
Hilman yang sudah pulang dari pertemuan itu langsung berbaring di kamar milik Sarah yang sudah beberapa bulan ini dia tempati, entah mengapa dadanya terasa sakit lagi padahal lukanya sudah kering dan akan sembuh.
Hilman meringis kesakitan tetap dia berusaha menahannya di hadapan Sarah yang sekarang sedang menidurkan Alena.
Sebenarnya Sarah tau kalau Hilman sedang merasa kesakitan hanya saja dia sedang menidurkan Alena jadi Sarah tak bisa berbuat apa apa.
Di rasa Alena sudah Tidur Sarah segera mendekati Hilman untuk melihat luka tembak yang Hilman obati sendiri tanpa bantuan orang lain bahkan Sarah juga sudah maksa untuk membawa nya ke rumah sakit tapi Hilman keras kepala dan terus saja menolak.
"Sakit" tanya Sarah.
Tapi Hilman tak menjawabnya dia hanya menggelengkan saja kepalanya.
Sarah memegang dada Hilman dan menekannya sedikit dan ternyara Hilman memang merasa kesakitan saat Sarah memegang lukanya.
"Sakitkan, jangan bohong aku tau" ucap Sarah mengambil kotak P3K yang ada di laci kamarnya karena di rumah Lynda setiap kamar di lengkapi dengan kotak P3K untuk berjaga jaga saja.
Sarah membuka kancing kemeja yang sedang di gunakan oleh Hilman.
"Mau apa Sarah jangan macam macam" ucap Hilman merasa risih dengan sikap Sarah.
"Aku hanya akan mengobati luka kamu saja, aku gak akan apa apa Hilman" ucap Sarah.
"Bilang dong jadi aku kan salah sangka" ucap Sarah.
"Memangnya kamu pikir aku mau apa Hilman" tanya Sarah sambil tersenyum, karena Sarah baru tau kalau Hilman takut jika berdekatan dengannya apa lagi sampai Sarah macam macam padanya.
Sarah mengobati luka Hilman dengan bethadin terlihat oleh Sarah kalau Hilman meringis kesakitan tapi Hilman terus saja menahannya supaya tak terlihat lemah oleh Sarah.
"aku tau kau kesakitan Hilman" ucap Sarah.
"Tidak".
"Jangan bohong terlihat dari tanganmu yang tak bisa diam" ucap Sarah.
Setelah selesai mengobati Hilman dan menutup luka Hilman dengan perban Sarah hendak berdiri dari tempatnya duduk tapi entah kenapa kepala Sarah terasa pusing sehingga Sarah menjatuhkan lagi tubuhnya ke ranjang.
Tapi perkiraan Sarah salah rupanya Sarah jatuh ke pangkuan Hilman yang sedang duduk di atas ranjang.
Brughh.
"Awwss" gumam Hilman kesakitan saat tangan Sarah menggenggol lukanya.
"Maafkan aku Hilman tiba tiba aku pusing" ucap Sarah mencoba untuk berdiri tapi Hilman dengan cepat memeluk Sarah supaya Sarah tak bisa bangkit dari pangkuannya.
"Hilman lepas" ucap Sarah.
"Sarah aku ingin" ucap Hilman tepat di telinga Sarah.
"Ingin apa" tanya Sarah.
"Ingin memilikimu selamanya" ucap Hilman.
"Hilman kau ini, lihat kamu kesakitan tapi masih bisa menggombal" gerutu Sarah.
Sarah segera bangkit dari pangkuan Hilman dan duduk di sebelah Hilman, karena ingin membereskan obat obatan yang tadi sempat dia keluarkan.
"Sarah dua hari lagi kita akan menikah" ucap Hilman.
__ADS_1
"apa" ucap Sarah terkejut.
"Iya aku sudah bicarakan ini pada Tante Lynda, kita akan menikah di Hotel Delima aku sudah mempersiapkannya dan nanti aku akan mengajakmu pindah dari sini" ucap Hilman.
"Hilman apa ini tak terlalu terburu buru" ucap Sarah.
"Memangnya kenapa" tanya Hilman.
"Bukan apa apa tapi aku.." ucap Sarah terpotong saat Hilman menempelkan tangannya di bibir Sarah.
"Jangan ada penolakan bukannya kau yang meminta aku untuk menjadi suamimu dan sekarang aku akan mengabulkannya kau senang" ucap Hilman.
"Hilman aku akan membatalkan kontrak itu" ucap Sarah gugup.
"Kenapa" tanya Hilman tersenyum tipis.
"Aku rasa aku gak bisa menuruti keinginanmu nantinya" ucap Sarah.
"Sarah aku tak akan minta yang macam macam" ucap Hilman.
"Tetap saja Hilman aku tak punya apa apa untuk menyuruhmu menjadi suami kontrakku" ucap Sarah jujur.
"Tentu punya Sarah, kau punya Alena untuk memintaku menjadi Ayahnya" ucap Hilman.
"Hanya itu permintaanmu Hilman" tanya Sarah.
"Tentu tidak Sarah aku juga harus punya keuntungan bukan" ucap Hilman tersenyum.
"Kau minta apa" tanya Sarah terbata bata.
"aku ingin kau menemani aku di malam pertama kita" ucap Hilman sambil menaikan alis nya menggoda Sarah.
"Tapi aku.. " ucap Sarah terpotong saat Hilman mencium bibir Sarah dengan cepat.
"aku tak suka kata penolakan Sarah" ucap Hilman sedangkan Sarah masih mematung tak percaya kalau Hilman akan nekad menciumnya begitu.
