak kandung Bi Iyem.
"Siapa anda, dimana Bi Iyem" tanya Lynda bingung.
"Yang punya ponsel sedang berada di rumah sakit dan anda siapa" tanyanya.
"Saya saudara yang punya ponsel ini, bisa kirim lokasi kalian sekarang biar saya kesana sekarang" ucap Lynda cemas karena memdengar Bi Iyem ada di rumah sakit.
"Saya akan share lok" ucap Putra.
Setelah mendapat pesan lokasi dari ponsel Bi Iyem Lynda langsung mencari Nita Dan Topan untuk ijin pergi dari sana takutnya mereka akan mencari Lynda.
"Nita mamah harus pergi sekarang ini sangat penting" ucap Lynda cemas.
"Mau kemana mah" tanya Nita.
"Mamah kenapa kok cemas begitu" tanya Topan.
"Mamah harus ke rumah sakit sekarang, Bi Iyem ada di sana".
" apa kenapa Bi Iyem mah, Biar Topan antar mamah kesana" ucap Topan khawatir.
"Jangan kamu di sini saja jaga Rayhan karena tadi Asih sendirian mengasuh Zia dan Rayhan" ucap Lynda.
"Tapi mamah yakin akan pergi sendiri" tanya Nita.
"Mamah yakin, mamah pergi dulu ya" ucap Lynda sambil pergi dari sana meninggalkan Nita dan Topan yang masih berdiri mematung.
"Mas Bi Iyem kenapa, apa parah ya sampai masuk rumah sakit" tanya Nita.
"Mas kurang tau Nit, tapi mas yakin Bi Iyem akan baik baik saja" ucap Topan.
__ADS_1
**
Di rumah sakit.
Lynda berjalan masuk kedalam rumah sakit, Lynda bertanya pada resepsionis untuk menanyakan dimana Bi Iyem di rawat sekarang.
"Di ruang rawat sebelah kiri dari sini Nyonya" ucap wanita penjaga resepsionis.
Dengan cepat Lynda masuk kedalam dan ternyata ada seorang laki laki dan seorang wanita sedang menggendong bayi yang sedang berjaga disana.
"Apa ini ruangan Bi Iyem" tanya Lynda pada laki laki itu.
"Nyonya saudaranya" tanya Putra.
"Iya saya saudaranya".
" maafkan saya Nyonya saudara Nyonya sampai masuk rumah sakit karena ulah Papah saya yang kurang ajar" ucap Putra merasa bersalah.
"Memangnya kenapa Bi Iyem" tanya Lynda.
"Papah saya sudah mendorong saudara Nyonya sehingga ada luka benturan di keningnya dan sampai sekarang belum juga sadarkan diri" ucap Putra.
"Apa siapa papah anda, jika aku bertemu dengannya tak akan segan segan aku memenjarakannya" ucap Lynda marah.
"Maafkan mertuaku Nyonya, tapi mereka sepertinya saling kenal dengan saudara Nyonya ini" ucap Hani.
"Saling kenal" tanya Lynda bingung.
"Iya yang saya dengar mereka membicarakan anak anak" ucap Hani lagi.
Lynda berfikir keras lalu pikirannya mengarah pada Fransh yang sering menyakiti Bi Iyem, apa lagi tadi Lynda melihat Fransh ada di acara itu dan tentang ucapan Fransh yang tadi Lynda semakin di buat pusing.
"Apa anak ini anak Fransh dan Bi Iyem" batin Lynda menebak nebak.
"Siapa papah kamu" tanya Lynda.
"Fransh" ucap Putra.
"Apa" ucap Lynda terkejut mendengar nama Fransh yang ternyata adalah papah dari anak itu berarti benar kalau anak itu adalah anak bi Iyem yang terpisah sejak lahir, pikir Lynda.
"Jadi kamu adalah anak Bi Iyem" ucap Lynda tak menyangka.
"Apa? Anda tau itu Nyonya, tolong ceritakan apa yang terjadi dan apa yang tak aku ketahui" tanya Putra memohon pada Lynda.
"Apa jadi aku anak nyonya itu" ucap Putra tak menyangka.
"Iya dia ibu kandungmu sedangkan Fransh papah kandungmu".
" aku masih tak percaya Papah akan sejahat itu pada Ibu" ucap Putra.
"Begitulah orang kaya apa pun akan di lakukan jika itu akan membuatnya bahagia" ucap Lynda.
"Aku akan buat perhitungan dengan papah" ucap Putra geram pada cerita Lynda.
"Jangan pedulikan dia kita Fokus saja pada kesembuhan Bi Iyem" ucap Lynda.
-
Sedangkan di Hotel para tamu undangan sudah pulang satu persatu dan hanya menyisakan Nita, Topan, Sarah, Hilman dan seluruh anak buahnya.
Waktu kira kira sudah menunjukan pukul lima sore tetapi belum ada kabar dari Lynda tentang Bi Iyem yang masih berada di rumah sakit, bahkan sedari tadi Topan menghubungi ponsel Lynda tapi tetap saja tak ada jawaban.
"Memangnya ada apa dengan Bi Iyem, Nit" tanya Sarah.
