Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 45


__ADS_3

Sarah yang masih mengikuti Rafli yang sedang pergi dengan seorang wanita.


Mereka berhenti di sebuah cafe yang lumayan dekat dengan rumah Rama suami Sarah.


Sarah memarkirkan mobilnya cukup jauh dari tempat mobil Rafli berhenti.


"Sekarang waktunya untuk membatalkan pernikahan payah ini" gumam Sarah sambil mengikuti mereka berdua masuk ke dalam Cafe.


Sarah duduk di meja yang cukup jauh dengan meja Rafli, Sarah memakai masker dan kacamata supaya penyamarannya tak diketahui oleh Rafli dan wanita itu.


Sarah melihat setiap gerak gerik Rafli dan wanita itu, bahkan sesekali Rafli memegang tangan wanita itu dengan mesra.


"Apa mereka pacaran" gumam Sarah.


Sarah tersenyum menyeringai dia memikirkan sesuatu yang bisa menyelamatkan hidupnya dari pernikahan ini.


Sarah bangkit dan mendekat kearah meja Rafli.


"Malam" sahut Sarah dengan nada ketus.


"Sa-sarah" ucap Rafli terbata bata.


"Siapa dia mas" tanya wanita itu.


"Dia Sarah sayang" jawab Rafli.


"Ouh jadi kau sudah punya pacar dan kau mau menikahiku Rafli" tanya Sarah sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


"Bukan begitu Sarah, aku tak bisa menolak keinginan Keluargaku tetapi dari lubuk hatiku aku tak menyukaimu Sarah hanya meyra lah yang sangat aku inginkan" ucap Rafli bersungguh sungguh.


"Baiklah aku paham maksudmu, aku juga tak tertarik padamu Rafli dan kau tenang saja Nona aku tak akan mencuri Raflimu itu" sahut Sarah sambil bergabung duduk di meja itu.


"Apa yang kau pikirkan Sarah" tanya Rafli dengan keheranan.


"Kau sangat mencintainya kan? Kau mau menikahinya kan? Dan hubungan kalian tak direstui keluargamu kan? " cecar Sarah.


Rafli hanya mengangguk mendengar setiap pertanyaan Sarah yang sangat benar itu.


"Bagaimana caranya" tanya Rafli.


"Gampang kau ikuti saja permainanku" sahut Sarah sambil tersenyum menyeringai.


**


"Kau mau berangkat sekarang nduk" tanya bu Rubiah yang melihat putri bungsunya akan kuliah dan pindah ke kota.


"Aku sudah besar bu jangan perdulikan aku" sahut Puput ketus.


"Apa mau bapak antar Put" tanya pak Robi khawatir karena putrinya itu mau berangkat kekota sendirian.


Puput berangkat sendirian kekota dengan hanya menaiki mobil bak terbuka milik tetangganya yang sering mengantar barang kekota.


"Bagaimana dengan Puput pak" tanya bu Rubiah dengan rasa cemas.


"Sudah bu wong Puputnya juga tak menghawatirkan kita, ibu juga tak perlu menghawatirkan lagi Puput biarkan dia hidup sendiri, Puput lebih pantas di sebut anak durhaka bu" sahut pak Robi menjelaskan pada istrinya.

__ADS_1


Ibu Rubiah hanya menereskan air mata khawatir dengan anaknya.


Mobil yang ditumpangi Puput melaju membelah jalanan perkampungan yang bahkan jalan aspalnya sudah banyak berlubang.


"Kenapa sekolah jauh jauh neng Put, memangnya kamu mau dengan siapa disana" tanya mang galuh keheranan karena Puput berani tinggal di kota sendirian.


"Aku sudah bosan hidup di kampung mang, aku juga ingin seperti kak Nita sukses dan kaya" sahut Puput sambil mengepalkan tangannya mengingat kehidupan Nita yang subur dan makmur.


Sedangkan Puput dia masih tinggal di gubug reyot.


"Hati hati Neng Put di kota mah banyak lelaki jahat yang suka orang desa yang polos" sahut mang Galuh memberi Saran atau lebih ke nasihat.


"Ck, mang ini hidup dijaman apa sih, sekarang tuh udah biasa kalau melakukan hubungan itu di kota kota besar, Mang tenang saja Puput bisa jaga diri lah" sahut Puput sambil tertawa kecil mentertawakan ucapan mang Galuh.


