
Setelah memakai gaun pengantin Puput keluar dan akan memperlihatkan cocok atau tidaknya gaun yang dia pakai, Puput keluar dari ruang ganti.
"Kalau ini bagaimana" tanya Puput.
Arka langsung menatap Puput yang baru keluar itu, Arka suka dengan gaun itu tapi sayang gaunnya terlalu ngetat di bagian perut Puput.
"Jangan yang itu, ganti" ucap Arka.
"Loh kenapa, bagus yang ini Arka" ucap Nita.
"Terlihat ngetat kak" ucap Arka.
"Oh baiklah, ganti yang lain" ucap Nita.
Arka melihat ke sembarang arah dia melihat Salwa yang sedang berjalan dan akan mendekat ke arahnya, Dengan cepat Arka pergi dari sana karena tak mau Salwa bertemu dengan keluarga Puput apa lagi takutnya dia akan bikin ulah.
"Kak aku harus ke toilet dulu" ucap Arka yang langsung pergi dari sana.
Arka segera menarik tangan Salwa supaya menjauh dari sana karena tak mau Salwa bertemu dengan keluarga Puput.
"Mau apa kau kesini" tanya Arka ketus.
"Aku mau minta penjelasan darimu Arka Marta Jaya" ucap Salwa.
"Penjelasan apa" tanya Arka.
"Kenapa kamu mau menikah dengan Puput seminggu lagi dan kau boleh datang" ucap Arka.
"What menikah tapi bagaimana dengan hubungan kita Arka apa kau ingin kita putus" tanya Salwa.
"Ya kita putus saja lagi pula aku kan akan nikah bersama Puput".
"Arka kau tega bicara begitu padaku, aku berada di sini karena kamu yang minta kan kalau saja kamu tak menginginkan aku dahulu mungkin aku tak senekad ini untuk dapetin kamu".
" mengerti lah Salwa" ucap Arka.
"Kau tenang saja Salwa" sahut Puput dari arah belakang Arka yang mendengar semua percakapan itu.
"Kau tenang saja pernikahan kita tak akan lama kok setelah urusannya selesai kita juga akan berpisah lagi".
Puput berjalan mendekat pada Arka dan Salwa dengan masih memakai gaun pengantin karena saat tadi dia kelur dari ruang ganti Puput tak melihat Arka dan Nita menunjukan kalau Arka ada di ruangan sana.
Dengan cepat Puput kesana dan dia melihat Arka sedang bicara dengan Salwa.
Arka menatap heran pada Puput karena bisa bisanya Puput bilang kalau pernikahan itu tak akan lama.
"Apa maksud kamu" tanya Salwa.
__ADS_1
"Satu tahun, kami hanya menikah satu tahun kau tenang saja setelah pernikahan ini selesai kau boleh mengambil Arka" ucap Puput.
"Apa pernikahan kalian hanya sementara" tanya Salwa.
"Ya setelah hutang aku lunas aku akan minta cerai pada Arka" ucap Puput.
"Aku akan tunggu waktu itu, awas saja kalau kalian melanggar perjanjian ini aku tak akan segan segan bicara pada keluarga kalian kalau pernikahan ini palsu" ancam Salwa sambil pergi dari sana.
"Bagus" ucap Arka pada Puput yang masih berada di sana menatap kepergian Salwa.
Puput melihat pada Arka.
"Kau suka dengan gaun ini, kalau kau suka kita ambil saja yang ini" ucap Puput.
"Bukan gaunnya tapi ucapan kamu barusan, siapa yang mengijinkan kamu bicara begitu Put? Bahkan aku pikir ini hanya akan menjadi rahasia kita saja ternyata aku salah kau membocorkannya pasa Salwa, lalu kenapa tak kau bicarakan saja pada kakakmu dan orang tua ku juga" ucap Arka.
"Arka dengar aku bukan bermaksud begitu, tapi.." ucapan Puput terpotong karena Arka langsung pergi dari sana.
"Arka dengarkan aku" ucap Puput.
Arka berjalan kearah Nita dan Topan berada, Arka marah pada Puput karena dengan entengnya Puput membicarakan itu pada Salwa.
"Kak aku pilih baju yang itu saja, maaf aku harus ke kantor karena sekarang ada pertemuan dengan klien" ucap Arka.
"Ingat ya Arka setelah hari ini kalian gak boleh bertemu, dan ijinkan Puput untuk cuti dari kerjanya" ucap Nita.
"Ya kak, aku akan datang minggu nanti" ucap Arka.