"Aku gak tau, mamah gak bilang dia cuman bilang kalau Bi Iyem ada di rumah sakit" jawab Nita.
"Oh aku harap Bi Iyem tak apa apa ya" ucap Sarah.
"Iya, Sarah apa kau akan ikut pulang" tanya Nita membuat Sarah teringat dengan kemauan Hilman yang pernah dia sebutkan dua hari yang lalu.
"Kita akan menginap disini, lagi pula aku sudah menyiapkan satu kamar untuk kita" sahut Hilman.
"Tapi bagaimana dengan Alena" tanya Nita.
"Alena sudah kami titipkan pada pengasuh, iya kan Sarah" ucap Hilman.
"Iya Nita aku akan menginap disini" ucap Sarah.
Setelah lama tak ada jawaban dari Lynda akhirnya Lynda memberi pesan pada Topan.
Pesan dari Lynda.
[Pan, jangan khawatir kan mamah, mamah akan segera pulang ke rumah kamu pulanglah sampai kan maaf mamah pada Sarah karena tak bisa mengikuti acara nya sampai akhir].
__ADS_1
"Nita ada pesan dari mamah, dia akan pulang sekarang dan Sarah mamah minta maaf karena tak mengikuti acara mu sampai akhir" ucap Topan.
"Tak apa Topan justru aku berterima kasih pada tante Lynda karena dia sudah membantu aku" ucap Sarah.
"Baiklah aku harus pulang sekarang, ayo Nita" ucap Topan.
"Iya mas".
"Sarah apa kau yakin akan tidur di sini" tanya Topan.
"Yakin seratus persen" ucap Sarah berusaha baik baik saja.
"Kami permisi Hilman, Sarah" ucap Nita.
"Iya hati hati di jalan Nita Topan" sahut Hilman.
Setelah menatap kepergian Topan dan Nita, Sarah semakin merasa kalau malam ini adalah boomerang baginya, apa lagi dengan permintaan Hilman yang membuatnya ketakutan.
"Baiklah apa kau mau ke kamar sekarang" tanya Hilman pada Sarah.
"Dimana kamarnya" tanya Sarah.
Namun bukannya memberi taukan letak kamarnya Hilman malah menggendong Sarah dan membawanya ke dalam kamar.
"Hilman lepaskan aku" berontak Sarah yang merasa terkejut saat dirinya di gendong Hilman dan menjadi pertontonan banyak orang.
"Aku akan lepaskan jika kita sudah sampai" ucap Hilman.
"Hilman lihat kita jadi tontonan orang orang".
"Mereka anak buahku Sarah".
" lepaskan aku aku bisa sendiri".
Namun Hilman tak melepaskannya dia terus saja menggendong Sarah walau pun orang orang berbisik membicarakannya tapi Hilman tak memperdulikan itu semua.
"Tris apa kau tau kalau Tuan Hilman bisa se bucin itu pada istrinya" tanya anak buah Hilman pada Tristan.
"Aku sudah lama melihat tuan Hilman begitu, aku merasa senang karena sekarang tuan Hilman bisa tersenyum lagi setelah lama dia bersikap dingin dan cuek" ucap Tristan.
Setelah sampai di salah satu kamar Hotel disana, Hilman meletakkan tubuh Sarah di atas ranjang yang empuk dengan balutan sprai warna putih cerah.
Bunga mawar merah bertaburan di atas ranjang membuat suasana kamar itu menjadi sangat romantis, apa lagi Hilman sudah mendesain kamar itu dengan sangat bagus dan rapih.
"Hilman aku belum siap" ucap Sarah.
"Kalau belum siap, kamu siap siap saja dulu" ucap Hilman bercanda.
Namun Sarah merasa kesal dengan Hilman karena sudah berani becanda padahal hati Sarah sedang tak karuan memikirkan bagaimana nantinya.
Sarah mengambil bantal dan memukulkannya pada Hilman.
"Beraninya kau bercanda padahal aku takut Hilman" ucap Sarah.
"Hahahaha Sarah kau takut apa aku tak akan menyakitimu" ucap Hilman tertawa.
"Aku takut atas permintaanmu dua hari yang lalu" ucap Sarah.
"Tenang saja Sarah aku tak akan apa apa, aku akan bermain dengan pelan" ucap Hilman.
"Tapi aku... " ucap Sarah terpotong saat Bibir Hilman menyentuh Bibirnya.
Namun Sarah berusaha menghindar dan melepaskan ciuman itu.
"Kau masih berhutang penjelasan padaku" ucap Sarah.
"Penjelasan apa" tanya Hilman.
"Soal Ayah".
" ck Sarah itu tak penting" ucap Hilman.
"Tapi penting bagiku Hilman" ucap Sarah mengulur ulur waktu supaya Hilman tak melakukan apa apa padanya.
"Aku akan jelaskan tapi pertama tama kau ingin kau menempati janjimu dahulu".
" janji yang mana".
"Layani aku sebagai suamimu Sarah".
Degg..
...***Malam pertama Sarah dan Hilman akan di lanjut di part selanjutnya ya.....
__ADS_1
jangan sampai ketinggalan***