Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 51


__ADS_3

Sarah merasa kesal karena di abaikan oleh Rama suaminya.


Sarah bangun dan berjalan kearah Rama yang sedang tidur di Sofa.


"Mas" lirih Sarah tepat di telinga Rama.


"Heummm" jawab Rama dengan mata masih terpejam karena mengantuk.


Sarah semakin kesal dengan perlakuan Rama yang semakin menyebalkan,


Sarah langsung menaiki tubuh Rama yang sedang tidur terlentang di atas Sofa.


Brughhh..


Sarah menindih tubuh kekar Rama, Posisi Sarah sekarang ada di atas tubuh Rama.


Rama membuka matanya kaget karena melihat Sarah berada di atas tubuhnya.


"Sedang apa kamu Sarah" tanya Rama dengan suara serak.


"Aku mau tidur denganmu mas" gumam Sarah manja pada suaminya.


"Berbaringlah di sampingku Sarah, kau berat Sarah aku akan merasa sakit jika tertindih oleh tubuhmu" sahut Rama.


Sarah berbaring di samping Rama, karena Sofa yang lebar dan besar jadi Sarah lebih mudah untuk tidur berdua dengan Rama.


Sarah membawa tangan kekar Rama hingga melingkar di perut Sarah, Hari ini Sarah sangat manja dengan Rama.


"Kau sangat manja malam ini Sarah" gumam Rama.


***


Di kediaman Lynda House.


Tokkk..


Tok...


Pintu rumah diketuk oleh seseorang yang sudah janjian dengan Nita tadi siang.


Bi Iyem membuka pintu itu untuk mencari tau siapa yang datang.


"Non Puput silahkan masuk" sahut Bi Iyem mempersilahkan adik Nita masuk kedalam rumah.


"Makasih bi" jawabnya.


Puput masuk kedalam rumah mewah Lynda dengan langkah kaki yang banyak dengan kedendaman dan iri hati pada kakaknya.


"Dimana kak Nita bi" tanya Puput yang sadar kalau rumah itu terasa sepi dan tak ada orang.

__ADS_1


"Ada Non di kamarnya, silahkan Non masuk saja ke kamarnya" jawab Bi Iyem ramah.


Puput langsung berjalan kearah kamar milik kakaknya itu, dengan rasa amarah yang sudah bersemayam lama didalam hatinya, Puput rasanya ingin sekali mencekik kakaknya hingga terbunuh.


"Kak apa kau didalam" ucap Puput yang sudah berada di depan pintu kamar Nita.


"Masuk Put" teriak Nita dari dalam kamar.


Puput masuk kedalam kamar Nita yang tak tertutup rapat.


"Aku benci dengan desain kamar ini, aku benci dengan pakaian yang dipakai oleh kak Nita aku benci semuanya" batin Puput berkecambuk.


"Malam sekali kau kesini Put" sahut Nita.


Puput langsung mendekat kearah Nita yang sedang duduk di tepi Ranjang yang ukurannya big size itu.


Puput meregangkan kedua tangannya kedepan, rasanya dia sangat ingin mencekik leher Nita yang sedang tersenyum manis itu padanya.


Tangan Puput langsung meraih kerah baju Nita sehingga membuat Nita mendekat kearahnya bahkan wajahnya dan wajah Puput sangat dekat.


"Kamu mau apa Put" tanya Nita yang sudah ketakutan melihat ekspesi wajah Puput yang sangat menakutkan.


"Tidak aku mau meluk kakak saja" sahut Puput tersenyum dan langsung merangkul tubuh Nita yang ketakutan itu.


Nita menarik nafas lega, jujur saja Nita takut adiknya itu berbuat jahat padanya.


"Kamu ini mengagetkan kakak saja Put" sahut Nita.


"Tentu saja aku tak akan mencelakakanmu dengan tanganku sendiri kak, aku tak mau tanganku harus menanggung dosa yang sudah kau mulai duluan" batin Puput tersenyum menyeringai.


