
Topan menatap bayinya penuh cinta, dia masih tak menyangka kalau buah hatinya itu lahir dengan selamat dan sehat, walau pun dokter telah berkata kalau detak jantungnya sudah tak lagi berdetak tapi takdir tuhan berkata lain, dia lahir sehat walau pun di sesar.
Topan keluar dari ruangan UGD membawa bayinya, karena akan dilakukan oprasi kepada Nita jadi Topan tak boleh berada di ruangan itu apa lagi bayinya.
"Tolong selamatkan istri saya dok" ucap Topan dengan sungguh sungguh.
" akan saya usahakan pak" sahut dokter itu.
Mamah Lynda dan Rio mendekat ke arah Topan melihat bayi yang di gendong Topan.
"Mah lihat dia sama sepertiku" ucap Topan terharu melihat bayinya.
"Iya pan sama seperti kamu waktu kecil" sahut mamah Lynda bahagia karena sekarang dia sudah menjadi nenek.
Topan memandang wajah bayinya yang sudah terlelap, wajahnya terlihat damai sekali, tenang dan sesekali bayi itu tersenyum, manis sekali.
Dokter sibuk mengoprasi Nita, jika di lihat dari kondisinya Nita masih bisa selamat.
Lama menunggu Topan tak bisa diam dia berjalan kesana kemari layaknya setrika.
Topan sangat menghawatirkan Nita.
Seorang dokter keluar dari ruangan itu.
"Oprasinya lancar pak," sahut Dokter itu.
"Syukurlah" ucap mamah Lynda yang merasa senang tentang kabar baik menantunya.
"Bagaimana keadaan Nita sekarang dok" tanya Topan.
"Bu Nita masih belum sadarkan diri pak" jawab Dokter itu.
Topan menarik nafas berat.
Sekarang dia tak ingin apa apa hanya menginginkan kesembuhan Nita.
Bayinya dia titipkan pada suster disana karena Topan tak bisa membuat susu untuk bayinya, jadi dia menitipkannya, meskipun begitu Topan masih merasa tak tenang dia sering kali melihat keadaan putranya.
Takut jika bayinya rewel atau kelaparan karena mau asi.
Rio terlihat sedikit gelisah, dia tak bisa diam tangannya terus saja mengutak atik ponselnya.
"Ada apa Rio" tanya mamah Lynda yang melihat kegelisahan pada wajah Rio.
__ADS_1
"Begini bu ada sedikit masalah di pengadilan" jawab Rio.
"Pergilah Rio selesaikan masalahmu sebelum masalahnya menjadi boomerang ke kerjaan kamu" nasihat mamah Lynda.
"Baik bu saya permisi maaf saya tak bisa menemani ibu dan pak Topan disini" ucapnya merasa tak enak.
Rio pergi tanpa menemui Topan terlebih dahulu karena dia tak enak meninggalkan bosnya pada keadaan seperti ini.
**
Pagi ini Nita masih belum kunjung sadar juga, kehawatiran Topan semakin meningkat apalagi bayinya semalaman tak bisa tidur, bayinya rewel semalaman tak mau di beri Asi, sehingga membuat Topan keteteran tak bisa tidur.
Bayinya baru bisa tidur saat pagi tadi.
Topan merasa lelah walau pun ada suster yang menjaga, namun bayi itu seolah tau mana orang lain dan mana ayahnya sendiri.
Jadi terpaksa Topan yang harus menjaganya.
"Dokter bagaimana kondisi Nita apa sudah siuman" tanya Topan pada Dokter yang memantau kedaan Nita.
"Belum pak kita tunggu satu jam lagi, jika masih belum sadar juga kemungkinan Nita mengalami koma" jawab Dokter.
"Terima kasih dok" ucap Topan masih sedih karena istrinya masih belum sadar juga.
Dari kemarin Dokter belum mengijinkan Topan menemui Nita.
Topan hanya bisa melihat Nita dari jendela pintu yang sangat kecil.
"Topan mamah akan pulang dulu mengambil baju bayi dan membeli popok dan stok susu untuk bayi kamu" ujar mamah Lynda.
