Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 102


__ADS_3

Prakkk..


Sarah menyenggol pas bunga yang ada di samping tangga.


Hilman langsung sadar akan suara itu, Hilman menatap ke belakang namun tak ada siapa siapa.


Hilman langsung bangkit dan mendekat kearah tangga.


"Kenapa bisa pecah padahalkan ini sangat mahal, bisa bisa tuan Anjasmara marah" gumam Hilman sambil memungut pecahan dari pas bunga itu.


Sedangkan Sarah yang tadi sempat bersembunyi di balik tangga pun akhirnya merasa lega karena Hilman tak mencurigainya.


Sarah terus saja mencari cara untuk dirinya agar bisa keluar dari rumah itu karena bagi Sarah, Sarah seperti masuk kedalam kandang macan.


Hilman yang sudah selesai memungut pecahan beling itu langsung berjalan kearah dapur untuk membuang pecahan beling tersebut supaya tak mencelakai orang yang berada di rumah.


"Ada ada saja apa karena angin ya sampai pas bunga bisa pecah" gumam Hilman.


Sarah memanfaatkan situasi itu dia langsung berlari keluar rumah itu, Sarah membuka pintu dan kembali menutupnya seperti semula berharap tak ada orang lain yang merasa curiga.


Sarah berlari kearah gerbang rumah Anjasmara dengan sekencangnya Sarah berlari meninggalkan rumah Anjasmara yang sama seperti penjara itu.


Namun dengan kecepatan dan ketelitiannya Hilman melihat Sarah yang melarikan diri dari rumah itu, Dengan cepat Hilman keluar dan berlari menyusul Sarah yang sudah jauh dari rumah Anjasmara.


**


Di sisi lain.


Topan sudah kebingungan mencari Sarah dia sudah mencari Sarah ke penjara tempat Rama di penjara, namun tak ada karena penjara sudah tutup sejak maghrib tadi.


Topan berfikir untuk ke rumah Anjasmara karena mungkin saja Sarah kesana untuk menuntut balas pada Anjasmara karena ulahnya Rama masuk kedalam penjara.


Mobil Topan melaju ke jalan tempat kediaman Anjasmara, Topan sangat sangat yakin kalau Sarah akan pergi kesana.


Mobil Topan sudah hampir dekat dengan rumah Anjasmara mungkin hanya 1 km lagi untuk sampai.


Namun Topan melihat wanita yang sedang berlari ciri ciri wanita itu seperti Sarah, karena Topan tau betul seperti apa Sarah karena sudah sangat lama dulu dia berpacaran dengan Sarah.


Topan membukakan pintu mobilnya supaya Sarah bisa masuk kedalam mobil.


Sarah pun sudah tau kalau mobil itu mobil Topan, Sarah langsung masuk kedalam mobil dan dengan kuat Sarah menutup pintunya sehingga Hilman tak dapat menangkapnya.


Topan melajukan lagi mobilnya dengan kecepatan penuh karena takut jika Hilman akan mengejar mereka berdua.


Apa lagi Sarah sudah berani masuk kedalam rumah Anjasmara dengan sendirinya.


"Kau gila Sarah" ucap Topan dengan nada marah.


Sarah menggelengkan kepalanya, dia tak menyangka kalau Topan akan memarahinya begitu.

__ADS_1


"Apa kau mau mati Sarah? Kau mau mati dengan datang ke rumah Ayahmu itu? Hah?" ucap Topan marah.


"Maaf" lirih Sarah tak mampu bicara apa apa lagi.


"Maaf? Kau bilang maaf? Sarah aku tak habis pikir padamu, bagaimana pemikiranmu Sarah" ucap Topan.


Sarah tak bisa menjawab apa apa lagi karena dia juga merasa bersalah karena sudah pergi tanpa minta ijin dulu.


"Kamu tau keadaan rumah sekarang gimana, hah, gara gara kamu semua orang tak tidur, kau tau Sarah aku ingin sekali tidur dan istirahat tapi hanya karena kamu aku gak bisa santai dan istirahat" gerutu Topan.


Setelah itu mobil Topan masuk kedalam halaman rumah Lynda, saat Sarah hendak keluar Topan menahannya dan bicara.


"Jika kau melakukan ini lagi tak akan aku cari atau bantu kau, bahkan aku tak akan mau membantu membebaskan paman Rama" ancam Topan yang membuat nyali Sarah menciut karena dia baru kali ini melihat Topan semarah itu padanya.


Sarah keluar dan langsung masuk kedalam rumah, sedangkan Topan harus memasukan mobilnya dulu ke dalam garasi.


