Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 30


__ADS_3

Lelaki itu berbalik dan membuat Sarah terkejut bukan main.


Dia kenal betul dengan lelaki yang berdiri di hadapannya itu.


"Paman Rama" ucap Sarah terkejut karena kedatangan pamannya Topan.


"Lama tak mendengar kabarmu, bagaimana kabarmu" tanya Rama yang memakai jas rapih.


"Paman tau dari siapa rumah aku dan tau dari mana tentang aku, kita belum bertemu sebelumnya dan aku kenal paman hanya dari Foto keluarga mas Topan saja" sahut Sarah menanyakan tujuan paman Rama datang.


"Apa sekarang kau masih bersama Topan" tanya paman Rama ketus.


"T-tidak" jawab Sarah terbata bata karena takut melihat pamannya membawa pisau yang sangat tajam.


"Jujur padaku Sarah" bentaknya. Sambil menodongkan pisau ke arah Sarah.


"Aku bersumpah paman, mas Topan sudah menikah dengan Nita" ucap Sarah masih takut melihat pamannya.


"Apa kenapa aku gak tau hah" bentaknya sambil mendudukan tubuhnya di sofa.


"Aku juga gak tau paman aku taunya saat dia sudah menikah dan sekarang dia sudah punya anak" jelas Sarah.


"apa" ucapnya terkejut, "dia sudah punya anak, berarti peluang untuk aku menghancurkan keluarga Arya semakin dekat" ucap paman Rama sambil tersenyum menyeringai.


"Maksud paman apa" tanya Sarah tak mengerti apa yang di katakan paman Rama itu.


"Selama hampir 4 bulan aku di penjara karena Topan, dia tak tau berterima kasih dengan mudahnya dia memasukanku ke penjara, aku yang sudah menyelamatkan perusahaan Arya dari kehancuran dan sekarang Topan mengambil perusahaan itu dengan mudahnya, aku tak akan membiarkan dia bahagia dengan hasil kerjaku" jelasnya menceritakan kemalangannya pada Sarah.


"Apa Topan melakukan itu" tanya Sarah tak menyangka kalau Topan yang kaya raya melakukan hal itu, Sarah langsung percaya pada ucapan paman Rama tanpa mempertimbangkannya.


"Apa paman akan balas dendam" tanya Sarah antusias karena jika paman Rama mau balas dendam maka Sarah akan lebih mudah menghancurkan hidup Nita.


"Tentu akan aku ambil jika itu milikku" ucap Paman Rama tersenyum menyeringai.


***


Hari ini Nita di perbolehkan pulang oleh Dokter bahkan keadaan Nita pun sudah membaik cuman Nita harus rajin kontrol supaya cepat sehat lagi.


"Nit bisa jalan sendiri atau mau mas gendong" tanya Topan saat Nita sudah duduk di pinggir ranjang rumah sakit.


"Aku bisa sendiri" jawabnya ketus.


Topan menuntun Nita sampai keluar walau pun Nita bisa berjalan sendiri tapi tetap saja Nita masih lemas dan terlihat pucat.


"Masuklah Nit" perintah Topan saat mereka sudah ada di parkiran tempat mobil Topan berhenti.


Topan menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, dia sangat merindukan berduaan dengan Nita.


Beda lagi dengan Nita yang ingin cepat sampai dan melihat anaknya yang sudah berada di rumah Topan.


"Apa bisa lebih cepat" ucap Nita ketus pada Topan.


Topan langsung menambah kecepatan pada mobilnya, Topan berpikir mungkin Nita sedang sakit dan ingin segera pulang ke rumah.

__ADS_1


"Apa kamu tau Nit, sekarang aku sangat bahagia sekali pertama aku bisa mendapatkan mu dan kedua aku bisa punya anak darimu" sahut Topan memecah keheningan di antara mereka.


"Siapa yang paling kamu inginkan" tanya Nita dingin bahkan mukanya pun tak mengeluarkan ekspresi apa pun.


"Ya anaklah Nit" ucap Topan sambil tertawa bercanda.


Namun Nita menganggapinya terlalu serius sehingga becandaan Topan barusan dia masukan ke dalam harinya.


'Sudahku duga mas, kamu ingin merebut anak itu dariku' batin Nita.


Mereka sudah sampai di rumah Topan, dengan bergegas Nita keluar dari mobil tak sabar mau bertemu dengan anaknya.


Nita langsung berjalan menuju rumah dia tak memperdulikan Topan yang masih berada di mobil.


Tanpa mengetuk pintu, Nita langsung masuk dan mendorong keras pintu itu.


Saat terbuka Nita melihat ada mamah Lynda dan bi Iyem yang sedang memomong bayinya.


Nita berjalan masuk dan menghampiri anaknya itu.


Dengan tangan yang masih sakit karena impusan, Nita menggendong bayinya dia menciumi bayinya dengan penuh cinta.


Nita menatap wajah bayinya, tampan dan sangat mirip dengan Topan.


"Nit kamu sudah sehat nak" tanya mamah Lynda.


Nita menatap wajah mertuanya itu, entah kenapa kejadian itu membuat Nita merasa benci pada orang orang yang dekat dengan Topan.