Hari ini adalah hari terakhir persiapan pernikahan Puput karena besok Puput akan resmi menjadi istri dari Arka, dan selama itu juga Arka tak pernah menghubungi Puput bahkan saat Puput Chat pun Arka tak pernah balas.
Puput terlihat mondar mandir tak jelas karena sudah di pastikan kalau Arka marah besar padanya walau pun hanya bicara begitu tapi tetap saja raut wajah Arka seminggu yang lalu masih jelas terlihat oleh Puput.
"Ciee yang besok mau nikah, udah gak sabar ya" ucap Nita meledek Puput.
"Ihh kakak apa apaan" ucap Puput kesal.
"Tenang saja Put, kakak sudah pastikan kalau Arka akan menjaga kamu dan menyayangi kamu semampu Arka".
" ya kak tapi masalahnya aku takut" ucap Puput.
"Takut kenapa" tanya Nita.
"Ah gak jadi".
"Ya deh kakak tau kamu Nerves, kakak keluar dulu ya mau bantu yang lain Rayhan dan Zia akan kesini itung itung nemenin kamu supaya gak gugup" ucap Nita.
"Kakak aku gak papa" ucap Puput kesal.
__ADS_1
Sedangkan di perusahaan Arka sedang sibuk di kursi kebesarannya, karena besok dan seminggu kedepan Arka akan cuti karena akan mengajak Puput honeymoon itu pun sudah di rencanakan oleh mamah Luna.
"Tuan anda sangat sibuk, biar aku yang ambil alih besok kau akan menikah" ucap Galih anak buahnya Arka.
"Shutt kau diam saja, duduk di sana dan jangan banyak bicara" titah Arka.
Galih langsung duduk di sofa yang ada di ruangan itu, begitulah senangnya kerja dengan Arka karena Galih akan banyak diam kalau Arka sedang marah, karena jika Arka sedang marah dia akan melampiaskan amarahnya pada pekerjaan.
Drttt.. Drtt..
"Tuan ponsel anda bunyi mungkin sudah hampir 7 panggilan tak terjawab, dan Nona Puput yang memanggil tuan" ucap Galih.
"Diam Galih apa perlu aku sumpal mulutmu itu hah, lama lama gaul dengan wanita kau juga menjadi seperti mereka Galih banyak bicara" ucap Arka marah marah.
"Ck dasar tuan, kalau marah kaya singa kelaparan" batin Galih.
"Ck kenpa ponsel ini tak bisa diam, Galih bawa ponselku ini keluar bunyinya menganggu konsentrasiku saja, dan ingat kalau ada orang lain yang nelpon langsung beri tau aku" titah Arka.
"Baik tuan" ucap Galih sambil membawa ponsel Arka keluar dari ruangan itu.
Tetapi ponsel Arka sejak tadi bunyi terus Galih mencoba mengangkat telpon itu.
[Arka kenapa telpon aku gak di angkat, kenapa juga Chat dari aku gak di bales kamu marah] ucap Puput saat Telpon sudah Galih angkat.
[Maaf Nona ini saya Galih, tuan sedang marah marah di ruangannya kau jangan cemas dia baik baik saja] ucap Galih.
[Hah Galih, bisa berikan telponnya pada Arka pliss aku mau bicara sebentar] pinta Puput.
[Maaf Nona aku gak bisa tuan sedang marah] ucap Galih mengakhiri sambungan telponnya.
Sedangkan Puput kesal karena tak bisa bicara dengan Arka, Puput melempar ponselnya ke atas ranjang.
"Awas saja Arka aku tak akan bicara padamu" gumam Puput.
Rayhan dan Zia datang kesana mereka bingung karena melihat Auntynya itu marah marah tak jelas.
"Aunty kenapa kaya orang gila bicara sendiri" tanya Zia yang duduk di samping Puput.
"Aunty sudah gila Zia, gila karena paman Arka" ucap Puput.
"Begitulah orang dewasa mereka akan gila karena jatuh cinta, makannya aku tak akan jatuh cinta karena aku takut gila seperti Aunty" celetuk Rayhan.
"Kau belum besar Ray, kalau kau besar nanti kau juga akan jatuh cinta" ucap Puput.
"Tak akan aku gak akan jatuh cinta dan tak akan menikah".
" benarkah, Aunty tak percaya mungkin saja kau yang akan merasakan lebih bucin lagi saat kamu jatuh cinta, ya kan Zia".
__ADS_1
Hahahah
Mereka tertawa meledek Rayhan sedangkan Rayhan hanya kesal karena terus menjadi bahan ledekan Aunty dan adiknya.