Lynda, Nita, dan Bi Iyem yang sedari tadi menunggu kedatangan Sarah pun langsung senang karena Sarah bisa pulang dengan selamat dan tak terluka sedikit pun.


"Sarah akhirnya kau pulang juga" ucap Lynda yang langsung merangkul Sarah dan membawanya duduk di sofa.


"Kamu baikkan Sarah tak terlukakan" tanya Nita.


Sarah menggeleng.


"Maaf karena aku membuat kalian khawatir" ucap Sarah.


"Kamu dari mana Sarah" tanya Lynda dengan hati hati karena takut Sarah marah.


"Apa" serempak.


Semua orang terkejut mendengar ucapan Topan barusan.


"Kamu ke rumah ayahmu Sarah" tanya Lynda.


Sarah menangguk.


"Mau apa kamu kesana Sarah" tanya Nita.


"Tidak aku hanya ingin meminta Ayah memgeluarkan mas Rama namun aku malah pusing dan mau pingsan" jelas Sarah.


"Apa tapi kamu baikkan" ucap Nita.


"Aku baik Nita aku tak apa apa untung saja ada Topan yang mau menjemputku kesana" ucap Sarah.


"Jangan so baik Sarah jangan buat Drama apa apa lagi di rumahku, aku menyesal karena sudah menolongmu dengan semua perbuatanmu dahulu padaku Sarah" ucap Topan.


"Mas" bentak Nita.


"Jaga ucapanmu mas" ucap Nita lagi.

__ADS_1


"Terus saja bela dia Nita, padahal dulu dia adalah wanita yang mau mencelakakanmu" ucap Topan.


"Mas jangan begitu Sarah sudah mengakui kesalahannya sekarang" bela Nita.


"Bla bla bla.. Jika Sarah begini lagi aku tak akan membantunya" ucap Topan sambil berlari kedalam kamarnya.


"Maafkan mas Topan Sarah dia hanya sedang emosi" ucap Nita.


"Maaf karena aku kalian jadi bertengkar" ucap Sarah merasa bersalah.


"Tidak kau tak salah" ucap Lynda membenarkan Sarah.


-


Malam ini Nita dan Topan tidur satu ranjang namun tak bertegur sapa, bahkan Topan selalu saja memunggungi Nita saat Tidur.


Hal itu membuat Nita sedih karena ucapannya tadi Topan menjadi marah besar padanya.


Padahal perbuatan Nita baik, dia tak ingin Sarah merasa sakit hati karena ucapan Topan padanya yang sampai sampai menghina Sarah yang bukan bukan.


Nita mencoba untuk tidur karena rasa lelahnya Nita tak bisa lagi menahan kantuknya, Nita tidur dengan pulas dan Rayhan juga sama bayi itu selalu saja tertidur pulas karena sudah mulai aktif jadi mungkin sering merasa kelelahan.


Pagi harinya Nita sudah bangun dan menyiapkan makanan di dapur, itung itung sebagai ucapan minta maaf pada Topan karena perlakuannya kemarin malam.


Namun Topan yang sudah bersiap dengan pakaian yang rapih, tak menghiraukan Nita yang sedang menyajikan makanan untuknya.


Topan langsung berangkat ke kantor tanpa Sarapan dulu.


Nita yang sadar kalau Topan tak makan dulu langsung berlari kearah luar rumah, namun Nita kalah cepat Topan sudah berangkat dan mobilnya sudah melaju meninggalkan rumahnya.


"Fyuhh apa semarah itu kamu padaku mas sampai sampai kau tak mau makan masakanku mas" gumam Nita.


Nita kembali lagi kerumahnya, Nita mulai menyuapi Rayhan yang sudah bangun sedari tadi, Nita menyuapi Rayhan dengan teliti dan hati hati karena dia merasa kalau anaknya itu sudah sangat aktif.


"Makan Sayang yang banyak ya supaya kamu cepat gede" ucap Nita pada bayi Rayhan.


Rayhan hanya tersenyum saja mendengar ocehan dari ibunya itu, bayi 9 bulan pun sudah tau kalau ibunya itu sedang membawanya bermain.


Tak lama setelahnya Sarah datang dan duduk di meja makan, Sarah mengambil nasi keatas piring yang sudah dia siapkan Sarah mengambil lauk yang Nita masak.


"Sarah makanlah yang banyak, aku sudah masak banyak" ucap Nita.


"Iya" ucap Sarah lesu.


"Kamu kenapa Sarah" tanya Nita.


"Tidak".


bersambung...

__ADS_1


***jangan lupa like comen dan votenya ya..


salam manis Author***


__ADS_2