Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 125


__ADS_3

Nita sudah berada di ruangan secar namun sedari tadi Dokter belum melakukan tangannan apa pun karena Nita berontak saat akan di beri obat tidur.


"Nyonya minumlah obatnya sekarang" ucap suster mulai kesal karena Nita sedari tadi berontak.


"Aku gak mau dan akan melahirkan dengan normal" ucap Nita sedikit membentak.


"Baiklah kalau begitu kita cek dulu apa pembukaannya sudah bertambah" sahut Dokter Windy yang menangani persalinan Nita.


"Aku yakin Dok sudah" ucap Nita kekeuh.


Dokter Windy memeriksa pembukaannya ternyata sudah bertambah dan sudah pembukaan penuh dan sekarang Nita sudah bisa melahirkan dengan cara Normal.


"Sus panggil pak Topan kemari" titah Windy.


Tak lama kemudian Topan masuk ke ruangan itu dengan terburu buru, setelah lama Dokter Windy menangani Nita akhirnya baby Girl pun lahir juga.


Oekkk..


Oekkk..


Suara tangis bayi menggema di ruangan itu rasa haru dan bahagia terlihat dari wajah semua orang yang ada di ruangan itu bahkan Lynda dan Sarah pun yang mendengar hal itu langsung tersenyum bahagia karena Nita bisa melahirkan normal.


"Alhamdulilah pak bayinya perempuan" ucap Dokter Windy.


"Alhamdulilah" serempak.


Persalinannya berjalan dengan lancar bayinya pun sudah di adzani oleh Topan, Lynda dan Sarah pun sudah melihat baby Girl Nita yang mirip sekali dengan wajah Nita.


"Selamat ya Nita kalian sudah menjadi orang tua dengan dua anak" ucap Sarah.


"Iya Sarah terima kasih" ucap Nita.


"Baiklah aku akan hubungi dulu Hilman aku akan kasih kabar kalau kau sudah lahiran" ucap Sarah antusias.


"Iya Sarah jangan lama ya" ucap Lynda.


"Iya Tante".


Sarah menjauh dari tempat Nita, Sarah menghubungi Hilman yang sekarang sedang bekerja di perusahaanya sendiri dan mengontrol perusahaan Sarah dari jauh karena Sarah tak bisa melakukannya sendiri mengingat kandungannya pun sudah menginjak delapan bulan.

__ADS_1


[Hilman] ucap Sarah.


[Iya Sayang] balas Hilman.


[Datanglah kemari Nita sudah melahirkan] ucap Sarah antusias.


[Apa? Kapan?] tanya Hilman.


[Barusan dan kamu tau gak bayinya perempuan] ucap Sarah.


[Syukurlah aku akan datang kesana dan membawa sesuatu untuk bayinya].


[Cepat kesini]


[Dan ibu dari bayi aku ini mau apa] ucap Hilman menggoda Sarah.


[Bayi mu hanya mau Ayahnya kemari] ucap Sarah senang.


[Baiklah aku akan datang, kalau memang bayi aku ini mau bertemu Ayahnya] ucap Hilman yang langsung mematikan panggilan ponselnya.


Selama tiga bulan ini Hilman dan Sarah sudah menjalin hubungan, bahkan bukan rahasia umum lagi kalau mereka sering bersama, bahkan tak sedikit orang orang yang mengejek Sarah karena sudah pacaran lagi padahal kematian Rama juga masih terhitung baru.


Tapi Sarah tak memperdulikannya karena Sarah melihat kalau sosok Rama berada di diri Hilman, bukan artinya Sarah tak merasa kehilangan atau menghianati Rama tapi benar apa yang di katakan Rama dahulu kalau Hilman bisa membuatnya bahagia.


"Beruntungnya kau nak karena sudah ada sosok Ayah yang sangat mencintaimu, walau pun ibumu ini belum mencintai Hilman tapi ibu yakin ibu bisa menjadi istri yang baik bagi Ayah sambungmu ini" ucap Sarah sambil mengusap perutnya yang sekarang sudah membuncit.


Tak terasa Air mata Sarah terjatuh juga saat mengingat sosok Rama yang sekarang sudah tenang di alam sana, padahal Sarah ingin Rama melihat dulu wajah bayinya tapi sayang takdir berkata lain, Rama harus pergi saat bayinya masih dalam kandungan.


-


Sore harinya Keluarga Lynda sudah pulang ke rumah, karena lahiran Normal jadi Nita sudah di perbolehkan pulang sejak tadi dan itu pun sudah di lakukan pemeriksaan pada tubuh Nita supaya tak ada gejala yang tak di inginkan nantinya.


Nita tak henti hentinya melihat bayinya itu yang sekarang sedang ada di gendongannya sedangkan Rayhan yang sudah bisa berjalan dia seperti tak suka jika mamahnya itu menggendong adiknya sendiri.


"Mma mmah" ucap Rayhan yang baru bisa mengucap kata itu.


"Apa sayang" ucap Nita.


"Nita Rayhan sepertinya tak suka kamu menggendong adiknya, tidurkan saja dia" ucap Sarah.

__ADS_1


"Apa kamu cemburu sama adik kamu sendiri" ucap Nita


Semua orang tertawa melihat tingkah lucu dari Rayhan yang seperti tak suka pada adiknya sendiri.


"Permisi" sahut Hilman dari luar.


"Hilman" ucap Sarah.


"Nak masuklah" ucap Lynda.


Hilman masuk dengan membawa paper bag yang lumayan besar, Hilman menyerahkan paper bag itu pada Nita karena itu hadiah untuk anak Nita yang baru saja lahir.


"Wah terima kasih paman" ucap Nita mewakili bayinya itu.


"Iya".


Hilman duduk di sebelah Sarah, jujur saja Sarah merasa agak risih jika terus berdekatan dengan Hilman walau pun Hilman tak melakukan apa pun padanya tapi tetap saja Sarah merasa risih.


" Hilman bagaimana pekerjaannya lancar" tanya Sarah mencairkan suasana.


"Lancar aku juga sudah melihat berkas berkas dari perusahaanmu, semuanya berjalan dengan baik" ucap Hilman.


"Terima kasih Hilman aku selalu saja merepotkanmu" ucap Sarah tak enak hati.


"Tak apa Sarah aku mengerti kamu sekarang sedang hamil besar dan kamu juga pasti tak bisa bergerak dengan bebas karena perutmu sudah besar sekarang" ucap Hilman.


"Iya".


" dimana pak Topan" tanya Hilman pada Nita.


"mas Topan sedang membeli baju untuk adiknya Rayhan karena baju yang sudah kami beli tak muat di tubuhnya karena adiknya Rayhan lahir dengan Bb 3 kg" ucap Nita.


"Oh".


" baiklah Hilman kau mau minum apa" tanya Sarah.


"Tidak usah aku tak haus" ucap Hilman.


Dahulu Hilman adalah kulkas seribu pintu tapi saat sudah bertemu dengan Sarah dia bisa menjadi bucin dan sangat Romantis bahkan dia dahulunya jarang sekali bicara banyak dengan orang lain tetapi saat dengan Sarah dia jadi sosok yang hangat dan banyak bicara.

__ADS_1


Begitu lah kalau si Dingin bertemu dengan pawang nya..


Bersambung..


__ADS_2