" kakak bolehkan aku numpang tidur disini karena ini sudah malam dan aku takut kalau harus pulang sendiri" ucap Puput memohon.


"Boleh dong Put kamu boleh kapan saja datang dan nginap di rumah ini" jawab Nita.


"Dimana kak Topan" tanya Puput.


"Mas Topan sekarang sedang lembur di kantornya, mungkin malam atau besok dia baru pulang" jawab Nita.


Puput duduk di ranjang dekar Rayhan berbaring, Puput melihat Rayhan dengan Teliti wajahnya mirip sekali dengan Topan.


"Tenang saja kau tak akan melukaimu Rayhan keponakanku" batin Puput sambil membelai pipi mulus Rayhan.


"Kak, Rayhan makin hari makin gede aja ya" sahut Puput.


"Iya Put mungkin Rayhan senang" jawab Nita antusias.


"Hanya kau yang senang kak sedangkan aku jauh dari kata itu Nita" batin Puput.


"Put bagaimana dengan kuliahmu" tanya Nita sambil menatap layar ponselnya.

__ADS_1


"Ya gitu deh kak, banyak yang buly karena ponsel aku butut" jawab Puput sambil melihat ponsel Nita yang keluaran terbaru.


"Apa kenapa begitu" tanya Nita lagi.


Puput menggelengkan kepalanya menandakan dia gak tau, padahal itu hanya alasannya saja karena ingin di belikan ponsel oleh Nita.


Nita mengambil sesuatu di dalam laci dekat ranjangnya, bungkusan kresek hitam dan di dalamnya ada kotak kecil.


"Ini Put ambil saja buat kamu, minggu lalu kakak beli ehk pas kerumah ternyata mas Topan udah beli jadi gak kepake" jelas Nita sambil menyodorkan kresek hitam itu.


"Wahh makasih kak" sahut Puput.


Puput membuka ponsel itu ternyata keluaran terbaru juga, bahkan mungkin lebih bagus dari teman temannya di kampus.


"Biar aku buktikan pada mereka kalau aku benar orang kaya walau pun yang kaya itu kak Nita" batin Puput tersenyum senang.


"Tidurlah Put, kakak juga mau tidur sepertinya mas Topan gak akan pulang" sahut Nita.


"Baiklah aku ke kamar tamu ya kak" ucap Puput sambil berlalu meninggalkan Nita.


Nita membaringkan tubuhnya di atas ranjang, Nita teringat sesuatu tentang perutnya.


"Ya ampun aku kan sedang hamil lagi dan Puput belum tau itu" gumam Nita sambil menepuk pelan keningnya.


-


Keesokan harinya Puput sudah bersiap untuk pergi ke kampusnya, dia memakai blezer motif kotak kotak dan rok selutut berwarna Hitam, sungguh Puput sudah menjadi orang kota walau pun baru satu minggu tinggal di kota.


"Hey Put sudah bangun ayo makan dulu" sahut mamah Lynda yang sedang duduk di meja makan dan sedang memakan roti selai.


"Mah apa boleh saya membawa bekal kesekolah" tanya Puput.


"Bawa saja Put, sini biar mamah yang bekalkan" sahut mamah Lynda sambil mengambil roti dan selai untuk dibekal oleh Puput.


"Makasih mah, maaf aku menyusahkan" sahut Puput.


"Tidak Put mamah senang ada kamu disini mamah serasa punya anak gadis" ucap mamah Lynda mengutarakan isi hatinya.


Puput berpamitan dengan mamah Lynda.


Puput berangkat ke kampusnya dengan naik taksi itu pun dibayar oleh Mamah Lynda.


Puput tinggal duduk saja dan sampai ke kampus uang jajannya pun sudah di bekalkan oleh Mamah Lynda.


"Begini rasanya jadi orang kaya" gumam Puput tersenyum menang.


bersambung....


***jangan lupa like comen dan vote nya..

__ADS_1


salam manis Author***...


__ADS_2