
"Nita Sarah bangun" sahut Gilang panik.
Gilang menjatuhkan bungkusan nasi yang sedang di genggamnya, sehingga membuat bungkusan nasi itu terjatuh kelantai tetapi tak membuatnya hancur.
Gilang langsung menggoyang goyangkan tangan Nita dan Sarah tetapi tetap saja tak ada jawaban dari mereka.
Gilang semakin panik karena takut terjadi apa apa pada mereka, pasalnya mereka sedang hamil jadi orang yang sedang hamil sedikit agak sensitif.
"Tom... Tomiiii.." teriak Gilang dari dalam gudang.
"Tomi sini " teriak Gilang lagi saat tak mendapat jawaban dari Tomi.
Tomi dengan malas mencuci tangannya dan berjalan kearah Gilang yang berteriak seperti melihat setan, padahal makanannya belum habis dan perutnya masih kelaparan.
"Ada apa, lu ganggu saja Gil" sahut Tomi malas.
Tomi terkejut bukan main saat mendapati Nita dan Sarah yang sedang berbaring di lantai tanpa memakai selimut atau pun bantal.
"Astaga aku lupa kasih mereka bantal dan selimut" gumam Tomi sambil menepuk keningnya pelan.
"Lihat Tom mereka pingsan" ucap Gilang panik.
"Apa pingsan kenapa bisa" ucap Tomi wajahnya terlihat mulai panik takut mereka kenapa napa.
"Kita bawa mereka ke rumah sakit Gil" ucap Tomi yang langsung mencari bantuan di ponselnya.
"Aku akan bawa Nita, kau bawalah Sarah" ucap Gilang.
Mereka menunggu ambulan yang sudah di telpon oleh Tomi.
Tak lama kemudian Ambulan datang, dengan sigap Gilang langsung menggendong tubuh Nita yang ramping.
Sedangkan Tomi menggendong Sarah, mereka masuk kedalam ambulan itu dan langsung menuju ke rumah sakit terdekat.
***
Rama dan Topan sudah terbangun, tetapi Topan tetap saja melihat ponselnya menunggu pesan dari sahabatnya untuk melacak lokasi Nita terkini.
"Bagaimana sekarang" tanya Rama pada Topan.
"Bagaimana lagi kita tunggu kabar dari temanku saja" ucap Topan.
"Sekarang sudah pukul 7 pagi dan kita masih berada di mobil, bagaimana kalau kita lapor polisi saja" ucap Rama.
"Tidak paman ini belum 24 jam polisi tidak akan mendengar kasus kita jika belum 24 jam" ucap Topan.
__ADS_1
"lantas" ucap Rama putus asa.
Setelah lama menunggu akhirnya ada pesan juga dari sahabatnya Topan yang sempat Topan suruh untuk mencari tau lokasi Nita.
[Pan lokasi terkininya di jalan xxxx rt 5 rw 9 desa xxxxx]
[Terima kasih] balas Topan.
"Paman aku sudah dapat alamatnya, apa kita akan kesana sekarang" ucap Topan dengan senyuman.
"Sekarang saja pan" ucap Rama.
Topan langsung melajukan mobilnya ke alamat yang di berikan oleh sahabatnya itu, Topan sangat berharap kalau Nita berada di tempat itu.
Setelah satu jam perjalanan akhirnya Topan dan Rama sampai di rumah seperti kosan yang sangat kumuh dan banyak sampah berserakan disana.
"Apa benar ini tempatnya" tanya Rama menatap wajah Topan, Rama tak percaya kalau ada orang yang akan tinggal di lingkungan kumuh seperti ini.
"Kira kira begitu" ucap Topan ragu.
"Baiklah aku akan mengetuk pintu rumah itu jika memang benar ada istriku di dalamnya tak akan segan segan aku untuk mencekiknya" geram Rama.
Tokkk tokkk..
"Buka" teriak Rama.
"Diamlah paman kau akan menghancurkan rencana kita" ucap Topan kesal karena Rama sudah gegabah.
"Bagaimana sekarang" tanya Rama masih marah.
Topan melihat kearah belakang kosan itu ternyata ada gudang yang sudah sangat kumuh dan bahkan temboknya sudah mengelupas dan hampir roboh.
"Paman lihat itu lampunya menyala siapa tau saja ada orang" ucap Topan sambil menunjuk gudang itu.
"Ck Topan, siapa yang akan tinggal di tempat seperti ini" tanya Rama berdecak kesal.
"Lihat saja dulu paman jangan banyak omong" sahut Topan kesal pada sifat Rama.
Topan mengetuk pintu gudang itu namun tetap saja tak ada jawaban dari dalam sana.
Namun mata Topan melihat motor bagus yang terparkir di belakang kosan itu.
"Motor mewah" gumam Topan.
Topan berpikir sejenak tentang motor mewah dan rumah yang kumuh ini.
__ADS_1
"aku tau paman" ucap Topan yang membuat Rama langsung melirik Topan.
"Aku tau kalau penculik itu pasti mengurung Nita dan Sarah disini, lihat itu motor itu sangat mewah dan keluaran terbaru jadi mungkin saja penculik itu tidak tinggal disini mungkin saja rumah ini hanya untuk mengsekap Nita dan Sarah" jelas Topan tentang pemikirannya.
"Benarkah begitu, lantas kemana Nita dan Sarah" tanya Rama.
"Entah" ucap Topan.
Topan tak sengaja bersandar pada pintu gudang itu dan...
Klek..
Brughh..
Topan berhasil membuka pintu itu dan badannya terjatuh ke lantai karena pintunya yang tak terkunci.
Rama terkejut saat melihat isi dari gudang itu.
"Lihat Topan ada tas perempuan" ucap Rama.
Rama langsung masuk dan melangkahi Topan yang masih terjatuh di lantai.
Rama merasa tak asing dengan tas itu karena tas itu memang milik Sarah istrinya.
"Topan lihat tas milik Sarah" sahut Rama sambil tersenyum karena merasa sudah dekat dengan Sarah.
Rama membuka tas berwarna pink itu, dan di dalamnya terdapat ponsel Sarah dan hasil USG dari dokter yang sempat Sarah simpan.
Rama membuka amplop kecil berwarna putih namun di atasnya ada logo rumah sakit, saat Rama membukanya benar saja pasien itu bernama Sarah.
"Sarah" gumam Rama sambil meneteskan air matanya.
"Paman lihat ini tas Nita tapi talinya sudah putus" sahut Topan saat melihat tas kesayangan istrinya.
Topan membuka tas Nita yang berwarna navy blue itu benar saja tas itu milik Nita ada hasil USG juga dari dokter dan dompet Nita yang masih utuh namun ponselnya tak ada.
"Nita dimana kau" gumam Topan.
"Tasnya ada tapi dimana Sarah dan Nita" ucap Rama.
bersambung...
***jangan lupa like comen dan votenya ya..
salam manis Author***..
__ADS_1