
Anjasmara melajukan mobilnya sendirian tanpa di temani oleh anak buahnya, pikirannya terus saja di penuhi dengan wajah Lynda yang sangat cantik nan awet muda itu.
"Aku seperti orang gila karena terus saja memikirkan wajah ibunya Topan itu" gumam Anjasmara.
Anjasmara memarkirkan mobilnya di halaman yang luas milik Lynda, dia berniat untuk melihat Sarah yang tempo lalu pingsan.
Tokk
Tokkk..
Anjasmara mengetuk pintu rumah Lynda dengan cukup keras sehingga membuat orang rumah menjadi kesal karena hal itu.
Lynda berjalan kearah pintu dia sangat kesal siapa yang bertamu sore hari begini, dan bahkan tak ada sopan sopannya karena menggedor pintu.
"Siapa" teriak Lynda sambil membukakan pintu itu, dan nampaklah Anjasmara yang sudah berdiri disana dengan memakai jas hitam sehingga membuatnya sangat gagah, dan bisa membuat semua wanita luluh padanya.
Berbeda lagi dengan Lynda yang sudah tak tertarik lagi pada lakilaki karena saat kepergian Arya yang membekas di hati Lynda, dari hal itulah Lynda mulai menutup hatinya.
"Mau apa anda kesini" tanya Lynda ketus pada Anjasmara.
"Bisakah aku bertemu dengan Sarah, Nona sekali saja" ucap Anjasmara memohon pada Lynda.
Namun Lynda tak mengijinkan, Lynda malah membawa Anjasmara ke samping rumahnya untuk membicarakan tentang penyakit Sarah.
"Ikutlah bersamaku" ucap Lynda ketus.
Anjasmara hanya mengikuti kemana Lynda pergi, karena dia sangat tertarik ada Lynda yang setiap hari sangat cantik.
"Bicaralah disini, aku takut penyakit Sarah kambuh lagi" ucap Lynda.
"Nona kenapa harus disini" tanya Anjasmara.
"Aku ingin bicara serius denganmu tentang Sarah, lebih tepatnya tentang penyakit Sarah" ucap Lynda, Anjasmara hanya mengangguk anggukan kepalanya memahami ucapan Lynda.
"Untuk sekarang lebih baik kau tak menemui Sarah takut trauma dia kambuh lagi, aku tau betul perasaanmu tuan tapi aku gak bisa mengambil resiko pada bayinya Sarah" jelas Lynda.
"Apa Trauma? Sarah punya trauma dan sekarang sedang mengandung" ucap Anjasmara.
Lynda menganggukan kepalanya.
"Aku akan segera punya cucu" ucap Anjasmara tersenyum mendengar kabar itu.
"Iya tuan maka dari itu kau pergilah dulu biar aku yang rawat mereka kau tenang saja percayakan Sarah padaku" ucap Lynda.
"Tapi Nona pertemukan aku dengan Sarah sekali saja" pinta Anjasmara.
__ADS_1
"Kau keras kepala tuan" gumam Lynda.
"Aku mohon Nona" keukeuh Anjasmara.
"Tidak bisa tuan silahkan pergi" ucap Lynda.
Lynda langsung berjalan dari tempat tadi, namun Lynda terkejut saat melihat Nita sudah berdiri tak jauh darinya.
"Nita" gumam Lynda.
Anjasmara pun tak kalah terkejut saat melihat keberadaan Nita.
Lynda langsung mendekat kearah Nita yang sedang berdiri mematung itu.
"Sayang ngapain kamu disini" tanya Lynda cemas takut Nita berfikir yang macam macam tentangnya.
Nita teringsut mundur dia tak menyangka kalau mamahnya itu akan bertemu diam diam dengan musuh keluarganya sendiri.
Nita berlari meninggalkan Lynda dan Anjasmara, Nita sangat kecewa pada mamahnya itu karena mau bagaimana pun juga Anjasmara yang sudah menyebabkan Sarah menderita trauma.
Lynda menatap wajah Anjasmara.
"Gara gara kamu aku jadi begini" ucap Lynda yang langsung meninggalkan Anjasmara sendirian.
