
Plakk..
Arka melihat Salwa menampar Puput dengan sangat keras, sampai sampai Puput memegang pipinya karena merasa sakit dan juga perih di pipinya.
"Kau gila hah" bentak Arka pada Salwa.
Plakk..
Tangan besar Arka menampar pipi Salwa sampai Salwa terjatuh ke lantai karena kerasnya tamparan yang Arka berikan, Salwa meringis kesakitan.
"Lebih baik kau pergi dari sini, aku tak mau melihat kau lagi dan ingat satu hal aku dan Puput saling mencintai jadi kau menjauhlah sebelum aku melakukan hal yang tak aku inginkan" ucap Arka.
Hal itu membuat Salwa ketakutan bahkan saat itu juga Salwa langsung pergi dari sana dan mencoba melupakan Arka walau pun sejuta luka yang sekarang mengusik dirinya.
"Apa sakit" tanya Arka pada Puput dengan senyuman agar tak membuat Puput ketakutan.
"Tak apa, aku baik baik saja" ucap Puput.
"Syukurlah, awas saja kalau dia berani datang lagi tak akan aku biarkan dia hidup" ucap Arka.
Puput mengalungkan tangannya di leher Arka, posisi mereka sekarang berhadapan.
"Kau sangat jahat Arka" ucap Puput.
"Oh aku jahat ya" ucap Arka yang hanya di balas anggukan kepala oleh Puput.
"Apa boleh aku jujur Put" ucap Arka.
"Apa" tanya Puput.
"Kau selalu membuat aku merinding Put, menjauhlah dariku kita lakukan hal itu nanti malam" ucap Arka.
"Ck menyebalkan" gerutu Puput yang langsung duduk di sofa dan membuka berkas yang menumpuk di atas meja.
Arka duduk di samping Puput dan bekerja di sana karena Arka tak punya kursi karena kursinya di bawa Galih untuk di cuci sampai bersih.
"Put tolong cap berkas yang sudah aku tanda tangani ini" titah Arka.
"Baik tuan" ucap Puput.
__ADS_1
Luna datang ke perusahaan Arka hanya untuk melihat bagaimana perkembangan perusahaan saat Arka yang memegangnya.
Luna menatap setiap ruangan karyawan sangat bersih dan rapih.
"Bagus Arka sangat niat dalam mengurus perusahaannya" gumam Luna.
"Pagi Nyonya besar" sapa Galih sambil menunduk menghadap pada Luna.
"Galih, jangan begitu" ucap Luna melarang Galih yang terlalu menghormatinya itu.
"Galih dimana Arka" tanya Luna.
"Ada di ruangannya Nyonya besar, mau aku antar" tanya Galih.
"Tidak perlu Galih aku akan kesana sendiri" ucap Luna.
"Baik Nyonya".
Luna berjalan kearah ruangan Arka dan Puput, banyak sekali karyawan yang Luna temui dan semuanya memberikan hormat pada Luna.
Klek..
"Arka" sahut Luna.
"Mah kau datang" tanya Arka.
Puput berdiri dan memberi hormat pada Luna." selamat datang Nyonya" ucap Puput.
"Kau terlalu formal Put, aku kan mamahmu kenapa harus begitu" ucap Luna tersenyum karena tingkah menantunya yang menurutnya sangat lucu.
"Tapi ini kantor mah aku hanya ingin bersikap layaknya seorang karyawan biasa" ucap Puput.
"Kau terlalu jujur Put, baiklah bagaimana kalau kita makan siang bersama" ucap Luna.
"Boleh" ucap Arka.
Satu minggu kemudian..
Puput dan Arka sedang duduk santai di rumah bersama Luna dan Leo tak ada pekerjaan hari ini karena hari ini hari libur, Luna sudah menghubungi Arga untuk datang kesana bersama istri dan anaknya.
__ADS_1
Walau pun rasanya malas bagi Luna jika harus bertemu dengan Risa karena setiap mereka bertemu mereka tak akan akur hanya akan ada keributan nantinya.
Tapi Luna tak mau egois lagi dia akan memaafkan menantunya kalau saja dia memulai bertengkar duluan.
"Mah apa kita pesan makanan saja dari luar" tanya Leo.
"Kenapa harus pesan pah, kita masak saja" ucap Luna.
"Ya pah aku bisa membantu" ucap Puput.
"Baiklah ayo Put kita masak sekarang" ucap Luna.
"Ayo mah".
Puput dan Luna sedang memasak, saat ini Puput sedang menghaluskan bumbu dapur menggunakan Blender, sedangkan Luna memotong sayuran dengan di bantu oleh para pembantu.
Puput mengambil wajan yang menggantung di dinding dapur dia meletakannya di atas kompor, Puput menggoreng bumbu yang sudah dia haluskan tadi.
Bumbu itu seharusnya wangi dan menggugah selera tapi berbeda dengan Puput dia malah merasakan pusing dan mual.
Perutnya sakit dia ingin sekali muntah, dengan cepat Puput mematikan kompor dan berlari kearah wastafle dan mengeluarkan apa pun yang sudah dia makan tadi pagi.
"Kamu kenapa Put" tanya Luna.
Tapi Puput terus saja mual dan akan muntah lagi.
"Arka kemarilah" teriak Luna panik.
Dengan Cepat Arka datang dan melihat Puput sedang muntah.
"Kau kenapa Put, apa kau salah makan" tanya Arka.
"Ini Put minumlah" ucap Luna menyodorkan segelas air minum dan langsung di minum oleh Puput sampai habis.
"Kau baik saja akan Put" tanya Arka panik.
Namun Puput sangat lemas bahkan dia tak bisa menopang tubuhnya karena sangat lemas, Puput hampir terjatuh dan untung saja Arka langsung menggendongnya dan menidurkan Puput di sofa.
"Papah akan telpon Dokter" ucap Leo.
__ADS_1
"Ya pah cepat" ucap Luna.