
Topan masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang, orang yang sudah dia masukan kepenjara dan sekarang sudah bebas dan hidup seperti biasa.
"Apa paman keluar dengan jaminan" batin Topan lagi.
Rama yang melihat Topan kebingungan hanya tersenyum melihat keponakannya yang mungkin masih memikirkan caranya bebas dari penjara.
"Kau salah jika harus berurusan denganku Topan" batin Rama sambil tersenyum menyeringai.
FLASH BACK ON..
Didalam penjara yang sangat sempit itu Rama sedang duduk memikirkan caranya dia keluar dari jeruji besi ini, dia terus saja mengacak rambutnya frustasi karena tak kunjung mendapat ide untuknya keluar.
Rama melihat polisi yang sedang menatap layar ponselnya, terlintas di benak Rama untuk dia melakukan panggilan dengan fatner bisnisnya dulu yang pernah dia bantu.
"Hey pak, apa aku bisa meminjam ponselmu?" tanya Rama pada polisi itu.
"Maaf pak ini kantor polisi bukan warnet, anda tak bisa menggunakan ponsel walau sebentar" timbalnya dengan sedikit berteriak, hingga terdengar oleh Napi yang lain.
Sontak saja para Napi yang ada disana tertawa karena mendengar ucapan Rama barusan, karena dari pertama mereka kesini sampai sekarang mereka semua tak berani meminjam ponsel pada polisi.
"Hahahaha dasar orang kaya" teriak Napi yang lain.
Rama hanya diam mendengarkan ucapan dan suara tawa mereka yang menggelegar didalam ruangan itu.
Brakkk..
Seorang polisi wanita menggebrak meja karena mendengar keributan itu.
"Diamlah apa kalian senang mentertawakan orang lain" sungutnya sambil berteriak.
Seketika ruangan itu langsung hening, senyap dan tak ada suara pun karena polisi wanita itu terkenal dengan kegalakan dan kedisiplinannya.
Jadi membuat orang orang segan padanya.
"Jika aku mendengar kalian mentertawakan orang lain lagi, maka akan aku pastikan semua orang akan balik mentertawakannya" sahutnya lagi sambil melengos pergi.
"Begitulah wanita mereka selalu benar" bisik salah satu Napi yang tak jauh dari Rama.
Rama masih memikirkan bagaimana caranya dia keluar dari penjara itu.
__ADS_1
Tiba tiba ada seorang polisi yang memanggil nama Rama.
"Tuan Rama wijaya" teriaknya.
"Saya pak" ucap Rama sambil berdiri mendekat kearah pintu jeruji besi itu yang di gembok dengan kuat.
"Ada yang mau bertemu" ucapnya sambil membukakan gembok yang cukup besar itu.
Rama berjalan mengikuti polisi itu dengan menunduk dan tangan di ikat kebelakang karena demi keamanan yang lain juga.
"Silahkan pak, anda punya waktu 10 menit untuk mengobrol" ucap Polisi sambil berlalu meninggalkan Rama dan lelaki yang mau menemuinya.
"Siapa" tanya Rama pada lelaki yang memunggunginya itu.
Lelaki itu berbalik dan berhadapan dengan Rama.
"Ridho kau disini" tanya Rama terkejut karena mendapatkan Ridho kembali dalam hidupnya.
"Aku kira kau akan meninggalkanku dan merampas semua harta yang pernah ku berikan padamu" sahut Rama.
"Tentu tidak tuan, aku tak sekejam itu" ucap Ridho namun Rama merasa sedikit tersinggung karena dulunya dia sangat kejam pada Arya kakak tirinya sendiri.
"Tidak tuan saya tak senaif itu, aku kesini hanya akan menyampaikan sesuatu" sahut Ridho sungguh sungguh.
"Aku ingin menyerahkan ini padamu tuan, semua aset perusahaan yang aku kelola ini aku kembalikan lagi padamu, dan soal jaminanmu aku akan membayar semuanya sampai kau bebas dari penjara ini" sahut Ridho.
"Apa kau sungguh sungguh Ridho" selidik Rama.
"Aku akan gunakan semua uang perusahaan untuk membebaskanmu dan aku akan pulang ke kampung halamanku bersama keluargaku" ucap Ridho yang menjelaskan semuanya.
"aku sangat berterima kasih padamu Ridho ternyata masih ada orang yang tak menghianatiku" ucap Rama merasa terharu.
"Lantas apa kau tak mengambil uang perusahaan, jika kau butuh ambillah Ridho" ucap Rama lagi.
"Tidak perlu tuan tabungan dari gajiku pun sudah sangat cukup jika harus membuka usaha di kampung tuan" sahut Ridho.
"Terima kasih Ridho" ucap Rama lagi.
Dengan kerja keras Ridho akhirnya Rama bisa keluar dari penjara dan Ridho memutuskan untuk pulang kampung bersama keluarganya dan merintis karir di kampung sana.
__ADS_1
sesulit apa pun hidup kita, kita tak berhak untuk menyerah.
Selagi masih ada orang yang masih mendukung kita, kita harus tetap semangat dan terus berjuang.
FLASH BACK OFF..
Perdebatan sengit masih terjadi di ruangan milik pak Darma yang berdominasi warna putih itu.
"Bagaimana pak apa bapak tertarik" tanya Rama yang sudah mengutarakan isi berkas yang berada di mejanya.
Pak Darma berpikir sejenak,
Sedangkan Topan sangat merasa gugup dan langsung putus asa karena hasil presentasi pamannya itu sangat bagus dari pada presentasinya.
"Saya cukup tertarik pak" sahut pak Darma.
Rama tersenyum menyeringai dia pastikan kalau pak Darma akan memilihnya dan bergabung dengan perusahaannya.
"Tetapi saya masih bingung harus memilih pak Rama atau Pak Topan karena presentasi kalian sangat membuat saya terkagum kagum" sahut pak Darma memikirkan lagi keputusannya.
"Ini terserah pada bapak saja, karena hanya bapak yang bisa menentukanya" sahut Topan yang sudah mulai gugup dan merasa kalau dia tak pantas untuk bergabung.
"Saya memutuskan untuk bergabung dengan perusahaan kalian, semoga kalian bisa mematuhi aturan perusahaan kami dan bersikap kondusif" sahut pak Darma yang membuat Topan dan Rama merasa lega karena bisa bergabung dengan perusahaan terbesar di kota ini.
Tetapi hati Rama tetap saja tak terima, dia menginginkan kehancuran Topan yang sudah memenjarakannya dan mengambil paksa perusahaan yang sudah Rama kelola hingga berkembang pesat.
Topan merasa dirinya tak percaya kalau bisa bergabung dengan perusahaan terbesar di kota ini, hanya perusahaan ini lah yang bisa membantu perusahaan Topan untuk bangkit dan maju lagi.
"Baiklah pak saya permisi dulu, terima kasih sudah memberi kesempatan pada perusahaan saya untuk bergabung dengan perusahaan bapak ini" ucap Topan berpamitan sambil menjabat tangan pak Darma.
"Iya pak sama sama" jawab pak Darma.
*bersambung...
yang kemarin masih bertanya tanya bagaimana Rama bisa keluar dari penjara?
di episode ini sudah di jelaskan ya kalau Rama bebas karena bantuan Ridho*.
***jangan lupa like comen dan vote ya..
__ADS_1
terima kasih sudah mampir ke karya saya..
salam manis Author***..