"Sudah mah makannya di ijinkan pulang oleh Dokter" sahut Topan yang baru saja masuk kedalam rumahnya.


Nita membawa bayinya ke dalam kamarnya, dia terus saja memandangi wajah bayinya itu.


"Apa aku bisa hidup tanpamu nak, jika suatu hari ayahmu mengusirku" batin Nita.


Nita menidurkan Rayhan di atas Ranjang dia terus memikirkan bagaimana caranya bisa keluar dari rumah itu dan membawa Rayhan ikut bersamanya.


"Nit kamu mau makan" tanya Topan yang sudah berada di samping Nita.


"Nanti saja aku sedang mau istirahat" jawab Nita.


Topan mencium pipi Nita, walau pun Nita merasa risih tetapi sebisanya dia menerima perlakuan suaminya, dan sebisa mungkin dia bersikap seperti biasa yang tak terjadi masalah apa pun.


**


Malam ini Nita sedang mengganti popok bayinya yang sudah basah,


Nita melihat Topan sudah tertidur pulas, Nita masih tak bisa tidur karena bayinya sering tiba tiba bangun terus nangis mau Asi.


Nita mengendong bayinya, entah kenapa bayinya tak mau tidur juga.


"Belum tidur Nit" tanya Topan yang sudah bangun.


"Belum, Rayhan belum tidur" sahut Nita.

__ADS_1


Topan mengambil Rayhan dari gendongan Nita, Topan meletakkan Rayhan di atas Ranjang.


"Tidurlah biar mas yang menjaga Rayhan" sahut Topan.


Karena Nita merasa sangat lelah, dia mengikuti saja apa yang di perintahkan oleh suaminya itu.


Sedangkan Topan dia memberikan susu pada Rayhan yang sedang anteng.


"Tidurlah Ray besok ayah harus kerja, jadi kamu gak boleh bergadang ya" sahut Topan yang masih menemani anaknya itu bergadang.


Lama Topan menunggu anaknya tidur, akhirnya Rayhan tidur juga, tetapi jam sudah menunjukan pukul 3 pagi.


'Tidur dululah ngantuk' batin Topan.


Tak terasa Topan langsung tidur karena merasa sangat mengantuk, hingga sudah hampir pagi Topan belum juga bangun dan Nita pun sudah tak memperdulikan lagi Topan, sudah pagi Nita tak juga membangunkan Topan padahal Nita sudah bangun dari subuh tadi.


Nita duduk di Sofa kamar tidurnya Nita mengutak atik ponselnya, seperti tak punya tanggung jawab padahal bayinya pun dari tadi sudah bangun.


Cahaya mentari pagi masuk lewat celah jendela dan mengarah tepat ke wajah Topan, Topan membuka matanya dia melihat ke arah jendela sudah hampir siang.


Dia langsung teringat kalau dia ada meeting sekarang, Topan langsung bergegas bangun dan mengambil handuk berlari ke kamar mandi.


"Udah siang" gumam Topan.


Sedangkan Nita hanya duduk di Sofa dan masih Fokus pada layar ponselnya.


"Kenapa mas gak di bangunin Nit, mas udah telat banget sekarang" sahut Topan sambil mengemas berkas berkas ke dalam tasnya.


Nita tak menjawab Topan bahkan dia tak melihat Topan yang sedang mencari cari sesuatu.


Oekkk.. Ooekkk.


"Nit bisa gendong Rayhan dulu, lihat dia nangis" sahut Topan.


"Kenapa gak kamu saja yang gendong mas" jawab Nita ketus.


"Apa? kamu nyuruh mas gendong Rayhan, mas udah telat Nit sekarang mas ada jadwal meeting loh di kantor dan sekarang bagaimana mas udah telat terus kamu suruh mas gendong Rayhan, apa kamu gak kuat gendong Rayhan sehingga kamu hanya duduk saja di Sofa" ucap Topan sedikit marah pada kelakuan Nita.


"Biarkan Sarah yang gendong Rayhan mas, bukannya aku hanya ibu kontraknya Rayhan" sahut Nita yang membuat Topan marah.


"Maksud kamu apa?" tanya Topan karena Nita menyebut nama Sarah.


"Pikir saja sendiri mas maksud aku apa" ucap Nita ketus pada Topan yang sedang marah.


"Kamu berani pada suamimu ini Nit" sahut Topan yang merasa Nita sudah melalui batas.


"Untuk pertama kalinya aku melihat sifat aslimu Nita" ucap Topan sambil menggendong Rayhan yang masih menangis.


"Ini juga salah kamu mas, coba saja kalau kau tak bermain gila dengan Sarah mungkin aku tak akan menjadi setega ini mas" teriak Nita yang sudah naik pitam.


Topan tak memperdulikan lagi ucapan Nita, dia langsung keluar dengan membawa Rayhan dan tas kantornya.


"Mah titip Rayhan aku sudah terlambat ke kantor" sahut Topan yang langsung menyerahkan Rayhan pada gendongan Mamahnya.

__ADS_1


Topan langsung berlari keluar rumah dan langsung membawa mobilnya menuju perusahaannya.


__ADS_2