"Ya mang mah cuman gak mau kamu menyasal Neng" ucapnya.


*


Akhirnya mobil mang Galuh sampai juga di kota Bandung yang sangat indah ini, Puput turun dan mengambil koper yang berada di belakang bak terbuka.


"Makasih mang, ongkosnya tagihh saja sama ibu dan bapak di desa" sahut Puput berjalan sambil menyeret kopernya masuk ke apartemen disana.


Karena apartemen ini masih tradisional jadi Puput harus berjalan naik tangga kelantai tiga di atas sana.


Dengan langkah yang cepat Puput akhirnya sampai di kamar apartemennya.


"C13" gumam Puput membaca tulisan yang ada di balik pintu kamarnya.


Puput masuk dengan kunci yang sudah diberikan oleh sang pemilik apartemen yang cukup terjangkau itu.


"Akhirnya aku bisa bebas" sahut Puput kegirangan saat melihat kamar apartemennya yang lebih baik dari pada rumahnya di desa.


**


Setelah seminggu bergabung dengan perusahaan Pak Darma, Topan sangat merasa kalau perusahaannya berkembang sangat pesat.


"Aku harus lembur sekarang" gumam Topan yang melihat berkas berkas yang menumpuk di sampingnya.


Drttt... Drtt...


Ponsel Topan berbunyi..


"Nita" gumam Topan saat melihat layar ponselnya.


Topan mengangakat panggilan dari Nita.


["Ada apa Nita"] tanya Topan saat panggilan sudah tersambung.


["Mas kapan pulang"]tanya Nita balik.


["Maaf Sayang mas harus lembur sekarang"] ucap Topan.


["Ouh baiklah"] sahut Nita langsung mematikan sambungan telponnya.


Topan meletakkan kembali ponselnya, saat ini dia sedang sangat sibuk jadi dia tak menyadari kalau Nita marah karena dia pulang terlambat.

__ADS_1


Karena sebelumnya mereka sudah berencana untuk makan malam bersama di sebuah cafe yang sangat Nita idam idamkan dahulu.


*


Dikediaman Topan House.


Nita merasa kecewa pada suaminya itu, harusnya malam ini mereka makan malam dan menghabiskan waktu bersama namun karena pekerjaan mereka harus membatalkan acaranya.


"Mas Topan ini" kesal Nita.


Nita menggendong Rayhan yang sekarang sudah hampir memasuki usia 3 bulan,


"Sayang kamu bobo ya Ibu sedang gak enak badan, jadi Rayhan gak boleh rewel ya" ucap Nita mengajak Bayi Rayhan bicara.


Namun seakan merasakan kesakitan Nita bayi Rayhan langsung tertidur dalam gendongan Nita dan tak rewel lagi.


Nita meletakkan Rayhan di kasur.


Nita berjalan kearah kamar mandi entah kenapa dia merasa sangat mual dan pusing.


Hoekk...


Hoekk...


Nita memuntahkan semua isi di perutnya,


Bukannya merasa baikan Nita malah semakin merasa pusing dan mual.


"Ya alloh kenapa ini" gumam Nita sambil memegang kepalanya yang terasa sakit.


Nita berjalan kearah dapur dilantai bawah.


Dengan langkah yang terasa tak berpijak Nita menuruni tangga dengan hati hati.


Akhirnya Nita sampai juga di dapur dan duduk di meja makan.


"Bi Iyem" sahut Nita serak saat memanggil bi Iyem untuk meminta tolong.


"Ada apa Non" tanya Bi Iyem yang khawatir melihat wajah Nita pucat.


"Non kenapa" tanya Bi Iyem lagi sambil memegang pundak Nita yang sedikit bergetar.


Bi Iyem menuangkan air pada gelas dan memberikannya pada Nita untuk Nita minum,


Prakkk...


Gelas dalam pegangan Nita terjatuh kelantai..


bersambung...


***kira kira kenapa dengan Nita ya..


dan apa ide Sarah untuk membatalkan pernikahannya itu..


lihat jawabannya di next Episode ya..

__ADS_1


jangan lupa like comen dan Vote ya..


salam manis Author***


__ADS_2