Lynda mencoba mengejar Nita yang sudah salah paham itu padanya, Lynda tak menyangka kalau menantunya itu akan menyangka kalau dirinya bertemu diam diam dengan Ayah Sarah.
Namun tak ada jawaban dari Nita, bahkan Lynda sudah menggedor gedor pintunya tetapi tetap saja tak ada jawaban dari Nita di dalam sana.
***
Puput sudah agak baikan dan bisa lagi kekampus untuk mendapatkan ilmu, seperti biasa Puput akan langsung menemui Arka yang berada di perpustakaan.
"Hay Arka" sapa Puput melambaikan tangannya pada Arka yang sedang membaca di meja perpustakaan.
Arka berfikir sejenak, saat ini dia akan melancarkan aksinya untuk menyembuhkan Puput, Arka sudah membaca materi tentang penyakit itu.
"Hay Put, bagaimana kalau kita makan dulu sebelum masuk kelas" ucap Arka.
"Tapi bukunya, bahkan kamu belum selesai membaca Ka" ucap Puput.
"Biarkan saja Put, kita makan saja dulu aku sangat lapar" ucap Arka sambil mengusap perutnya.
Arka dan Puput memesan bakso yang berada di kantin kampus itu, Puput memakan Baksonya dengan lahap dan sesekali melihat ke arah Arka yang tersenyum melihat Puput.
"Put, bagaimana kabar kakakmu" tanya Arka membuka percakapan.
__ADS_1
"Kak Nita baik kok" jawab Puput.
"Oh berapa bulan kandungannya" tanya Arka lagi.
"Kira kira hampir masuk usia 4 bulan" jawab Puput yang sedikit malas jika membahas tentang Nita.
"Oh kak Nita baik ya, waktu aku kerumah kamu dia sangat baik" ucap Arka.
"Diamlah ka, aku gak mau membahas Nita, aku bosan Nita terus Nita terus yang di bahas" bentak Puput sambil meninggalkan Arka yang masih duduk disana.
Arka tersenyum.
"Susahnya membuatmu sembuh Put" batin Arka.
Puput berjalan ke toilet dia merasa sangat sedih karena Arka terus saja membicarakan Nita saat mereka bersama.
"Hikss hikss,, semua orang lebih sayang Nita dari pada aku Hikss.. Awas saja kamu Nita gak akan aku biarkan kamu hidup tenang" gumam Puput sambil menangis.
Arka yang khawatir pun berdiri di depan toilet untuk memastikan kalau Puput baik baik saja,
Saat Puput keluar dia melihat Arka yang sudah berdiri tak jauh dari pintu toilet wanita, Puput hanya berjalan melewati Arka namun Arka langsung menarik tangan Puput dan membuat Puput jatuh ke dalam pelukannya.
Puput merasa nyaman saat berada di dekapan Arka baru kali ini dia merasa kalau ada orang yang benar benar sayang padanya yaitu Arka.
Padahal keluarga Puput juga sangat menyayangi mereka namun karena Puput yang seperti itu dia jadi merasa terkucilkan di keluarganya.
"Arka kenapa kamu tak menikahi aku saja" ucap Puput yang masih berada di dalam dekapan Arka.
Arka menelan Salivanya belum juga masalah penyakit Puput, Puput malah mengajaknya untuk menikah.
"Tapi Put aku masih kecil aku gak bisa menikah sekarang orang tuaku belum mengijinkan" ucap Arka mencoba menolaknya dengan halus.
"Kenapa? Kau sudah kaya? Apa pun bisa di lakukan jika sudah punya uang" ucap Puput.
"Gak begitu Put, aku hanya ingin menjadi penerus di keluargaku dan jika mau mencapainya aku harus belajar yang giat, aku belum mau menikah" ucap Arka.
Puput tersenyum tipis.
"Kau sama saja dengan yang lain Arka" gerutu Puput sambil pergi meninggalkan Arka.
Arka semakin bingung harus apa lagi dia membantu agar Puput bisa cepat sembuh.
bersambung..
gimana Arka susahkan bantu Puput sembuh, semangat terus ya nanti bisa kok Author dukung..
__ADS_1
**jangan lupa like comen dan votenya ya biar Author semangat lagi nulisnya..
salam manis Author**