"Baik mah bawa juga pakaianku dan pakaian Nita" ucap Topan.
Topan duduk termenung meratapi nasibnya.
"Kenapa masalah ini selalu datang" gumamnya.
Tanpa terasa Topan tidur sambil duduk di kursi tunggu.
Dengan rasa lelah karena semalaman dia tak tidur, Topan tak menghiraukan orang lain yang menatapnya aneh.
"Maaf Dokter dimana ruangan yang kemarin siang kecelakaan" tanya seseorang yang terdengar oleh Topan.
"Bu Nita? Ruangannya ada di sana bu kamar UGD" jawab Dokter itu.
__ADS_1
Wanita paruh baya yang mencari seseorang korban kecelakaan itu berhenti di UGD tepat di depan kamar Nita istri Topan.
Topan yang sedang tidur jadi bangun seketika karena melihat ibu itu melihat lihat ruangan Nita.
"Maaf bu ada yang bisa saya bantu" tanya Topan karena melihat ibu itu mundar mandir tak jelas di hadapannya.
"Apa ini ruangan Nita yang korban kecelakaan kemarin siang? Bagaimana keadaannya? " tanya ibu itu pada Topan, ibu itu terlihat khawatir.
"Memang ibu siapanya Nita" tanya Topan lagi.
"Saya kenal dengan Nita, saat saya mendengar kabar Nita kecelakaan saya langsung buru buru datang kesini, kasihan Nita dia sedang hamil besar bahkan dia tak punya keluarga yang bisa di hubungi saat keadaannya seperti ini" ucap ibu itu.
Topan terheran heran ibu ini tau tentang Nita tapi tidak tau kalau Topan suaminya Nita?.
"Maaf bu tapi saya suaminya Nita" ucap Topan mencoba menjelaskan.
"Apa jadi kamu suaminya Nita, kemana saja kamu, apa kamu tau kalau Nita rela cari uang buat lahirannya dan buat makannya sehari harinya dan kamu tak ada niatan buat mencari keberadaannya" ucap ibu itu menggingatkan kondisi Nita.
"Iya saya tau bu, Nita bekerja dan menginap di penginapan, iya saya tau semua itu. Dan kemarin saya mencarinya ke penginapan itu saya di hadapkan dengan keadaan Nita yang mengalami kecelakaan" sergah Topan.
Nafas Topan memburu dia merasa kalau ibu itu ingin menghina Topan yang tak menemukan Nita.
"Nita datang ke penginapan saya malam hari keadaannya sangat mengenaskan dia menangis dan bercerita kalau suaminya sudah selingkuh dengan temannya sendiri" sahut ibu itu lagi.
"Anda hanya pemilik penginapan yang Nita tempati kemarin kan? Jadi tolong jangan ikut campur dengan masalah rumah tangga saya" ucap Topan ketus.
Ibu itu hanya tersenyum mendengar ucapan Topan.
"Jika Nita belum membayar penginapan ibu, saya yang akan membayarnya ibu tak perlu khawatir saya akan bertanggung jawab" bentak Topan.
"Topan " teriak mamah Lynda yang melihat anaknya membentak seorang ibu ibu.
"Mamah " ucap Topan saat melihat mamahnya sudah berdiri tak jauh dari tempatnya berdiri.
"Kamu ini apa kenapa pan? Kenapa kamu membentak ibu ini" tanya mamah Lynda marah karena anaknya sudah berprilaku tak sopan pada orang lain.
"Maaf bu maafkan anak saya sudah membentak ibu " ucap mamah Lynda menyesal karena perlakuan putranya.
"Tidak bu anak ibu tak salah, saya yang salah, tujuan saya kesini saya mau memberikan koper Nita semua baju dan barang barangnya sudah ada di sana saya permisi bu" ucap bu Iin pemilik penginapan yang sudah merawat Nita.
"Terima kasih bu" ucap mamah Lynda.
Bu Iin pun pergi tanpa melihat kondisi Nita terlebih dahulu, dia pergi karena sekarang Nita sudah bersama keluarganya.
__ADS_1