"Aku akan pergi sekarang jaga Alena kita akan ketemu dua hari lagi di hotel Delima nanti aku akan menyuruh anak buahku untuk menjemput semua keluarga Topan, dan besok aku akan suruh pegawai salon untuk memilihkan baju untukmu" ucap Hilman sambil beranjak pergi.
Sarah hanya diam mematung menatap kepergian Hilman yang sekarang sudah menghilang di balik pintu.
Keesokan harinya Sarah sedang di pilihkan gaun pengantin oleh orang yang sudah di sewa oleh Hilman, bahkan seluruh keluarga Lynda pun di pilihkan baju supaya terlihat couple.
"Sarah suamimu terlalu berlebihan" ucap Lynda yang memegang baju kebaya berwarna biru yang sama dengan seluruh keluarganya bahkan bukan itu saja Hilman juga membelikan Bi Iyem dan Asih baju yang sama supaya mereka bisa ikut kesana.
"Aku juga gak tau tante kenapa dia sampai membawa baju sebanyak ini padahal aku hanya butuh satu gaun saja" ucap Sarah.
"Itu tandanya Hilman sayang sama kamu Sarah" sahut Nita yang baru saja turun dari kamarnya.
"Aku tau, tapi kalau aku boleh jujur aku masih belum punya rasa apa apa pada Hilman, rasa cinta aku pada mas Rama juga belum bisa aku hilangkan" ucap Sarah.
"Sarah tante harap kau bisa menganggap Hilman sebagai suami kamu sendiri, jangan pernah hancurkan perasaannya karena kau berkata kalau kau belum mencintainya" ucap Lynda.
"Aku tau tante, tapi mau bagaimana lagi rasanya aku bersalah jika menutupi kebenaran ini dari Hilman" ucap Sarah menundukan kepalanya.
"Sarah aku yakin hanya dalam satu bulan pun kau akan cepat mencintai Hilman, aku yakin Hilman baik dan pasti akan mencintaimu sama seperti paman Rama mencintaimu dahulu" ucap Nita memegang bahu Sarah.
"Aku juga berharap begitu Nit, semoga saja aku bisa melupakan mas Rama dan segera mencintai Hilman secepatnya" ucap Sarah.
__ADS_1
"Semangat" ucap Nita.
**
Malam harinya Sarah tak bisa tidur dia hanya menatap wajah Alena yang sekarang sudah terlelap tidur.
"Maaf Sayang mamah belum bisa menjadi mamah yang baik buat kamu, tapi mamah janji mamah akan berusaha melindungi dan menyayangi kamu semampu mamah" ucap Sarah.
Tanpa terasa akhirnya Sarah terlelap juga dalam mimpinya karena besok adalah hari istimewanya Sarah, jadi seharusnya Sarah tak boleh kecapean.
Sedangkan di sisi lain Hilman sedang berhadapan dengan Anjasmara yang akan menjadi Ayah mertuanya besok, entah apa yang akan di bicarakan Anjasmara sampai sampai dia datang ke Hotel Delima.
Tapi itu pun kesempatan emas bagi Himan karena dia tak perlu cape cape untuk mengancam Anjasmara supaya bisa hadir di acara pernikahaanya besok.
"Maaf aku sedang sibuk, jadi to the poin saja" ucap Hilman kesal karena sedari tadi Anjasmara hanya berbicara tak jelas.
"Pernikahan kalian besok" tanya Anjasmara.
"Heumm".
" apa kalian akan tetap menikah walau pun tanpa restu dariku".
"Ada atau tidak nya restu itu tergantung padamu tuan, yang paling penting aku dan Sarah menikah" ucap Hilman.
"Tapi seorang wanita tak akan bisa menikah jika dia tak punya wali" ucap Anjasmara.
"Tuan kau bicara omong kosong, apa kau tau apa pun akan berjalan lancar jika punya uang apa kau lupa itu bukankah kau yang mengajari aku tentang kata itu" ucap Hilman tersenyum tipis.
Glek.
Anjasmara menelan salivanya.
"Ck susahnya membuat Hilman menyetujui bergabung dengan perusahaanku" batin Anjasmara.
"Baiklah apa masih ada yang lain" tanya Hilman.
"Tunggu, aku berniat untuk memberi restu tapi dengan satu syarat".
"Syarat apa" tanya Hilman.
"Bergabunglah dengan perusahaanku dan aku dengan senang hati memberi restu pada pernikahan kalian" ucap Anjasmara.
"Kau masih sama seperti dulu tuan, kau licik" ucap Hilman meledek Anjasmara.
"Bagaimana menurutmu" tanya Anjasmara menghiraukan hinaan dari Hilman.
"Oke, tapi aku mau kau datang ke acara pernikahanku dengan sopan dan damai tanpa anak buah juga tanpa rasa benci sedikit pun padaku juga pada putrimu" ucap Hilman.
"Aku setuju".
"Tris bawakan kemeja tuan Anjasmara untuk di pakainya besok" titah Hilman pada Tristan asistennya.
"Ini tuan".
" jangan lupa pakai kemeja ini besok dan pastikan acara pernikahanku berjalan dengan lancar kalau ada kendala sedikit saja aku akan langsung menyalahkanmu" ucap Hilman.
"Kau tenang saja aku tak akan berbuat apa apa" ucap Anjasmara.
__ADS_1
Bersambung...
Yang besok mau ikut ke pernikahan Sarah dan Hilman jangan lupa like dan comennya ya supaya pernikahaannya berjalan dengan lancar...