
"Mah aku mau ke rumah sakit dulu, titip Rayhan ya mah" sahut Topan yang sudah siap dengan jas dan pakaian kantor.
Rayhan pratama Wijaya adalah nama Anak Topan dia memberikan nama Itu karena wajah putranya yang tampan dan manis.
"Iya pan hati hati dijalan" sahut mamah Lynda yang sedang menggendong cucunya.
Topan berangkat dengan mobil hitam yang selalu menemaninya kemana pun dia pergi, Topan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, dia berharap kalau hari ini ada kabar baik dari dokter tentang kondisi Nita.
Topan sampai di rumah sakit, dia memarkirkan mobilnya di tempat parkir.
Topan berjalan ke arah ruangan dimana Nita di rawat.
"Pak Topan ada disini" tanya Dokter yang melihat Topan sedang berjalan ke arah ruangan Nita.
"Iya Dok, bagaimana ada berita baik tentang Nita" tanya Topan.
"Kemarin bu Nita mengucap nama anda pak, jika seperti itu terus maka kondisi bu Nita akan cepat membaik" jelas Dokter itu.
"Oh boleh saya menemui Nita" pintanya.
"Boleh pak silahkan" sahut Dokter mempersilahkan Topan masuk ke dalam.
Dokter itu mengerti kalau Topan akan menemui istrinya, Dokter itu pergi meninggalkan Topan dan Nita di ruangan itu.
"Nit apa kamu tak mau bangun hah, apa kamu tak mau melihat aku suami kamu ini" ucap Topan sambil meraih tangan Nita dan menciumnya dengan penuh cinta.
Tangan Topan membelai wajah Nita dengan lembut, Yang sekarang Topan inginkan adalah kesadaran Nita.
"Nit anak kita sangat membutuhkanmu cepat bangun ya" ucap Topan lagi.
Topan merasakan tangan Nita bergerak, Topan langsung memperhatikan tangan Nita dengan teliti ternyata benar Tangan Nita bergerak namun hanya sesekali.
Topan langsung memencet bel seraya memanggil Dokter.
"Ada apa Pak" tanya Dokter saat sudaj berada di ruangan.
"Dok tangan Nita barusan bergerak" sahut Topan kegirangan.
"Biar saya periksa dulu pak" ucap Dokter.
__ADS_1
Dokter memeriksa Nita kondisi Nita sudah mulai membaik.
Mata Nita perlahan membuka.
Dan Topan yang dia lihat pertama kalinya, lalu di sampaingnya ada Dokter.
"Kamu sudah sadar Nit" tanya Topan saat melihat Nita sudah membuka matanya.
"M-ma-s " ucap Nita lemah.
"Alhamdulilah Nit kamu sudah sadar" ucap Topan mengucap Syukur.
"Biarkan bu Nita istirahat dulu pak nanti kalau sudah pulih silahkan di ajak bicara lagi" ucap Dokter.
"Baik Dok" sahut Topan.
Topan tak henti hentinya tersenyum melihat Nita, walau pun keadaannya masih sangat lemah setidaknya dia sudah sadarkan diri.
Topan masih duduk dan setia menunggu Nita pulih.
Setelah lumayan lama Nita tertidur akhirnya Nita bangun juga.
"Bayi kita ada di rumah sayang, mamah yang menjaganya dan dia lakilaki dia mirip seperti aku, namanya adalah Rayhan pratama Wijaya, kamu gak keberatankan" ucap Topan dengan antusias.
"Tolong pertemukan aku dengan anak kita mas, aku tak bisa jauh darinya" sahut Nita.
"Baiklah kalau kamu sudah pulih nanti sekarang kamu belum di ijinkan pulang oleh Dokter" jawab Topan.
Nita hanya membuang muka, hatinya sangat sakit jika mengingat kejadian malam itu, namun untuk sekarang dia tak bisa apa apa karena kondisinya yang masih sangat lemah dan anaknya pun sudah ada di tangan Topan.
Nita terus memikirkan bagaimana caranya dia kabur dan bisa membawa bayinya pergi bersamanya.
Karena dalam pikiran Nita, Topan hanya menginginkan bayinya namun dia akan mencampakan Nita saat dia sudah bersama dengan Sarah nanti.
"Habis manis sepah di buang" itulah yang Nita sedang pikirkan sekarang.
***
Di sisi lain ada seorang wanita yang memantau kondisi Nita dari kamera cctv rumah sakit.
__ADS_1
"Dasar pelakor" gumamnya sambil tersenyum menyeringai.
Setiap gerak gerik yang Nita lakukan, dia melihatnya dengan teliti.
"Jika aku tak bisa memiliki mas Topan maka kamu pun tak berhak memilikinya Bodoh" ucap Seorang Wanita yang masih Fokus pada layar laptop.
Wanita itu sesekali mengepalkan tangannya saat melihat Topan beberapa kali memegang tangan Nita.
Wanita itu berjalan ke arah meja yang atasnya ada piring berisikan buah buahan serta pisau untuk mengupasnya.
Wanita itu mengambil pisau dengan tangannya.
"Kau harus mati Nita, kau tak pantas mendapat kebahagiaan seperti ini" ucapnya sambil menyeringai.
Dengan keras wanita itu melemparkan pisau yang sedari tadi ada di tangannya.
Dia lalu tertawa seperti orang yang sedang defresi.
"Bu Sarah" sahut seseorang yang memanggilnya.
Sarah adalah wanita yang akan menghancurkan rumah tangga Topan, dia tak rela jika Topan bahagia dengan wanita lain selain dengannya.
"Ada apa bodoh" ucapnya Ketus pada lelaki yang memakai seragam satpam itu.
"Ada orang yang mau bertemu ibu" sahutnya.
"Siapa" ucapnya dingin.
"Seorang lelaki cukup tua bu" sahutnya.
"Bawa dia masuk, aku akan turun dan menemuinya di ruang tamu" perintahnya.
Sarah merapihkan rambut dan bajunya yang sedikit berantakan, dia turun dari kamar pribadinya yang ada di lantai atas rumahnya.
"Anda siapa" tanyanya pada seorang lelaki paruh baya yang membelakanginya.
Lelaki itu berbalik dan membuat Sarah terkejut bukan main.
Dia kenal betul dengan lelaki itu.
__ADS_1
Siapa dia???